Rabu, 30 November 2016

BAGAIMANA PENULIS KITAB MENULIS

Alkitab, penulisannya yang benar harus dipisahkan antara "al" dengan "kitab", seperti penulisan Al Qur'an. Sebab "Al Kitab" itu dari bahasa Arab; al artinya sebuah, kitab artinya buku. Kalau Qur'an artinya bacaan. Karena itu mulai hari ini saya akan memulai menuliskannya dengan Al Kitab.

Isi Al Kitab tidaklah melulu Firman TUHAN. Justru ucapan-ucapan TUHAN hanya sedikit sekali dan selalu diberi tanda kutib: "........" serta dengan keterangan bahwa itu ucapan ELOHIM YAHWEH. Selebihnya merupakan keterangan-keterangan, kesaksian-kesaksian, nasehat-nasehat, syair-syair pujian, serta perkataan para nabi atau penulisnya. Berbeda dengan Al Qur'an yang melulu memuat kata-kata Awloh saja, sehingga menimbulkan kekacauan dalam memahaminya, akhirnya memaksa kaum Muslim untuk mengarangkan keterangan sebisa-bisanya, maka ketika dibaca oleh orang yang kritis, meledaklah ketawa ngakaknya. Sebab lucu sekali. Tapi itu lain kesempatan saja kita melihatnya.

Permulaan penulisannya tahun 1.500 Sebelum Masehi, yaitu nabi Musa, sedangkan terakhirnya tahun 95 Tarikh Masehi, oleh rasul Yohanes, sehingga meliputi rentang waktu 1.600 tahun. Dari jumlah 66 buku itu diperkirakan ditulis oleh 40-an orang dari latar belakang dan zaman yang berbeda-beda. Tidak semua penulis kitab itu nabi, tapi ada raja, ada tabib, ada imam, juga ada orang-orang biasa. Kalau dalam daftar perpustakaan kaum Lewi atau para rasul Perjanjian Baru, tentunya ada lebih banyak dari 66 buku semuanya. Tapi oleh hikmat ROH KUDUS dipilihlah kitab-kitab yang penting, yang benar-benar tulisan yang diilhamkan, yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, maka didapatilah 66 buku itu dijadikan sebagai kanon Al Kitab. Kanon artinya tongkat pengukur atau standart ajaran.

Nabi Musa memulai kenabiannya adalah ketika dia sedang menggembalakan kambing dombanya, tiba-tiba dilihatnya ada api di semak duri tapi semak duri itu tidak terbakar. Karena merasa ada yang ganjil maka dia mendekatinya. Nah, apa yang Musa pikirkan pada waktu itu dituliskannya sebagai keterangan tentang dirinya;

Keluaran 3:3   Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

Lalu, setelah di kemudian hari dia ketahui bahwa api itu merupakan penampakan TUHAN, diterangkanlah itu seperti ini:

Keluaran 3:2Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

Karena yang dilihatnya adalah MIKHAEL, yaitu YESHUA ha MASHIA sebelum turun ke dunia, maka Malaikatnya dikasih huruf besar. Dan nabi Musa menerangkan juga kesibukannya sebelum penglihatan itu;

Keluaran 3:1Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Terjadilah dialog antara Musa dengan MIKHAEL yang dituliskan seperti ini:

Keluaran 3:4Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."

Firman MIKHAEL: "Musa, Musa!" sedangkan jawaban Musa: "Ya, ELOHIM." Nah, kalau konsepnya Al Qur'an, tanpa keterangan apa-apa di surrah ABC ayat 1 dituliskan: "Musa, Musa!" Coba kita praktekkan konsep Al Qur'an itu pada Alkitab;

Surrah ABC ayat 1: Musa, Musa!

Ayat 2:  "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

Ayat 3:   "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub."

Apakah kita tidak mengerutkan kening, siapa Musa itu? Di mana peristiwanya? Bagaimana terjadinya percakapan itu? Apa reaksi atau tanggapan Musa? Seperti apa perasaan Musa? Tak ada keterangan apa-apa selain kata-kata Awloh saja. Tapi Al Kitab memuat kronologisnya, suasananya, topik yang sedang dibicarakannya, persis seperti wartawan menuliskan sebuah berita di suratkabar sehingga pembaca bisa dilibatkan imajinasinya ke peristiwa itu. Kita yang membaca cerita Musa itu seolah-olah sedang menyaksikan sebuah film, seolah-olah kita menyaksikannya sendiri.

Penulis kitab yang lainnya menuliskan riwayat bangsa Israel di Tanah Palestina di zaman sebelum berdirinya kerajaan Israel. Penulis kitab Hakim-hakim ini menuliskan tantangan-tantangan atau gangguan-gangguan yang dialami oleh bangsa Israel di zaman itu, serta bagaimana ELOHIM YAHWEH mengutus para pendekar untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Penulis kitab yang lainnya menuliskan tentang kehidupan seorang nabi, seperti kehidupan nabi Elia yang ditulis oleh penulis kerajaan Israel. Nabi Elia dan nabi Elisa adalah nabi-nabi yang tidak menuliskan riwayat hidupnya sendiri, melainkan dituliskan oleh orang lain yang dihinggapi ROH KUDUS, sehingga dia yang tadinya tak tahu apa-apa tentang kedua nabi itu, ROH KUDUS-lah yang menceritakan hal kedua nabi itu kepadanya.

ROH KUDUS adalah Wartawan ILAHI yang mengilhami para penulis Al Kitab untuk menuliskan sesuatu yang di luar pengetahuan orang. DIA menggerakkan hati orang, DIA membuat orang melihat hal-hal yang ILAHIAH, DIA menyanggupkan orang melakukan sesuatu, DIA memberikan keahlian, DIA memberikan petunjuk, DIA memberitahuan sesuatu, DIA melihat jiwa orang, DIA memberikan penglihatan dan mimpi, dan lain-lainnya.

Hak. 13:25Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

2Taw. 9:29Selebihnya dari riwayat Salomo dari awal sampai akhir, bukankah semuanya itu tertulis dalam riwayat nabi Natan dan dalam nubuat Ahia, orang Silo itu, dan dalam penglihatan-penglihatan Ido, pelihat itu, tentang Yerobeam bin Nebat?

Hak. 14:6Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing--tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.

Kel. 28:3Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.

Kis. 16:6Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.

Penulis kitab yang lainnya menuliskan perkataan-perkataan yang mengandung rahasia, yang ia sendiri tak mengetahui artinya namun kata-kata itu harus ia tuliskan sebagaimana yang diilhamkan ROH KUDUS kepadanya, sebab Firman itu mengenai suatu masa yang masih jauh;

Dan. 8:26Adapun penglihatan tentang petang dan pagi itu, apa yang dikatakan tentang itu adalah benar. Tetapi engkau, sembunyikanlah penglihatan itu, sebab hal itu mengenai masa depan yang masih jauh."

Ef. 3:9dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,

Ada yang menuliskan mimpi ILAHI-nya tentang peristiwa-peristiwa masa depan;

Dan. 7:1Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:

Ada yang menuliskan penglihatan-penglihatan di atas langit yang diberikan kepadanya tentang masa depan;

Yeh. 1:1Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.

Ada yang menulis dengan maksud meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat, supaya berita itu tidak simpang-siur dan bisa dipercayai;

Lukas
1:1Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
1:2seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
1:3Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
1:4supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Lalu Lukas melanjutkan tulisannya tentang perjalanan para rasul;

Kisah
1:1Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
1:2sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

Pada intinya Al Kitab adalah buku yang berkenaan dengan ELOHIM YAHWEH dan ELOHIM YESHUA, baik merupakan peristiwa, merupakan perintah, merupakan ajaran maupun merupakan pesan-pesan kepada umatNYA. Semua tulisan Al Kitab berada dalam kuasa ROH KUDUS. Maksudnya, ROH KUDUS adalah MANAGER Al Kitab;

2Tim. 3:16Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

2Ptr. 1:21sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Al Kitab bukan sebagaimana kitab-kitab suci lainnya yang mengajarkan kebaikan. Al Kitab bukan kitab ajaran kebaikan, tapi kitab penyelamatan orang-orang yang tidak baik. Orang dalam keadaan bajingan tengik bisa diselamatkan oleh YESHUA ha MASHIA. Orang tidak harus baik, tapi harus mempunyai iman seperti pencuri yang disalibkan di sebelah kanan ELOHIM YESHUA.

"Pada hari ini juga, pada saat kamu percaya, kamu pasti selamat."

Jika Freddy Budiman, narapidana hukuman mati, di saat-saat mendekati eksekusi matinya menerima YESHUA ha MASHIA, dia pasti selamat tanpa tuntutan apapun. Tapi jika masih hidup setelah dibaptiskan, barulah orang perlu mengamalkan ajaran-ajaran Kristen.

Bagi catatan dunia Freddy Budiman adalah orang berdosa, penjahat kelas kakap. Dunia belum menyaksikan pertobatannya, belum menyaksikan kebaikan-kebaikannya. Tapi ELOHIM YESHUA sanggup menyelamatkannya. Itulah sebabnya Injil merupakan kabar baik, sebab sanggup memberikan pengharapan secara tanpa batas. Tidak ada jalan buntu, tidak ada jalan mati.

Sebaliknya, sebaik apapun orang jika tak mempunyai iman kepada ELOHIM YESHUA, tak mungkin diselamatkan, sebab DIA-lah pintu masuk ke sorga.

Al Kitab membicarakan tentang dosa, bukan sekedar kejahatan manusia seperti kitab-kitab suci lainnya. Sebab orang berdosa itu belum tentu jahat, tapi orang jahat sudah pasti dosa. Mungkin anda bukan orang yang berzinah. Anda orang baik-baik. Tapi di dalam pikiran anda adalah porno-porno, maka anda adalah orang berdosa sekalipun menurut dunia orang baik-baik. Mungkin anda adalah pendeta atau majelis gereja yang dikenal sebagai orang-orang baik dan soleh. Tapi jika iman dan ajaran anda tidak sesuai Al Kitab, maka anda adalah orang berdosa.

Mungkin anda adalah orang Islam yang terbaik di dunia, orang yang suka menolong fakir-miskin. Tapi karena anda tidak percaya pada YESHUA ha MASHIA, maka kebaikan anda itu takkan menyelamatkan anda.

Al Kitab disebut kitab suci sebab Al Kitab mengajak anda meninggalkan konsep keduniawian, pindah ke konsep ILAHIAH, konsep hidup yang suci supaya kembali pada fitrah penciptaan, yakni menurut gambar ELOHIM;

Kejadian 1:27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Al Kitab disebut Firman ELOHIM, sebab hanya Al Kitab yang menyampaikan sabda ELOHIM Semesta Alam:

Yohanes 3:16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Bahwa keselamatan itu diberikan melalui YESHUA ha MASHIA. Ini adalah cara-cara ELOHIM YAHWEH menghindari agama-agama Pancasila, agama-agama yang mengaku menyembah pada Tuhan yang Mahaesa, sebab ELOHIM YAHWEH dikenal dunia sebagai TUHAN yang Mahaesa;

Mrk. 12:29Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Tapi manakah di antara agama-agama Pancasila itu yang menerima YESHUA ha MASHIA? Masakan ELOHIM YAHWEH akan menyelamatkan Islam, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu?

Hab. 1:5Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

Yesaya 53:1Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

Jawablah: Kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? ELOHIM YAHWEH telah memindahkan kekuasaanNYA kepada ANAKNYA, yang tidak kamu percayai! Di sini kamu akan tersandung dan jatuh;

1Ptr. 2:7Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Seperti uang asli mempunyai ciri-ciri khas tertentu, demikianlah JALAN ELOHIM YAHWEH mempunyai JALAN sendiri yang tidak disangka-sangka;

Yesaya
55:8Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Karena itu jangan pernah dan jangan sekali-sekali mendudukkan kitab suci Al Kitab dan JALAN ELOHIM YAHWEH ini sejajar dengan agama-agama Pancasila. Biarlah Al Kitab dan JALAN TUHAN merupakan sesuatu yang berbeda.

Mzm. 50:21Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

NABIku; YESHUA dan TUHANku; YAHWEH hidup, bukan jenazah dan bukan patung! Sekalipun menurut anda nabi ISA, Manusia biasa, lahir dari perempuan, namun DIA hidup. Itu yang penting! Khasiat lebih penting dari sebutan!

Hasil gambar untuk gambar ellen g white

Selasa, 29 November 2016

MEMPERTANYAKAN KEASLIAN ALKITAB

Pada mulanya adalah Adam menceritakan kejatuhannya di Taman Eden kepada anak-anaknya: Kain dan Habel. Karena Habel dibunuh Kain, maka kisah Adam dan Hawa itu dipegang oleh Kain. Kain yang menjadi pembunuh tidak mungkin akan menceritakan kasusnya kepada anak-cucunya. Tapi Adam dan Hawa mempunyai anak pengganti Habel, yaitu: Set. Di tangan Set inilah semua kejadian diceritakan ke anak-cucunya, termasuk kasusnya Kain. Begitulah di zaman itu sebelum dikenal tulis-menulis dan sebelum kasus-kasus berkembang luas, semua kejadian diceritakan secara lisan dari keturunan ke keturunan.

Zaman itu berbeda dengan zaman sekarang, yang semua orang disibukkan oleh berbagai kegiatan sehingga tidak memiliki waktu untuk bercerita, bahkan banyak cerita-cerita dari nenek-moyang yang sudah tidak sanggup diingat lagi. Tapi di zaman itu kegiatan orang hanya bertani atau beternak saja, sehingga mereka sangat mempunyai waktu untuk bercerita ke anggota keluarganya. Dan karena tidak memiliki persoalan-persoalan berat, maka daya ingat orang-orang di zaman itu pasti tajam-tajam.

Ul. 6:7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Di suatu ketika muncullah sebuah kerajaan besar dan kuat, yaitu kerajaan Mesir. Di sinilah orang mulai menuliskan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang kini kita kenal sebagai relief. Dari gambar-gambar dipraktiskan menjadi simbol-simbol, seperti pada rambu-rambu lalulintas, misalnya tentang rumahmakan disimbulkan dengan gambar sendok dan garpu. Simbol dari gambar-gambar itulah yang kita kenal sebagai huruf hieroglif. Huruf hieroglief sudah dikenal orang Mesir 1.500 tahun sebelum nabi Musa atau 3.000 tahun sebelum YESHUA.

Ketika di Mesir selama 40 tahun sejak bayinya ditemukan putri Firaun itulah Musa mempelajari seni tulis-menulis. Mungkin Musa-lah satu-satunya orang Israel yang bisa tulis-menulis. Dan ketika dalam perjalanan di padang gurun itulah nabi Musa menuliskan riwayat nenek-moyang maupun riwayat perjalanannya sendiri ke dalam 5 kelompok tulisan yang kita kenal sebagai kitab Kejadian, Keluaran, Bilangan, Imamat dan Ulangan, plus kitab Ayub.

Di sepanjang sungai Nil banyak ditumbuhi dengan tanaman papirus yang daunnya seperti daun pandan. Sebelum tanaman papirus itu dijadikan bahan kertas, di daun-daun papirus itulah orang biasanya menulis. Mungkin di media dedaunan itulah nabi Musa menuliskan kitab-kitabnya. Dan mengingat begitu banyaknya 6 kitab nabi Musa yang ditulis dalam kurun waktu 40 tahun diperjalanannya di padang gurun, maka tidaklah mungkin tulisan itu berganda. Tulisan asli nabi Musa itu pasti hanya satu saja.

Dari satu tulisan itulah kemudian disalinkan atau digandakan. Dan nabi Musa memberikan perintah kepada raja-raja Israel supaya memperbanyak salinan kitab-kitabnya;

Ul. 17:18Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.

Karena salinan itu masih merupakan tulisan tangan, maka salinan-salinan itu tidak mungkin dimiliki oleh orang biasa. Pemiliknya pasti kalangan bangsawan, sementara orang biasa hanya mendengar ketika kitab-kitab itu dibacakan setiap hari Sabat;

Kis. 13:27Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.

Penyalinan tulisan, karena ELOHIM YAHWEH tidak menentukan bahwa tulisan itu harus menggunakan bahasa tertentu seperti Awloh yang mengeramatkan bahasa Arab, maka penyalinan tulisan itu pasti mengikuti perkembangan bahasa. Sebab bagi ELOHIM YAHWEH yang cerdas, berpikirNYA bukan pada aslinya tulisannya tapi pada aslinya pesan-pesan yang disampaikannya. Jika ELOHIM YAHWEH berpesan: "Jangan membunuh", bagaimana supaya setiap umatNYA mengerti pesan itu. Terjemahkanlah kata-kata itu ke dalam bahasa masing-masing orang. Yang penting orang Batak mengerti maksudnya, orang Jawa mengerti maksudnya, orang Jepang mengerti maksudnya. Sebab parah sekali kacaunya kalau diharuskan bertulisan Arab, lalu orang hanya diajari membacanya saja. Akibatnya kayak burung beo, bisa mengucapkannya tapi tak mengerti artinya.

Contohnya: setiap hari kaum Muslim membaca QS. 3:45: "idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha yubasysyiruki bikalimatin minhu ismuhu almasiihu 'iisaa ibnu maryama wajiihan fii alddunyaa waal-aakhirati wamina almuqarrabiina"

Membacanya memang canggih, sebab lidahnya memang lidah burung beo. Sejak Muhammad ketemu Jibril di gua Hira, lidah Muslim memang sudah ditakdirkan seperti lidah burung beo: "Tirukan!" Tapi siapakah di antara orang-orang Muslim dan para santri yang tahu artinya? Hanya orang-orang Departemen Agama yang ditugaskan untuk menterjemahkan Al Qur'an saja yang tahu artinya. Tapi Muslim lainnya, di Indonesia ini ada 150 juta orang, tak ada yang tahu artinya. Sebab mereka hanya diwajibkan membaca tulisan Arabnya saja.


Bahkan di pesantren-pesantren para santri diharamkan membaca Al Qur'an terjemahannya Departemen Agama. Para gurunya mencap terjemahan Al Qur'an itu keliru semuanya, sebab mengagung-agungkan nabi ISA dan orang-orang Kristen. Islam bisa bangkrut kalau Al Qur'an diterjemahkan seperti sekarang ini.


Bagaimana dengan pengagungan bahasa Ibrani? Sebenarnya, masalahnya bukan pengagungan bahasa Ibrani, tapi karena eklusifisme kebangsaan Yahudinya. ELOHIM YAHWEH mengajari supaya bangsa Yahudi tidak bergaul dengan bangsa-bangsa lainnya, supaya tidak ketularan kekafiran mereka yang menyembah berhala. Ditarik oleh kekhususan kebangsaannya itulah sehingga mereka tidak menguasai bahasa-bahasa lainnya selain dari bahasa mereka sendiri, sehingga tulisan-tulisan asli mereka dipastikan berbahasa Ibrani. Hanya orang-orang Yahudi yang diserakkan ke seluruh dunia saja yang bisa berbahasa Yunani, sebagai bahasa internasional di zaman itu.


Nah, karena adanya kebebasan dalam penyalinan kitab-kitab itulah sehingga Alkitab diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan ditafsirkan menurut masing-masing penerjemahnya, sehingga menimbulkan sekitar 175 versi Alkitab. Tapi semenjak didirikannya lembaga-lembaga Alkitab, versi-versi itu dikawinsilangkan, diambilkan titik temunya yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ada langkah-langkah penyempurnaan dari kekacauan yang terjadi.


Saat ini versi Alkitab yang dianggap mendekati kebenaran adalah versi New King James Version. Versi inilah yang diinternasionalkan dan dianggap sebagai versi standartnya. Mengapa bukan yang berbahasa Ibraninya? Sama saja, di bahasa Ibraninya juga ada banyak versinya, sehingga Alkitab berbahasa Ibrani bukanlah jaminan keakuratan. Semuanya perlu disinkronisasikan dengan mempertimbangkan berbagai acuan, seperti arti kata di suatu zaman, adat-istiadat masyarakat di suatu zaman, dan lain-lainnya. Pendek kata para sarjana Alkitab berusaha sekuat tenaga untuk menyuguhkan Alkitab yang seakurat mungkin.


Mengapa ELOHIM YAHWEH tidak intervensi menjaga kemurnian Alkitab? Siapa bilang? ROH KUDUS pasti dikerahkan untuk membantu para sarjana itu mewujudkan Alkitab yang terbaik. Tapi ELOHIM YAHWEH memang tidak intervensi ketika ada orang yang berusaha menyelewengkan pengertian Alkitab. Sebab itu tidak penting! Yang penting perbuatan orang itu diketahui dan baginya disediakan upah hukuman yang setimpal. Kata ELOHIM YAHWEH: "robohkanlah Bait Suci itu, dalam 3 hari akan dibangun kembali." Artinya, ELOHIM YAHWEH sanggup memulihkan keadaan Alkitab!


Tokh, Alkitab asli tak ada gunanya bagi orang-orang bebal. Orang-orang Kristen masih berkhayal tentang Allah Trinitas, masih merasa benar ibadah di hari Minggu, masih merasa benar merayakan hari Natal, berdoa lipat tangan tutup mata, merayakan Paskah dengan telor ayam, gambar Yesus berambut gondrong, dan lain-lainnya. Ada 2,1 milyar orang Kristen yang kesemuanya melakukan hal-hal yang tidak ada di Alkitab, sekalipun Alkitabnya sama bunyinya.


Mesin cetak ditemukan tahun 1440 oleh Johannes Gutenberg, dan untuk pertamakalinya Alkitab dicetak dengan mesin dalam jumlah 180 copy. Tapi kehidupan orang-orang Kristen yang memegang Alkitab, yang kini hanya seharga sekitar Rp. 100.000,- dan mudah sekali didapatkan di toko-toko buku rohani, nyatanya semakin hari semakin brutal. Orang Kristen pemegang Alkitab zaman ini sanggup membakari mesjid dan menghunus pedang, serupa FPI yang memegang Al Qur'an. Sangat jauh sekali bedanya dari orang-orang Kristen di abad pertama yang tak memegang Alkitab, melainkan hanya mendengar sepotong-sepotong kalimat Alkitab ketika dibacakan di setiap hari Sabat.

Jika melihat fakta begini ini, manakah yang menyenangkan hati ELOHIM YAHWEH? Orang Kristen tanpa Alkitab atau orang Kristen dengan Alkitab?!Dan Al Qur'an sendiri dinyatakan telah sempurna;

QS. 6:115    Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quraan) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

QS. 5:3     Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

Agama Islam dan Al Qur'an adalah sempurna. Apakah sempurna juga semakin banyaknya teroris, bom-bom, pembakaran gereja-gereja, penjarahan toko-toko dan perkosaan-perkosaan yang dilakukan kaum Muslim?

ELOHIM YESHUA menyatakan DiriNYA adalah Terang dunia. Terang itu ada di dalam Diri YESHUA ha MASHIA. Itu yang lebih penting dari Alkitab, sekalipun Alkitab disebut sumber kebenaran juga. Tapi setiap orang yang menerima ELOHIM YESHUA dan dibaptiskan dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS, orang itu dijamin tak kekurangan sesuatu apapun. Tidak ada ketentuan supaya orang Kristen menerima atau memegang Alkitab. Sebab sejak zaman YESHUA, tahun 31 sampai tahun 1440 ditemukannya mesin cetak, tak ada orang Kristen yang mempunyai Alkitab, kecuali kalangan bangsawan. Tapi orang Kristen harus menerima ROH KUDUS.

Yoh. 12:46Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.

Percaya pada YESHUA saja dijamin takkan salah jalan. Sebab orang itu sudah dipindahkan dari ruangan yang gelap ke ruangan yang terang. Cuma masalahnya, percaya kepada YESHUA itu seperti apa modelnya? Itu problem kebanyakan orang Kristen, yaitu percayanya hanya omong doank. Sebab percaya yang benar adalah jika kita mengikuti DIA ke mana saja pergiNYA;

Why. 14:4Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Alkitab yang sekarang ini keakuratannya ditopang oleh temuan-temuan arkeologis. Setiap temuan arkeologis dari tempat yang berbeda dengan angka tahun yang berbeda, ketika dicocokkan dengan Alkitab yang sekarang nyatanya isinya sama dengan Alkitab yang ribuan tahun yang lalu, yang mendekati zaman penulisan aslinya. Itulah salah satu cara menguji keakuratan Alkitab.

Dan temuan arkeologis yang mengesankan adalah temuan Laut Mati yang ditemukan pada tahun 1946. Itulah yang diklaim sebagai temuan yang terbesar dan terpenting bagi Alkitab.

Bagi Kristen yang penting Penulis sejatinya masih hidup, yaitu ELOHIM YAHWEH. DIA-lah yang menggerakkan dan mengilhami para penulis Alkitab. Dan dengan KEMAHAKUASAANNYA tak ada yang mustahil bagiNYA, baik untuk memimpin orang tanpa Alkitab maupun untuk memberikan petunjuk penemuan-penemuan arkeologis;

1Taw. 28:19Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

2Ptr. 1:21sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Dan karena kebenaran itu merupakan sebuah perjalanan sebagaimana digambarkan dari perjalanan bangsa Israel di padang gurun yang diajari setahap demi setahap, bukan pelajaran yang diberikan sekaligus, maka jika kita ditanya: Apakah Alkitab yang sekarang ini benar? Jawabannya adalah: Hingga saat ini benar adanya berdasarkan bukti-bukti yang sudah didapatkan. Kenapa tidak kita pastikan benar buat seterusnya? Sebab nyatanya Alkitab LAI saat ini masih menyimpan kesalahan, yakni menghilangkan nama YAHWEH, digantikan dengan TUHAN.

Suatu kesalahan yang diketahui kesalahannya adalah termasuk kebenaran, sama seperti orang sakit yang sembuh adalah termasuk orang sehat. YAHWEH diganti TUHAN, kita ketahui itu.

Yoh. 16:13Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

ROH KUDUS akan terus memimpin sampai 100% benar.
Hasil gambar untuk gambar temuan daun papirus

Senin, 28 November 2016

MELAWAN TRINITAS SARAPANPAGI.ORG

Link Trinitas dari sarapanpagi.org:



Menurut sarapanpagi.org, pencipta istilah Trinitas adalah Tertulianus, seorang bapa gereja yang hidup antara 155-230 Tarikh Masehi. Menurut Alkitab kita tidak boleh asal mempercayai perkataan orang, siapapun dia dan apapun kedudukan atau kehebatannya.

>> Kita tidak boleh menutup telinga terhadap pekabaran orang;

1Tes. 5:19Janganlah padamkan Roh,

>> Kita harus menyeleksi atau menyaring perkataan orang;

1Tes. 5:21Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

>> Jangan mempercayai dongeng;

1Tim. 4:7Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Semua cerita atau perkataan yang di luar Alkitab adalah bukan kebenaran. Dan semua yang tidak benar adalah dongeng!

>> Kristen pedomannya adalah Alkitab!

Galatia 1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

ELOHIM YAHWEH itu lebih hebat dari Tertulianus, dan Alkitab itu lebih hebat dari semua tulisan Tertulianus. Jika Tertulianus hanya bapa gereja, YAHWEH BAPA bagi semua yang hidup. Jangan dibalik seolah-olah Tertulianus itu gurunya YAHWEH. Tertulianus-lah yang perlu diajar oleh ELOHIM YAHWEH, dan semua tulisannya harus masuk ke dalam konsep Alkitab. Semua orang yang mau benar harus seumpama keretaapi yang ditumpangkan ke atas rel Alkitab. Ke luar rel pasti terguling!

Menurut sarapanpagi.org, Trinitas itu adalah tiga pribadi dalam satu hakekat/substansi. Satu hakekat itu adalah Allah. Itulah pada mulanya, Allah yang esa. Lalu keluarlah dari diriNya itu Yesus dan Roh Kudus, sebagaimana kata Alkitab bahwa Yesus dan Roh Kudus itu keluar dari diri Allah;

Yoh. 8:42Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Yoh. 15:26Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

Karena keluar dari Allah, maka Yesus dan Roh Kudus itu Allah. Mungkin seperti anak kucing adalah kucing, anak tikus adalah tikus, anak orang adalah orang, demikianlah anak Allah adalah Allah, sekalipun bukan dari hubungan biologis. Jadi, Allah adalah satu tapi mempunyai tiga pribadi: Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Jika seperti itu gambarannya, maka Allah adalah jenis makhluk yang berkembang biak menjadi Bapa, Yesus dan Roh Kudus. Dan karena masing-masing merupakan pribadi yang memiliki karakter yang berbeda, maka gagallah Allah yang esa, sebab 3 ekor tikus adalah tiga ekor tikus, tidak mungkin tiga ekor kita sebut satu ekor. Tiga Allah, ya tiga Allah, bukan esa.

Pada mulanya adalah seekor tikus betina yang sedang hamil tua. Esok harinya tikus itu melahirkan dua ekor yang diberi nama Edi dan Eko. Maka berapa ekor tikuskah sekarang? Pada mulanya adalah Allah, lalu bermunculanlah Yesus dan Roh Kudus. Maka berapa Allahkah sekarang?

Ketika melihat Allah yang tua, kita berkata: "Itu Allah Bapa." Ketika melihat Allah yang muda, kita berkata: "Itu Allah Anak." Dan ketika melihat Roh Kudus, kita berkata: "Itu Allah Roh Kudus." Masakan itu satu Allah? Masakan itu Allah yang esa? Itu bisa satu jika ketika menjadi Bapa, Anak dan Roh Kudusnya hilang. Atau, ketika menjadi Anak, Bapa dan Roh Kudusnya hilang. Dan ketika menjadi Roh Kudus, Bapa dan Anaknya hilang. Sama seperti saya, ketika di warnet saya adalah penginjil, ketika di rumah saya adalah bapak, dan ketika di kampung saya adalah pak RT. Tapi apakah namanya jika saya memiliki tiga kepribadian seperti itu? Sandiwara atau artis yang sedang bermain sinetron.

Kalau saya memang perlu memiliki tiga kepribadian seperti itu, sebab saya hidup di tiga alam yang berbeda. Tapi ELOHIM YAHWEH yang ketika menjadi Anak disebut Allah yang menjadi manusia, buat apa disebut Anak, jika Anak itu ya Bapa dan ya Roh Kudus? Apa untungnya ELOHIM YAHWEH membikin cerita yang ruwet seperti itu? Di mana kebenarannya jika cerita itu bertele-tele, tidak praktis dan tidak sederhana?!

>> Disebut Allah yang menjadi manusia: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

>> Disebut Imanuel - Allah yang ada di antara manusia: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

>> Namanya YESHUA, artinya: Allah yang menyelamatkan: mengapa disebut juga Anak Allah? 'Kan sudah disebut Allah?!

Sebutan-sebutan: "Allah yang menjadi manusia", "Imanuel" dan "YESHUA" itu menjadi berarti apabila YESHUA itu bukan YAHWEH. Semua sebutan itu hanya sebutan atau nama doank, barulah memiliki arti yang penting jika YESHUA itu bukan YAHWEH.

Nama orang: "Slamet", artinya adalah selamat, tapi mati kecelakaan. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Joko", artinya adalah perjaka, tapi kawin. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Untung", artinya adalah beruntung, tapi perusahaannya bangkrut. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Nama orang: "Urip", artinya hidup, tapi mati. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. Begitu pula dengan nama: "YESHUA" yang artinya YAHWEH yang menyelamatkan, padahal YESHUA mati disalibkan. Itu masuk akal sebab itu hanya nama saja. "IMANUEL", artinya YAHWEH di antara manusia. Padahal Alkitab menyatakan kalau manusia ketemu YAHWEH pasti mati;

Kel. 33:20Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."

Tapi orang ketemu YESHUA masih tetap hidup, malah YESHUA yang mati disalibkan oleh manusia. Itu masuk akal sebab hanya nama saja. "Allah yang menjadi manusia" itu bukan perkataan Alkitab. Yang Alkitab katakan adalah "Firman itu menjadi manusia." Bukan "Allah yang menjadi manusia."

Sekarang tentang saya yang memiliki tiga pribadi: penginjil, ayah dan pak RT. Bukankah YAHWEH sendiri juga memiliki Kepribadian yang banyak? DIA Pencipta tapi juga Pembinasa. DIA Penghukum tapi juga Penyelamat. DIA Pengasih tapi juga Pembenci. DIA ELOHIM tapi juga BAPA. Demikian pula dengan YESHUA; DIA ANAK YAHWEH tapi juga Anak Manusia. DIA Mahakudus tapi juga menjadi kutuk. DIA JURUSELAMAT tapi DIA juga berkuasa menghukum.

Dan jika YESHUA itu YAHWEH, mengapa diperhitungkan akan berhasil, yang mengartikan adanya kemungkinan gagal? Mengapa disebut taat yang mengartikan adanya kemungkinan tidak taat? Mengapa disebut setia yang mengartikan adanya kemungkinan tidak setia? Mengapa disebut semakin ditinggikan atau dimuliakan yang mengartikan adanya kemungkinan menjadi hina dan rendah?! Mengapa disebut layak menerima kehormatan yang mengartikan adanya kemungkinan tidak layak dihormati?!

Wahyu 5:9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Sarapanpagi.org mengutip Yohanes 1:1; Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Lalu itu diartikannya: "Firman Allah itu selalu bersama-sama dengan Allah,

artinya berada di dalam kodrat dan hakekat Allah sendiri." 

Jika satu mengapa dikatakan "bersama-sama dengan ....." Sejak kapan saya harus menerangkan bahwa mulut saya itu bersama-sama dengan kepala saya, atau kepala saya itu selalu bersama-sama dengan saya, atau perkataan saya itu bersama-sama dengan saya? Tangan saya bersama-sama saya, kaki saya bersama-sama saya. Bahasa model apa bertele-tele seperti itu? Adakah bahasa Alkitab yang disebut Firman TUHAN, sedangkan TUHAN sendiri dipercayai sebagai Pencipta bahasa-bahasa, masakan bahasa Alkitab bisa seburuk dan serendah itu?

Umumnya, kata: "bersama" itu adalah tentang jumlah yang lebih dari satu. Dan Alkitab LAI yang Terjemahan Lama, terbitan tahun 1958 bunyinya seperti ini: "Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah." Ada kata-kata: "bersama-sama dengan Allah" juga ada keterangan yang menguatkan bahwa "Firman itu juga Allah." Dan "Allah" adalah gelar, bukan nama. LAI mengganti nama YAHWEH menjadi TUHAN, sedangkan Allah dari kata: ELOHIM, yang artinya Sesembahan. 

"FIRMAN itu juga ELOHIM" menyatakan bahwa ada dua ELOHIM;

1Ptr. 3:22yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Lebih lanjut sarapanpagi.org menerangkan bahwa Yesus itu suara Allah, sedangkan Roh Kudus itu yang menghidupkan Allah;

"Karena Firman-Nya Allah, yaitu Ilmu-Nya Allah atau Akal-Budi Allah itu pasti dikandung dalam Dzat Hakekat Allah sendiri, berarti jika itu dinyatakan atau diucapkan keluar dari Allah, maka seolah-olah dilahirkan sebagai Anak dari Pikiran Allah tadi, padahal keluar-Nya dari Allah itu tanpa awal maupun akhir secara kekal. Itulah sebabnya Firman Allah disebut Anak Allah yang kekal. Meskipun Allah itu secara biologis tak beranak maupun diperanakkan. Ini disebabkan, karena Allah sebagai asal-usul dan tempat beradanya Firman itu disebut Bapa. Sedangkan Roh Allah - yaitu prinsip kehidupan dan kuasa Allah - yang ada di dalam hakekat Allah yang satu bersama Firman itu disebut Roh Kudus."

Kalau Yesus itu suara Allah, berarti ketika Yesus dilahirkan Maria, Allah sudah tidak memiliki suara lagi sebab suara itu sudah menjadi manusia. Allah menjadi bisu? Kasihan, deh, gara-gara kita berdosa, Allah sampai bisu. Tapi Alkitab mencatat ELOHIM YAHWEH sempat bersuara beberapa kali;

>> Ketika YESHUA dibaptiskan:

Mat. 3:17lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

>> Ketika YESHUA dipertemukan dengan nabi Elia dan nabi Musa;

Mat. 17:5Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."


>> Ketika YESHUA sedih hatiNYA;

Yohanes 12:28Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"

Kalau YESHUA itu suara YAHWEH, mengapa YAHWEH menyebutNYA: "ANAKKU?" Mengapa tidak dipanggilNYA: "SuaraKU" atau "FIRMANKU?"

>> "Inilah suara-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Dan kalau ROH KUDUS itu nyawanya YAHWEH, berarti ketika ROH KUDUS dicurahkan ke atas para murid di hari Pentakosta, menyebabkan YAHWEH mati. Oh, haruskah saya menjadi orang dungu untuk mempercayai ajaran Trinitas. Di mana sekolah kedunguan yang selain Sekolah Tinggi Theologia?


Dalam kebodohan selanjutnya sarapanpagi.org mengatakan: "Sebab di mana Bapa (Allah Yang Esa) itu ada, di situlah dalam hakekat-Nya terdapat Firman (Anak) dan sekaligus Roh-Nya. Juga di mana Firman (Anak) itu ada, maka di situ Bapa ada, karena Anak tidak mungkin berada di luar kebersemayaman-Nya di dalam Bapa, yang juga ada bersama Roh Allah itu. Dan di mana Roh Kudus ada, di situ pula Bapa ada, karena tidak mungkin Roh Allah itu lepas dari kebersemayaman-Nya di dalam Bapa, bersama Firman Allah.

Jika satu itu tiga atau tiga itu satu, nyatanya Alkitab hanya menunjukkan dua, bukan satu juga bukan tiga;

Ibr. 10:12Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,

Wahyu 5:7Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

Wahyu 5:13Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Wahyu 21:22Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Wahyu 21:23Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Wahyu 22:3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

1Tim. 2:5Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Sebagai penutupan kebodohannya, sarapanpagi.org mengatakan bahwa "nama" yang dipakai dalam Matius 28:19: "baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus", dari kata Ibrani: "Onoma" yang mengartikan nama bentuk tunggal bukan nama bentuk jamak. Maksudnya, ketiga nama yang disebutkan itu adalah satu nama, bukan tiga nama. Nama-nama itu adalah satu orang, bukan nama tiga orang. 

Setuju, itu. Sebab pekerjaan YESHUA dan pekerjaan ROH KUDUS itu berdasarkan pada kehendak satu Orang saja, yaitu ELOHIM YAHWEH;

Yoh. 5:43Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.

YESHUA datang ke dunia adalah atas nama YAHWEH. Itulah sebabnya namaNYA adalah YESHUA, yang artinya: YAHWEH yang menyelamatkan.

Wahyu
5:9Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."

Kita ini dibeli oleh YAHWEH dengan uangnya adalah darah YESHUA. Itulah sebabnya kita disebut anak-anak YAHWEH.

1Kor. 6:20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Muliakanlah YAHWEH, bukan YESHUA! Maksudnya, muliakanlah YAHWEH di dalam nama YESHUA!

Rm. 15:7Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.

Hasil gambar untuk gambar trinitas

Minggu, 27 November 2016

MEMBUKTIKAN ISA ITU TUHAN

Ada pertanyaan dari seorang anggota FPI:

1. Jika Yesus itu Tuhan, mengapa ciptaannya lebih dahulu ada daripada Tuhannya?

Tentu maksud anda adalah tentang Yesus yang dilahirkan oleh Maria, bukan?! Baiklah, kita periksa keterangannya dari Al Qur'an;

QS. 19:17    maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Siapakah "ia?" Kalau kita baca ayat sebelumnya yang diceritakan adalah tentang Maria. Jadi, Maria itu mengadakan tabir yang melindungi-"nya", Janin nabi ISA, dari mereka. Siapa mereka? Anggap saja mereka itu adalah orang-orang biasa, yaitu orang-orang berdosa. Dengan kata lain hal kelahiran nabi ISA itu spesial, berbeda dengan kelahiran bayi-bayi yang lainnya. Bahannya berbeda dari manusia lainnya. Setelah terbentuk Janin, lalu Awloh mengutus ROH KUDUS ke dalam diri nabi ISA, sehingga nabi ISA itu menjadi Orang yang kudus.

"Maka ia menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna." Siapakah "ia?" Jelas nabi ISA sebelum menjelma menjadi manusia yang sempurna. Menjelma di hadapannya. Siapakah "nya?" Harusnya "nya" itu huruf besar: "NYA", karena menunjuk ke TUHAN yang mengutus ROH KUDUS itu. Tidak mungkin "nya" itu menunjuk ke Maria, sebab ada kata-kata: "di hadapan."

Jadi, ayat di atas menjelaskan bahwa nabi ISA sebelum dilahirkan itu adalah "Sesuatu", entah TUHAN, entah malaikat, entah bidadari, entah Alien. Yang jelas sebelum menjadi manusia yang sempurna adalah "Sesuatu."

Pertanyaan anda mengaitkan nabi ISA dengan ciptaan. Karena itu QS. 19:17 di atas cukup menjelaskan bahwa sebelum menjelma menjadi manusia, ISA al MASIH lebih dahulu menciptakan alam semesta. Baru setelah itu turun ke dunia menjadi manusia yang sempurna. Sekarang kita lihat keterangan dari Injil;

Yohanes 1:10

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

Sang Pencipta alam semesta itu kini telah turun ke dunia, tapi dunia tidak mengenaliNYA. IA datang ke umat milikNYA sendiri, tapi umat milikNYA itu menolakNYA.

Anda itu milik YESHUA ha MASHIA, tapi anda tidak mengenaliNYA. Apa sebab? Sebab anda bukan Ario Kiswinar. Kalau Ario Kiswinar bisa mengenali Mario Teguh sebagai bapaknya, sebab ketika kecil sempat ketemu dan hidup bersama-sama. Tapi anda sejak lahir sudah di keluarga Islam, maka sulit sekali bagi anda untuk mengenali YESHUA sebagai Pencipta anda.

Jika anda bukan Ario Kiswinar, YESHUA juga bukan Mario Teguh yang asing dengan anak kandungnya sendiri. YESHUA menyapa dan memanggil anda: "Hai, temannya habib Rizieq Shihab, kamu adalah anakKU." Kamu itu anaknya YESHUA ha MASHIA. Apakah anda mau tes DNA untuk membuktikan bahwa anda itu darah-dagingnya YESHUA ha MASHIA?

Baik, kita tes DNA ke pertanyaan anda yang ke-2;

2. Buktikan bahwa Yesus itu Tuhan;

Gampang, tapi itu di penutupannya saja. Saya hanya mau katakan bahwa orang itu yang terpenting adalah kedudukannya, bukan namanya. Sekalipun namanya: Ahok, yang ditolak oleh FPI, namun dia memiliki kedudukan yang sah sebagai gubernur, maka anda mau apa dan anda bisa apakah?! Untung saja Ahok tidak arogan, sehingga orang-orang berdemo menggugat dan memaki-makinya dia biarkan saja. Seandainya Ahok arogan lalu dia mengandalkan polisi dan tentara untuk menembak anda, seperti presiden Soeharto di zaman orde baru, apakah anda bisa mengalahkannya?

Pergilah ke klenteng-klenteng. Coba lihatlah, sebuah patung saja disembah-sembah ribuan orang. Padahal hanya kayu atau batu yang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi karena "jabatannya" adalah nabi atau dewa, maka semua orang menyembah-nyembahnya. Bandingkan dengan presiden Jokowi yang dikawal Paspampres. Sekalipun dikawal dengan Paspampres, siapa yang menyembah-nyembah dia seperti patung-patung di klenteng? Nggak ada! Sebab kalah jabatan. Coba seandainya jabatan Jokowi itu raja, seperti sultan Hamengkubuwono di Yogyakarta, di zaman dulu, disembah-sembah orang.

Jadi, orang itu yang penting adalah posisi atau kedudukannya.

Muhammad, bagi anda adalah nabi pembawa petunjuk. Bagus itu, sebab kalau anda ke suatu kota yang asing, yang tidak ada papan petunjuk arahnya, anda bisa kesasar-kesasar jauh. Tapi apakah petunjuk yang diberikan oleh nabi Muhammad?


Shahih al-Bukhari kitab ar-riqaq bab al-qashd wal-mudawamah ‘alal-’amal no. 6463, 6464, 6467:
“Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para shahabat bertanya: “Termasuk juga anda wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya, termasuk juga saya, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”

Di Hadist itu Muhammad mengakui dirinya membutuhkan pengampunan dan rahmat Awloh. Artinya, Muhammad hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Tapi di QS. 19:17 yang kita bahas tadi, nabi ISA dikatakan sebagai manusia yang sempurna. Muhammad manusia biasa, ISA Manusia luarbiasa. Ada martabak biasa, ada martabak istimewa, anda pilih yang mana?

Memang, martabak biasapun banyak pembelinya. Tapi kenapa orang membeli martabak biasa? Sebab uang mereka pas-pasan. Mereka hanya kuli-kuli bangunan, bukan boss yang uangnya tebal. Karena itu mereka membeli martabak biasa. Bukankah begitu kalau kita melihat orang-orang China, Jepang, Korea, dan Taiwan, yang sampai menyembah-nyembah patung?! Sebab akal pikiran mereka pas-pasan. Mereka tak memiliki hikmat untuk melihat nabi ISA yang sempurna. Mereka tak memiliki dan tak pernah membaca Al Qur'an. Coba seandainya mereka sempat membaca Al Qur'an, dan membaca QS. 19:17 di atas, kira-kira apa yang terjadi?!

Anda, kaum Muslim, anda beruntung mempunyai nabi Muhammad dan Al Qur'an, sehingga anda tahu kalau nabi ISA itu Manusia yang sempurna. Ibarat buah pisang, setelah kelihatan buahnya, kita makan buahnya, kita buang kulitnya. Dari Muhammad bisa diambil petunjuk-petunjuknya yang bermanfaat, seperti usus kita yang mencerna makanan, memisahkan antara sari-sari dengan ampasnya. Mengapa, tidak?!

Satu ayat saja sebenarnya sudah sangat dahsyat bagi orang yang cerdas. Tapi saya harus membimbing juga orang-orang yang kurang cerdas, sehingga saya perlu mengetengahkan seluruh ayat, supaya semakin terang benderang.

Habib Rizieq Shihab saja memberikan gelar: MASIH, kepada ISA. "MASIH" dari bahasa Ibraninya: "MASHIA", yang artinya: JURUSELAMAT. Bahwa nabi ISA itu Tukang atau Ahlinya menyelamatkan orang, seperti tim SAR - Search And Rescue, yang jika ada bencana-bencana merekalah yang ahli

menolong orang. Tapi kepada Muhammad diberinya gelar SAW - Shalallaahu 'Alayhi Wasallam, yang artinya "semoga diselamatkan."

Jadi, kalau ada bencana alam jangan keliru menelepon ke pasien rumahsakit, tapi teleponlah ke Tim SAR. Masakan pasien rumahsakit anda mintai tolong?!

QS. 3:45   (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Terkemuka di dunia dan di akherat? Orang-orang di akherat atau di sorga saja menyembah-nyembahNYA. Masakan kita yang di bumi ini memusuhiNYA? Apakah perkataan Muhammad itu didukung Alkitab, baiklah kita lihat;

Wahyu 5:13

Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Makhluk-makhluk sorgawi menyembah ISA al MASIH, sementara habib Rizieq Shihab mengajak anda membakari gereja, mana yang akan anda ikuti? Masakan anda mengikuti kumpulan penjarah toko-toko dan pemerkosa di kesempatan kerusuhan? Masakan anda lebih memilih bergabung ke ISIS Suriah?

QS. 19:21   Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".

Di atas telah kita baca Muhammad yang membutuhkan ampunan dan rahmat. Kini QS. 19:21 menawarkan ISA al MASIH sebagai rahmat dari Awloh. Nah, kalau Muhammad lapar, lalu Awloh memberikan sepiring nasi soto ayam, di makan, nggak?! Pasti dimakan dengan lahap, bukan?! Karena itu yakinlah bahwa Muhammad itu Kristen, pengikut ISA al MASIH, sebagaimana ayat ini;


Hadits Shahih Bukhari 1501  "Saya lebih dekat dengan Isa anak Maryam didunia dan diakhirat".

Muhammad itu lebih dekat ke ISA al MASIH daripada ke habib Rizieq Shihab. Itu fakta yang dituliskan di Al Qur'an dan Hadist. Bukan habib Rizieq Shihab yang disebutkan, tapi ISA al MASIH. Bukan pula AA. Gymnastiar, bukan Amien Rais, bukan Din Syamsuddin, bukan Gus Dur dan bukan Zainuddin MZ.

QS. 19:33    Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

Coba, siapakah di antara bangsa Arab atau orang Islam, baik yang di Aceh, di Indonesia, di Iran, di Irak, di Mesir, dan lain-lainnya yang mati dibangkitkan? Betapa jauhnya antara ISA al MASIH dengan Muhammad yang masih tergeletak di makamnya? Betapa lebih jauhnya dengan semua orang Islam yang ada di dunia ini?
Debu semuanya!

Apakah salah jika saya menjadi pengikut ISA al MASIH yang hidup? Apa kata dunia jika saya menjadi pengikut orang mati?! Lalu, apa bedanya dengan para penyembah patung-patung, jika saya memilih jenazah?!

QS. 3:55     (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Hingga hari kiamat Awloh meninggikan nabi ISA dan para pengikutNYA. Tapi, kini belum sampai kiamat kaum Muslim sudah merendahkan orang-orang Kristen dan mempersamakannya dengan orang kafir. Padahal menurut ayat itu Ahok bukanlah termasuk orang kafir. Ahok itu di atas orang kafir. Mengapa anda hendak memenjarakannya?!


Buku AL BUKHARI, jilid 4, hal. 205:
“MUHAMMED berkata: Dengan nama Allah yang memelihara jiwaku, sesungguhnya  YESUS  anak Maryam akan segera datang sebagai HAKIM yang benar.”

Di ruang sidang pengadilan tak ada orang yang menyebut hakim dengan: "pak hakim", tapi: "Yang mulia", suatu sebutan yang sangat menghormat seperti untuk raja. Tak ada orang yang berani gegabah atau sembarangan di depan hakim. Sebab dialah yang memegang kuasa untuk membebaskan atau memenjarakan orang. Nah, apa kata Alkitab?

Yesaya 9:6

(9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:7(9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Jika TUHAN anda artikan sebagai Awloh; dengan kedudukan ISA al MASIH yang seperti itu, perlukah DIA menjadi Awloh? Jika patung saja disembah-sembah, perlukah patung itu dikasih nyawa? Nggak perlu! Orang-orang Buddha nggak perlu orang yang hidup. Patung-patung saja sudah besar sekali artinya bagi mereka. Jika martabak biasa saja sudah bisa mengenyangkan perut, buat apa martabak yang istimewa?

Kedudukan nabi ISA sebagai Seorang yang terkemuka di dunia dan di akherat dan sebagai al MASIH, sudah cukup untuk keselamatan kita, maka buat apa ISA menjadi TUHAN? Karena itu saya tak perlu membuktikan ISA itu TUHAN, sebab semua posisi yang saya paparkan di atas sudah mencukupi kebutuhan kita.

Tapi karena sudah berjanji untuk menunjukkan ayat KETUHANANNYA dari Al Qur'an, maka inilah ayat KETUHANANNYA menurut Al Qur'an;

QS. 70:40   Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

"AKU" tidak mungkin Jibril, juga tidak mungkin Muhammad. Sebab Jibril dan Muhammad tidak sederajat dengan Awloh yang Mahakuasa, yang disatukan dengan: "KAMI." Jadi, menurut Al Qur'an ada TUHAN yang selain Awloh. Nah, siapakah DIA, silahkan anda terka sendiri.

Hasil gambar untuk gambar menyembah patung di klenteng

Sabtu, 26 November 2016

NABI ISA KALAMULLAH - FIRMAN AWLOH

Pertentangan antara kaum Muslim dengan Kristen Trinitas adalah di masalah nabi ISA itu Kalamullah atau Firman Awloh. Kalangan Kristen ngawur, yakni Kristen hasil rembugan para uskup di kota Nicea berpendapat bahwa nabi Isa alias Yesus Gondrong itu adalah "mulutnya Awloh" oleh sebab namaNYA disebut: FIRMAN ALLAH;

Yohanes 1:1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Kalimat di atas ditafsirkan sebagai Yesus itu adalah Allah. Padahal di sana ada penjelasan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah. Bukankah itu artinya ada 2 Orang, yaitu Firman dan Allah? Lalu dilanjutkan bahwa Firman itu adalah Allah. Apakah "Allah?" Allah dari kata al dan ilah, artinya sesembahan. Jadi, Allah itu adalah gelar, bukan nama TUHAN. Karena itu kalimat "Firman itu adalah Allah" menerangkan bahwa Firman itu termasuk atau juga Allah. Dan perkataan saya tersebut bukannya tanpa dasar, tapi berdasarkan Alkitab LAI Terjemahan Lama;

Yohanes  1:1  Maka pada awal pertama adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itulah juga Allah.

Lalu ayat berikutnya mengatakan;

Yohanes
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Kita mendapati kata: "bersama-sama dengan Allah" itu disebutkan 2 kali di ayat 1 dan 2 secara berturut-turut. Jadi, Firman itu Pribadi sendiri, Allah juga Pribadi sendiri, sebagaimana keterangan YESHUA sendiri;

Yoh. 10:30Aku dan Bapa adalah satu."

Ada AKU sebagai kata ganti FIRMAN dan ada BAPA. Karena Allah disebut BAPA, berarti FIRMAN itu statusnya ANAK, ANAK ELOHIM YAHWEH, sebagaimana yang diributkan oleh orang-orang Yahudi yang marah oleh sebab YESHUA mengaku sebagai ANAK YAHWEH;

Yohanes 10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Bangsa Yahudi marah sekali ketika YESHUA mengatakan DiriNYA dengan BAPA itu satu;

Yohanes
10:30Aku dan Bapa adalah satu."
10:31Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."

Sebagai ANAK, YESHUA telah menyetarakan DiriNYA dengan BAPA. Itu pantangan besar bagi bangsa Yahudi yang diajarkan supaya tidak mengadakan ilah yang selain YAHWEH: "Jangan ada padamu allah lain di hadapanKU." YAHWEH itu esa. Tapi ELOHIM YESHUA memiliki dasar dari Taurat bahwa ELOHIM YAHWEH pernah menyatakan bahwa nabi Musa itu allah bagi firaun dan kitab suci tidak bisa dibatalkan, sehingga nabi Musa adalah allah bagi firaun untuk selama-lamanya.

Kel. 7:1Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.

Yohanes
10:34Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
10:36masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Seperti apakah setara itu?
Setara itu bukan suatu perbandingan yang sama persis; 100:100, tapi tentang plus minus. Orang umur 40 dengan umur 50 itu bisa disebut setara. Tapi orang umur 50 dengan anak umur 10, jelas bukan setaranya. Atau, jika ada seorang ibu sedang berbicara dengan tukang bangunan atau tukang tehnik, itu bukan setara. Sebab umumnya perempuan kurang memahami hal-hal tehnik, sehingga percakapan menjadi tidak nyambung. Tapi bapak-bapak sekalipun tidak ahli, umumnya masih bisa diajak bicara tehnik. Karena itu percakapan bapak-bapak dengan ahli bangunan atau ahli tehnik bisa disebut percakapan yang setara.

Seorang guru ketika berdiri di depan kelas, dia setara dengan muridnya. Sebab guru itu pasti akan menyesuaikan perkataannya dengan pikiran muridnya. Tapi ketika guru itu di ruang guru, maka seorang murid tidak lagi setara dengan gurunya. Murid tidak patut masuk ke dalam percakapan level sesama guru. Demikian halnya jika ada ayah yang bermain kelereng dengan anaknya, si ayah itu menurunkan levelnya ke level anak-anak supaya dia bisa mengimbangi anaknya. Tapi ketika si ayah berbicara dengan istrinya, maka itu bukan level untuk anak-anaknya. Itu level orangtua.

Tentang hal itu rasul Paulus menjelaskan;

Filipi
2:6yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Bahwa ELOHIM YESHUA yang ketika di sorga selevel ELOHIM YAHWEH, ketika turun ke dunia menurunkan levelNYA ke level Manusia. Dan itu bukan perkataan rasul Paulus saja, melainkan rasul Yohanes juga. Di atas telah disebutkan bahwa FIRMAN itu bersama-sama dengan ELOHIM YAHWEH, kini rasul Yohanes menyatakan bahwa FIRMAN itu telah menjadi Manusia yang diam di antara kita;

Yohanes 1:14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Di sorga DIA adalah ANAK YAHWEH, di dunia DIA adalah Anak Manusia. Jadi, DIA adalah ANAK YAHWEH yang menjadi Anak Manusia.

Yohanes 1:18Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Di sorga DIA di pangkuan BAPA, di dunia DIA di pangkuan Maria dan Yusuf. Di sorga DIA duduk di sebelah kanan BAPA, di dunia DIA disebut IMANUEL - ELOHIM yang tinggal di antara manusia.

Alkitab membedakan antara FIRMAN dalam huruf besar dengan firman dalam huruf kecil. FIRMAN huruf besar menunjuk pada nama orang, yakni YESHUA, sedangkan firman huruf kecil artinya adalah ucapan;

Why. 19:13Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Itu nama YESHUA.

Why. 17:17Sebab Allah telah menerangi hati mereka untuk melakukan kehendak-Nya dengan seia sekata dan untuk memberikan pemerintahan mereka kepada binatang itu, sampai segala firman Allah telah digenapi.

Sedangkan di Wahyu 17:17 firman Allah adalah ucapan-ucapan ELOHIM YAHWEH.

Ajaran Trinitas yang berasal dari Konsili Nicea tahun 325 Tarikh Masehi itu sesungguhnya ajaran yang tidak sah dan harus dibatalkan. Sebab ketika kaisar Konstantine Agung mengundang 1.800 uskup di seluruh dunia untuk menyelesaikan pertikaian doktrin antara Athanasius dengan Arius tentang kedudukan YESHUA sebagai ANAK YAHWEH, yang hadir hanya 200-an orang. Sangat tidak memenuhi kuorum suatu konggres yang sah yang harus dihadiri oleh 2/3 anggota. Harusnya minimal dihadiri oleh 1.200-an orang. Tapi karena yang menyelenggarakan itu seorang kaisar yang sangat berpengaruh, maka hasil konsili itu dipaksakan sebagai doktrin gereja Katolik di seluruh dunia.

Yang dipertanyakan oleh Arius adalah apakah YESHUA dengan BAPA itu satu kehendak atau satu hakekat, satu paham atau satu pribadi? Bagaimana kata Alkitab, satu paham atau satu pribadi?

1Ptr. 3:8Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

Yoh. 4:34Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Yoh. 5:30Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Hanya satu yang memiliki kehendak atau perencanaan, yaitu BAPA. ELOHIM YESHUA tidak memiliki agenda sendiri, tapi melaksanakan agenda BAPANYA.

Jadi, jelas sekali bahwa Kristen-kristen Trinitas itu adalah Kristen-kristen goblok banget! Sekarang kita melihat pada Al Qur'an, seperti apakah Al Qur'an menerangkan tentang ISA al MASIH sebagai Kalam atau Firman Awloh itu?

QS. 3:45   (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

Ayat itu menerangkan bahwa kelahiran ISA al MASIH itu terjadi oleh kalimat atau firman Awloh; "Kunfayakun" - jika Awloh katakan jadilah maka akan terjadi. Bagaimana kata Alkitab?

Matius 1:18Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Ayat itu menerangkan bahwa Maria mengandung dari ROH KUDUS. Kita lihat dulu keterangan Lukas;

Lukas
1:34Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Maria bertanya: "Bagaimana mungkin dia hamil karena belum bersuami?" Malaikat itu menerangkan bahwa ROH KUDUS akan membuat Janin YESHUA, tepat seperti yang diterangkan oleh Matius, bahwa yang membuat Maria mengandung adalah ROH KUDUS, bukan YAHWEH. Peranan YAHWEH diterangkan sebagai Pemilik kuasa yang akan menaungi Maria. Karena DIA dibuat oleh ROH KUDUS, maka DIA menjadi ANAK KUDUS, bukan sebagaimana anak dosa, yaitu anak-anak Adam.

Kalau manusia biasa memiliki dosa warisan, yaitu tabiat berdosa, suatu sifat kecenderungan untuk melakukan kesalahan, YESHUA sejak dalam kandungan sudah kudus dan memiliki kecenderungan untuk berbuat hal-hal yang kudus. Jika manusia biasa berunsur negatif, YESHUA berunsur positif. Telinga manusia biasa cenderung mendengarkan kata-kata iblis, telinga YESHUA cenderung mendengarkan Firman ELOHIM YAHWEH. Jika manusia biasa seumpama mobil yang lengket dengan bumi, YESHUA itu seperti pesawat terbang yang semakin menjauhi gravitasi bumi.

Dengan demikian perkataan Al Qur'an bersesuaian dengan perkataan Alkitab, bahwa YESHUA adalah ciptaan ELOHIM YAHWEH. Sebab sebagaimana keterangan Filipi 2:7 bahwa ANAK YAHWEH itu telah mengosongkan DiriNYA. DIA telah menanggalkan segala kemuliaanNYA sebagai ANAK YAHWEH. DIA yang semula ada menjadi tidak ada, ada di tangan YAHWEH yang kemudian diciptakan kembali sebagai Bayi YESHUA, Bayi Manusia.

Rumus matematikanya: 1 - 1 = 0 + 1 = 1. Ada, tidak ada, ada lagi.

Why. 1:8"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

"Yang ada" tidak diterangkan sebagai ada selama-lamanya tapi digandengkan dengan "yang sudah ada", artinya ada perbedaan waktu antara "ada" dengan "sudah ada." Baru setelah itu yang "sudah ada" itu akan datang kembali, menyatakan tidak ada spasinya. Sekali lagi; keterangan "sudah ada" menyatakan sebelumnya "belum ada." Tepat sebagaimana yang saya rumuskan: "ada, tidak ada, ada lagi."

Dari Filipi 2:6-7:

>> Ada = "yang walaupun dalam rupa ELOHIM YAHWEH"

>> Tidak ada = "mengosongkan DiriNYA"

>> Ada lagi = "mengambil rupa manusia."

Dalam rupa Manusia itulah DIA akan datang kembali;

Dan. 7:13Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Mrk. 13:26Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Mrk. 14:62Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."

Hasil gambar untuk gambar firman allah

Jumat, 25 November 2016

ADA APA DENGAN AGAMA?

Saat ini kita ramai dengan masalah keagamaan. Indonesia goncang oleh sebab Ahok dianggap menista agama Islam, sehingga semua orang Islam di Indonesia marah dan menuntut Ahok dipenjarakan. Dalam kurun waktu yang bersamaan, seorang Muslim bernama: Juhanda, melemparkan bom molotov ke gereja di Samarinda. Dan kira-kira setahun yang lalu, orang-orang Kristen di Tolikara membakar sebuah mesjid. Pendek kata, entah yang Islam maupun yang Kristen tak ada bedanya. Kedua belah pihak saling mengintai untuk saling menjatuhkan dan membinasakan.

Mengapa agama justru melahirkan kekerasan dan peperangan? Ada apakah dengan agama?

Semua agama di dunia ini merupakan sebuah lembaga atau organisasi yang memimpin orang-orang sehaluan untuk memakan ajaran yang dibuat oleh organisasi atau lembaga itu. Semisal agama Islam, ada Nu, ada Muhammadiyah. Sekalipun kedua golongan itu berdasarkan pada Al Qur'an yang satu, namun keduanya memiliki perbedaan dalam menangkap pesan-pesan Al Qur'an. Muhammadiyah menafsirkan begini, NU menafsirkannya begitu. Orang yang mau masuk Islam dipersilahkan memilih mana yang cocok dengan jalan pikirannya. Jika dia memilih NU, maka pikirannya harus selaras dengan yang NU ajarkan, tidak boleh melenceng sedikitpun. Jika melenceng maka dia akan dikeluarkan dari NU dan dianggap sesat. Demikian pula dengan yang memilih Muhammadiyah, harus selaras dengan ajaran Muhammadiyah.

Kedua organisasi keagamaan Islam ini menguasai keagamaan Islam di Indonesia dan membatasi paham-paham yang hendak bermunculan. Seperti munculnya paham Ahmadiyah, langsung dicap sesat karena bertentangan dengan kedua lembaga yang sudah ada itu. Dengan kata lain, sekalipun ajaran kedua lembaga tersebut belum tentu benar menurut Al Qur'an, namun sudah dipatenkan sebagai kebenaran. Sedangkan jika di kemudian hari muncul ajaran yang sebenarnya lebih sesuai Al Qur'an, maka ajaran itu akan dimusuhi dan dicap sesat.

Untuk yang memakai nama Yesus Kristus, pemerintah Indonesia hanya menyediakan 2 agama saja, yakni Katolik dan Kristen. Selebihnya merupakan gereja-gereja. Di status gereja-gereja inilah pihak Kristen memecahkan diri sebagai sinode-sinode, sebagai tanda adanya perbedaan paham di antara mereka. Pemerintah hanya mengurusi agamanya saja, tidak mengurusi sinode-sinode. Termasuk agama mana, Katolik atau Kristen? Hanya itu yang diurusi pemerintah. Sedangkan untuk perbedaan HKBP, GKI, GPdI, GBI, Pantekosta, dan lain-lainnya, masing-masing memiliki sinode sendiri.

Kalau di gereja HKBP ketika kebaktian ada jemaatnya yang meloncat-loncat dan menari-nari, maka siallah nasibnya. Dia akan ditendang pantatnya yang joget-joget itu dan dihardik: "Kau pasti orang Pantekosta. Pergi, kau!" Sebaliknya, jika di gereja Pantekosta ada jemaatnya yang ketiduran, tak ayal lagi nasibnya pasti sama, yaitu akan diusir dari gereja tersebut. "Kau anak setan. Pasti dari GKI, ya?!"

Kalau Alkitab seumpama meja makan yang menyediakan berbagai macam masakan yang lezat-lezat, gereja "A" adalah seumpama orang yang memberikan sepiring makanan sisanya untuk anjing-anjingnya. Alkitab sudah ditafsirkan menurut kepintaran para pendiri gereja HKBP, lalu itu disajikan untuk anggota-anggotanya, dengan pesan: "Kamu harus begitu", "Kamu harus seperti itu." Jika tidak, silahkan kamu keluar dari gereja ini."

Sama seperti kuda yang diberi kacamata kuda!

Karena anjing itu menerima makanan dari tangan tuannya, maka anjing itu pasti akan setia pada tuannya. Siapa saja yang menghina gereja HKBP, maka orang-orang setanah Karo akan bangkit menghunus pedang. Dia tidak tahu apa-apa tentang Alkitab maupun tentang TUHAN. Bahkan tak kenal! Dia hanya tahunya gereja HKBP! ROH KUDUS, apa lagi! Mereka hanya tahunya pak pendeta, apa kata pak pendeta, itulah kebenaran.

Agama itu dari bahasa Sansekerta; "a" artinya tidak, "gama" artinya kacau. Jadi, supaya tidak kacau masuklah ke agama Hindu. Istilah dari Hindu itu disetujui oleh semua agama. Baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khong Hu Chu, dan lain-lainnya sepakat untuk menyebut dirinya sebagai agama atau tidak kacau. Dalam pengertian yang lainnya agama itu mengajarkan kebaikan.

Nah, apakah ada yang salah dengan agama? Jelas! Sebab ada Firman TUHAN supaya kita jangan serupa dengan dunia ini.

Agama hanya sebatas mengajarkan supaya tidak kacau. Agama tidak menghubungkan manusia dengan YAHWEH sebagai satu-satunya TUHAN atau ELOHIM. Tapi Alkitab menamakan dirinya sebagai JALAN YAHWEH atau JALAN TUHAN, bukan Kristen. Kristen adalah nama yang diberikan oleh masyarakat di Antiokhia untuk para pengikut JALAN YAHWEH. Sementara para rasul tak pernah menyatakan diri sebagai orang Kristen, melainkan sebagai pengikut JALAN YAHWEH.

Kis. 24:14Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.

JALAN YAHWEH hanya ada satu. Sebab hanya orang-orang Kristen saja yang mengakui, mengenal dan beribadah kepada YAHWEH. Tapi agama ada banyak, tak karuan jelunterungannya. Tao agama di China, Shinto agama di Jepang. Masing-masing negara atau masing-masing bangsa mempunyai agama sendiri-sendiri.

Betapa rendahnya jika YAHWEH disejajarkan dengan agama-agama berhala itu. Lebih nyata lagi penghinaannya jika JALAN YAHWEH didaftarkan ke Departemen Agama RI, seolah-olah pemerintah RI ini atasannya ELOHIM YAHWEH.

Di zaman para rasul, JALAN YAHWEH tak pernah didaftarkan ke pemerintahan Romawi;

Kis. 5:28katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Rasul Paulus ketika bertobat menjadi Kristen, tak merasa perlu meminta pertimbangan dari seorang manusiapun. Dia melakukan apa yang menurutnya baik, bukan berdasarkan pertimbangan orang lain;

Gal. 1:16berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Jadi, buat apa mendirikan jemaat atau gereja harus meminta restu atau perijinan pemerintah? Supaya teratur? Supaya tertib? Memangnya TUHAN mengajari kita tidak teratur dan tidak tertib? Apakah TUHAN mengajari kita bikin kisruh, mengganggu orang lain?!

Kereta api dari Jakarta ke Surabaya itu berjalannya di atas satu rel yang tersambung terus. Nah, seandainya dari zaman para rasul ke zaman sekarang ini merupakan satu rel yang tersambung terus, mungkinkah di Kristen ini ada HKBP, GKI, GBI, Bethel, Pantekosta, dan lain-lainnya?

1Kor. 11:23Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

1Kor. 11:2Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

Seandainya rasul Paulus mengirimkan sepeti buah apel, tidakkah yang akan kita terima juga sepeti buah apel itu? Mungkinkah yang dikirimkan buah apel, tapi yang kita terima buah jeruk?! Seandainya di zaman itu disebut JALAN YAHWEH, mungkinkah akan menjadi agama Kristen? Seandainya di zaman itu JALAN YAHWEH tidak didaftarkan ke pemerintah, mungkinkah sekarang akan kita daftarkan ke pemerintah?! Jika di zaman itu tidak ada sekolahan pendeta, mungkinkah sekarang ini kita dipimpin oleh pendeta?! Jika di zaman itu hubungan umat dengan TUHAN itu secara langsung, mungkinkah kita sekarang membelok ke pak pendeta?! Jika di zaman itu kita bertanya langsung pada TUHAN, masakan sekarang bertanyanya pada pak pendeta?!

Matius
23:8Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Maksud TUHAN adalah supaya kita menyusu secara langsung ke TUHAN, bukan menyusu dari botol "Dancow." Kita membaca Alkitab dengan tuntunan ROH KUDUS, bukan dengan tuntunan pak pendeta yang ilmunya sudah diseting oleh organisasinya.

Sebab kalau kita bertanya pada pak pendeta HKBP: "Bagaimana kita dibaptis, pak pendeta?" Maka pak pendeta HKBP itu akan berkata dengan mantapnya: "Baptis, ya percik. Masak baptis itu diselamkan? Kalau kamu diselamkan kamu akan masuk neraka, lho!" Sedangkan kalau kita bertanya pada pendeta Pantekosta, maka pak pendeta itu pasti akan menjawab: "Baptis, ya selam. Mana ada baptis itu dipercik. Ayatnya mana?"

Kalau bertanya pada pendeta Advent: "Pak, hari apa ibadah kita?" Maka pak pendeta itu pasti akan menjawab: "Ibadah yang Alkitabiah, ya, Sabat." Tapi kalau bertanya pada pendeta Gilbert Lumoindong, maka jawabnya: "Akh, semua hari 'kan sama saja?!"

Coba, seandainya ada orang yang hidup di hutan, menemukan Alkitab dan dibacanya, maka kira-kira seperti apakah baptisannya dan di hari apakah dia ibadahnya? Jika orang itu ke kota, lalu didapati 2 gereja, yang satu gereja HKBP sedangkan satunya gereja Advent, maka gereja manakah yang akan dimasukinya? Mengapa?

Tapi karena kebetulan yang memberitakan Injil ke anda itu pendeta HKBP, maka jadilah anda seperti orang HKBP. Siapa yang melahirkan anda, itulah ibu anda. Jika ibu anda miskin, nggak mungkin anda itu anaknya orang kaya.

Kata raja Daud;

Mzm. 23:1Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Gembalaku itu TUHAN, bukan pendeta Gilbert Lumoindong! Jika gembalaku Alkitab, tak mungkin aku akan tersesat.

Mazmur
23:2Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm. 119:105Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Alkitab itu terang bagi jalanku, jalanku bukan keterangan pendeta HKBP.

1Yoh. 2:27Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Ajaranku adalah ajaran TUHAN, bukan ajaran manusia;

Mat. 15:9Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ajaranku adalah ajaran dari langit, bukan dari bumi;

Wahyu 14:6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,

Malaikat itu tidak turun ke bumi, tapi berada di tengah-tengah langit. Artinya, tidak berdiri di atas suatu denominasi manapun. Ajaran TUHAN itu bukan HKBP atau GKI atau GPdI, termasuk bukan pula Advent, tapi Alkitab dan hanya Alkitab saja. Jika kata Alkitab, dengarkanlah, jika kata pendeta Advent, abaikanlah!

Galatia
1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Alkitab menuntut dirinya dipelihara sebagaimana aslinya, tidak mengijinkan diotak-atik oleh pikiran manusia, siapapun orangnya dan seperti apapun jabatannya.

Yes. 8:20"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Jika TUHAN anda adalah YAHWEH, maka tak mungkin anda akan menjadi pembakar mesjid-mesjid. Tapi jika tuhan anda seorang manusia, maka dia bisa saja memerintahkan: "Bakarlah mesjid itu!" Kita membuka telinga bagi TUHAN, bukan bagi manusia. Kita mencocokkan semua perkataan orang dengan Alkitab, bukan menelannya mentah-mentahan.

Orang-orang JALAN YAHWEH, di Alkitab tak ada yang bertabiat beringas yang sampai membakar mesjid-mesjid. Mereka justru orang-orang yang rendah hati seperti domba-domba. Mereka tak mau mengambil jalan kekerasan.

Kemarin saya menuliskan: "Kebutuhan dasar manusia adalah TUHAN, bukan agama. Kebutuhan penting manusia adalah Firman TUHAN, bukan kitab suci." Sebab di dunia ini ada banyak agama, tapi TUHAN adalah satu. Ada banyak kitab suci, tapi yang Firman TUHAN hanya satu. Lalu ada yang menanggapi bahwa kebutuhan manusia adalah makanan. Padahal saya tidak membicarakan masalah kebutuhan fisik, melainkan kebutuhan rohani dengan perbandingan antara TUHAN dengan agama, antara Firman TUHAN dengan kitab suci. Dan saya tidak membuang agama, tapi membandingkan agama dengan TUHAN. Juga bukan membuang kitab suci, tapi membandingkan kitab suci dengan Firman TUHAN. Sebab banyak sekali orang terjebak mengagungkan agama, melebihi mengagungkan TUHAN, mengagungkan kitab suci melebihi mengagungkan Firman TUHAN. Sama seperti kalau saya katakan organ penting manusia itu jantung, apakah saya berkata tangan dan kaki nggak penting?!

Kemarin saya kasih gambaran seperti buah mangga, makan buahnya buang kulitnya. Apakah kulit nggak penting? Penting! Tapi setelah ketemu dagingnya, buanglah kulit itu. Apakah gereja HKBP tidak penting? Penting! Tapi setelah ketemu TUHAN, buanglah gereja itu! Masak setelah ketemu kebenaran masih mempertahankan kesalahan?! Masak setelah ketemu orangnya, masih menciumi photonya?!

Apakah kitab suci Tripitaka Buddha tidak penting? Penting! Tapi pelajari juga kitab suci yang lainnya, dan setelah ketemu Alkitab, buanglah semuanya. Saya sendiri harus berpindah-pindah gereja sampai 6 kali hingga tiba sekarang ini. Sebab semuanya adalah proses; "Dari Mesir KUpanggil anakKU", "Dari gelap terbitlah terang", "Dari kesalahan muncullah kebenaran." Nggak ada yang 100% sempurna sekaligus, tapi semuanya merupakan sebuah perjalanan.

Sebab jika kulit mangga bisa dimakan, mengapa dibuang, jika tidak penting mengapa dipasang? Jika dalam agama ada kebenarannya, mengapa saya sekarang keluar dari keagamaan? Jika agama tidak penting, nyatanya saya dilahirkan dari agama GKI. Dan jika kitab suci Al Qur'an tidak penting, mengapa saya mempelajarinya? Nyatanya dari mempelajari Al Qur'an saya bisa menjawab soal-soal kaum Muslim. Jadi, di saat semuanya penting, carilah manakah yang lebih penting.

Seperti semut ketika menemukan sepotong roti memberitahukan teman-temannya, demikianlah saya memberitahu anda: "Mengapa kamu masih di situ, kawan?!"
Hasil gambar untuk gambar kereta api