Senin, 31 Agustus 2015

APAKAH HENDROPRIYONO SUDAH PUNYA JABATAN?

Apakah Hendropriyono sudah punya jabatan? Apakah anaknya sudah mempunyai pekerjaan yang mapan? Apakah menantunya sudah mendapatkan bagian? Apakah Sutiyoso sudah kebagian rejeki? Apakah orang-orang yang berjasa sudah dikasih imbalan? Bagaimana dengan Luhut Panjaitan, apakah sudah dikasih porsi yang terbesar, 2 piring nasi? Itulah yang pertama-tama menjadi pikiran Jokowi setelah menjadi presiden. Dan untuk merealisasikannya Jokowi tidak ambil pusing apakah itu akan melukai hati rakyat pemilihnya.

Jokowi lebih suka melihat Budi Gunawan yang koruptor itu menjadi Kapolri dari pada memikirkan apa akibatnya jika harga BBM dinaikkan, apabila bantuan untuk rakyat itu ditiadakan. Jokowi telah berlaku seperti penumpang yang melupakan sopir Angkotnya. Begitu turun dari Angkot, bayar ongkos, lalu bergembiralah dia dengan anak cucunya. Begitulah Jokowi setelah menjadi presiden melupakan rakyat pemilihnya dan bergembira dengan kroni-kroninya.

Pantas saja jika Cita Citata kesakitan: "sakitnya tuh di sini......"

Dubes-dubes lawas, dari SBY disingkirkannya digantikan dengan konco-konconya.

Calon Dubes Banyak Dari Partai Pendukung Jokowi


http://www.gatra.com/politik-1/163094-calon-dubes-banyak-dari-partai-pendukung-jokowi.html

Jakarta, GATRAnews-Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menempatkan beberapa nama untuk penempatan sebagai calon duta besar (Dubes). Nama-nama tersebut umumnya berasal dari kader PDI Perjuangan.

Menurut politisi PDI Perjuangan, Tubagus Hasanuddin, hal tersebut bukanlah masalah. Sebab, dubes harus punya pengetahuan tentang Indonesia sehingga bisa menjelaskan kepada rakyat dan pemerintah negara dia ditempatkan.

"Apakah itu dari karier dan nonkarier, kompetensi yang paling penting. Dia mau dari patai, nonpartai, mantan dirjen kemenlu tidak masalah," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8).

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, selain punya pengetahuan, seorang dubes harus dapat mengupayakan keuntungan yang bisa didapat bagi kepentingan nasional Indonesia.

Meski demikian, Komisi I juga belum tentu meloloskan calon dubes yang berasal dari partai pendukung Jokowi. Pasalnya, masih ada proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper) yang harus mereka lalui.

"Kita cek kompetensinya. Meski dari karier kalau tidak ada kompetensi tidak usah. Kalau nonkarier bagus tidak apa-apa, kita rekomendasikan," tegas Tubagus.

Diketahui, Komisi I DPR bakal melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon dubes pada awal September 2015 ini. Meski belum diketahui kepastian tanggalnya.

Berikut nama dan negara/pos penempatan calon dubes RI yang telah diajukan Presiden Jokowi kepada DPR:

1. Hasan Bagis, Abu Dhabi, Uni Arab Emirat
2. Safira Machrusah, Aljir, Aljazair
3. Bambang Antarikso, Baghdad, Irak
4. Husnan Bey Fananie, Baku, Azerbaijan
5. Ahmad Rusdi, Bangkok, Thailand
6. Yuri Octavian Thamrin, Brussel, Belgia, merangkap Keharyapatihan Luxemburg dan Uni Eropa
7. Helmy Fauzi, Kairo, Mesir
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, Caracas, Venezuela
9. Mansyur Pangeran, Dakkar, Senegal
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, Den Haag, Belanda merangkap Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW)
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, Doha, Qatar
12. Ibnu Hadi, Hanoi, Vietnam
13. Alfred Tanduk Palembangan, Havana, Kuba
14. Wiwiek Setyawati Firman, Helsinski, Finlandia
15. Iwan Suyudhie Amri, Islamabad, Pakistan
16. Muhammad Ibnu Said, Copenhagen, Denmark
17. Rizal Sukma, London, Inggris merangkap Republik Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional (IMO)
18. Tito Dos Santos Baptista, Maputo, Mozambik
19. Mohammad Wahid Supriyadi, Moskow, Rusia
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, Muscat, Oman
21. R. Soehardjono Sastromihardjo, Nairobi, Kenya
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, Panama City, Panama
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk Wakil Tetap Indonesia di PBB
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, Quito, Ekuador
25. Agus Maftuh Abegebriel, Riyadh, Arab Saudi
26. Amelia Achmad Yani, Sarajevo, Bosnia-Herzegovina
27. I Gede Ngurah Swajaya, Singapura
28. Sri Astari Rasjid, Sofia, Bulgaria
29. R. Bagas Hapsoro, Stockholm, Swedia
30. Octaviano Alimudin, Teheran, Iran
31. Antonius Agus Sriyono, Vatikan
32. Eddy Basuki, Windhoek, Namibia
33. Alexander Litaay, Zagreb, Kroasia

JIKA MENYANYI DI DEPAN ORANG TULI

Jika menyanyi di depan orang tuli atau menari di depan orang buta, buat apa? Jika demo tidak boleh anarkis tapi juga tidak didengar presiden, buat apa demo? Tapi karena kita perlu menyalurkan aspirasi, maka pintu darurat harus kita buka, yaitu ANARKISLAH! Sulutlah api peperangan! Tapi jangan ngawur, jangan mengganggu sesama rakyat. Musuh kita sudah jelas, yakni Jokowi. Artinya, siapa saja yang menghadang kita ke Jokowi, maka dia itulah musuh kita.

Kali ini buruh resah dan gelisah masuk akal, sebab merekalah yang terancam oleh masalah dolar dan masalah masuknya 10 juta tenaga kerja China oleh sebab Jokowi mencabut syarat kewajiban bisa berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing.

Kita harus maklum dengan pemerintah China yang memelihara 1,5 milyar jiwa. Tentu masalah pengangguran sangat memusingkan kepala pemerintahnya. Karena itu jika Indonesia memberikan kesempatan investasi kepada RRC untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, mereka mempunyai kesempatan untuk mengajukan syarat menggunakan 10 juta tenaga kerja dari mereka. Sementara itu dilematis Jokowi, jika bukan RRC, negara manalagi yang mau investasi di Indonesia? Dan Jokowi demi gengsinya mempertahankan program-program infrastrukturnya terpaksa menutup mata terhadap masalah menumpuknya pengangguran di negaranya sendiri.

Jokowi lebih suka melihat infrastruktur dari pada memikirkan nasib bangsanya sendiri. Karena itu syarat kewajiban bisa berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing dicabutnya, supaya 10 juta tenaga China itu halal masuk ke sini.

Istana Diserbu Demonstran, Jokowi Malah Bagi-Bagi Sembako

http://news.okezone.com/read/2015/09/01/337/1206038/istana-diserbu-demonstran-jokowi-malah-bagi-bagi-sembako

JAKARTA - Ratusan demonstran dari elemen buruh mulai memadati kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Aksi unjuk rasa itu dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (1/9/2015).
Teriakan para demonstran itu pun menggema dan terdengar sayup-sayup dari area Istana Merdeka.
Berdasar agenda resmi dari Biro Pers Istana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyerahkan sejumlah paket sembako di kawasan Jakarta Barat sekira pukul 13.30 WIB siang nanti.
Dua lokasi yang dipilih untuk bagi-bagi sembako adalah Lapangan Bulutangkis RT 10/ RW 08, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, dan Mushola Sohibul Istiqomah, Jalan Kalianyar II RT 06/ RW 01, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Sebelum blusukan ke dua lokasi tersebut, sang Kepala Negara malah akan menyempatkan diri untuk santap siang bersama tukang ojek, sopir mikrolet, dan sopir taksi sebanyak 100 orang di Istana Merdeka pukul 12.00 WIB.

JOKOWI ITU TIDAK TAKUT DENGAN KITA

Kalau perampok takut dengan kita, misalnya karena kita memakai seragam TNI, maka amanlah kita. Tapi kalau perampok itu tidak takut dengan kita, maka celakalah kita.

Nah, Jokowi berkali-kali menyatakan diri tidak takut kehilangan popularitasnya. Dia tak sungkan-sungkan lagi dengan kita untuk mengajukan koruptor Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Dia tak sungkan-sungkan lagi dengan kita untuk menaikkan harga BBM, listrik, gas LPG, dan lain-lainnya. Dia tak sungkan-sungkan lagi dengan kita untuk menghancurkan KPK, dan berapa banyak lagi pertunjukan-pertunjukannya yang menimbulkan kegeraman kita. Dia sudah arogan sekali dalam balutan kesopansantunannya. Abaikan kesopansantunannya tapi rasakan akibat dari kebijaksanaannya yang memukul kepala kita.

Bukankah dia kini meninggalkan kita dan merapatkan diri ke TNI? Kita sudah tak digubris sama sekali. Kita sudah bukan apa-apa lagi baginya. Pemilu sudah lewat, maka kitapun ditinggalkannya.


JOKOWI ITU PRO ANTEK-ANTEKNYA

Jokowi menjadi presiden hanya untuk kepentingan antek-anteknya, sementara antek-anteknya adalah musuh kita, musuh rakyat. Karena itu jika ini dibiar-biarkan, kita akan hancur. Sudah cukup kita ini dikibuli dengan perkataan: "Tenang, tenang...." Kejam sekali orang tenggelam tak ditolong tapi disuruh tenang. Dolar anjlok terus tanpa daya, orang disuruh tetap tenang? Padahal kalau di pesawat terbang jika kondisi pesawat darurat, pramugari akan memberitahu penumpangnya dan penumpang dipersiapkan untuk menyelamatkan diri supaya tidak mati konyol dengan tenang. Tapi kita disuruh mati tenang tanpa perjuangan apapun.

Posisi kita "maju kena mundurpun kena." Di depan kita memang menghadapi peperangan, tapi di belakang kita juga menghadapi ketidakpastian. Dolar mengancam, harga-harga mengancam, pengangguran mengancam, kemiskinan mengancam, kesulitan dan kesengsaraan hidup meluas mengancam. Di depan yang kita pertaruhkan tubuh/fisik kita. Tapi di belakang yang kita pertaruhkan adalah jiwa kita. Kita memang tidak perang fisik. Tapi pikiran kita akan terbebani masalah segunung yang membuat kita stress dan gila.

Mana yang anda pilih? Mati dalam perjuangan atau hidup dalam penderitaan panjang dan menjadi orang gila? Mari kita inspeksi. Periksa satu-persatu kondisi tetangga di kampung kita. Hitung berapa banyak yang telah stress oleh sebab ekonomi?

Miskin, menganggur, penghasilan tak pasti, sementara harga terus-menerus melambung. Coba gunakan nalar, hitung kekuatan orang itu dan pastikan hari gilanya.

Ambil layah, taruhlah beberapa buah cabe lalu tumbuklah. Bisakah anda menghitung kapan cabe itu akan hancur lumat? Jika tak lumat itu bukan cabe melainkan batu. Demikian pula jika menghadapi tekanan ekonomi orang tak gila, maka dia bukanlah manusia.



JANGAN TAKUT DENGAN ANCAMAN AHOK

Dear buruh, jangan takut dengan ancaman Ahok. Namanya perjuangan kita memang menghadapi ancaman. Karena itu jangan takut dan jangan ragu-ragu dengan apa dan siapa saja yang ada di depan kita. Sikat semuanya dan sikat terus. Letupkan perang nasional! Di atas ada TUHAN yang bersama kita! JANGAN TAKUT!

Ahok: Anda Mau Demo Jangan Sok Sembarangan

http://news.okezone.com/read/2015/09/01/338/1205988/ahok-anda-mau-demo-jangan-sok-sembarangan

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengimbau kepada ribuan buruh yang menyerbu ibu kota agar tidak merusak fasiltas sosial (Fasos) Pemprov DKI Jakarta.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengancam akan mengambil tindakan tegas berupa melaporkan kepada pihak kepolisian apabila perusakan fasilitas sosial dilakukan oleh para buruh tersebut.
"Kita sudah bilang tolong jangan rusak taman pot segala macam, apalagi rusak-rusak lampu. Kalau (ada perusakan) kita akan foto dan kita gugat karena ada penanggungjawabnya. Kalau Anda mau demo jangan sok sembarangan, apalagi bukan orang Jakarta, orang Jakarta saja kita gugat," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa (1/9/2015).
Suami Veronica Tan ini mengintruksikan seluruh anggota Satpol PP untuk memfoto para oknum buruh yang merusak fasilitas sosial ibu kota. Menurutnya, Hal ini dilakukan demi menjaga aset milik Pemprov DKI Jakarta.
"Makanya itu kita selalu ngancem enggak pernah proses. Ini saya mau proses. Saya minta Satpol PP foto semua, lapor polisi kita akan tambil tindakan. Ada penanggungjawabnya kok. Ini jelas," tandasnya.
Seperti diketahui, puluhan ribu buruh dari berbagai serikat pekerja akan menggelar unjuk rasa dengan melakukan longmarch dari Bundaran HI, Monumen Nasional (Monas), dan Istana Kepresidenan pada hari ini. Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait ancaman PHK besar-besaran yang akan dilakukan sejumlah perusahaan.
Polda Metro Jaya akan melakukan pengawalan unjuk rasa elemen serikat pekerja yang akan dilakukan pada hari ini. Sebanyak 8.542 personel Polri diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa. Petugas juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah jalan. Hal itu dilakukan secara situasional bergantung peningkatan konsentrasi massa.
(ful)

BAGUS, WARNING UNTUK JOKOWI

Kalau saya mau beli mobil, saya pasti pilih-pilih mobil. Tapi kalau saya mau pergi ke pasar naik Angkot, maka saya tak perlu pilih-pilih Angkot. Angkot yang mana saja akan saya naiki, sebab tujuan saya adalah ke pasar bukan beli mobil. Demikian pula dengan tujuan saya melawan pemerintahan Jokowi, saya tak perhitungkan lagi golongan apa dan golongan mana yang memerangi Jokowi. Saya tak peduli apakah golongan itu benar atau salah, apakah itu FPI atau PKI. Karena itu jika golongan buruh bisa meletupkan perang nasional, saya akan bergabung!

Sesuai dengan amanah TUHAN YESUS, saya harus membela golongan yang lemah, fakir miskin dan orang-orang yang tertindas, maka saya serahkan jiwa saya kepada Firman itu. Dan perjuangan saya hanya sebatas menumbangkan pemerintahan Jokowi saja. Sebab saya yang mendukungnya menjadi presiden, maka saya bertanggungjawab untuk menurunkannya. Selanjutnya saya akan cuci tangan dari segala urusan keduniawian. Saya takkan masuk lagi mencampuri masalah pemerintahan, entah lebih baik ataupun lebih buruk.

G A N Y A N G  J O K O W I!


B A D U T

Demo Buruh Besar-Besaran,Warning untuk Jokowi

http://news.okezone.com/read/2015/09/01/337/1205931/demo-buruh-besar-besaran-warning-untuk-jokowi

JAKARTA - Ribuan buruh akan melakukan demonstrasi besar-besaran pada hari ini, Selasa 1 September 2015 di DKI Jakarta. Mereka akan menyuarakan sepuluh tuntutan yang di antaranya menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelemahan rupiah dan kenaikan upah minimum.
Psikolog Politik dari Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen menanggap, demonstrasi besar-besaran itu adalah warning atau lampu hijau bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Itu warning, jangan tenang saja, enggak cukup dengan retorika," ungkap Dewi kepada Okezone, di Jakarta, Senin (31/8/2015).
Pelemahan rupiah, lanjutnya, berdampak nyata bagi buruh. Banyak perusahaan yang kemudian memangkas pengeluaran dengan mendepak pekerja-pekerjanya.
"Paling terkena itu buruh. Ini bukan hal enteng, bukan main-main. Karena kondisi banyak PHK, barang naik makanya sudah warning, lampu kuning untuk pemerintahan Jokowi, jangan lagi retorika, harus betul-betul konsentrasi kerja," tegasnya.
 Peringatan Hari Buruh Sedunia
Adapun sepuluh tuntutan buruh itu adalah:
1. Turunkan harga bahan bakar minyak dan sembilan bahan makanan pokok.
2. Tolak pemutusan hubungan kerja akibat pelemahan rupiah dan perlambatan ekonomi.
3. Tolak pekerja asing atau mewajibkan pekerja asing berbahasa Indonesia.
4. Perbaiki layanan kesehatan.
5. Naikkan upah minimum 22 persen.
6. Angkat pekerja kontrak dan outsourcing jadi karyawan tetap dan guru honorer jadi pegawai negeri sipil.
7. Revisi peraturan pemerintah jaminan pensiun setara dengan PNS
8. Bubarkan Pengadilan Hubungan Industrial.
9. Pidanakan perusahaan pelanggar keselamatan dan kesehatan kerja.
10. Sahkan Rancangan Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga. (day)

BAGUS! LANJUT LEBIH BESAR-BESARAN!

Saya menunggu gelombang yang lebih besar dan lebih serius;

GERAKAN RAKYAT SADAR!

Terancam PHK Massal, 50 Ribu Buruh Gelar Demo 1 September

http://m.liputan6.com/bisnis/read/2304719/terancam-phk-massal-50-ribu-buruh-gelar-demo-1-september

Liputan6.com, Jakarta - Massa buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang merupakan gabungan dari beberapa konfederasi serikat buruh seperti KSPI, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Serikat Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (SBTPI) akan menggelar aksi unjuk rasa pada 1 September 2015.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, hal ini sebagai buntut dari ancaman PHK besar-besaran seiring dengan menurunnya daya beli buruh dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Situasi ini yang makin membuat buruh Indonesia makin masuk dalam penderitaan yang tanpa batas," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (29/8/2015).

Menurut dia, nasib buruh saat ini pun semakin tak menentu. Pasalnya, dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah telah menembus di angka 14.000 per dolar AS. Imbasnya, kalangan pengusaha pun merasakan dampak yang serius karena material impor akan menjadikan perusahaan merugi dan langkah perumahan sampai ancaman PHK ratusan ribu buruh di sektor padat karya pun sudah di depan mata.

"Oleh karena itu, KSPI dan elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Indonesia (GBI) akan mendesak pemerintah dengan melakukan langkah konkret melalui aksi nasional di 20 provinsi yang akan dipusatkan di depan Istana Negara dengan jumlah massa sebanyak 50 ribu buruh di Jabodetabek pada Selasa, 1 September 2015," jelasnya.

Adapun beberapa tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut antara lain: Pertama, turunkan harga barang Pokok (sembako) dan BBM.  Kedua, buruh menolak PHK akibat melemahnya rupiah dan perlambatan ekonomi. Ketiga, tolak masuknya tenaga kerja asing dan mendorong aturan wajib berbahasa Indonesia.

Keempat, naikan upah minimum 2016 sebesar 22 persen untuk menjaga daya beli dan tingkatkan komponen kebutuhan hidup layak (KH) menjadi 84 item. Kelima, revisi PP tentang jaminan pensiun yaitu manfaat pensiun buruh sama dengan pegawai negeri sipil (PNS) bukan Rp 300 ribu per bulan setelah 15 tahun.

Keenam, perbaiki pelayanan BPJS kesehatan dan hapuskan sistem INA CBGs serta Permenkes Nomor 59 Tahun 2014 yang membuat tarif murah, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, tambah dana PBI menjadi Rp 30 triliun, provider rumas sakit atau klinik diluar BPJS bisa digunakan untuk COB.

Ketujuh, bubarkan pengadilan buruh atau PHI denga merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2004 pada tahun ini.

"Pada aksi 1 September nanti, titik kumpul aksi buruh akan dipusatkan di bundaran Hotel Indonesia (HI), selanjutnya, massa aksi akan melakukan long march menuju Istana Negara dan selanjutnya akan bergerak menuju Kantor Kementerian Ketenagakerjaan dan Kantor Kementerian Kesehatan," tandas Said. (Dny/Gdn)

300 Ribu Buruh Terancam PHK Akhir 2015

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/08/31/ntxvth282-300-ribu-buruh-terancam-phk-akhir-2015

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 300 ribu buruh diprediksi terancam terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir 2015 mendatang. Prediksi Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI) itu bakal jadi kenyataan jika pemerintah tidak segera menaikkan daya beli buruh di Indonesia.

KSPSI mencatat, sepanjang 2015, sekitar 67 ribu buruh sudah di-PHK. "Jika daya beli merosot, tentunya tidak akan ada daya beli," ujar Presiden  KSPSI, Andi Gani Nena Wea, di Jakarta, Senin (31/9).

Andi menjelaskan, di Jawa Barat banyak buruh yang sudah dirumahkan karena pabrik tempat mereka bekerja ditutup. Selain itu, ada jam kerja yang dikurangi dari delapan jam menjadi tiga jam. Bahkan, beberapa buruh hanya bekerja selama tiga hari dalam sepekan.

Aliansi federasi buruh menginginkan supaya pemerintah berpikir tentang daya beli buruh, bukan hanya sebatas infrastruktur. Secara tak langsung, berarti hasil-hasil dari pabrik berkurang jumlah konsumennya, yang menyebabkan kerugian.

Pengamat ekonomi menurut Andi memprediksi jika nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp 15 ribu di akhir tahun. Penyebabnya, penjualan properti menurun. "Seperti penjualan motor yang berkurang hingga angka 30 persen," tuturnya.

KE-4: APAKAH ANDA MEMBACA AL QUR'AN?

yangsetiadanbenar@gmail.com;

Dari 22 Pertanyaan anda saya bisa menjawab semuanya hanya dengan 1 jawaban saja yaitu : Aku Setuju bahwa kamu yaitu baginda hakekat adalah ORANG GILA, TURUNAN JIN DARI JENIS SETAN YANG TIDAK BERAKAL!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hua..ha..ha........




KE-3: APAKAH ANDA MEMBACA AL QUR'AN?

Dear yangsetiadanbenar@gmail.com;

Mungkin anda bertanya-tanya mengapa baginda Hakekat menyerang saya/Islam habis-habisan?

1. Penting bagi umat Kristen supaya iman mereka dikuatkan oleh melemahnya Keislaman.

2. Penting bagi umat Muslim supaya mereka semakin paham tentang seluk-beluk
    Keislaman yang selalu disembunyi-sembunyikan oleh guru-guru mereka.

3. Penting bagi umat yang lainnya supaya mereka bisa membandingkan posisi Kristen
    dibanding dengan Islam.

Jadi, ada banyak tujuannya. Sekarang saya hendak mengadakan ujian terhadap anda untuk mengetahui seberapakah daya serap anda terhadap pelajaran yang lalu. Okey?

1. Apakah anda setuju bahwa Muhammad bukan orang yang diberkati[al Masih]?

2. Apakah anda setuju bahwa posisi ISA tak ada yang melebihi, kecuali YAHWEH,
    BAPANYA?

3. Apakah anda setuju bahwa agama Islam itu sempurna untuk anda dan bangsa Arab
     saja?

4. Apakah anda setuju bahwa menjelma itu konsepnya dari ada ke ada, bukan dari
     tidak ada menjadi ada?

5. Apakah anda setuju bahwa YESUS KRISTUS itu penjelmaan dari FIRMAN yang
     bersama-sama ALLAH menurut Yohanes 1:1?

6. Apakah anda setuju bahwa ISA al MASIH itu Manusia yang sempurna?

7. Apakah anda setuju Muhammad ketika lahirnya dicekik setan lalu menangis?

8. Apakah anda setuju Muhammad ketika di gua Hira dicekik setan lalu sakit demam?

9. Apakah anda setuju alasan Jibril mencekik Muhammad karena buta huruf?

10. Apakah anda setuju bahwa seorang pemimpin itu tidak boleh buta huruf?

11. Apakah anda setuju bahwa ALLAH bersama Muhammad itu sedang
      menunggu-nunggu mukjizat?

12. Apakah anda setuju bahwa ALLAH itu ternyata adalah orang/manusia?

13. Setujukah anda kalau kelahiran ISA itu berasal dari ALLAH?

14. Setujukah anda bahwa hanya orang Kristen saja yang diberikan
      pengetahuan rahasia ILAHI, sehingga menjadi terang dunia?

15. Setujukah anda bahwa ISA itu mengalami kematian?

16. Setujukah anda bahwa ISA itu sudah spesial sejak lahirNYA?

17. Setujukah anda bahwa Muhammad itu bukan juruselamat?

18. Setujukah anda bahwa kematian YESUS itu sebuah misi seorang Al MASIH?

19. Setujukah anda bahwa bangsa Yahudi itu bangsa yang cerdas melebihi bangsa
       lainnya?

20. Setujukah anda bahwa Al Qur'an tidak mempunyai catatan tentang kemunculan
       ALLAH?

21. Setujukah anda bahwa YESUS itu Penolong bagi orang Kristen, sedangkan
      Muhammad tak bisa menolong siapapun?

22. Setujukah anda bahwa perintah sholat 5 waktu itu tak ada di Al Qur'an?


Demikianlah pertanyaan ujian untuk anda, semoga anda tak kesulitan untuk menjawabnya. Sebab semua soal itu gampang, ada contekannya dari Al Qur'an.

Minggu, 30 Agustus 2015

Jokowi Resmikan Jatigede, Rieke: PDIP Sepakat Menolak

http://nasional.tempo.co/read/news/2015/08/30/058696335/jokowi-resmikan-jatigede-rieke-pdip-sepakat-menolak

TEMPO.COBandung - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Diah Pitaloka, mengatakan suara fraksi PDIP di DPR RI telah bulat untuk menolak penggenangan Waduk Jatigede. Penolakan disebabkan karenamasalah ganti rugi dan dampak sosial terhadap masyarakat belum diselesaikan.

"Kami sudah kirimi surat ke Presiden agar menunda penggenangan sebelum hak-hak masyarakat terpenuhi," ujar Rieke di sela-sela kunjungan ke Desa Sukakerta, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Ahad, 30 Agustus 2015.

Menurut Rieke, proyek pembangunan waduk terbesar ke-dua di Indonesia tersebut masih menyisakan banyak masalah. Diantaranya, proses ganti rugi terhadap masyarakat yang terdampak belum seluruhnya tuntas. Selain itu, ia mengatakan, pemerintah seolah abai terhadap dampak sosial masyarakat yang terkena dampak. "Masyarakat harus melawan apabila hak-haknya tidak terpenuhi," kata dia.

Selain itu, Rieke mengatakan dasar hukum pembangunan Waduk Jatigede yang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Dampak Sosial Kemasyarakatan Pembangunan Waduk Jatigede cacat secara hukum. "Perpres ini cacat hukum. Apabila besok digenangi berarti pemerintah melanggar hukum," ujar dia.

Rieke melanjutkan, Perpres tersebut dikatakan cacat hukum lantaran tidak memasukan Undang-undang No 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan Kepentingan Umum sebagai landasan. Dalam Undang-undang tersebut, mengatur masalah proses pembebasan lahan yang secara substantif mementingkan hak masyarakat.

"Dalam UU No2 Tahun 2012 menetapkan pemberian ganti rugi kepada pihak yang berhak, dengan pengertian pihak yang bukanlah semata-mata pemegang hak, melainkan juga termasuk pihak yang menguasai atau memiliki tanah berdasarkan sejarah," ujarnya.

Adapun, data sementara proses ganti rugi terhadap masyarakat terdampak genangan, masih ada sekitar 14 ribu masyarakat yang melakukan pengaduan ihwal belum tuntasnya pembayaran ganti rugi. Dari sejumlah masyarakat tersebut, terdapat masyarakat yang belum sama sekali mendapatkan ganti rugi pembebasan lahan sejak tahun 1984.

Waduk Jatigede Digenangi Bencana Sedunia

http://www.kompasiana.com/dkabayan/waduk-jatigede-digenangi-bencana-sedunia_5562adeb79977396048b4569

Waduk Jatigede Digenangi Bencana Sedunia


Sudah banyak para ahli geologi dari mulai Ir. Sobirin Ahli Geologi dan Bendungan dari Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) tahun 2010 sampai ke yang terbaru di tahun 2015 Dr. Ir. Emi Sukiyah, MT, Ahli Geologi UNPAD menyampaikan tentang potensi ancaman ambrolnya Waduk Jatigede oleh Sesar Aktif Baribis. Dr. Ir. Emi Sukiyah, MT menyampaikan bahwa Infrastruktur sebesar Waduk Jatigede dengan volume bendungan 1 Milyar m3 (setara 1000 kali Situ Gintung) tidak seharusnya dibangun di Jatigede karena tektoniknya aktif dan berada di episentrum gempa. Dr. Ir. Emi Sukiyah, MT juga menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya transparan terhadap resiko Waduk Jatigede.
Secara kasat mata tanpa pengetahuan tentang ilmu geologi pun sebenarnya kita bisa melihat tentang potensi bahaya Waduk Jatigede. Tanah dan jalan di sekitar Sesar Aktif Baribis yang sangat dekat dengan Waduk Jatigede banyak yang tiba-tiba ambles sedalam satu meter atau lebih. Anehnya pemerintah seolah tutup mata dengan keadaan tersebut dan mengabaikan terhadap potensi bencana yang akan terjadi akibat digenanginya Waduk Jatigede. Pemerintah tetap melanjutkan Waduk jatigede dan berencana memulai penggenangan pada akhir Juni 2015 ini.
1432529840957843706
Jalan Proyek Jatigede Ambles
Apabila kita bersedia berselancar di internet dapat dengan mudah kita temukan informasi bahwa ternyata Lempeng- lempeng bumi ini saling berkaitan satu sama lainnya dan di Jawa Barat ada tiga Sesar Utama yang saling berkaitan yaitu Sesar Baribis, Sesar Lembang, dan Sesar Cimandiri. Sesar Baribis membentang dari Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka dan sampai ke Jawa Timur, Sesar Lembang berada di perbukitan Lembang Bandung, dan Sesar Cimandiri sesar yang membentang dari laut selatan Sukabumi, Cianjur, sampai ke Padalarang. Pergerakan Sesar Aktif Baribis dapat menghidupkan Sesar Utama lainnya dan yang lebih mengerikan adalah dapat membangunkan Sunda Mega Thrust, Lempeng Sunda yang membentang dari Burma sampai ke mendekati Australia sepanjang lebih dari 5000 km. Menurut para ahli geologi bagian Selatan Jawa Barat serta Selat Sunda sudah lama energinya tidak dilepaskan sehingga tersimpan energi sangat besar dan tentu saja apabila bangun energi yang dilepaskan akan besar. Menurut Pak Rovicky Ahli Geologi potensi gempa-nya lebih dari 8 Skala MMI, sebagai gambaran Gempa Nepal tahun 2015 yang membuka mata dunia adalah 7.4 Skala MMI, menewaskan lebih dari 8000 Jiwa. Tsunami Aceh 26 Desember 2004 adalah contoh nyata bangunnya Sunda Mega Thrust yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa.
143252992643707618
Sesar Aktif Cimandiri Lembang Baribis Berkaitan
Secara Spiritual Potensi Bencana Sedunia akibat digenanginya Waduk Jatigede sudah tersuratkan dalam Uga Jatigede, "Jatigede Dikeueum Ngahudangkeun Keuyeup Bodas Anu Bakal Ngabobol Bendungan", Jatigede Digenangi Membangunkan Kepiting Putih yang akan menjebol waduk dan Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kawasan Lemah Sagandu Diganggu Bencana Sedunia. Apabila melihat peta ternyata bentuk Sunda Mega Thrust mirip dengan badan Kepiting. Lemah Sagandu adalah kawasan Kabuyutan Cipaku Sumedang yang berupa kawasan lembah subur yang dibatasi sebelah barat Gunung Sangkanjaya/ Gunung Padang, sebelah Utara Bukit Pareugreug (Sesar Baribis), sebelah Selatan Gunung Cakrabuana, dan sebelah Timur Gunung Jagat. Di Kawasan Lemah Sagandu terdapat banyak situs- situs cagar budaya yang sudah ada sejak jaman pra sejarah, menurut para ahli sejarah adalah peninggalan jaman Megalitikum berupa punden berundak dan makam kuno, lebih dari 33 Situs tersebar di Kawasan Lemah Sagandu. Sebagian besar kawasan Lemah Sagandu saat ini kelestariannya terganggu oleh adanya Waduk Jatigede dimana 5 kecamatan dan lebihd dari 20 desa terancam akan ditenggelamkan, termasuk didalamnya 33 situs cagar budaya.
14325300112053193232
Keuyeup Bodas ~ Sunda Mega Thrust
Menurut leluhur Kawasan Lemah Sagandu Diganggu Bencana Sedunia, seperti kita ketahui saat ini Pembangunan Waduk Jatigede sedang mengusik keberadaan Kawasan Lemah Sagandu. Secara faktual dan ilmiah Para Ahli Geologi mengatakan bahwa Waduk Jatigede dibangun di daerah episentrum gempa dan Sesar Aktif Baribis, membahayakan. Apabila kita korelasikan antara Uga dan Fakta Ilmiah tersebut maka dapat kita pahami bahwa Uga Jatigede tersebut bukanlah omong kosong, potensi bencana sedunia akibat penggenangan Jatigede itu nyata di depan mata. Apabila Jatigede digenangi akan membangunkan Sesar Baribis yang menjebol waduk dan Sunda Mega Thrust yang akan menciptakan Bencana Sedunia! Apabila kita mebuka mata hati melihat contoh nyata Bencana Gempa di Nepal baru- baru ini dan Tsunami Aceh tahun 2004 maka dampaknya sangat mengerikan.
1432530099229802330
GambaranTsunami Akibat Jebolnya Waduk Jatigede
Pemerintah seharusnya tidak menutup mata dengan potensi bencana yang akan terjadi karena dampaknya akan luar biasa terhadap keutuhan bangsa Indonesia. Secara teknologi pemerintah ketika membangun Waduk Jatigede sudah memasang robot atau alat untuk mendeteksi pergerakan tanah, namun apagunanya robot- robot tersebut apabila kemudian gempa besar merusak mendadak terjadi dimana sebelumnya tidak ada indikasi adanya retakan tanah. Saat ini tidak ada teknologi yang mampu mendeteksi kapan gempa akan terjadi namun sudah dipastikan di daerah yang pernah terjadi gempa atau di kawasan Sesar Aktif pasti akan terjadi gempa. Secara historis sudah terjadi bencana akibat gempa merusak di kawasan Sesar Aktif Baribis sehingga seharusnya pemerintah lebih membuka mata hati nuraninya terhadap potensi bencana  yang akan datang.
Lebih parahnya potensi bencana akibat Penggenangan Waduk Jatigede pun menurut Uga tidak hanya mengancam Hilir dan Hulu Waduk Jatigede namun juga seluruh dunia. Pemerintah seharusnya lebih bijaksana untuk segera mengkaji kembali Waduk Jatigede dengan mengundang Tim Ahli Geologi dan Bendungan yang kompeten dan bersih (integritasnya baik) untuk mengevaluasi keamanan dan keselamatan Waduk Jatigede. Pemerintah harus segera menghentikan rencana penggenangan Waduk Jatigede yang rencananya akan dilakukan Akhir Juni 2015 dan menjadikan Waduk Jatigede sebagai Monumen Konservasi dan Lingkungan menunjukan bahwa pemerintah peduli terhadap kelestarian Sumber Daya Alam, Lingkungan, Budaya, dan Potensi Bencana yang akan terjadi.

ADA MASALAH APA DI JATIGEDE?

Jokowi, Jokowi, lagi-lagi masalah, lagi-lagi masalah. Masalah apa yang kini sedang kau hadapi, Hah?! Kenapa dijadwalkan datang ke Jatigede tapi kau tak datang? Takut? Pengecut?

Setelah rakyat bangsa ini kau rendam dengan masalah harga-harga yang melambung, kini engkau hendak merendam 28 desa di Jatigede - Sumedang - Jawa Barat, setelah Ahok menggusur warga Kampung Pulo?! Wouh, lengkaplah keperkasaanmu dalam menindas rakyat.

Desa di Jatigede Mulai Ditenggelamkan, Jokowi Batal Hadir

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150831082158-20-75532/desa-di-jatigede-mulai-ditenggelamkan-jokowi-batal-hadir/

JakartaCNN Indonesia -- Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, akan mulai digenangi air dari Sungai Cimanuk pukul 10.00 WIB, Senin (31/8). Namun Presiden Jokowi yang semula direncanakan meresmikan pengairan Waduk Jatigede didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, batal hadir. 

“Jokowi hari ini tidak ke Jatigede,” kata anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki. Ada sekitar 19 desa yang akan tenggelam akibat pengairan Waduk Jatigede.

Persoalan ganti rugi terhadap tanah dan rumah milik warga di desa-desa itulah yang membuat penggenangan Waduk Jatigede mundur dari 1 Agustus menjadi 31 Agustus. (Baca juga: 'Pak Jokowi Saya Tunggu Bapak di Jatigede')

Penggenangan Waduk Jatigede juga akan ikut menenggelamkan sekolah-sekolah di wilayah itu. Menurut data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat yang didapat dari Pemerintah Kabupaten Sumedang, sedikitnya terdapat 20 Sekolah Dasar yang bakal tenggelam.

Dua puluh SD tersebut tersebar di beberapa desa seperti Desa Cipaku, Cibogo, Pakualam, Leuwihideung, Cibungur, Sukakersa, Jemah, Wado, dan Cisurat. Sekolah-sekolah itu antara lain SD Negeri Sundulan, SD Negeri Bojongsalam, SD Negeri Jemah, dan SD Negeri Jatibungur.

Siswa yang sekolahnya terdampak oleh penggenangan Waduk Jatigede mau-tidak mau harus direlokasi. Sebanyak 91 murid SD Negeri Cadasngampar dan 33 murid SD Cidadap misal direlokasi ke wilayah SD Negeri Ciboboko di Desa Mekarasih. (Baca juga: Siloka Jatigede dan Cerita Soal Bahaya Gempa)

Begitu pula dengan 90 siswa SD Negeri Buahngariung I dan 80 siswa SD Negeri Buahngariung II yang ‘bedol desa’ ke Blok Pangangonan Desa Wado. Di sana mereka akan ditempatkan dalam satu bangunan. 

Adapun 89 siswa SD Negeri Cisurat dan 129 siswa SD Negeri Bojongsalam mesti diungsikan ke Blok Pamondokan Desa Padajaya. 

Tak hanya membutuhkan tempat baru, siswa sekolah yang terdampak penggenangan Waduk Jatigede juga membutuhkan biaya rata-rata Rp 250 juta sampai Rp 1 miliar per sekolah. 

Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat Dadan Ramdan mengatakan belum tahu persis apa saja yang menjadi ukuran kebutuhan siswa sehingga Pemerintah Kabupaten Sumedang mengeluarkan biaya sebesar itu. Yang jelas biaya itu belum disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  (Ikuti pemaparan infografis: Berhambur Uang di Jatigede)

"Pemprov tidak menyetujui. Sampai saat ini belum ada dan belum jelas sumber pendanaannya," ujar Dadan kepada CNN Indonesia, Ahad (30/8). 

Hingga kemarin, masih banyak warga yang bertahan meski Jatigede akan mulai digenangi hari ini. “Beberapa warga di lima desa masih banyak yang bertahan. Mereka ada di Desa Cipaku, Paku Alam, Sukakersa, Cibogo, dan Leuwih Hideung," kata Dadan.

Warga masih bertahan karena urusan ganti rugi dan kompensasi. Apalagi banyak pula warga yang tidak tahu akan pindah ke mana.

Nilai ganti rugi untuk kategori A yang mencapai Rp 122 juta dan kategori B sebesar Rp 29 juta dinilai tidak cukup. Jangankan untuk mendapatkan tempat tinggal, untuk membeli tanah dan kebutuhan lainnya pun dinilai warga tidak mencukupi.

Waduk Jatigede

https://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatigede

Waduk Jatigede merupakan sebuah waduk yang sedang dibangun di Kabupaten Sumedang.[1] Pembangunan waduk ini telah lama direncanakan dan proses pembangunannya masih berlangsung hingga kini. Waduk ini dibangun dengan membendung aliran Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan JatigedeKabupaten Sumedang.

Berkas:Aliansi Rakyat Jatigede.jpg

Proyek Waduk Jatigede telah dirintis sejak era Sukarno tersebut menyisakan persoalan yang kompleks selain mengakibatkan enam belas ribu warga Kabupaten Sumedang yang terdampak, bencana ekologi yang menyebabkan hilangnya sekitar 1 juta lahan hijau produktif, ancaman pengangguran massif, puluhan situs kebudayaan Sunda sejak era abad ke-8 hingga Kerajaan Pajajaran terancam tenggelam. Proyek multinasional tersebut menyisakan persoalan yang belum terselesaikan hingga detik peluncuran penggenangan yang dibuka oleh Presiden Jokowi akhir Agustus 2015

Sejarah

Pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak zaman Hindia Belanda. Kala itu, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dan waduk Jatigede merupakan waduk utama dan yang paling besar. Namun, pembangunan ketiga waduk itu mendapatkan tentangan dari masyarakat sekitar, sehingga pembangunannya pun dibatalkan. Baru pada tahun 1990-an, rencana pembangunan waduk Jatigede kembali menghangat. Langkah pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah merelokasi masyarakat yang tinggal di wilayah calon genangan. Relokasi pertama dilakukan pada tahun 1982.

Fungsi

Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede pun memiliki fungsi. Goldsmith menyatakan bahwa fungsi utama dari sebuah waduk adalah untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.[butuh rujukan] Di samping kedua fungsi utama tadi, waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air. Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran Sungai Cimanuk. Pembendungan ini mengakibatkan aliran air terhalang, sehingga air terakumulasi dalam sebuah kolam yang besar. Air yang terkumpul dalam bendungan tersebut digunakan sebagai cadangan air tawar untuk mengairi areal pertanian di wilayah MajalengkaIndramayu, dan Cirebon. Selain berfungsi sebagai sarana irigasi, Waduk Jatigede pun berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air. Saat ini, di wilayah itu terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Parakan Kondang. Dengan dibangunnya Waduk Jatigede, kapasitas pembangkit listrik tenaga air tersebut dapat ditingkatkan.

Berhambur Uang di Jatigede

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150730145030-23-69117/berhambur-uang-di-jatigede/

Berhambur Uang di Jatigede

'Pak Jokowi Saya Tunggu Bapak di Jatigede'

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150730123054-20-69071/pak-jokowi-saya-tunggu-bapak-di-jatigede/

'Pak Jokowi Saya Tunggu Bapak di Jatigede'Aden Tarsiman (50), warga asli Desa Cipaku, merupakan salah satu sesepuh desa tersebut. Ia mengaku mengetahui seluk-beluk permasalahan pembangunan Waduk Jatigede sejaka awal pembangunan di tahun 1980-an. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti Ahmad)

JakartaCNN Indonesia -- Aden Tarsiman, lelaki berusia 50 tahun asal Sumedang dengan kumis tebal melintang, berupaya melempar ingatannya kuat-kuat tiga bulan ke belakang. Kala itu, ia bersama Danuri warga Desa Sukakersa, Kecamatan Jatigede, Suharyana warga Desa Tarunajaya, dan Yayan Taryana dari Desa Jatibungur, berjalan kaki sejauh 350 kilometer ke ibu kota. Tujuannya: Bertemu Presiden Joko Widodo.

Pada Mei 2015 itu, besar harapan Aden, agar Jokowi -sebutan populer presiden- bisa berkunjung ke desanya: Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, Jawa Barat. Jika Bendungan Jatigede nanti sudah resmi direndam, Desa Cipaku adalah satu dari enam desa yang akan benar-benar hilang tenggelam. Dalam proyek pembangunan Jatigede, nantinya bukan hanya Cipaku yang akan hilang dari peta, ada Desa Desa Wado, Padajaya, Leuwihideung, Cibogo, dan Jatibungur, dari total 28 desa yang terkena dampak.

“Proyek itu terbengkalai berpuluh tahun, karut marut tak keruan,” kata Aden saat bertemu CNN Indonesia di desanya medio Bulan Ramadan Silam. (Baca juga: Siloka Jatigede dan Cerita Soal Bahaya Gempa)

Aden merupakan satu dari ribuan saksi hidup proyek pembangunan bendungan Jatigede. Sejak awal kusutnya proyek pembebasan lahan pada awal 1980-an, hingga hari ini. “Sampai sekarang belum juga beres, banyak lahan yang belum diganti,” kata Aden.

Itu mengapa kemudian merasa pantas untuk bertemu Jokowi. Ia ingin presiden melihat dan merasakan langsung denyut para warga yang kehidupannya terombang-ambing lantaran proyek Jatigede.

“Pak Jokowi, kami ingin bapak datang dan lihat sendiri kondisi disini. Jangan hanya percaya apa kata menteri atau gubernur, lihat kondisinya, tolong,” kata Aden. “Pak Jokowi serius akan menutup pintu air Jatigede 1 Agustus? Tidak mungkin, Pak Jokowi jangan hanya percaya yang dikatakan Aher (Ahmad Heryawan-Gubernur Jawa Barat), atau menterinya, tapi kami mohon datang langsung ke Jatigede, lihat langsung.”  (Fokus: Kisah Tiga Orde Waduk Jatigede)  
Warga Desa Cipaku tengah membakar cemilan khas yaitu opak. Kegiatan itu biasa dilakukan oleh ibu-ibu setempat sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti Ahmad)


Memang sebelumnya, 1 Agustus merupakan tengat waktu yang ditetapkan Jokowi bagi pengampu proyek untuk mulai mengisi waduk dengan air yang mengalir dari Sungai Cimanuk. Namun rupanya itu bakal terhalang dan isyarat dari pemerintah perendaman kemungkinan bakal ditunda. Lantaran apa? Faktor terbesar adalah pembebasan lahan. 

Data yang diterima CNN Indonesia hingga Juli 2015 menunjukkan sedikitnya 10.924 KK masih dalam proses penggantian yang memakan nominal uang penggantian sebesar Rp 740 miliar. Hal itu belum dengan 12 ribu komplain terkait masalah pertanahan dan juga lahan pengganti. Itu semua diluar masalah yang belakangan ramai diperbincangkan. yakni kemunculan rumah-rumah ‘hantu’ tak berpenghuni yang juga tercatat akan menerima ganti rugi.

“Sepanjang saya hidup di sini, orang-orang memanfaatkan kebodohan orang desa. Kami ingin pemerintah perhatikan nasib rakyatnya,” ungkap Aden sambil menggosokan batu akik peninggalan ayahnya di ruang tamu bambu rumahnya, di atas sebuah sofa bututnya. (Baca juga: Penggenangan Waduk Jatigede Terancam Tertunda Lagi) 

Kepala Bagian Umum Satuan Kerja Waduk Jatigede Nindyo Purnomo memastikan jika secara fisik Jatigede sudah siap sebagai bentuk monumental sebuah waduk yang akan mengairi 90.000 hektare pesawahan di wilayah Cirebon, Indramayu dan Majalengka termasuk memberi sumbangan pembangkit listrik sebesar 110 megawatt dengan dua turbin penggerak. Ditemui di kantornya di lokasi waduk Nindyo membenarkan jika 0,25 persen sisa pengerjaan waduk hanyalah berupa peresmian alias penutupan pintu waduk, yang jika benar-benar terjadi akan dilakukan Jokowi 1 Agustus 2015.

“Intinya, kami diinstruksikan 1 Agustus itu sudah tidak ada lagi proyek. 1 Agustus semua kegiatan di Jatigede selesai dan berakhir,” katanya.

Meski ia mengetahui begitu banyak persoalan terkait rencanan penggenangan Jatigede, Namun permasalahan sosial ia sadari bukan ranah pekerjaannya untuk ia tanggulangi, karena ia bertanggung jawab untuk pengerjaan secara fisik Waduk Jatigede.

“Banyak masalah seperti banyak yang ingin pindah tapi masih di desanya sendiri, ada yang meminta untuk disediakan lahan relokasi. Situs-situs peninggalan zaman dahuku pun ada yang meminta direlokasi tapi ada juga yang rela tidak apa-apa dibiarkan tenggelam. Masih ada masalah sebenarnya.” (Baca juga: Warga Bertahan di Desa yang Bakal Tenggelam oleh Jatigede) 

Wakil Bupati Sumedang Eka Setiawan menegaskan pihaknya akan sekuat tenaga memastikan pengenanagan Jatigede berjalan sesuai rencana, 1 Agustus 2015. Meskipun ia menyadari banyak permasalahan yang belum selesai.

Proyek itu terbengkalai berpuluh tahun, karut marut tak keruanAden Tarsiman warga Desa Cipaku, Sumedang. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti Ahmad)
“Kami sempat mengikuti rapat terbatas dengan gubernurm wapres dan pak presiden juga beberapa menteri untuk program Jatigede ini agar digenangi awal Agustus, tentu kami sekuat tenaga akan merealisasikan program itu. Meskipun kami sadari banyak masalah yang tidak mudah di lapangan.”

Kembali ke permintaan Aden. Rupanya tak salah jika para pejabat melawat ke beberapa desa yang terdampak. Sebab puluhan tahun sudah warga di sekitar proyek Jatigede menanti kepastian. (Ikuti pemaparan infografis: Berhambur Uang di Jatigede)

“Presiden sudah mendengarkan menteri, gubernur dan bupati, saatnya presiden mendengarkan dan langsung mendatangi rakyatnya,” kata Aden lantang dengan kumisnya yang melintang.

Siloka Jatigede dan Cerita Soal Bahaya Gempa

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150730114927-20-69064/siloka-jatigede-dan-cerita-soal-bahaya-gempa/

Siloka Jatigede dan Cerita Soal Bahaya GempaBuku Layang Cipaku Darmaraja Sumedang yang berisi cerita leluhur Sumedang, termasuk ramalan mengenai bendungan Jatigede. Konon buku ini dituliskan sekitar tahun 1700-an. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti Ahmad)


JakartaCNN Indonesia -- Dahi Abah Rahmat seketika berlipat. Lelaki berusia 65 tahun yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Desa Sukaratu, Darmaraja, Sumedang itu mengaku terkejut ihwal beredarnya informasi yang menyatakan waduk Jatigede berdiri megah di dekat daerah rawan gempa.

Ya, beberapa waktu lalu tersiar kabar konstruksi waduk Jatigede berdiri di atas salah satu lempeng tektonik aktif atau active fault yakni zona sesar Baribis. Sesar Baribis merupakan lempeng tektonik aktif yang membentang dari wilayah Cilacap di Jawa Tengah hingga ke kawasan Subang, melintasi beberapa daerah Jawa Barat.

Seakan diingatkan satu siloka -cerita Sunda lama, lelaki berusia 65 tahun itu pun megisahkan cerita leluhur Sumedang yang hingga kini masih dipercaya beberapa tokoh dan tetua. (Baca juga: Jatigede dan Tanda Tanya Tak Kunjung Sirna)

“Disini ada kacandran (pepatah) Cipelang Cipangayaman, Cimanuk Mareugih Deui. Walau terdengar mengerikan namun banyak orang sini masih mempercayai hal seperti itu," ujar kepada CNN Indonesia, saat bertemu di Sumedang, medio Ramadan lalu.

Abah mengungkapkan, sejatinya pepatah Cipelang Cipangayaman, Cimanuk Mareugih Deui memiliki arti akan ada suatu masa di mana Sungai Cimanuk dibendung oleh tanggul besar. Lantaran tanggulnya tak cukup kokoh, airnya pun akan kembali mengalir seperti biasa.

Apakah ini sebuah sinyalemen gagalnya proyek Jatigede? "Abah juga tidak tahu. lihat saja nanti,” cetus Abah. 

Meski menjadi pihak yang mendukung pembangunan proyek, ia memperkirakan isu seperti ini akan ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat terdampak. 
Dan benar saja, rumor mengenai keberadaan lempeng tektonik menjadi salah satu isu hangat yang bergulir di tengah penyelesaian pembangunan waduk, selain pembebasan lahan dan ancaman tergenangnya situs-situs bersejarah. 
Pintu air waduk Jatigede dilihar dari bawah tanggul. (CNN Indonesia/


Lantaran berada di atas lempeng tektonik, pembangunan waduk seluas 4.980,3 Hektare itu kembali diisukan bakal mengancam keselamatan warga oleh sejumlah pihak yang tidak terima dengan upaya ganti rugi yang saat ini tengah diproses pemerintah.

“Kalau Abah mengharapkan supaya tanggul nggak jebol. Kasihan juga pemerintah yang sudah keluar banyak uang ganti rugi dan bangun waduk ini,” ujarnya.

Dari penelurusan data yang dilakukan CNN Indonesia, informasi mengenai keberadaan sesar sendiri kembali beredar takkala sejumlah pengajar di Fakultas Geologi, Universitas Padjadjaran melalukan penelitian di kawasan Jatigede. Adalah Emi Sukarsih, Nana Sulaksana, Achmad Sjafrudi, dan Edi Tri Haryanto, empat geolog yang beberapa waktu lalu meneliti pengaruh keadaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Cimanuk yang diketahui menjadi sumber pasokan, terhadap tingkat erosi dan pendangkalan di Waduk Jatigede. (Baca juga: Jatigede: Cerita Panjang Persoalan Pembebasan Lahan)

Dari hasil penelitiannya, Edi menyatakan bahwa DAS di kawasan waduk Jatigede terbentuk dari beberapa struktur geologi yang mengindikasikan wilayah tersebut rawan erosi dan longsor. Akan tetapi, ia mengaku belum dapat memastikan perihal keberadaan sesar aktif di wilayah Jatigede.
Pasalnya penelitian yang dilakukan baru sebatas mendalami karakteristik bentuk DAS Cimanuk dan pengaruhnya terhadap konstruksi Waduk Jatigede. Namun Edi tak menampik bahwa dengan tingginya tingkat intensitas erosi di kawasan hulu sungai akan mengganggu kinerja alat-alat yang dipasang di sekitar waduk.

“Butuh penelitian lebih detil dan rinci kalau memang mau membuktikan bahwa Jatigede berada di kawasan sesar, walaupun di penelitian ini juga mengindikasikan hal tersebut,” ujarnya.

Isu Memanas

Rumor mengenai keberadaan sesar aktif di kawasan Jatigede sendiri kian berkembang tatkla gempa berkekuatan 3,6 skala ritcher mengguncang kota yang dikenal sebagai penghasil tahu tersebut, Minggu (5/7). Mengutip data Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 08.32 dengan Pusat gempa di 4 km sebelah tenggara Kabupaten Sumedang dengan kedalaman 10 km.

Meski gempa tersebut terbilang tak cukup bahaya, informasi sumir ini lagi-lagi menjadi bahan pemberitaan di beberapa media nasional dan lokal jelang pengenangan waduk Jatigede pada 1 Agustus mendatang. (Baca juga: Warga Bertahan di Desa yang Bakal Tenggelam olehJatigede) 

Butuh penelitian lebih detil dan rinci kalau memang mau membuktikan bahwa Jatigede berada di kawasan sesar, walaupun di penelitian ini juga mengindikasikan hal tersebutPengajar di Fakultas Geologi, Universitas Padjadjaran
Yang menarik, kali ini rumor tersebut beredar dan dikemas dalam bentuk infografis yang membuat para awak media dan pembaca dapat dengan mudah mengetahui duduk permasalahan dan kendala yang ada. Tak pelak, gelombang penolakan terhadap peresmian waduk pun kian terkoordinasi dan masif.

Padahal saat ini konstruksi waduk sendiri telah mencapai 99,75 persen. “Sebenarnya kami tinggal tunggu perintah (untuk mengairi waduk Jatigede) karena sejauh ini konstruksi waduk telah selesai. Tinggal dipoles sana-sini sedikit saja jika ada kekurangan,” ujar Ketua Bagian Umum Satuan Kerja unit Bendungan Jatigede, beberapa waktu lalu.

Di tengah beredarnya informasi mengenai Waduk Jatigede yang berdiri di atas lempeng aktif, Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan proyek yang ditaksir menelan dana tak kurang dari Rp 7 triliun akan tetap diresmikan dalam waktu dekat. Ini mengingat pengorperasian waduk akan bermanfaat pada upaya irigasi dalam rangka menjaga cadangan pangan nasional. 

Menyoal potensi gempa yang bisa muncul sewaktu-waktu, Basuki bilang pemerintah meyakni bahwa kontraktor yakni China Sinohdyro dan PT Wijaya Karya (Tbk) telah merancang konstruksi waduk Jatigede dengan mempertimbangkan struktur tanah dan memitigasi bencana yang mengintai. (Baca juga: Penggenangan Waduk Jatigede Terancam Tertunda Lagi) 

“Pasti sudah dihitung. Sekarang (masalahnya) hanya pada pembebesan lahan dan harapannya dialiri mulai Agustus,” tuturnya beberapa waktu lalu di kantornya di Jakarta.

Sejatinya, Abah dan Menteri Basuki memiliki kesamaan agar proyek yang sudah dimulai sejak 1960-an itu segera dioperasikan. Akan tetapi, di area yang akan digenang sana tak kurang dari 11 ribu kepala rumah tangga yang masih enggan beranjak lantaran mereka masih menunggu penggantian uang relokasi dan kerohiman yang sebenarnya bisa selesai asal ada komitmen dari semua pihak. 

Apakah 1 Agustus, penggenangan waduk Jatigede akan benar-benar dimulai?

“Saya rasa tidak bisa. Pak Jokowi harusnya bisa kesini, liat langsung supaya tahu duduk permasalahannya. Siapa yang salah, siapa yang benar, dan siapa yang bermain,” kata Nanang, warga Darmaraja, Sumedang. (Fokus: Kisah Tiga Orde Waduk Jatigede)

Waduk Jatigede Diisi Air Tanpa Jokowi

http://finance.detik.com/read/2015/08/31/102042/3005360/4/waduk-jatigede-diisi-air-tanpa-jokowi

Waduk Jatigede Diisi Air Tanpa Jokowi
Sumedang -Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat hari ini resmi diisi air untuk pertama kalinya setelah molor bertahun-tahun. Acara seremoni penggenangan waduk berlangsung tanpa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang awalnya dijadwalkan akan hadir, terlihat dari spanduk penyambutan di lokasi.

"Saya ditugasi Pak Presiden Jo‎kowi untuk meresmikan penggenangan hari ini," ucap Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).

Basuki tiba di lokasi menggunakan kendaraan dinas bernomor polisi RI 34 sekitar pukul 10.00 WIB. Basuki tampak rapi mengenakan kemeja putih dengan topi berlogo PU.

Tampak kehadiran Basuki disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Duta Besar China untuk Indonesia Sun We De.‎

Kehadiran perwakilan Kedutaan Besar China ini merupakan tanda kehadiran Negeri Tirai bambu tersebut yang turut ambil bagian dalam pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat yang dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 2x55 megawatt (mw) ini.

Sebelumnya, ‎PT PLN (Persero) secara resmi menunjuk perusahaan China Sinohydro Corporation Limited sebagai kontraktorengineering procurement construction (EPC) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Sumedang, Jawa Barat. 

Dalam proyek pembangkit berkapasitas 2 x 55 mw ini, Sinohydro akan menggandeng PTPP Tbk sebagai kontraktor bangunan dengan membentuk perusahaan patungan bernama Deng Xi.‎

Ini 28 Desa yang Akan Tergenang Waduk Jatigede

http://finance.detik.com/read/2015/08/31/100524/3005341/4/ini-28-desa-yang-akan-tergenang-waduk-jatigede

Ini 28 Desa yang Akan Tergenang Waduk Jatigede


Jatigede -Hanya dalam hitungan jam, penggenangan waduk Jatigede akan dilakukan, Senin (31/8/2015). Ada 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Wado, Jatigede dan Jatinunggal yang terkena dampak genangan.

Desa Jemah Kecamatan Jatigede, merupakan desa yang pertama kali digenangi air Sungai Cimanuk. Butuh 18 hari menenggelamkan desa ini. Sementara untuk menenggelamkan 28 desa, butuh waktu sekitar enam bulan.

Dalam peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakat Pembangunan Waduk Jatigede, 28 desa itu disebutkan berada di lima kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Di kecamatan Jatigede ada lima desa yang terendam, yaitu Desa Jemah, Ciranggem, Mekarasih, Sukakersa dan Cijeungjing.

Kecamatan Jatinunggal hanya ada dua desa, yaitu Desa Sirnasari dan Pawenang. Kemudian Kecamatan Wado, Desa Wado, Padajaya, Cisurat, dan Sukapura.

Sementara desa yang paling banyak terendam berada di Kecamatan Darmaraja. Ada 13 desa yaitu Desa Cipaku, Pakualam, Karangpakuan, Jatibungur, Sukamenak, Leuwihideung, Cibogo, Desa Sukaratu, Tarunajaya, Ranggon, Neglasari, Darmajaya.

Di Kecamatan Cisitu, Desa Pajagan, Ciguntung, Cisitu, dan Sarimekar tergenang Bendungan Jatigede.

Rencananya penggenangan akan disaksikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Sekitar 587 polisi mengawal prosesi penggenangan ini.

Sekitar 10.920 kepala keluarga yang rumahnya terkena genangan sudah diberi uang ganti rugi dan dipindahkan ke wilayah baru yang disediakan Pemerintah.

Cerita 'Rumah Hantu' Masih Bermunculan di Waduk Jatigede


http://finance.detik.com/read/2015/08/31/075125/3005198/4/cerita-rumah-hantu-masih-bermunculan-di-waduk-jatigede

Cerita Rumah Hantu Masih Bermunculan di Waduk Jatigede


Sumedang -Ada-ada saja ulah oknum di sekitar Waduk Jatigede yang hari ini resmi akan diisi air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, hingga beberapa hari menjelang pengisisan, ada warga yang sengaja mendirikan rumah di area genangan.

Basuki menjelaskan, oknum warga yang mendirikan rumah baru ini mengincar uang ganti rugi dari pemerintah.

"Sekarang ada rumah baru lho, bayangkan, di Desa Jemaah itu, coba ayo. Teman-teman tidak lihat, ditinggal sebentar, rumah baru muncul minta ganti rugi. Bukannya mau suudzon, tidak. Tapi kenyataannya begitu," ujar Basuki, ditemui saat berbincang santai dengan awak media di Resto Jumbo, Sumedang, Minggu (30/8/2015) malam.

Alasan ini yang membuatnya mengambil keputusan besar, mengapa akhirnya bendungan tetap diisi air, meskipun proses pembayaran ganti rugi belum tuntas dan masih ada warga yang berdiam di lokasi.

Basuki mencatat, hingga Minggu malam kemarin, proses pembayaran uang kerohiman sudah mencapai 90% dari total jumlah warga tercatat mencapai 10.920 kepala keluarga.

"Tapi yang 10% warga mereka bermukim di atas (dataran yang lebih tinggi). Jadi ketika digenangi tahap awal ini tidak masalah bisa jalan terus," ujarnya.

Keputusan penggenangan ini juga, kata Basuki, diambil setelah dirinya malakukan komunikasi dengan Pangdam TNI Siliwangi II.

"Kalau ini ditunda malah memperbesar masalah. Jadi kita harus masuk Pak Menteri harus tutup, ada masalah harus kita selesaikan," ujar Basuki menirukan ucapan Pangdam saat dihubunginya melalui sambungan telpon.‎

Seperti diketahui, jelang masa penggenangan, berbagai aksi penolakan gencar dilakukan oleh segelintir warga. Bukan hanya penolakan, aksi nekat dengan mendirikan 'rumah hantu' pun dilakukan oknum warga dengan tujuan untuk mendapat keuntungan pribadi. Istilah 'rumah hantu' ini karena rumah dibuat non permanen, tujuannya agar dapat ganti rugi saja. Apalagi rumah tersebut tidak berpenghuni.

"Kami pindahkan, anggota TNI diperintahkan Panglima (Pangdam), menyisir membersihkan. Membantu pembongkaran rumah, menyediakan transport. Semua difasilitasi, kalau nggak kita juga salah," pungkasnya.
(dna/dnl) 

Waduk Jatigede siap digenangi, warga tuntut ganti rugi

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/08/150830_indonesia_gantirugi_wadukjatigede





Image captionWaduk itu rencananya akan berada di areal sebesar hampir 4.900 ribu hektar yang meliputi lima kecamatan dan 30 desa di wilayah Sumedang, Jabar.
Pemerintah berencana mulai menggenangi Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (31/08), tetapi sebagian masyarakat di wilayah itu mengaku belum mendapatkan ganti rugi yang layak.
Mahmudin, yang berusia 50 tahun, adalah penduduk di Desa Paku Alam, Sumedang, yang mengaku tidak mendapatkan ganti rugi yang adil.
"Kami kalau mau pindah dari desa ini, harus punya rumah. Nah, uang Rp29 juta yang kami terima, nggak cukup buat beli rumah. Bikin rumah sekarang minimal Rp250 juta," kata Mahmudin, yang mengaku bekerja serabutan, Minggu (30/08).
Dia mengaku dirinya dan teman-temannya tidak bermaksud melawan pemerintah terkait pembangunan waduk Jatigede.
"Kami hanya menuntut hak kami, agar diberi kehidupan yang layak," katanya kepada Wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.
Mahmudin termasuk kategori A yaitu warga yang mendapatkan uang santunan sekitar 29 juta Rupiah, dan bukan kategori B untuk penerima uang tunai rumah pengganti sekitar 122 juta Rupiah.

Kucurkan Rp 741miliar untuk ganti rugi

Waduk itu rencananya akan berada di areal sebesar hampir 4.900 ribu hektaryang meliputi lima kecamatan dan 30 desa, termasuk Desa Paku Alam tempat Mahmudin tinggal.