Senin, 29 Februari 2016

TINGKAT DALAM KEKRISTENAN

Ada pertanyaan: apakah tidak boleh keduniawian?

Tingkat dalam Kekristenan: ada Yahudi ada non Yahudi, ada imam ada jemaat, ada guru ada murid, ada yang baik dan ada yang lebih baik.

Alkitab mengenalkan adanya 2 jemaat bentukan para rasul; ke-12 rasul yang dipimpin Petrus mengurusi orang-orang Yahudi, sedangkan rasul Paulus mengurusi orang-orang non Yahudi;

Gal. 2:9Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

Dari antara 2 kelompok jemaat tersebut, tampaknya yang lebih siap dikristenkan sejati adalah jemaat bentukan rasul Petrus yang terdiri dari orang-orang Yahudi. Kelompok rasul Petrus berhasil membentuk jemaat yang sempurna sebagaimana yang dikisahkan dalam Kisah pasal 2 dan 4. Sementara jemaat yang berasal dari bangsa-bangsa kafir, bentukan rasul Paulus tampaknya merupakan jemaat yang masih liar, yang masih suka seenaknya sendiri. Mereka masih belum terbiasa dalam peribadatan kepada ALLAH sebagaimana bangsa Yahudi yang sudah dilatih secara turun-temurun. Semua surat rasul Paulus yang ditujukan ke jemaat-jemaat bentukannya isinya adalah teguran-teguran keras. Berbeda dengan jemaat dalam Kisah pasal 2 dan 4.

Permulaan penginjilan rasul Petrus adalah seminggu setelah kenaikan YESUS ke sorga, tahun 31 Tarikh Masehi. Ketika hari Pentakosta seluruh orang-orang Yahudi dari seluruh dunia berkumpul di Yerusalem;

Kisah 2:5Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.

Di hari itulah ALLAH mencurahkan ROH KUDUS ke atas mereka yang berkumpul itu dengan khotbah dari ke-12 rasul. Melalui khotbah itu orang-orang Yahudi yang percaya langsung dibaptiskan dan mereka langsung meninggalkan keduniawian mereka. Mereka meninggalkan pekerjaan duniawi mereka, menjual seluruh harta mereka dan menyerahkannya ke kaki para rasul;

Kisah
2:41Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:43Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
2:44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. 

4:32Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.
4:33Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
4:34Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
4:35dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

>> Ada persatuan jemaat.

>> Mengabaikan harta benda.

>> Peribadatan yang sangat khusyuk.

>> Disukai semua orang.

>> Ada pertumbuhan jemaat.


Kisah pasal 6-7 berkisah tentang pembunuhan rasul Stefanus yang terjadi tahun 34 Tarikh Masehi. Di zaman itu masih belum ada cerita Kornelius, perwira Romawi, dan rasul Paulus masih bernama Saulus yang masih belum bertobat, yang merupakan penganiaya jemaat Kristen. Jadi, waktu itu Kristen masih diisi oleh orang-orang Yahudi.

Pasal 8-9 berisi pertobatan rasul Paulus karena teguran TUHAN YESUS di tengah perjalanannya ke Damsyik. Pasal 10 barulah Kekristenan berisi orang-orang non Yahudi yang dimulai dari Kristennya keluarga Kornelius.

Kisah
10:28Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
10:29Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."

10:34Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
10:35Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

Setelah Paulus menjadi rasul, terjadilah permufakatan di antara para rasul bahwa rasul Paulus ditugaskan untuk memberitakan Injil ke bangsa-bangsa lain, sedangkan kelompok rasul Petrus khusus melayani orang-orang Yahudi. Dan konflik banyak terjadi di jemaat bentukan rasul Paulus ini;

Di Roma yang menimbulkan masalah adalah orang-orang Yahudi yang kurang bisa menerima kehadiran orang-orang asing. Mereka ini menghendaki orang-orang asing itu disunat seperti mereka. Di sini rasul Paulus mengecam orang-orang Yahudi itu;

Roma 2:17Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,

2:25Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya.

Sementara di Korintus terjadi perpecahan jemaat, keserakahan ketika acara perjamuan suci, bahasa roh yang kacau, dan lain-lainnya;

1Korintus
1:10Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
1:11Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
1:12Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

Di Galatia cepat berubah ke Injil yang lain;3

Gal. 1:6Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,


Di sini, di jemaat-jemaat bentukan rasul Paulus tersebut tampaknya masih belum ada orang-orang yang hidup dengan meninggalkan keduniawiannya, melainkan masih duniawi sekali;

Dengan bekerjanya rasul Paulus sebagai tukang kemah menyatakan kesadaran jemaat dalam memberikan persembahan masih sangat kurang. Mereka masih merupakan jemaat yang pelit.

2Kor.
11:7Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
11:8Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
 11:9Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.


Jemaat pemakan sembarangan;

1Kor. 8:4Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."


Jemaat yang keracunan takhyul;

Galatia
4:8Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
4:9Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
4:10Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
4:11Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.


Jemaat penggemar cerita dongeng;

2Tim. 4:4Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Jemaat yang sifatnya masih kekanak-kanakan;

1Kor. 14:20Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!

Ibrani
5:12Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.



TINGKATAN BAIK DENGAN LEBIH BAIK;

Orang yang menerima pengetahuan sedikit dituntut sedikit, yang menerima banyak dituntut banyak;

Luk. 12:48Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Orang non Yahudi menerima kelonggaran-kelonggaran;

 Kisah 15:19Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,

Kis. 15:28Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:

1Kor. 7:6Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.


Sebagai contoh tingkatan baik dengan yang lebih baik, rasul Paulus mengatakan bahwa orang kawin itu baik, tapi orang yang tidak kawin itu lebih baik;

1Kor. 7:38Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.

1Kor. 12:31Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Ada yang utama, ada yang lebih utama lagi. Demikian halnya dengan pekerjaan duniawi. Bukannya dilarang kita bekerja duniawi, bukannya dilarang kita kayaraya. Tapi masalahnya adalah apakah kita mampu bijaksana? Sebab menjadi orang kaya itu lebih gampang dari pada menjadi orang kaya yang Kristen. Orang kaya yang Kristen itu sangat banyak tuntutan kewajibannya.

Mat. 6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Sanggupkah anda seperti Ayub atau seperti Kornelius yang dermawan? Kalau sanggup, ya silahkan anda kaya. Sebab ALLAH tidak melihat orang dari hartanya tapi dari hatinya. Karena itu kaya atau miskin sama saja di hadapan ALLAH. 


Yoh. 6:27Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

HARI RAYA PASKAH

http://www.sarapanpagi.org/hari-raya-paskah-vt217.html

Hukum Taurat melukiskan tiga hari raya ziarah: Hari Raya Paskah (Ibrani: "PESAKH"), Hari Raya Pentakosta (Ibrani: "KHAG SHAVU'OT"), dan Hari Raya Tabernakel (Ibrani: "SUKOT"). Masing-masing hari raya dihubungkan dengan lingkaran agrikultural Israel, dan juga memiliki simbol-simbol teologikal.


Tiga hari raya Yahudi tersebut merupakan 'major festival' masing-masing jatuh pada :


[1] Perayaan Pesakh 15 Nisan, dimulai pada 'erev pesakh (paskah petang), 14 Nisan (Imamat 23:5).
[2] Shavu'ot (Hari Raya Pentakosta), 6 Sivan
[3] Sukot (Hari Raya Tabernakel), 15 Tishri


* Imamat 23:5
LAI TB, Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
King James Version (KJV), In the fourteenth day of the first month at even is the LORD's passover.
Jewish Publication Society Tanakh (JPST), In the first month, on the fourteenth day of the month at dusk, is the LORD'S passover.
Biblia Hebraic Stuttgartensia (BHS), Hebrew with vowels,
בַּחֹדֶשׁ הָרִאשֹׁון בְּאַרְבָּעָה עָשָׂר לַחֹדֶשׁ בֵּין הָעַרְבָּיִם פֶּסַח לַיהוָה׃
Translit interlinear, BAKHODESY {pada bulan} HARI'SYON {pertama itu} BE'ARBA'AH {pada empat} 'ASAR {sepuluh} LAKHODESY {kepada bulan} BEYN {antara} HA'ARBAYIM {petang} PESAKH {Paskah} LAYHOVAH {bagi TUHAN}


Menurut Kelender Yahudi Tahun 2006, Peringatan פסח - PESAKH jatuh pada hari Rabu sore, 12 April 2006. Kalangan Yudaisme menamakan hari itu sebagai ערב פסח - 'EREV PESAKH (14 Nisan).

Baru pada Kamis sore, 13 April 2006 bertepatan dengan tanggal 15 Nisan 5766 mereka merayakan פסח - PESAKH . Perayaan ini ini dikenal juga dengan nama חג המצות - KHAG HAMATSOT (Hari Raya Roti Tidak Beragi, 15 Nisan).


* Imamat 23:6
LAI TB, Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
KJV, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD: seven days ye must eat unleavened bread.
JPST, And on the fifteenth day of the same month is the feast of unleavened bread unto the LORD; seven days ye shall eat unleavened bread.
Hebrew,
וּבַחֲמִשָּׁה עָשָׂר יֹום לַחֹדֶשׁ הַזֶּה חַג הַמַּצֹּות לַיהוָה שִׁבְעַת יָמִים מַצֹּות תֹּאכֵלוּ׃
Translit interlinear, UVAKHAMISYAH {dan pada lima} 'ASAR {sepuluh} YOM {hari} LAKHODESY {kepada bulan} HAZEH {itu} KHAG {hari raya} HAMATSOT {roti tidak beragi itu} LAYHOVAH {bagi TUHAN} SYIV'AT {tujuh} YAMIM {hari} MATSOT {roti tidak beragi} TO'KHELU {engkau harus makan}



Perjamuan Paskah:


Hari Raya Paskah digunakan untuk memperingati kelahiran kembali, dan melambangkan asal-usul masyarakat Yahudi.

Perjamuan Paskah dilaksanakan menurut pola turun-temurun dalam setiap rumah tangga Yahudi. Ciri khas perjamuan Paskah ini, orang Yahudi minum empat cawan anggur (Ibrani, YAYIN), melambangkan empat kerajaan dunia. Hal ini diatur dalam Talmud Yerusalem Pesakhim 37c, Midrasy Genesis Raba 70). Umat makan Paskan secara bersandar menurut cara orang-orang kaya, melambangkan kemerdekaan mereka dari perbudakan.



Tata-cara perjamuan Paskah, sbb :


1. KADESH. Suatu berkat pembukaan dan doa yang berbunyi, "BARUKH 'ATAH ADONAI, 'ELOHEINU MELEKH HA'OLAM, BORE' PERI HAGAFEN", "diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam, yang menciptakan buah anggur" diikuti oleh minum dari cawan yang pertama dari keempat cawan anggur dan sepinggan sayur-sayuran dan kuah. Cawan yang pertama ini disebut CAWAN PENGUDUSAN (dari 4 cawan anggur yang diedarkan selama upacara tersebut). Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:17.


2. Sebelum makan sayur-sayuran yang disebut KARPAS dan kuah, mereka melakukan UREKHÂTS atau pembasuhan tangan. Kemudian para peserta Perjamuan Paskah mencelupkan sayuran hijau ke dalam air garam dan memakannya. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Yohanes 13:26-27


3. Setelah itu, kepala keluarga mengambil satu dari tiga roti pipih tidak beragi (Ibrani "MATSAH", Yunani "AZUMOS"), lalu memecah-mecahkannya dan menyisihkan sebagian. Dalam setiap meja Perjamuan Paskah selalu disiapkan sebuah tas kain yang dinamakan MATSAH TOSY. Tas kain ini bisa berbentuk persegi atau bundar dan diletakkan di atas meja. Di dalam MATSAH TOSY ini ada tiga potong roti tidak beragi , masing-masing dimasukkan ke dalam kantong yang berbeda. Pada langkah yang disebut YAKHATS ini, roti yang ada di tengah diambil dari tempatnya dan dipecah menjadi dua. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Matius 26:26 dan Lukas 22:19. Potongan terbesar dibungkus dengan kain dan disisihkan untuk dimakan kemudian diakhir Perjamuan. Potongan ini dinamakan 'AFIKOMEN.


4. Kemudian kepala keluarga menceritakan kepada anggota keluarga tentang kisah Paskah. Dan nyanyian yang diambil dari Mazmur 113 & 114 dinyanyikan. Kisah penetapan Paskah (MAGID) diucapkan, Mazmur 113 dinyanyikan, MAGID ditutup dan pada saat ini cawan anggur ke-2 diisi lalu diedarkan. Cawan yang kedua yang dinamakan CAWAN MURKA diminum.


5. Kemudian acara makan utama dilaksanakan, semua orang mencuci tangannya. Sesudah berdoa untuk makanan itu dengan sebuah doa berkat berbunyi, "BARUKH 'ATAH ADONAY, 'ELOHEINU MELEKH HA'OLAM HAMOTSI LEKHEM MIN HA'ARETS", "diberkatilah Engkau ya TUHAN, Allah kami, raja semesta alam yang menghasilkan roti di bumi" maka dimakanlah makanan utama (SHULKHAN 'OREKH) yang terdiri dari daging panggang dan roti yang tidak beragi (MATSAH) dan sayuran pahit (MAROR) berurut-urutan.

* Keluaran 12:8
LAI TB, Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
KJV, And they shall eat the flesh in that night, roast with fire, and unleavened bread; and with bitter herbs they shall eat it.
Hebrew,
וְאָכְלוּ אֶת־הַבָּשָׂר בַּלַּיְלָה הַזֶּה צְלִי־אֵשׁ וּמַצֹּות עַל־מְרֹרִים יֹאכְלֻהוּ׃
Translit, VE'AKHELU 'ET-HABASAR BALAILÂH HAZEH TSELI-'ESH UMATSOT 'AL-MERORIM YO'KHLUHÛ"


Sayur pahit ini melambangkan kepahitan selama perbudakan di tanah Mesir. Tentang "Sayur Pahit", lihat penjelasannya di: tanaman-indah-dalam-alkitab-vt6580.html#p28364


Kemudian kepala keluarga kembali mengambil roti tidak beragi (MATSAH) yang sudah disisihkan sebelumnya. Kemudian MATSAH dan MAROR dimakan bersama-sama dalam acara yang disebut KOREKH, Disusul dengan memakan 'AFIKOMEN, dan sesudah berdoa lagi maka diminumlah cawan anggur yang ke-3 yaitu CAWAN PENEBUSAN. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus dalam Lukas 22:20.


6. Upacara ini ditutup dengan nyanyian Mazmur 114-118 (HALEL, atau "HALELUYAH") dinyanyikan sebagai ucapan syukur dan cawan yang ke-4 (anggur terakhir) diminum, dan pintu rumah dibuka sebagai simbolik menyambut kedatangan Elia yang akan datang yang akan memberitakan kedatangan Mesias.


7. Acara terakhir adalah NIRTSAH, melantunkan kidung pujian (Matius 26:30; Markus 14:26).





Sumber :
- Yohannes/Biblika
- Handbook to the Bible, p 550-551

XXII. PERAYAAN PASKAH

Paskah menurut Keluaran 12:

1. Tahun baru. Jika disinkronkan dengan penanggalan kita sekarang jatuh pada 1 Maret. Tapi tahun baru yang kita ikuti sekarang ini bertanggal 1 Januari. Kita tidak pernah mengatakan hari Paskah sebagai tahun baru kita, melainkan kita memisahkannya hari Paskah sendiri, hari tahun baru sendiri. Dari sini saja sudah merupakan sebuah kekeliruan.

"Merry Chrismast & Happy New Year" - Natal kita pasangkan dengan tahun baru Gregorius, yang baik tanggal Natalnya maupun tanggal tahun barunya sama-sama tanggal yang tidak Alkitabiah.

2. Tanggal 10 hingga tanggal 24 Maret[selama 14 hari] bangsa Israel harus mengurung seekor domba setiap keluarga. Tidak ada perintah merayakan Paskah dengan telor ayam seperti sekarang ini. Lebih parah lagi perayaan Paskah gereja-gereja sekarang ini difokuskan sebagai pesta anak-anak Sekolah Minggu. Tidakkah yang demikian ini merupakan penghinaan yang terberat yang dilakukan oleh gereja-gereja?!

3. Pada tanggal 24 Maret waktu senja, yakni menjelang matahari terbenam, domba itu harus disembelih. Darahnya dipercikkan ke ambang pintu rumah sedangkan dagingnya harus dimakan pada malam itu juga. Itu melambangkan kematian YESUS. Jam 3 sore YESUS mati, sebelum matahari terbenam YESUS dikuburkan.

4. Cara memakannya:

Keluaran 11. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

>> Pinggang berikat, berkasut dan memegang tongkat adalah tanda siap melakukan perjalanan jauh yang penting. Itulah Paskah bagi TUHAN!

Jadi, Paskah adalah perjalanan meninggalkan negeri Mesir. Mesir artinya keduniawian. Jika di zaman itu bangsa Israel bersama nabi Musa, kini kita bersama YESUS harus meninggalkan segala keinginan duniawi kita.

4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Bangsa Israel harus memakan daging dengan cara terburu-buru dan pada malam itu juga, artinya ALLAH menuntut kita melepaskan keduniawian kita seketika itu juga, tanpa tawar-menawar seperti para murid ketika direkrut TUHAN YESUS;

1Raja-raja 19:
19. Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.
20. Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: "Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau." Jawabnya kepadanya: "Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu."
21. Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Nabi Elisa ketika direkrut menjadi murid nabi Elia hanya meminta ijin mencium ibu-bapaknya saja.

Matius 4:
18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
20. Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Matius 4:
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Matius 8:
21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Ketika ada murid yang berdalih hendak menguburkan ayahnya, artinya memelihara ayahnya dulu baru mengikut YESUS, TUHAN YESUS tidak berkenan. Biarlah ayahmu itu diurus orang-orang duniawi lainnya.

62. Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Anda benar-benar niat mengikut YESUS atau tidak? Jika niat mengikut YESUS, ya lepaskanlah segala keinginan duniawimu, jangan setengah-setengah. TUHAN YESUS tidak mau dibuat iseng-iseng.

Lukas 18:
28. Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."
29. Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya,
30. akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."

37. Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Kalau mengasihi TUHAN itu harus dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kita.

Paskah sangat tepat dijadikan sebagai tahun baru pribadi kita bersama YESUS;

Keluaran 12:
2. "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.

Di saat TUHAN berfirman itu adalah merupakan bulan-bulannya bangsa Mesir. Artinya bulan yang nggak jelas. Bulan yang tidak jelas itu oleh TUHAN dijadikan sebagai bulan pertama bangsa Israel dengan perkataan: "menjadi permulaan segala bulan bagimu." Sehingga kalau secara harafiahnya itu menunjuk ke tanggal 1 Maret kalender kita, tapi secara rohaninya adalah hari di saat anda mengambil keputusan untuk mengikut YESUS.

Ibrani 3
7. Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
8. janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,


Jika kita menilik dari arti Paskah sebagaimana yang kita pelajari saat ini, betapa mengerikannya Kekristenan anda. Dari mulai dibaptiskan sebagai orang Kristen hingga sekarang ini anda begitu santai masih berpola hidup keduniawian, dan anda tak merasa bersalah sama sekali. Sangat berbeda dengan nabi Elisa ketika direkrut oleh nabi Elia, langsung di hari itu juga dia meninggalkan rumah, ayah-ibu dan pekerjaannya. Juga sangat berbeda dengan para murid ketika TUHAN YESUS merekrut mereka, mereka langsung meninggalkan segala sesuatunya dan mengikut YESUS. Padahal anda menyebut diri anda sebagai murid YESUS.

Ketika para murid memberitakan Injil, orang-orang yang percaya juga segera memberikan responnya: "Apa yang harus kami perbuat?" Dan PADA HARI ITU juga mereka dibaptiskan; Begitu pula dengan Kornelius maupun sida-sida dari Etiopia, mereka bersegera, pada hari itu juga mereka dibaptiskan.

Kisah 2: 41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Dan semua orang yang masuk Kristen, segera pada hari itu juga mereka mempraktekkan ajaran Kristen, sama seperti pada hari kita masuk sekolah, pasti segera kita dikenalkan dengan pelajaran-pelajaran sekolah itu. Mana ada yang ke sekolah tapi membawa mainannya ke sekolah? Hanya di Kristen zaman ini saja orang-orang menyebut dirinya Kristen tapi masih berpola hidup yang serupa dengan orang-orang kafir;

Kisah 2:
44. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45. dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


Jadi, arti Paskah adalah meninggalkan keduniawian dan menjadi pengikut TUHAN YESUS;

Matius 19:21. Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Di zaman YESUS, ritual Paskah itu telah digantikan dengan Perjamuan Suci atau tepatnya disebut: Perjamuan Malam karena dilakukan di malam hari;

Lukas 22:
7. Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.
8. Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."

Jadi, Perjamuan Suci itulah Paskah. Tapi kita memisahkan; ada acara perjamuan suci ada hari raya Paskah. Kacau jadinya. Dan rasul Paulus sudah menyatakan selesainya hari raya Paskah Yahudi dengan matinya YESUS, digantikan dengan Perjamuan Suci;

7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Minggu, 28 Februari 2016

XXI. JIKA BERSEDEKAH

Mat. 6:3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Jika tangan kanan mengulurkan pertolongan, tangan kiri tak perlu tahu. Jika menolong orang tak perlu koar-koar kepada orang lain. Urusan kebajikan menjadi urusan pribadi kita dengan TUHAN. Itulah yang selalu diajarkan oleh para pendeta, sehingga para pendeta mempunyai tempat untuk menyembunyikan kepelitannya. Maka para jemaatpun menjadi kabur; seperti apakah sesungguhnya tabiat seorang pendeta yang menjadi gembala kita ini? Jemaat hanya bisa mendengar khotbat-khotbah sang pendeta di atas mimbar, tapi mata jemaat tak pernah melihat kebaikan macam apa yang telah diperbuat sang pendeta tersebut. 

Apakah khotbah pendeta itu bagus? Iya, bagus sekali khotbahnya. Apakah praktek lapangan pendeta itu bagus? Entahlah, tak ada manusia yang tahu. Sebab ketika tangan kanan memberi sedekah tangan kiri tak boleh tahu. Jikapun terlihat pendeta itu memberi sedekah ke orang miskin, uangnya selalu dilipat rapi dalam lipatan kecil hingga tak terlihat nominalnya. Entah limapuluh ribu atau cuma seribu, tak jelas. 

Padahal jika ALLAH melakukan kebajikan selalu difirmankan dan dituliskan ke dalam Alkitab dan terbaca oleh milyaran orang, bahwa ALLAH telah memberkati Abraham, Ishak, Yakub dan Ayub dengan kekayaan yang melimpah. Padahal jika para nabi melakukan kebajikan dituliskan ke dalam Alkitab, demikian pula jika TUHAN YESUS menolong pesta perkawinan di Kana yang kehabisan anggur, jika TUHAN YESUS menyembuhkan dan memberi makan ribuan orang, bukankah semua itu dituliskan di dalam Alkitab dan terbaca oleh siapa saja yang membacanya?

Masak memberi sedekah itu sama seperti maling yang menyembunyikan hasil kejahatannya? Masak yang selalu kita khotbahkan hanya kebaikan-kebaikan orang lain saja? Kebaikan ALLAH, kebaikan para nabi, kebaikan TUHAN YESUS, kebaikan para rasul, kebaikan Santa Klaus, kebaikan suster Theresia, lalu yang kebaikan kita mana dan macam apa? Jangan-jangan kita yang berbicara di atas mimbar ini, yang setiap Minggu berkhotbah ini orang-orang kikir, hanya seperti tape recorder saja, yang cuma bisa bicara doank tanpa praktek?

Mat. 5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

TUHAN menghendaki supaya Kekristenan kita itu bersinar terang, bukan sinar yang pudar melainkan harus seterang matahari yang bisa dilihat semua orang dengan mata telanjang, tanpa mikroskop atau kacamata untuk melihatnya, bahwa kamu itu memang benar-benar orang baik, orang yang sangat pantas untuk disebut Kristen. 

Jadi, apa artinya tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu? Artinya adalah jangan untuk pameran atau kesombongan. Sebab memberi secara terang-terangan tidak mesti bahwa itu pameran, sedangkan memberi secara diam-diam tidak mesti berarti tidak pameran.

Justru memberi dengan duit dilipat-lipat kecil itulah yang tersembunyi tapi pameran. Nominalnya disembunyikan, memberinya diperlihatkan. Ini jenis kesombongan "minor" yakni dengan pola dibalik seperti tidak sombong.

Contoh kesombongan "minor" lainnya:

>> Orang kaya berkata: "Akh, saya ini masih miskin."

>> Orang pinter berkata: "Akh, saya ini orang bodoh."

>> Direktur berkata: "Akh, saya ini hanya buruh."

Tapi kebenaran itu jelas, tidak mayor juga tidak minor, tidak melebih-lebihkan juga tidak mengurangi, melainkan sebagaimana adanya. Jika dokter katakan dokter, jika kaya katakan kaya, jika guru katakan guru, jika direktur katakan direktur. Apa maksudnya? Supaya orang yang membutuhkan pertolongan anda bisa datang ke alamat yang benar. Jika orang sakit tidak kesasar ke guru atau direktur, tapi datang ke dokter. Jika orang butuh pekerjaan tidak datang ke dokter atau guru, tapi datang ke direktur.

Soal niat orang itu apa, entah baik atau tidak baik, niat tulus atau menyombong, itu masalah hati yang dilihat TUHAN. Itu bukan urusan kita untuk melihat hati orang. Tapi gerakan kita memukul atau menolong orang itu untuk dilihat mata. Itu untuk dijadikan teladan bagi orang lain.

Anda memberi tulus Rp. 5.000,- dengan orang lain memberi Rp. 50.000,- dengan maksud pamer, masih lebih dibutuhkan yang Rp. 50.000,- bagi si penerimanya. Si penerima bukan melihat hati anda tapi melihat nominal yang anda berikan. Sebab yang menolong kesusahannya adalah yang memberi terbanyak, bukan yang memberi tertulusnya. Dia manusia bukan TUHAN.

Bagaimana jika yang memberi Rp. 5.000,- itu orang miskin, yang memberi dengan rasa tulus namun kemampuannya hanya sebesar itu? Tetap saja, soal hati itu tetap urusan TUHAN, bukan urusan penerimanya. Sebab setulus apapun pemberian itu, jika kebutuhan orang untuk membayar rumahsakit itu besar, maka yang dia butuhkan adalah besarnya, bukan tulusnya. Selain itu hal tolong-menolong soal keuangan itu bukan bagiannya orang miskin, melainkan bagiannya orang kaya. Bukan pertandingannya orang miskin tapi pertandingannya orang kaya. Bidang pertolongan orang miskin itu berbeda tuntutannya. Mungkin tenaga atau pelayanannya, seperti rasul Petrus;

Kis. 3:6Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Kekayaan rasul Petrus bukanlah di hal keuangan tapi di hal mukjizat. Dia tidak bisa memberi uang tapi dia bisa memberi dalam hal yang lainnya. Tapi orang kaya itu soal harta benda.

Jadi, kalau ada politikus atau artis yang membagi-bagikan hartanya dengan maksud pamer, jangan dikecam dan jangan dilecehkan ketulusannya. Sebab apa yang mereka lakukan itu lebih dibutuhkan dari pada komentar-komentar anda. Para penerima lebih butuh duit dari pada komentar anda. Penderitaan mereka lebih diringankan oleh duit dari pada oleh komentar anda. 

Tit. 2:7dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

1Tim. 4:12Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

1Ptr. 5:3Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Para pengkhotbah jangan hanya seolah-olah memberikan perintah: "Kasihilah sesamamu, tolonglah sesamamu......" saja, tapi harus memberikan teladan yang nyata. Dan saya juga telah melakukannya, ketika ada seorang sobat yang sakit ginjalnya, saya tawarkan ginjal saya secara terbuka secara gratis. Sayang sobat tersebut tidak ada dana untuk biaya rumahsakitnya yang ratusan juta. Demikian pula ketika di Facebook ini ada seorang ibu yang minta didoakan penyakit ginjalnya, saya tawarkan juga ginjal saya. Tapi juga tak ada kabar kelanjutannya. Mungkin tak percaya kalau saya serius. Saking langkanya orang-orang baik di zaman ini, ya?! Padahal saya serius. Apa saja yang ada pada diri saya, entah jantung, entah paru-paru, entah ginjal, entah tangan maupun kaki, bahkan nyawapun siap saya berikan kepada yang memerlukannya. Apa sebab? Sebab saya sudah mempunyai yang baru; tubuh baru dan nyawa baru! Sehingga tubuh dan nyawa yang sekarang ini tak terlalu saya pertahankan. Tubuh dan nyawa yang sekarang ini hanya saya manfaatkan untuk memberitakan Injil saja, bukan untuk ke masa depan. Saya tak pernah berpikir tentang masa depan!

Flp. 1:21Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Jika saya hidup adalah untuk memberitakan Injil, sedangkan kematian adalah keuntungan, kesempatan beristirahat dari memberitakan Injil. Itu saja yang saya tahu. Sebab jika saya tak mempunyai pengharapan yang lain, maka pengharapan saya pastilah yang di dunia ini, sama seperti jika saya tak mempunyai mobil BMW, maka mobil bututpun akan saya sayangi, sebab itulah yang saya punyai. Tapi karena saya telah mempunyai pengharapan yang lain, yang lebih baik, maka yang ini saya abaikan.

Dalam hal keuanganpun saya seperti itu. Jika ada orang yang memang memerlukan uang saya, maka seluruh isi kantong saya pasti akan saya serahkan kepadanya. Bagi saya tak pegang uang tak apa-apa, asal pegang TUHAN, sama seperti anda tak bawa uang tak apa-apa asal bawa kartu ATM. Sebab dengan memegang TUHAN, maka saya bisa mengadakan uang secara "bimsalabim." Jika anda bisa mengambil uang dari ATM, saya bisa mengambil uang dari mulut ikan;

Mat. 17:27Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Jadi, jangan menyembunyikan kebaikanmu ke dalam Matius 6:3, tapi pertontonkanlah kebaikanmu supaya banyak orang dibukakan kesadarannya. Jika melihat pengusaha atau politikus atau artis membagi-bagikan duit dengan maksud pamer atau mencari popularitas, tidakkah itu menyadarkan kita yang Kristen-kristen yang harusnya berbuat yang lebih baik dan lebih besar lagi?!

Matius
5:15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Sabtu, 27 Februari 2016

XX. MASALAH MENYEKOLAHKAN ANAK

Jangan lupa, gerakan menganjurkan menyekolahkan anak setinggi mungkin itu adalah program pemerintah dalam rangka pemberantasan buta huruf, di zaman Orde Baru. Sekalipun itu tidak salah dan bukan dosa, namun jika dilakukan secara berlebih-lebihan, apakah baik hasilnya?

Berkaca dari negara-negara Barat yang sudah mendahului terbebas dari buta huruf warganya, nyatanya di sana juga menyisakan ketimpangan:

>> Pendidikan tidak bisa menciptakan lapangan kerja yang memadahi.

>> Pendidikan tidak bisa mengurangi kerusakan moral seksual: perselingkuhan, perkosaan, homoseks, lesbian, dan banci-banci.

>> Pendidikan berpartisipasi meningkatkan angka orang meninggalkan TUHAN dan agama. Semakin tinggi kepintaran orang semakin meniadakan TUHAN.

>> Pendidikan tidak sanggup membendung tindak kejahatan. Semakin hari semakin banyak orang yang dipenjarakan.

>> Pendidikan tidak sanggup menciptakan perdamaian dunia. Semakin pintar semakin rajin menciptakan senjata pemusnah.

>> Pendidikan berpartisipasi dalam membuat orang dihanyutkan oleh kemewahan, foya-foya, materialistis, ambisius, egoistis, dan lain-lainnya.


Pendidikan mungkin baru berhasil membuat benda-benda, seperti motor, mobil, pesawat terbang, kereta api, komputer, HP, robot, dan lain-lainnya. Dan pendidikan memang berhasil meningkatkan kwalitas semua barang-barang itu. Dari tahun ke tahun keluar motor type terbaru dengan teknologi yang lebih maju. Tapi sayang manusia pembuatnya semakin merosot moralnya.

Jika laju hasil pendidikan yang semakin merosot ini dilanjutkan, tidakkah pada akhirnya akan menghancurkan negara, menghancurkan dunia dan membawa seluruh umat manusia masuk neraka?! Karena itu kita, orang-orang Kristen yang memiliki terang TUHAN ada baiknya kita kembali mencari pengajaran TUHAN kita, supaya kita tahu bagaimana kita harusnya hidup.

Wahai bapak dan ibu, jika hasil menyekolahkan anak itu membuat anak-anak anda sukses menjadi menteri, menjadi pengusaha, menjadi orang kaya, mempunyai banyak rumah, banyak mobil dan banyak uang untuk 7 keturunan, apakah anda bangga sekalipun kedudukan itu telah membuat anak-anak anda melalaikan dan meninggalkan TUHAN? Bagaimana jika ada anak yang tidak bersekolah, buta huruf, tidak bisa mendirikan pabrik, bisanya hanya menjadi nelayan sederhana, hidupnya sederhana sekali, namun jiwanya dekat dan diperkenan TUHAN, manakah yang anda inginkan? Kaya tapi jauh dari TUHAN atau miskin tapi dekat TUHAN?

Di dalam TUHAN, pekerjaan yang TUHAN sediakan adalah menjadi petani, peternak, gembala kambing, nelayan, dan lain-lainnya yang tidak membutuhkan ijasah sekolah, tidak perlu bisa membaca-menulis, juga tak perlu kuliah kesarjanaan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak menyalahi aturan pemerintah, malahan didukung oleh pemerintah, tidak menyalahi aturan TUHAN, malahan Alkitabiah.

Sekalipun pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak menjanjikan kekayaan, kedudukan, kehormatan, dan kemewahan, namun sesuai sekali dengan ajaran Kristen yang mengajarkan pola hidup sederhana. "Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah." - 1Timotius 6:8.

Dari sini terbentang 2 jalan: jalan pendidikan dengan jalan orang biasa, jalan pikiran manusia dengan jalan pikiran TUHAN, jalan yang menjerumuskan dengan jalan yang menyelamatkan, jalan kebanyakan orang dengan jalan orang-orang berhikmat?

Suatu kali terjadi pertengkaran antara gembala-gembala Lot dengan gembala-gembala Abraham karena berebut lahan gembalaan. Dari sini Abraham mengambil kebijaksanaan untuk sebaiknya hidup berpisah antara dirinya dengan Lot. Lalu Abraham menyuruh Lot memilih wilayah; jika Lot ke barat, maka Abraham akan ke timur, jika Lot ke Timur, Abraham akan ke barat.

Nah, Lot melihat ke arah kota Sodom dan Gomora, sebuah kota metropolitan yang menjanjikan masa depan. Ke sanalah pilihan Lot, sehingga Abraham hanya mendapatkan wilayah yang jauh dari gemerlapan kota. Lot memilih jalan yang disangkanya bermasa depan, sedangkan Abraham siap di tempatkan di mana saja. Lot berhitung dengan akal pikirannya, tetapi Abraham berpedoman pada ALLAH. Bahwa beserta ALLAH, di mana saja adalah berkat yang besar.

Kata Mochtar Riady, bossnya Lippo Bank: "Gunung itu tak perlu tinggi yang penting ada dewanya." Angan-angan itu tak perlu muluk-muluk, yang penting adalah kuasanya. Sebab apa guna nyaring suaranya kalau itu suara tong yang kosong? Lebih baik tenangnya air yang menghanyutkan. Dan Alkitab memberikan bukti dari tongkat bisa dijadikan ular, dari air tawar bisa dijadikan anggur, Daud yang kecil merobohkan Goliat yang besar, seorang gembala Musa mengalahkan firaun yang dipuja-puja, dan banyak lagi kisah lainnya. Bahwa bersama ALLAH itu lebih berguna dari pada bersama jutaan orang.

Ams. 14:12Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Itulah pilihan Lot tentang kota Sodom dan Gomora yang dipikirnya kota masa depan, tapi yang kemudian ternyata menjadi kota yang ditunggangbalikkan ALLAH. Demikian pula dengan kita yang berpikir untuk merantau ke kota Jakarta. Mungkin benar di Jakarta mencari uang gampang, tapi kata orang: ibukota ini lebih kejam dari ibu tiri.

Dari kampung miskin, di Jakarta kaya-raya. Tapi kehidupan kita hancur; moral bejat, terjerumus narkoba, terjerumus kelainan seksual, dan akhirnya harus mendekam di penjara, seperti Saipul Jamil. Apa yang akan kita kata?

Sebagai orang Kristen, keberatankah kita menerapkan ajaran TUHAN ke dalam rumahtangga kita? Sebab hidup di dunia ini hanya sekejap mata saja, sehingga tak ada gunanya kita merentangkan rencana jangka panjang.

Kalau saya ke luar warnet ke jalan raya, itu hanya membutuhkan waktu yang kurang dari satu menit. Kalau saya sekeluar warnet disambar truk tronton hingga mati seketika, maka itu hanya membutuhkan waktu semenit saja. Orang-orang di warnet pasti akan bercerita: "Belum ada semenit bapak itu dari menulis-menulis di warnet sini sekarang sudah tiada. Cepat amat?!"

Siapa dari antara anda yang berani memastikan masih hidup satu jam ke depan? Jika satu jam ke depan saja masih belum jelas apakah masih hidup atau sudah matinya, bagaimana anda merancang masa depan yang bertahun-tahun kemudian? Belum sampai anak kita kuliah kedokteran, masih baru kelas 4 SD sudah mati. Belum sampai menjadi dokter, masih kuliah di semester satu sudah dicabut nyawanya. Belum sampai membuka praktek dokter, barusan diwisuda mendadak mati.

Jika kita tahu bahwa sewaktu-waktu anak kita bisa mati sebelum mencapai cita-citanya, maka apakah yang perlu kita sediakan? TUHAN! Pengenalan akan TUHAN lebih penting ditanamkan ke dalam anak-anak kita dari pada kita mencekoki mereka dengan pelajaran matematika. Pengenalan akan TUHAN itu lebih penting dari pada pengenalan akan huruf-huruf dan angka-angka.

Buta huruf tak apa-apa asal tak buta pikiran. Tak sekolah tak apa-apa asal ada GURU ROH KUDUS di dalam diri kita. Tak jadi orang sukses tak apa-apa asal menjadi anak-anak ALLAH. Tak punya emas dan perak tak apa-apa asal punya TUHAN.

Ulangan
6:5Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6:6Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Jika kita hanya menjadi petani, lalu siapa yang membuat mobil, pesawat terbang, komputer dan lain-lainnya? Jangan kuatir! Yang mengerjakan itu masih berjubel-jubel banyaknya. Di sana ada orang-orang Atheis, orang Islam, Hindu, Buddha, dan lain-lainnya. Bahkan orang-orang Kristen yang bebal, yang tidak mau diarahkan yang lebih baik, ada banyak sekali. Hanya saja, janganlah itu kamu! Yang penting selamatkan diri sendiri.

Mat. 11:15Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Jika anda bukan berdaun telinga saja, melainkan sanggup mendengar, baiknya anda mendengar apa yang difirmankan TUHAN. 

Kasihilah anak-anak dengan memberikan yang benar untuk mereka!

*** Maaf, fasilitas untuk memasukkan teman ke grup di Facebook rupanya saat ini sudah dihapuskan sehingga mungkin saya tak lagi membuat grup melainkan hanya sebagai member di grup-grup saja.

Jumat, 26 Februari 2016

XIX. MUKJIZAT-MUKJIZAT

Contoh saja: di Surabaya ada perkebunan, di Malang juga ada perkebunan. Perkebunan di Surabaya ditanami durian, yang di Malangpun ditanami durian juga. Namun demikian durian Malang bukanlah durian Surabaya, durian Surabaya bukanlah durian Malang. Demikian halnya dengan gereja-gereja Minggu yang saat ini marak dengan mukjizat-mukjizat. Bahwa sekalipun ada mukjizat di gereja Minggu, bahwa sekalipun ada ibadah penyembahan dengan teriakan-teriakan histeris yang kalau di Muslim teriakannya: "Allahuakbar" sedangkan kalau di Kristen: "Haleluyah!" atau "demi nama YESUS kami usir setan-setan.....", bahwa sekalipun ada tarian melompat-lompat seperti Daud, bahwa sekalipun ada cerita-cerita kesaksian yang hebat-hebat yang menyentuh perasaan, namun itu semua tetaplah gereja Minggu, sebuah gereja yang asing, tidak dikenali oleh Alkitab.

Saya sendiri jika sign in ke bloghakekatku di warnet yang tidak biasanya selalu terkunci dan dikasih pertanyaan: "Di kota mana anda biasanya sign in?", lalu di emailnya ada laporan ada usaha sign in dari orang yang tidak dikenali. Yah, apakah gereja Minggu dikenali oleh Alkitab? Apakah anda dikenali oleh YESUS?
Apa respon komputernya YESUS?

"Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" - Matius 7:23. 

Rupanya anda sign in di lokasi yang tidak biasanya. Di manakah orang-orang Kristen biasanya "sign in?"
Komputer Alkitab mencatat IP address orang-orang Kristen biasanya adalah pada hari ketujuh. 

Matius 7:21Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Kalau presiden Jokowi ke daerah-daerah, banyak sekali orang-orang daerah yang mengelu-elukannya: "Pak Jokowi, pak Jokowi, pak Jokowi......." Kalau di gereja Minggu: "YESUS......YESUS.....YESUS....." Semua orang dari Sabang sampai Merauke sangat mengenal Jokowi. Banyak di antaranya yang cinta dan fanatik pada Jokowi. Ketika pilihan presiden tahun 2014 yang lalu, ada masyarakat yang rela menjadi sukarelawan Jokowi yang bekerja keras memperjuangkan kemenangan Jokowi menjadi presiden. Ada pula yang memberikan sumbangan besar-besar untuk mendukung biaya kampanye Jokowi. Di gereja Minggupun banyak sekali pendukung YESUS. Ada yang rela menjadi penginjil YESUS, bahkan ada yang menyumbangkan uangnya untuk pembangunan gedung-gedung gereja. Hampir sama konsepnya antara Jokowi dengan YESUS. Namun pertanyaannya: Apakah Jokowi mengenali mereka? Apakah Jokowi mengenal mereka seperti mereka mengenal dirinya? Apakah YESUS mengenali anda? 

Wouh, seandainya Jokowi mengenal anda pastilah anda sudah diberi kedudukan menteri atau kepala BUMN. Faktanya semua yang Jokowi kenal pasti dikasih kedudukan. Demikian halnya dengan TUHAN YESUS. Seandainya TUHAN YESUS mengenal anda, pastilah anda akan diselamatkan. Tapi nyatanya anda malah diusir: "Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Anda malah dituduh penjahat. Apa pasalnya? Anda tidak melakukan kehendak BAPA.

Bukankah BAPA itu menghendaki supaya sekalian umatNYA berhenti bekerja, berhenti melakukan segala urusan duniawinya pada hari ketujuh? Memangnya siapakah yang menginginkan anda beribadah pada hari Minggu? Siapa yang menyuruh anda beribadah pada hari Minggu? Bukankah yang berkehendak meliburkan anda pada hari Minggu itu Konstantin Agung, kaisar Romawi?

Matius 7:22Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Anda sakit dan menderita sekali oleh penyakit itu, anda ingin disembuhkan. Apakah tidak boleh ingin sembuh? Boleh! Apakah tidak boleh berusaha sembuh? Boleh! Tapi apakah untuk sembuh itu boleh melanggar hukum ALLAH? Setiap pelomba lari pasti ingin menang, ingin menjadi juara lari. Tapi apakah untuk menjadi juara lari itu anda boleh naik sepedamotor? Jelas, tidak boleh. Anda harus mengikuti aturan permainannya. Setiap petinju pasti ingin menang, ingin menjadi juara tinju. Tapi apakah untuk menjadi juara tinju itu anda boleh memakai pedang? Jelas, tidak boleh. Anda harus mengikuti aturan permainannya.

TUHAN YESUS mengajari kita berdoa: "dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." - Doa BAPA kami, Matius 6:13. 

Doa adalah permohonan, sedangkan ALLAH memiliki hak untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan. Bahwa, baik para nabi Perjanjian Lama, bangsa Yahudi, TUHAN YESUS sendiri, para rasul Perjanjian Baru serta umat Kristen semuanya tak ada yang suka dihadapkan dengan pencobaan. Hanya orang sombong dan takabur saja yang menantang pencobaan. Karena itu kita diajarkan berdoa: "janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." Jangan ada seorangpun yang mencubit kami! Jangan ada seorangpun yang merugikan kami!

Tapi apakah ALLAH mengabulkan? Setahu saya tidak ada doa itu yang dikabulkan. TUHAN YESUS sendiri harus menghadapi salib dan kematian. Baru setelah mati, dibangkitkan. Sadrakh, Mesakh dan Abednego diceburkan ke lautan api lebih dahulu, baru di lautan api itu mereka diselamatkan. Daniel dimasukkan ke kandang singa lebih dahulu, baru keajaiban ALLAH diberikan. Ayub harus habis-habisan lebih dahulu baru setelah itu dipulihkan keadaannya. Rasul Petrus dimasukkan penjara lebih dahulu baru dilepaskan malaikat.

Ketika Lazarus sakit, orang-orang memberitahu pada TUHAN YESUS. Tapi TUHAN YESUS mengabaikan berita itu dan meneruskan perjalananNYA mengajar. TUHAN YESUS baru mengajak para muridNYA balik ke kotanya Lazarus, setelah Lazarus mati dan dikuburkan 3 hari. Di saat tubuh Lazarus sudah membusuk, di saat yang semua orang menganggap itu sudah sangat terlambat untuk pertolongan, di saat itulah TUHAN YESUS memberikan pertolongan dengan membangkitkannya. 

Yohanes
11:6Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:7tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
11:8Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"


1. ANTARA PRIBADI DENGAN LEMBAGA

TUHAN ALLAH itu kasih. DIA mengasihi semua orang, baik yang umatNYA maupun yang bukan umatNYA. TUHAN ALLAH belum akan bersikap sebelum seseorang mati. Sejahat apapun orang, selagi dia masih hidup, masih dikasihi ALLAH. Tapi ketika seseorang sudah mati, barulah ALLAH menentukan sikap, yakni membenci atau menyayanginya berdasarkan dari iman terakhir orang itu. Karena itu selagi masih hidup, baik orang Hindu, orang Buddha, orang Islam, orang Katolik maupun orang Atheis, secara pribadi sangat mungkin menerima uluran kasih ALLAH, pertolongan-pertolongan maupun mukjizat-mukjizat dari ALLAH. Tapi tidak akan diberikan secara kelembagaan. Sebab musuh ALLAH adalah kelembagaan, bukan pribadi;

Ef. 6:12karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, bukan melawan pribadi-pribadi, bukan melawan pribadi-pribadi pendeta, tapi melawan kelembagaan gereja, melawan kelembagaan kependetaan. Sebab lembaga-lembaga inilah mesin produksi. Lembaga-lembaga inilah sumber segala kesesatan.

Perjuangan kita bukanlah melawan tubuh/badan anda, tapi melawan otak atau pikiran anda. Jika saya melawan tubuh anda, saya akan menggunakan pedang bukan menggunakan Alkitab. Tapi karena yang saya lawan adalah konsep berpikir anda maka yang saya pergunakan adalah Alkitab, bukan pedang.

Yang disebut lembaga adalah orang-orang yang aktif dilembaga tersebut. Orang Islam yang aktif ke mesjid atau orang Kristen yang aktif ke gereja, itulah orang-orang lembaga. Sedangkan yang dimaksud dengan pribadi-pribadi adalah orang Islam yang tidak rajin ke mesjid atau orang Kristen yang tidak rajin ke gereja. Nah, orang-orang lembaga TAK MUNGKIN menerima uluran kasih ALLAH, tak mungkin menerima mukjizat dari ALLAH. Tapi pribadi-pribadi masih SANGAT MUNGKIN menerima uluran kasih dan mukjizat-mukjizat dari ALLAH. Apa sebab? Sebab ALLAH tidak mungkin memberikan kemuliaanNYA kepada yang lain. Sebab jika ada mukjizat ALLAH di gereja Minggu, bukankah sama halnya dengan ALLAH memberikan pembenaran pada gereja tersebut?! Karena itu mukjizat-mukjizat yang terjadi di gereja Minggu jelas berasal dari iblis.

ALLAH tidak mungkin sesembrono itu!

Perjuangan kita[saya] adalah memusuhi orang-orang lembaga. Tapi juga bukan tubuh atau badaninya yang saya musuhi, melainkan konsep berpikirnya. Apa tujuannya? Tujuannya adalah  memisahkan mereka dari lembaga tersebut. Supaya lembaga tersebut ditinggalkan orang, menjadi rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya. Supaya orang-orang yang dari lembaga maupun yang dari luar lembaga, saya satukan ke dalam satu kandang pada satu gembalaan. Saya melawan pendeta, supaya pendeta itu meninggalkan kependetaannya. Saya melawan orang HKBP, supaya orang itu meninggalkan gereja HKBP-nya.

Yoh. 10:16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.


2. HUBUNGAN PENDETA DENGAN IBLIS

Jika semua mukjizat gereja Minggu berasal dari iblis, apakah berarti semua pendeta mengadakan transaksi dengan iblis? Tidak semuanya. Ada pendeta yang tidak menyadari kalau mukjizatnya berasal dari iblis. Perasaannya mukjizatnya berasal dari TUHAN YESUS, bukan dari iblis. Sebab memang pendeta tersebut tak pernah menjalin ikatan dengan iblis. Tapi iblis "mengaruniakan" mukjizat tersebut sebagai promosi untuk menguati gereja tersebut.

Dan mengingat kependetaan tidak diikat berdasarkan keimanannya melainkan berdasarkan pada nilai ilmunya, maka tidak menutup kemungkinan ada banyak pendeta yang tidak bersunat hatinya, yang najis jiwanya, yang menjadikan gereja atau agama sebagai permainannya. Itulah sebabnya kita mendengar ada pendeta yang rebutan jabatan, pendeta yang tamak dengan uang, maupun pendeta yang bejat moralnya. Mereka-mereka ini sangat mungkin mengadakan persekutuan dengan iblis supaya mereka mendapatkan keberuntungan dan popularitas.

Yehezkiel
8:8Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, perbesarlah lobang yang di tembok itu!" Sesudah aku memperbesar lobang itu, lihat, ada sebuah pintu.
8:9Firman-Nya kepadaku: "Masuklah dan lihatlah perbuatan-perbuatan kekejian yang jahat, yang mereka lakukan di sini."
8:10Lalu aku masuk dan melihat, sungguh, segala gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang menjijikkan dan segala berhala-berhala kaum Israel terukir pada tembok sekelilingnya.
8:11Dan di hadapannya berdiri tujuh puluh orang tua-tua kaum Israel, dengan Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka dan masing-masing memegang bokor ukupannya di tangannya, dan keharuman dari asap ukupan itu naik ke atas.

Di dalam Bait Suci, para imam bisa melakukan penyembahan berhala! Apa anehnya jika ada pendeta yang mengadakan persekutuan dengan iblis?

Kamis, 25 Februari 2016

XVIII. SEKOLAH THEOLOGIA

Istilah-istilah Kekristenan yang tidak ada di Alkitab:

a. ALLAH Trinitas. Yang ada di Alkitab: ALLAH BAPA dan ANAK ALLAH.

b. ALLAH BAPA. Jika diartikan ALLAH adalah BAPA, ada di Alkitab. Tapi jika diartikan ALLAH yang BAPA, tidak ada di Alkitab. Sebab ALLAH tidak dimulai dari proses bayi, anak-anak, remaja hingga menjadi BAPA.

c. ALLAH ANAK. Yang ada di Alkitab: ANAK ALLAH, bukan ALLAH ANAK.

d. ALLAH ROH KUDUS. Yang ada di Alkitab: ALLAH adalah ROH atau ROH ALLAH.

>> ROH ALLAH menunjuk ke ROH KUDUS ALLAH atau ROH KUDUSNYA, yaitu ROH yang berasal dari DIRI ALLAH.

>> ROHKU menunjuk ke ROH KUDUSNYA.

>> AKU menunjuk ke DIRI ALLAH.

e. Sekolah Theologia. Para nabi dan para utusan ALLAH tidak ada yang sekolah.

f. Pendeta. Yang ada di Alkitab jemaat dipimpin oleh ketua jemaat, bukan pendeta upahan.

g. Penginjil adalah istilah yang awet sepanjang zaman. Dari zaman Alkitab hingga ke zaman ini namanya masih tetap penginjil. Bedanya, jika di zaman Alkitab penginjil dihargai dan terhormat, di zaman ini penginjil diletakkan sebagai kaki tangannya pendeta. Yang tidak ada di Alkitab diunggulkan sedangkan yang ada di Alkitab disingkirkan.


Di Kristen, gelar pendeta bisa didapatkan dari 2 jalur. Kristen aliran Pantekosta pendetanya hanya lulusan seminar antara 3 - 6 bulan, sedangkan dari aliran Protestan pendetanya minimal sarjana theologia atau S1.
Pendeta aliran Pantekosta tidak menerima gajian. Dia harus memulai kariernya sebagai penginjil dengan kehidupan yang terlunta-lunta, sering terpaksa harus tipu sana tipu sini, utang sana utang sini.

Apa yang saya uangkapkan adalah kebenaran, bukan fitnah! Tapi itu di zaman 20 tahunan yang lalu. Mungkin sekarang sudah lebih baik, entahlah!

Kalau pendeta-pendeta Protestan begitu ditempatkan langsung menerima gaji yang cukup. Di sini dikenal tempat basah dan tempat kering sebagaimana yang umum di pejabat pemerintahan. Dan tidak perlu heran jika masalah penempatan selalu berkaitan dengan suap-menyuap. Sebab tempat yang basah, yakni di jemaat yang kaya-kaya dijamin setahun sudah bisa beli rumah dan mobil bagus. Antara pendeta tendang-menendang, sikut-menyikut sudah bukan rahasia lagi. Antara pendeta saling menjatuhkan dan tidak bertegur sapa, itu hal biasa. Sudahlah, tak perlu ditutup-tutupi.

Alasan klasik mereka: "Pendeta adalah manusia biasa", "manusia tak ada yang sempurna." Maka kita harus bertanya, "lalu, siapa yang diajari TUHAN? Setan atau manusia biasa yang tidak sempurna?" Siapa yang diajari membaca dan menulis di sekolah? Anak-anak yang buta huruf atau anak-anak yang tidak buta huruf?
Padahal jika ada jemaat yang bersalah, pendeta selalu menegur dan menasehatinya. Tapi manakala yang harus ditegur dan dinasehati itu mereka, maka merekapun berkelit dengan berbagai macam alasan pembenaran.

Kita jangan terkecoh! Ketidakmampuan mereka sedang mereka operkan ke kesalahan TUHAN, seolah-olah TUHAN telah salah sasaran mengajar, seperti menyuruh orang buta melihat atau orang tuli mendengar atau orang lumpuh berjalan. Manusia memang tak ada yang sempurna. Tapi manusia bisa menghindarkan diri dari kesalahan yang sama. Ketika kelas 1 nilai matematika saya 5. Ketika kelas 2 nilai matematika saya memang masih tetap di angka 5. Tapi ilmunya 'kan sudah berbeda?!


1. APAKAH SEKOLAH THEOLOGIA ITU?

Theo = TUHAN, sedangkan logia = ilmu. Jadi, Theologia adalah ilmu yang mempelajari KETUHANAN.

Ilmu sendiri adalah suatu pengalaman, yakni sesuatu yang pernah kita alami. Saya pernah ke suatu daerah sehingga hafal lika-likunya, maka saya mempunyai ilmu atau pengetahuan tentang daerah itu. Saya pernah membongkar dan memperbaiki kerusakan sepedamotor, maka saya memiliki ilmu di hal permesinan motor. Saya pernah sekolah, maka saya memiliki ilmu membaca dan menulis. Sekolah kedokteran, maka saya memiliki ilmu kedokteran. Sekolah sihir, maka saya memiliki ilmu sihir.

Seorang pendeta adalah seorang yang membayar biaya sekolah kependetaannya dan dianggap sudah memiliki ilmu Ketuhanan. Jadi, seorang pendeta mempunyai ilmu Ketuhanan tapi belum tentu mempunyai iman. Kependetaannya dinilai dari angka-angka raport dan pembayaran uang sekolahnya, bukan didasarkan pada keimanannya. Sebab jika dia mempunyai tunggakan uang sekolahnya, ijasah kependetaannya akan ditahan, maka kependetaannya menjadi terhambat.

Jemaat TUHAN yang harusnya dibentuk dengan iman, karena iman merupakan modal keselamatan Kristen, justru dipimpin oleh seorang yang belum tentu beriman. Seperti apakah jadinya jemaat yang dipimpinnya? Bisa-bisa seperti bus yang sopirnya sedang mabuk.


2. ANTARA ILMU DENGAN HIKMAT

Ilmu belum tentu hikmat, tapi hikmat sudah pasti ilmu. Ilmu dihasilkan dari pembelajaran manusia, sedangkan hikmat merupakan pemberian ALLAH melalui pekerjaan ROH KUDUS.

Ilmu bisa didapatkan melalui usaha-usaha kita, tapi hikmat diberikan ALLAH berdasarkan suka-suka hati ALLAH atau menurut kasih karunianya. Biarpun orang berjungkir-balik tak mungkin mendapatkan hikmat, kecuali orang itu merendahkan diri di hadapan ALLAH dan mengajukan permohonan.

Jadi, ilmu itu duniawi sedangkan hikmat itu ILAHIAH.


3. ILMU MEMBAYAR, HIKMAT GRATIS

Hampir semua ilmu  di dunia ini tidak ada yang gratisan. Tapi hikmat dari ALLAH itu gratis;

Mat. 10:8Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.


4. ILMU ITU PROSES, HIKMAT ITU SEKETIKA

Ilmu didapatkan berdasarkan tahapan-tahapan yang memakan waktu, hikmat didapatkan secara dadakan. Oleh TUHAN, kita bisa dibuat pintar dalam waktu sekejap. 

>> Nabi Musa tanpa sekolah bisa membuat berbagai mukjizat.

>> Orang-orang di Alkitab bisa menyembuhkan orang sakit maupun membangkitkan orang mati tanpa harus sekolah. 

Matius
10:19Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

 5. DI ALKITAB TAK ADA YANG SEKOLAH THEOLOGIA

Aneh. Jika jemaat bisa mendapatkan pengajaran Kekristenan setiap Minggu secara gratis, mengapa pendeta harus melalui sekolah dan membayar uang sekolah? 

Matius
28:20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
 
Mari kita urut dari mulanya:

>> TUHAN YESUS mengajar 12 murid, lalu ke-12 murid itu naik tingkat menjadi guru atau rasul.

>> Ke-12 rasul itu mengajar jemaat, lalu jemaat itu naik tingkat menjadi penginjil.

Jika guru dihasilkan dari murid-muridnya, sama seperti bapak mempunyai anak, anak dewasa menjadi bapak yang mempunyai anak-anak, begitu seterusnya, di mana ada celah buat sekolah kependetaan? Jelas terlihat ada kesengajaan untuk memecahkan jalur, dari satu jalur saja dibuat menjadi dua jalur. Lalu jalur yang baru itu, yaitu jalur kependetaan itu mengkudeta jalur yang semula, sehingga seorang pemimpin haruslah seorang pendeta, tidak bisa lagi berasal dari jemaat biasa.

Seorang guru yang harusnya bisa berasal dari jemaat biasa, kini tidak lagi bisa begitu. Seorang guru haruslah dari lulusan kependetaan. Ini jelas pekerjaan iblis! Apa yang sah dari YESUS ditumbangkan oleh iblis melalui sekolah theologia itu. Yang asli disingkirkan, yang palsu dipasangkan.


6. ANTARA PASTOR DENGAN PENDETA

Kalau pastor atau pastur itu dari bahasa Latin yang artinya gembala. Ini lebih Alkitabiah dari pada istilah pendeta yang berasal dari bahasa Sansekerta, bahasanya agama Hindu: "pandita."

Seandainya pendeta mengenakan gelar pastor, bukan dibelak-belokkan dari pandita menjadi pendeta, umat bisa langsung mengenali mereka sebagai gembala upahan;

Yohanes
10:11Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
10:12sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
10:13Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.


Seorang upahan tidak akan bekerja kalau tidak ada upahnya. Jika saya mempunyai sekawanan domba takkan ada yang menggembalakan jika saya tidak memakai gembala upahan. Jika saya hendak membangun rumah takkan terbangun kalau saya tidak memakai tukang bangunan upahan. Jika saya mempunyai sawah takkan ada yang menanami kalau saya tak memakai petani upahan.

Para pendeta itu takkan menjadi pendeta seandainya tidak ada gajiannya. Jadi, mereka sesungguhnya bukanlah pendeta, bukan gembala. Mereka datang karena upah! Padahal dari antara jemaat sebenarnya bisa dijadikan "pendeta" tanpa upah, sebagaimana pak RT memimpin warganya tanpa gajian. - Maaf, dulu pak RT dan pak RW itu tidak digaji. Entah sekarang?!

Alkitab bahasa Latin menggunakan nama: "pastor" diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi "gembala." Jadi, harusnya kita memakai istilah "gembala" bukan "pastor" seperti di Katolik atau "pendeta" seperti di Kristen.

Kalau di gereja-gereja Protestan sebenarnya sudah terstruktur kemajelisan yang diketuai seorang ketua majelis, yang kesemuanya lahir dari jemaat biasa, bukan dari sekolah Theologia. Nah, kehadiran pendeta merupakan tambahan dari yang direferensikan Alkitab. Dan ini memang rancangan iblis untuk membentuk mata rantai supaya antara gereja HKBP[misalnya] yang di Medan dengan HKBP yang di Jakarta menjadi satu kesatuan karena dipersatukan oleh organisasi kependetaan tersebut. Inilah yang membuat barikade yang merintangi masuknya kebenaran.

Padahal rancangan ALLAH adalah supaya masing-masing gereja berdiri sendiri-sendiri. Masing-masing gereja bergantung dari ketua majelisnya. Antara gereja HKBP di Medan tidak ada ikatan dengan yang di Jakarta atau kota-kota lainnya. Supaya jika kebetulan ketua majelis yang di Medan jahat, tidak jahat semuanya. Supaya jika majelis yang di Medan menolak kebenaran tidak berarti gereja-gereja yang lainnya akan ikut menolak. Dengan demikian ruang bagi masuknya pembaruan bisa lebih terbuka lebar. Tapi dengan jaringan seperti sekarang ini membuat semua gereja HKBP satu, menjadi sangat kokoh sekali. Coba bayangkan ratusan ribu atau berjuta-juta orang anggota HKBP keselamatannya ditentukan oleh satu orang saja, yakni kepala pendetanya.

Tapi ALLAH tidak bodoh. Menghadapi jurus iblis tersebut, ALLAH membobolnya melalui internet seperti sekarang ini. Ketika saya tak mungkin  masuk ke gereja HKBP, secara pribadi jemaatnya bisa ketemu saya melalui Facebook. Di sinilah tembok-tembok gereja itu diruntuhkan seperti kena ledakan bom. Pekabaran saya merembes ke berbagai gereja secara liar tanpa bisa dibendung lagi.

Sebagai contoh, sebuah gereja seorang jemaatnya menerima pengajaran saya. Dia mengabarkan ke jemaat lainnya, lalu diundanglah saya berbicara di jemaat tersebut, maka gegerlah jemaat tersebut. Ada yang pro, ada yang kontra. Seperti itulah secara globalnya di Facebook ini.

Rabu, 24 Februari 2016

XVII. BISNIS GEREJA

Rata-rata bisnis gereja itu sekolah dan rumahsakit, yang baik penghasilan gereja, penghasilan sekolah maupun penghasilan rumahsakit semuanya tak kena pajak. Maaf, saya bicara di zaman Orde Baru, semua bidang-bidang yang bersifat sosial tidak dikenai pajak. Dan jika sekarang dikenai pajak, sebenarnya juga bukan masalah sebab nyatanya semua itu memang murni bisnis. Justru sekolah dan rumahsakit gereja itu taripnya mencekik leher dan sama sekali tak pernah melakukan perbuatan sosial. Bahkan sekalipun pemerintah mempunyai program sosial untuk fakir-miskin, mereka menutup diri tidak mau bekerjasama dengan pemerintah. Kecuali saat ini program BPJS yang di pemerintahan Jokowi seolah-olah pesta uang rakyat, sehingga program tersebut tidak merugikan mereka.

1. Penghasilan gereja:

Penghasilan gereja dari hasil kantong kolekte ini untuk apa saja, nggak pernah jelas. Sebab setiap kali gereja mempunyai acara seperti KKR, perayaan Natal, perayaan Paskah, pengobatan gratis, bagi-bagi Sembako, seminar-seminar, membangun gereja, dan lain-lainnya, gereja selalu mencari sponsor dan sumbangan dari jemaat. Dan di zaman teknologi internet sekarang ini mereka pasti memiliki donatur dari luar negeri, yang memandang Kristen di Indonesia ini seolah-olah selalu berada dalam ancaman Muslim, sehingga orang luar negeri merasa kasihan dan memberikan sumbangan besar-besar. Padahal secara umum Kristen di sini sangat aman dan bukan golongan fakir-miskin. Tapi yang mereka kabarkan ke luar negeri adalah anak-anak panti asuhan yang terlihat miskin. - Hua..ha..ha....... cerdiklah seperti ular dan tuluslah juga seperti ular!

2. Sekolahan gereja:

Sekolahan gereja itu maju-maju, selalu di atas sekolahan negeri. Dari mana pasalnya? Dari menjejalkan pelajaran kelas 2 dijejalkan ke kelas 1, sehingga siswa kelas 1 setara dengan siswa kelas 2 negeri. Tapi yang kasihan anak-anak itu. Mereka dipaksa menerima pelajaran yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. Coba bayangkan, jika orang dewasa saja jam kerjanya hanya 8 jam setiap hari, tapi anak-anak itu jam belajarnya padat sekali. Dari pagi sampai siang sekolah, sore les atau kursus, sedangkan malam belajar. Bahkan tidur siangpun dimasukkan sebagai jadwal seolah-olah mereka itu robot, bukan manusia. Suka atau tidak suka mereka dipaksa tidur. Begitu pula bangunnya, suka atau tidak suka mereka dipaksa bangun.

Atas nama kasih sayang, anak-anak itu dianiaya jiwanya. Sudah sedemikian keras pengorbanan anak-anak itu di dalam bersekolah, pada akhirnya ijasah harus mereka masukkan ke tong sampah. Apa sebab? Sebab setiap tahun semakin sulit mencari pekerjaan. Dan jika mereka pada akhirnya harus bekerja wiraswasta, maka bukankah tak guna ijasahnya? Sebab ijasah itu hanya untuk melamar pekerjaan. Ijasah bukan untuk wiraswasta. Untuk buka toko yang diperlukan ijin usaha, bukan ijasah.

Bagaimana dengan moral anak-anak sekolah? Di rumah anak-anak kita ajari jujur, sopan-santun dan kita jauhkan dengan yang porno-porno. Tapi sesampai di sekolah, mereka justru menjadi anak-anak yang rusak. Anak-anak mulai suka berbohong, suka membolos sekolah, suka ke warnet dan sialnya di warnet mereka mengakses gambar-gambar porno.

Buat apa sekolah?

Orang-orang di luar negeri sudah terlebih dahulu terbuka pikirannya: "buat apa sekolah?" Mereka lebih suka "home schooling."

Sekolah rumah

https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_rumah

Sekolah rumah atau Homeschooling adalah metode pendidikan alternatif yang dilakukan di rumah, dibawah pengarahan orangtua atau tutor pendamping, dan tidak dilaksanakan di tempat formal lainnya seperti di sekolah negeri, sekolah swasta, atau di institusi pendidikan lainnya dengan model kegiatan belajar terstruktur dan kolektif.
Homeschooling Bukanlah lembaga pendidikan, bukan juga bimbingan belajar yang dilaksanakan di sebuah lembaga. Tetapi homeschooling adalah model pembelajaran di rumah dengan orang tua sebagai guru utama dan bisa juga mendatangkan guru pendamping atau tutor untuk datang ke rumah. Homeschooling juga bukan berarti kegiatannya selalu dilaksanakan di rumah, siswa dapat belajar di alam bebas baik di laboratorium, perpustakaan, museum, tempat wisata, dan lingkungan sekitarnya. Tetapi inti dari homeschooling tetap yaitu model pendidikan yang dilaksanakan di rumah dengan orang tua sebagai guru utama.
Para orangtua memiliki sejumlah alasan yang membuat mereka memilih model pendidikan homeschooling untuk anak-anak mereka. Tiga alasan yang kebanyakan dipilih oleh orangtua di Amerika Serikat adalah masalah mengenai lingkungan sekolah, untuk lebih menekankan pengajaran agama atau moral, dan ketidaksetujuan dengan pengajaran akademik di sekolah negeri atau sekolah swasta.
Saat ini, homeschooling sangat populer di Amerika Serikat, dengan persentase anak-anak 5-17 tahun yang diberikan homeschooling meningkat dari 1.7% pada 1999 menjadi 2.9% pada 2007.[1]

Homeschooling di Indonesia

Makna homeschooling di Indonesia telah disalah artikan oleh beberapa pihak. Saat ini banyak lembaga pendidikan non-formal yang berdiri dengan menggunakan merek homeschooling tetapi kegiatan belajar dilaksanakan di lembaga. Tentunya hal ini tidak jauh berbeda dengan model sekolah non-formal lainnya. Padahal di luar negeri tidak ada istilah lembaga homeschooling, kecuali konsultan homeschooling, atau komunitas homeschooling. Adapun terkadang orang tua memanggil tutor datang ke rumah melalui perusahaan jasa penyedia tutor atau semacam lembaga les privat, atau juga mencari tutor dengan cara mencari informasi pada konsultan homeschooling dan komunitas homeschooling.
Di Indonesia, homeschooling semakin dikenal masyarakat setelah berdirinya beberapa lembaga pendidikan non formal elit yang menggunakan merk homeschooling. Selain itu, banyak para artis, seniman, hingga atlet memilih model pendidikan seperti ini. Hal ini membuat homeschooling terkesan esklusif dan hanya untuk kalangan masyarakat menengah keatas. Padahal pada hakikatnya, kegiatan homeschooling dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat dari kalangan menengah atas hingga kalangan menengah bawah dengan syarat orang tua benar-benar mengatur model kegiatan belajar mengajar dan kurikulum yang paling efektif, sesuai dan benar bagi anak-anaknya.

Macam-Macam Homeschooling

Ada Beberapa klasifikasi model homeschooling diantaranya:[2]
1. Homeschooling tunggal
Model ini dilaksanakna dalam satu keluarga dan tidak bergabung dengan keluarga lainnya yang melakukan homeschooling terhadap anak-anaknya.
2. Homeschooling majemuk
Model ini dilaksanakan oleh beberapa keluarga dengan kegiatan-kegiatan tertentu juga kegiatan pokok dan kegiatannya tetap dilaksanakan di rumah masing-masing.
3. Komunitas homeschooling
Komunitas homeschooling adalah gabungan dari komunitas majemuk dan mereka menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok, dan hal-hal lainnya.


3. Rumahsakit gereja:

Rumahsakit-rumahsakit gereja sesungguhnya penyebar penyakit-penyakit baru. Sebab hanya demi mengejar kesembuhan penyakit, rumahsakit-rumahsakit tersebut berani memberikan pengobatan dosis tinggi, sehingga satu penyakit disembuhkan, ganti organ tubuh yang lainnya yang kena.

Efek Samping Mengejutkan dari Antibiotik

http://health.detik.com/read/2010/09/17/075559/1442128/763/efek-samping-mengejutkan-dari-antibiotik

Jakarta, Antibiotik telah banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Tapi ada beberapa efek samping antibiotik yang mengejutkan dan belum banyak diketahui orang. Apa saja?

Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Selain itu, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.

Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dilansir dari Ehow, Jumat (17/9/2010), berikut beberapa efek samping antibiotik:

1. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri.

2. Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.

3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.

4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.

5. Resistensi (kebal)
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.

6. Gangguan serius dan mengancam nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.

Untuk menghindari efek samping antibiotik yang berbahaya tersebut, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan antibiotik sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian.(mer/ir)