Jumat, 31 Oktober 2014

HARI REFORMASI GEREJA

Hari ini, 31 Oktober kita memperingati hari reformasi gereja oleh Martin Luther - 31 Oktober 1517.

"SALAM REFORMASI"

LAMPUNG BYARPET

2 hari ini Lampung, konon seluruh wilayah propinsi terjadi listrik byarpet. Akibatnya merembet ke masalah air. Banyak orang kampung mengantri mandi di pompa-pompa bensin.

Pertanyaan saya: mengapa rumahtangga tidak membuat sumur gali tradisional? Sebab saya lihat dari orang-orang yang antri mandi di pompa bensin itu bukan dari kalangan masyarakat miskin. Mereka belanja di mall-mall bisa, masak bikin sumur gali tak mampu. Gengsinya dimana sampai mandinya ngungsi?



Sekalian berolahraga, daripada olahraganya bayar ke fitnes?!

Rabu, 29 Oktober 2014

TEPAT 40 HARI

Tanggal 28 September 2014 ketika saya mengadakan perjamuan suci, saya menumpangkan tangan ke atas kepala anak: Gabriell Silitonga [Gabriell Partogi Feneshine Silitonga]. Ternyata 40 hari setelah penumpangan tangan jatuh pada tanggal 7 November 2014, yakni tanggal ulangtahunnya yang ke-2 tahun.

Inilah anak yang pernah saya beritakan kelahirannya menurut penanggalan Yahudi; 360 hari dihitung dari tanggal perkawinan bapa-ibunya tanggal 13 November 2011.

Nama anak itu berdasarkan ingatan saya: Gabriell Silitonga, jumlah hurufnya = 17, sama dengan jumlah huruf nama bapanya, juga sama dengan jumlah huruf nama ibunya. Masing-masing berjumlah 17 dengan nama tengah dihilangkan berdasarkan nama pada email mereka.

Nama depan bapanya jumlahnya sama dengan nama belakang ibunya, sedangkan nama belakang bapanya sama dengan nama depan ibunya.

Tanggal lahir bapa kalau dijumlah = 5, tanggal lahir ibu = 5, tanggal perkawinan mereka kalau dijumlah = 1, sedangkan tanggal lahir anak kalau dijumlah = 5, sehingga terbaca: Manusia dengan manusia, menjadi satu, lahirlah anak manusia.

5 + 5 = 1 > 5

Gabriell Silitonga, itulah anak yang oleh bapa-ibunya diserahkan kepada TUHAN, supaya menjadi alatNYA.

Selasa, 28 Oktober 2014

BENAR-BENAR BULAN MAUT

Kalau anda mengikuti pemberitaan dari Yahoo Indonesia, bulan Oktober 2014 ini benar-benar meriah dengan berita kematian, selain dari yang sudah saya postingkan: Oktober Maut I, II, III dan IV. Hampir setiap hari terjadi kasus pembunuhan.

ALASAN MENGUCAP SYUKUR

Tanpa susah-susah telah diberitahukan penyakitmu. Tanpa ke apotek telah diberitahukan obatnya, yaitu pikiranmu. Tanpa biaya berobat sepeserpun jika untuk membuat tenang pikiranmu.
 
Jadi, lupakanlah segala bebanmu tapi ingatlah selalu pesan dan perintah TUHANmu. Sebab ada tertulis; beritakanlah Injil baik atau tidak baik kondisinya. Sebab di dunia ini tak pernah ada kondisi yang baik. Setiap hari dan setiap keadaan selalu diburu oleh nafsu kekurangan. Karena itu tak ada artinya sama sekali menunda-nunda.
Bukankah kamu mulai dimeteraikan dalam serba 3; 3 kota, 3 Batak, 3 marga, 3 marga serba "S", dan 3 profesi yang sama? Karena itu segeralah respon ini.

Semoga manfaat. JBU.

Jumat, 24 Oktober 2014

CERDIKLAH SEPERTI ULAR

Kata TUHAN: hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Mengapa anda tak cerdik sama sekali?

APA YANG ANDA PIKIR

Advent adalah sebuah agama. Agama adalah lembaga yang menekankan moral. Lebih-lebih sebagai agama Kristen harusnya menjadi berkat dan teladan kasih sesama. Berkat dan kasih harus terpancar dari gereja ini. Apakah anda setuju?

Advent adalah agama yang melarang orang makan babi[makanan yang diharamkan Imamat 11] dan melarang penggunaan narkotika, serta menganjurkan pola hidup vegetarian. Tapi Advent mendirikan rumahsakit-rumahsakit umum yang berlawanan dengan apa yang dia ajarkan; rumahsakit itu komersial dan mahal tanpa belas kasihan. Rumahsakit itu menggunakan obat-obatan yang mengandung babi dan narkotika, serta hampir dibilang Advent itu tak mempunyai klinik ataupun laboratorium vegetarian.

Pendeta bekerja duniawi dilarang. Tapi organisasi justru berbisnis dan bisnis itu termasuk bisnis yang haram, karena mengandung babi dan narkotika.

Nah, apa yang anda pikirkan tentang hal ini?

KEBENARAN TENTANG PERSEPULUHAN





KEBENARAN
TENTANG
PERSEPULUHAN

(The Truth about Tithe)



Vance Ferrell


Analisis Roh Nubuat
Kapan? Di mana? Bagaimana?
Dari siapa?
Untuk siapa?
Bukan untuk siapa?
Mengapa?
Melalui siapa?



UNTUK KALANGAN SENDIRI
TIDAK DIPERJUALBELIKAN
KEBENARAN
TENTANG
PERSEPULUHAN

(The Truth about Tithe)



Vance Ferrell


Analisis Roh Nubuat
Kapan? Di mana? Bagaimana?
Dari siapa?
Untuk siapa?
Bukan untuk siapa?
Mengapa?
Melalui siapa?


Apa kata Roh Nubuat
tentang perihal yang amat penting
dalam kehidupan anda



Penerjemah : Ni Ketut Mirahayuni
Penyunting: Jimmy W. Senduk

Dari Penyunting


Umat Masehi Advent Hari Ketujuh percaya bahwa mereka sudah dipanggil seca-ra khusus oleh Allah untuk menyiarkan Kabar Baik tentang Kedatangan Kristus yang segera kepada dunia yang sedang bingung dan sekarat ini. “Kepedihan hebat harus dialami untuk menghadapkan masalah ini kepada orang ba-nyak” (Fundamentals of Christian Education, 336), karena Banyak orang sedang pergi dengan arah yang berlawanan dengan terang yang Tuhan su-dah berikan kepada umatNya, karena mereka tidak membaca buku-buku yang berisi terang dan pengetahuan yang di dalamnya ada teguran dan amaran” (3 Testimonies, 254). Oleh karena itu “penipuan yang terakhir dari Setan ialah membuat agar tidak ada faedah apa-apa dari kesaksian Roh Nubuat itu” (3 Testimonies, 255).
“Kita sedang hidup dalam masa paling genting sejarah dunia ini. Nasib orang banyak di dunia ini tidak lama lagi ditentukan. Keselamatan masa depan kita sendiri dan juga keselamatan orang-orang lain, tergantung pada jalan yang kita tempuh sekarang” (8 Alfa Omega, 632). “Saya [E.G. White] melihat bahwa banyak yang melalaikan persiapan yang sangat dibutuhkan dan sedang mengharapkan waktu “penyegaran” dan “hujan akhir” untuk melayakkan mereka berdiri pada Hari Tuhan dan hidup dalam pemandanganNya. Aduh, betapa banyak orang saya lihat tanpa perlindungan pada masa ke-sukaran!” (Maranatha, 242). “Sebagian orang tidak mempunyai pendirian yang teguh. Mereka seperti gumpalan dempul yang bisa dibentuk sesuka hati. Mereka tidak mempunyai bentuk pendirian, sehingga tidak berguna di dunia ini. Ketidaksanggupan dalam membuat keputusan ini, yang adalah kele-mahan, haruslah dikalahkan. Tabiat Kristen sejati tidak akan bisa dipenga-ruhi dan diubah oleh keadaan yang sukar sekalipun. Manusia harus memi-liki kekuatan moral, kejujuran yang tidak rapuh walau disanjung, disogok, bahkan ditakut-takuti” (5 Testimonies, 297). Biarlah kita: “berdiri tegak untuk membela Kebenaran pada saat mayoritas meninggalkan kita, melaksana-kan pertempuran Tuhan pada waktu pahlawan-pahlawan hanya sedikit. Inilah ujian yang harus kita tempuh nanti” (5 Testimonies, 136). “Pria dan wa-nita yang peka terhadap dosa dan benci kepada kejahatan, yang memiliki pandangan mata rohani untuk melihat kekurangan-kekurang-an pekerjaan Allah dan untuk bekerja dengan minat yang tekun dan tidak mementingkan diri serta selalu menyembunyikan diri dalam Yesus... memi-liki roh peribadatan yang praktis, yang memiliki hati nurani yang cepat merasakan adanya bahaya; pria dan wanita yang tidak mau menonjolkan diri dan tidak mau berusaha menyembunyikan cacat jiwa dalam rupa peribadatan; orang-orang yang merasakan kelemahan dan keti-daksempurnaan tabiat, dan yang mau menggantungkan jiwa mereka pada Yesus  Kristus” (Testimonies on Sabbath School Work, 22-26).
            Sebagai umat yang menantikan Kedatangan Tuhan Yesus Kedua kali, Tuhan merindukan agar kita menyadari bahwa “kebutuhan dunia yang terbe-sar ialah manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang jujur dan setia di dalam jiwa, manusia yang tidak takut menye-but dosa dengan nama yang sebenarnya, manusia yang hati nuraninya setia pada Tuhan seperti jarum kompas selalu menunjuk ke utara, dan manusia yang mempertahankan kebenaran sekalipun langit runtuh” (Education, 57).
Agar beroleh kemajuan, dalam setiap jemaat harus terdapat orang-orang yang diharapkan dan dipercaya pada masa yang sukar; orang-orang yang berpendirian teguh seperti baja, orang-orang yang tidak me-mentingkan diri sendiri, yang menaruh minat dan hati mereka terhadap pekerjaan Allah lebih dari pendapat-pendapat ataupun perhatian duniawi mereka” (2 Testimonies, 637).
“Seorang anggota yang mengasihi Kristus dan penuh penyerahan akan berbuat lebih banyak kebajikan di dalam jemaat daripada seratus pekerja yang setengah bertobat, dan tidak disucikan, serta terlalu percaya kepada diri sendiri” (5 Testimonies, 114).
Buku ini tidak dituliskan atau diterjemahkan bagi orang-orang yang tidak merindukan reformasi dan kebangunan rohani. Sesungguhnya, buku ini hanya akan tampak sebagai kebodohan bagi dunia.
            Mohon tidak menggunakan buku ini untuk memaksakannya kepada kelu-arga atau sahabat anda yang belum diperbaharui. Dengarkanlah amaran ini:
            Anda tidak akan mungkin mengubah hati ... Bagi orang-orang yang menjadikan diri mereka sendiri berhala, tidak ada sesuatupun dalam ujian-ujian manusiawi [mis. standar-standar perilaku seperti berpakaian, gaya hidup, musik, hiburan, dll.] harus disampaikan, karena itu hanya akan memberikan mereka alasan untuk melakukan loncatan terakhir ke dalam kemurtadan.” Our Health Message, hlm. 429-430. Terapkanlah prinsip-prinsip da-lam buku ini ke dalam kehidupan anda sendiri.
            Buku-buku yang kami terjemahkan atau tuliskan bukan untuk tujuan ko-mersial. Buku-buku ini adalah salah satu sarana kecil untuk mempersiapkan umat Tuhan menyambut KedatanganNya yang semakin dekat. Semoga berman-faat dan Tuhan memberkati.


Penyunting

Daftar Isi


                                                                       Halaman        
Dari Penyunting . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .             3
1.      Prakata   . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .             6
2.      Sistem Persepuluhan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          9
3.      Definisi dan Penerapan   . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .         41
4.      E.G. White dan Persepuluhan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          59
5.      Surat kepada Watson dan Pekerjaan di Daerah Selatan . .    74
6.      Kesimpulan  . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          93      
7.      Lampiran-lampiran Persepuluhan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .      115


Prakata


Ketika saya melayani di gereja MAHK di Konferens Kalifornia Utara,saya mengajarkan kepada jemaat tentang arti penting persepuluhan. Seka-rang ini, jumlah orang percaya yang selalu saya beri petunjuk, peringat-an, dan informasi yang sangat diperlukan semakin bertambah.
Krisis dalam denominasi semakin membesar, dan kita tahu bahwa kita mendekati akhir zaman. Kita perlu lebih kuat lagi berpegang kepada keyakinan kesejarahan kita, yang ada dalam Alkitab dan Roh Nubuat. Kita melihat banyak di sekitar kita yang terbujuk oleh berbagai ajaran palsu.
Kita sangat perlu membaca tulisan-tulisan yang diilhamkan setiap hari karena hidup kita bergantung kepadanya. Dan kita perlu berdiri te-guh di tengah krisis saat ini, memperingatkan orang di sekitar kita, ter-masuk pimpinan kita, untuk kembali kepada keyakinan dan standar kita yang mula-mula.
Tulisan ini adalah analisis yang terinci tentang sistem persepuluh-an, anda akan menemukan banyak fakta yang mengejutkan. Itulah se-babnya anda perlu membacanya.
“Sistem yang diberikan kepada orang Ibrani tidak pernah dilong-garkan oleh Dia yang memulainya. Bukannya dihapuskan, sistem ini le-bih digalakkan dan diperluas, sebagaimana halnya keselamatan melalui Kristus itu sendiri harus lebih dijelaskan kepada zaman kekristenan.” 3 Testimonies, 393.

Mengapa Kumpulan Tulisan ini baru diterbitkan sekarang?

Sebagian orang percaya bahwa hanya pendeta atau pimpinan gereja yang mampu memutuskan beberapa masalah yang ada dalam buku ini. Namun kenyataannya, kita harus menemukan otoritas di dalam kehen-dak Allah semata yang terdapat dalam Alkitab dan Roh Nubuat.
Pola yang diajarkan dan dipraktekkan oleh Ellen White seharusnya tidak menjadi masalah: bahwa ada cara alternatif untuk mengembalikan persepuluhan—sam-pai pimpinan gereja menentang cara alternatif ter-sebut. Kemudian, Ellen White berbicara tajam, menegur usaha-usaha mereka untuk mengontrol bagaimana persepuluhan harus dikembalikan dan siapa yang harus menerimanya.
Ellen White (dengan tanpa rame-rame) membayarkan persepuluh-annya di luar saluran-saluran gereja yang umum selama lebih dari 30 ta-hun sebelum ia membuka kenyataan ini kepada umum.
Sekarang ini kita mengalami peristiwa yang serupa. Maka masalah ini kembali menjadi perbincangan umum. Hasilnya adalah buku ini.
Dalam suplemen untuk Review yang ditulis oleh Roger Coon,tang-gal 7-9-1991, diterbitkan tulisan yang mengandung penyelewengan fak-ta.
Pada pertemuan akhir tahun Divisi Amerika Utara, Januari 1992, diadakan pemungutan suara bahwa semua independent ministry yang diakui (mis. Voice of Prophecy, Faith for Today, Amazing Facts, Advent-ist Pioneer Missions, Breath of Life, dll.) harus mengembalikan secara diam-diam semua persepuluhan yang diterima kepada kantor konferens di wilayah si pengirim berada! Bentuk penyalahgunaan persepuluhan ini bersifat rahasia dan menipu. Dewan seluruh ministry yang resmi (terma-suk yang disebut di atas) segera memungut suara dan menaati perintah tersebut (lihat Appendix 6: An Improper Council Action dan Appendix 7: The NAD Tithe Misappropiatian Policy).

Ada dua kepalsuan yang terlibat dalam tuntutan yang mengejutkan ini:
1.      Independent Ministries yang disetujui oleh gereja harus mengemba-likan persepuluhan secara diam-diam—bukan kepada si pengirim—melainkan kepada konferens di mana mereka tinggal, dan tanpa memberitahu mereka tentang hal ini.
2.      Para pimpinan gereja telah meyakinkan mereka bahwa dana yang diterima oleh ministries tersebut yang tidak diberi nama “persepuluh-an” dapat disimpan dan digunakan. Independent ministries harus menjelaskan hal ini secara hati-hati kepada pendukung mereka, se-hingga mereka dapat mengirimkan secara rahasia. Haruskah kita memberikan persepuluhan kita kepada sebuah ministry secara sem-bunyi-sembunyi? Kita telah masuk ke zaman yang penuh larangan.

Tanggal 9 Maret 1996,Glyn Parfitt menerbitkan sebuat artikel yang berat di South Pacific Record. Di zaman Ellen White, masalah jalur tidak dikemukakan. Ellen White sendiri tidak banyak bicara masalah itu sam-pai ada usaha-usaha untuk mengontrol cara-cara bagaimana pekerja memperoleh dana. Ini, tentu saja, diikuti dengan aturan-aturan tentang siapa pekerja yang dapat menerima bantuan dan untuk tujuan apa. Pe-mimpin gereja menginginkan agar beberapa aktivitas dihentikan, meski-pun ada permintaan yang mendesak dari Ellen White untuk melakukan sebaliknya.
Di zaman ini, terjadi keadaan yang sama. Posisi Roh Nubuat ten-tang perihal ini telah diselewengkan—menjadi kebalikan dari ajaran Roh Nubuat yang jelas tentang persepuluhan. Kegiatan-kegiatan penempat-an persepuluhan, yang dilakukan Ellen White, dan disarankannya untuk orang  lain, sekarang ini dikutuk secara terbuka dalam artikel-artikel ge-reja; dan diberlakukan aturan yang melarangnya. Maka, buku ini diterbit-kan sekarang. Ini adalah koleksi yang paling lengkap tentang pernyata-an-pernyataan Ellen White. Biarlah dia berbicara. Anda akan heran akan kedalaman dan keluasan konsep-konsepnya.
Ini adalah buku tanya jawab. Mari kita masuk ke pertanyaan beri-kutnya. (Di luar pertanyaan pembukaan, untuk selanjutnya hanya bagian dari Roh Nubuat yang diberi tanda cetak tebal).
“TUHAN menginginkan agar manusia memiliki hubungan langsung dengan Dia. Dalam segala urusanNya dengan manusia, Ia menerapkan prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menim-bulkan rasa tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menimbulkan ra-sa kebergantungan pribadi, dan mengesankan akan kebutuhan tun-tunan secara pribadi. Pemberian-pemberianNya diberikan kepada manusia sebagai pribadi-pribadi. Setiap orang telah dijadikan peng-awal dari kepercayaan-kepercayaan yang kudus; masing-masing harus melakukan kepercayaan ini menurut petunjuk Sang Pemberi; dan masing-masing pelayanannya harus dikembalikan kepada TUHAN.” 7 Testimonies, 176.



SISTEM PERSEPULUHAN


Apakah itu Persepuluhan?

Persepuluhan adalah sepersepuluh dari hasil seseorang, yang adalah milik TUHAN. “Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN. (Imamat 27:30).
Persepuluhan … adalah milik TUHAN. Bentuk ungkapan yang sa-ma digunakan untuk hukum hari Sabat. “Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; (Keluaran 20:10). TUHAN menyediakan untuk DiriNya satu bentuk khusus tentang waktu dan sarana manusia, dan ti-dak seorangpun dapat, tanpa menjadi bersalah, menggunakannya untuk kepentingannya pribadi.” Patriarch and Prophets, 525, 526.

Mengapa TUHAN mengakui persepuluhan sebagai milikNya?

Karena kita adalah milik Allah, dan segala hasil kita hanya datang kare-na berkatNya. Ketika kita membayarkan persepuluhan, kita mengakui kepemilikanNya dengan penuh syukur. Kita menyatakan bahwa TUHAN adalah Pencipta kita dan kita adalah umatNya.
“TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya,dan dunia ser-ta yang diam di dalamnya. (Mazmur 24:1).
“Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikian-lah firman TUHAN semesta alam. (Hagai 2:9). “sebab punya-Kulah se-gala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. (Mazmur 50:10, 11).
“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN,Allahmu,sebab Dia-lah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekaya-an,dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Ulangan 8:18.

Manusia hanyalah penjaga milikNya, bukan pemiliknya.

"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.” Matius 25:14.(1 Korintus 4:7).
“Sistem persepuluhan dan persembahan dimaksudkan untuk mengesankan kepada pikiran manusia tentang kebenaran yang mu-lia—bahwa TUHAN adalah sumber segala berkat bagi ciptaanNya, dan kepadaNyalah rasa syukur manusia ditujukan atas berkat yang baik yang disediakanNya. Patriarch and Prophets, 525.
Sebagai tanda pernyataan bahwa segala sesuatu berasal dari Dia, TUHAN memerintahkan agar sebagian dari berkat kelimpahanNya harus dikembalikan kepadaNya dalam bentuk pemberian dan persembahan. Patriarch and Prophets, 525.

Kapan persepuluhan dimulai untuk pertama kalinya?

Secara umum diyakini bahwa persepuluhan dimulai sejak Abraham.
“Dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya seperse-puluh dari semuanya”. Kejadian 14:20.
Namun sesungguhnya,prinsip persepuluhan,adalah dari Allah Sor-gawi, dimulai dari Adam.
“Sistem persepuluhan tidak dimulai oleh orang Ibrani. Sejak pada mulanya TUHAN mengakui persepuluhan sebagai milikNya, dan pe-ngakuan ini diketahui dan dihormati. Patriarch and Prophets, 526.
“Sistem persepuluhan ditetapkan oleh TUHAN, dan telah dipeliha-ra sejak awal zaman. Abraham, bapa segala orang percaya, membayar-kan persepuluhan dari segala harta miliknya.Para pemimpin Yahudi me-lakukan kewajiban persepuluhan, dan ini adalah benar; namun mereka tidak membiarkan orang-orang melakukan kewajiban itu sesuai dengan keyakinannya, Aturan-aturan yang berubah-ubah diberikan untuk setiap kasus. Persyaratannya menjadi begitu rumit sehingga tidak mungkin lagi dipenuhi. Tidak seorangpun tahu kapan persyaratan tersebut dipenuhi. Sebagaimana yang diberikan oleh TUHAN, sistem ini adalah adil dan masuk akal; namun para imam dan rabi menjadikannya beban yang me-lelahkan.” Desire of Ages, 616-617.

Sistem persepuluhan secara lebih definitif diformulasikan pada zaman Musa.

Sistem persepuluhan dimulai sebelum zaman Musa. Manusia dipe-rintahkan untuk mempersembahkan kepada TUHAN persembahan-per-sembahan untuk tujuan rohani, sebelum sistem yang definitif diberikan kepada Musa, bahkan di zaman Adam. Ketaatan kepada perintah TUHAN ini dinyatakan dalam persembahan-persembahan sebagai ma-nifestasi penghargaan atas belas kasihan dan berkat TUHAN kepada mereka. Ini berlangsung dari generasi ke generasi, dan dilakukan oleh Abraham,yang memberikan persepuluhan kepada Melkisedek,dan imam dari TUHAN yang Mahatinggi. Prinsip yang sama berlaku di zaman Ayub.” 1 Bible Commentary, 1093.
“Ketika orang Israel [sementara di padang belantara bersama Mu-sa] akan dijadikan sebagai sebuah bangsa, hukum persepuluhan dite-tapkan kembali sebagai salah satu hukum ketetapan sorgawi dan  ke-makmuran mereka bergantung kepadanya.”Patriarch and Prophets, 525.
Nama Ibrani untuk persepuluhan adalah Terumoth, yang artinya “sepersepuluh.”

Karena kita bukan orang Ibrani, apakah kita perlu melakukan perse-puluhan?

Pertama, pembayaran persepuluhan mengakui  bahwa TUHAN adalah pemilik kita, Pencipta kita, dan Dialah yang memberi kita kuasa untuk memperoleh kekayaan. Kedua, sekarang ini kita ada pada zaman Kris-tus sebagai Imam,yang lebih mulia dan menjadi pewaris keimaman Mel-kisedek dan Harun. Maka persepuluhan kita sekarang ini diberikan ke-padaNya.
“Di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-la-manya.” Ibrani 6:20.
Karena Kristus mewarisi keimaman Harun dan orang-orang Lewi, yang didukung oleh persepuluhan bangsa Israel, dan karena Kristus menjadi imam dalam urutan Melkisedek, yang menerima persepuluhan dari para bapa sebelum ditetapkannya keimaman orang-orang Lewi, maka logis dan alamiah untuk menyimpulkan bahwa pelayanan di ba-wah keimaman Kristus harus didukung oleh sarana yang sama seperti halnya para imam—persepuluhan dari umat Allah.

Kristus mengatakan bahwa kita harus membayar persepuluhan.

“Sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadil-an dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Matius 23:23.
Persepuluhan yang dibayarkan kepada para pendeta TUHAN di si-ni sesungguhnya dibayarkan langsung kepada Kristus.
“Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.” Ibr. 7:8.

Apakah dosa kita jikalau kita tidak membayarkan persepuluhan?

Kita berdosa karena menipu.

“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi ka-mu berkata:"Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?"Menge-nai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” Mal. 3:8”.

Apakah berkat-berkat yang dijanjikan bagi kita jikalau kita menuruti perintah TUHAN ini?

“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah per-bendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan ba-gimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.” Maleakhi 3:10, 11.
Selalu ada bahaya bahwa kita mungkin berkata dalam hati,  “Ke-kuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.” Ulangan 8:17, Ulangan 8:7-11, Roma 1:19-21. Sementara dalam kenyataannya, TUHANlah yang memberi kita kuasa untuk mem-perolehnya (Ulangan 8:18). Dalam membayarkan persepuluhan, kita mengakui bahwa TUHAN adalah sumber dari “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna.” Yakobus 1:17.
“Beberapa orang, sementara dalam kemiskinannya, memberi de-ngan tulus; namun ketika mereka mendapatkan harta, mereka menjadi kikir.Mereka sangat sedikit memiliki iman karena mereka tidak terus ber-gerak maju sementara harta mereka bertambah, dan memberi untuk TUHAN bahkan dalam pengorbanan.’ 4 Testimonies, 77.
“Setiap jiwa yang  bertobat harus memiliki terang tentang perintah TUHAN mengenai persepuluhan dan persembahan. Semua yang dinik-mati manusia adalah berasal dari tanah pertanian TUHAN yang be-sar, dan Ia senang melihat pewarisNya menikmati hartaNya’ namun Ia membuat perjanjian khusus dengan semua yang berdiri di bawah bendera Pangeran Imanuel yang penuh darah, bahwa mereka harus menunjukkan kebergantungan dan tanggung jawab mereka kepada TUHAN.” Evangelism, 249, 250.

Bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki persepuluhan?

Kadang-kadang perempuan yang suaminya bukan pembayar persepu-luhan sulit mengetahui bagaimana membayarkan persepuluhan. Ia da-pat membayar persepuluhan dari uang yang diberikan untuk pengeluar-an rumah tangga, tetapi ini mungkin juga dilarang. Dalam hal ini, ia da-pat membayarkan persepuluhan dari uang yang diberikan kepadanya sebagai pemberian.
“Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.” 2 Korintus 8:12.

Bagaimana tentang persepuluhan yang belum dibayarkan? (back tithe)?

“Back tithe” adalah persepuluhan yang seharusnya dibayarkan sebelum-nya, namun belum dibayarkan. Ini mungkin dapat mengacu kepada dua keadaan.
Pertama adalah mereka yang baru percaya, dan sebelumnya tidak mengetahui bahwa mereka harus membayarkan persepuluhan. Seorang anggota gereja datang kepada saya, dengan gagasan bahwa ia harus membayarkan semua persepuluhan sejak masa kanak-kanak. Ia baru saja menjadi anggota gereja. Namun saya menemukan dalam Roh Nu-buat bahwa tidak ada peristiwa/contoh bahwa orang-orang ini harus membayar persepuluhan dari tahun-tahun sebelumnya. Baca lagi tulisan  Evangelism di atas. Hanya ketika kita masuk dalam perjanjian kesela-matan dengan TUHAN maka kita harus mengembalikan persepuluhan kepadaNya (lihat Appendix 2: Our Contract with God/ Perjanjian kita de-ngan TUHAN).
Masalah kedua adalah orang Kristen yang diketahui dalam bebe-rapa waktu menghindar dari membayarkan persepuluhan. Orang ini ha-rus melunasi persepuluhan mereka. Berikut ini ada beberapa tulisan.
“Banyak yang telah lama mengabaikan urusan secara jujur kepada Penciptanya. Gagal dalam menyisihkan persepuluhan setiap minggu, mereka membiarkannya menumpuk, sehingga berjumlah besar, dan mereka menjadi sangat enggan untuk membereskannya. Persepuluhan ini menjadi hutang mereka dan digunakan untuk kepentingan sen-diri. Namun ini adalah milik TUHAN, yang telah mereka tolak untuk dimasukkan sebagai milik TUHAN.” Counsels on Stewardship, 96.
“Ketika kamu mengabaikan untuk mengembalikan milik TUHAN, bertobatlah dengan penyesalan jiwa, dan gantilah, supaya jangan kutukNya menimpamu.” Counsels on Stewardship, 98.
“Banyak yang mengaku bahwa mereka tidak membayarkan perse-puluhan selama bertahun-tahun; dan kita tahu TUHAN tidak dapat mem-berkati mereka yang merampok Dia…
“Sementara dosa merampok TUHAN dinyatakan, orang-orang memperoleh pandangan yang lebih jelas tentang kewajiban dan hak isti-mewa mereka dalam hal ini. Seorang saudara berkata bahwa selama dua tahun ia tidak membayarkan persepuluhan, dan ia menjadi putus asa; namun ketika ia mengakui dosanya, ia mulai memiliki pengha-rapan. “Apakah yang harus aku lakukan?” Ia  bertanya.
“Saya menjawab, ‘berikan uangmu kepada bendahara gereja; ini seperti urusan bisnis.’
“Ia menganggap ini permintaan yang agak aneh; namun ia duduk dan mulai menulis, “Untuk semua kekayaan yang saya peroleh, saya berjanji membayarkannya—‘ Ia memandang ke atas, seolah berkata, apakah ini bentuk yang benar menuliskan sebuah catatan kepada TUHAN?
Ya,’ lanjutnya, untuk semua kekayaan yang saya peroleh! Bu-kankah saya telah memperoleh berkat-berkat dari TUHAN dari hari ke hari? Bukankah malaikat telah menjaga saya? Bukanlah TUHAN te-lah memberkati saya dengan segala berkat rohani dan duniawi? Untuk segala kekayaan yang saya terima, saya berjanji membayarkan sejum-lah $571.50 kepada bendahara gereja. Setelah melakukan semua yang dapat dilakukannya dalam hal ini, ia menjadi bahagia. Beberapa hari ke-mudian ia membawa uangnya, dan membawarkan persepuluhannya ke-pada bendahara. Ia juga memberi sumbangan Natal sebesar $125. Seo-rang saudara yang lain memberi uang sebesar $1000 dan membayar-kannya beberapa minggu kemudian; dan yang lain memberi sejumlah $300.” Counsels on Stewardship, 95-96.
“Seorang saudara, yang tampak seperti seorang bangsawan, dele-gasi dari Tasmania, datang kepada saya dan berkata, “Saya senang mendengar anda berbicara hari ini tentang persepuluhan.Saya tidak me-ngetahui bahwa hal ini sangat penting. Saya tidak berani mengabaikan-nya lagi.’
“Ia sekarang sedang menghitung jumlah persepuluhannya selama 20 tahun terakhir, dan berkata bahwa ia akan membayarkannya sesege-ra mungkin, karena ia tidak mau tertulis dalam buku sorga bahwa ia te-lah menipu TUHAN ketika bertemu di saat pengadilan nanti.” Counsels on Stewardship, 96-97.
Dalam beberapa kasus lainnya, yang dapat kita lakukan adalah memohon pengampunan kepada TUHAN, dan segera mulai melakukan yang benar dalam hal mengembalikan persepuluhan.
“Betapa banyak engkau berhutang kepada TUHAN-ku?’ jikalau ka-mu menolak berurusan secara jujur dengan TUHAN, saya memohon ke-padamu untuk memikirkan kekuranganmu, dan jikalau mungkin, mem-perbaikinya. Jikalau ini tidak dapat dilakukan, dengan pengakuan yang rendah hati berdoalah agar TUHAN demi Kristus mengampuni hutang-hutangmu yang besar. Mulailah sekarang untuk bertindak sebagai orang Kristen. Jangan berdalih untuk tidak mengembalikan milik TUHAN. Sekarang, sementara suara merdu belas kasihan masih terdengar, sementara belum terlambat untuk memperbaiki kesalahan, sementara masih disebut hari ini, jikalau kamu mendengar suaraNya, ja-ngan keraskan hatimu. Counsels on Stewardship, 99-100.
Sepanjang perjalanan sejarah bumi, kita berkewajiban untuk mem-bayarkan persepuluhan. Oh, betapa berkat yang kita terima karena telah melakukannya!
“Saudara-saudari, jikalau TUHAN telah memberkati kamu dengan sarana, janganlah menganggapnya sebagai milikmu. Anggaplah itu se-bagai milikmu dalam iman kepada TUHAN, dan berlakulah jujur dan benar dalam membayarkan persepuluhan dan persembahan.”Coun-sels on Stewardship, 78.
“Banyak yang menyayangkan jumlah yang dibayarkan orang-orang Israel karena diperintahkan untuk membayar secara sistematis, di samping memberi persembahan secara sukarela setiap tahun. TUHAN yang Maha Bijaksana mengetahui sistem kebajikan yang terbaik yang sesuai dengan  pemeliharaanNya, dan telah memberi umatNya petun-juk-petunjuk. Telah terbukti selalu bahwa sembilan persepuluhan adalah lebih berharga bagi mereka daripada persepuluhan yang ke-sepuluh.” 3 Testimonies, 546.
“Kewajiban adalah kewajiban, dan harus dilaksanakan demi kewa-jiban itu sendiri. Tetapi TUHAN memiliki belas kasihan kepada kita da-lam keadaan kita yang berdosa, dan memberi janji bersama dengan pe-rintah-Nya. Ia meminta umatNya untuk menguji Dia, dengan mengata-kan bahwa Ia akan memberi upah atas penurutan  dengan berkat-berkat yang terkaya. Ia mendorong kita untuk memberi kepadaNya, de-ngan menyatakan bahwa jumlah yang dikembalikan kepada kita akan sesuai dengan pemberian kita kepadaNya. “Ia yang menabur banyak akan menuai banyak.’ TUHAN tidak jahat sehingga akan melupakan pe-kerjaan dan usaha kasihmu.
‘Betapa lembut, betapa benar TUHAN kepada kita! Ia telah mem-berikan Kristus bagi kita sebagai berkat yang termulia. Melalui Dia TU-HAN telah memberi persetujuan tentang perjanjian yang dibuat dengan kita.” Counsels on Stewardship, 91.

Apakah ada pernyataan-pernyataan lain yang membantu kita me-mahami arti penting persepuluhan?

“Rencana TUHAN tentang sistem persepuluhan adalah indah dalam ke-sederhanan dan keadilannya. Semua dapat berpegang kepadanya dalam iman dan keberanian, karena itu berasal dari TUHAN. Di da-lamnya dipadukan kesederhanaan dan pemanfaatan, dan tidak di-butuhkan pemahaman yang mendalam untuk mengerti dan melak-sanakannya. Semua dapat merasa bahwa mereka dapat mengambil bagian dalam memajukan pekerjaan keselamatan yang sangat berhar-ga. Setiap pria, wanita dan orang-orang muda dapat menjadi bendahara TUHAN, dan menjadi agen untuk memenuhi kebutuhan perbendahara-an. Kata seorang rasul, “Biarlah masing-masing dari kamu menyisihkan hartamu, sebagaimana TUHAN telah memberkati engkau.’” 3 Testimon-ies, 388, 389.
“Sistem yang diberikan kepada orang Ibrani tidak pernah dilong-garkan oleh Dia yang memulainya. Bukannya dihapuskan, sistem ini le-bih digalakkan dan diperluas, sebagaimana halnya keselamatan melalui Kristus itu sendiri harus lebih dijelaskan kepada zaman Kekristenan.” 3 Testimonies, 392, 393.
 “Sistem persepuluhan yang istimewa ini didirikan di atas prinsip yang kekal seperti halnya hukum-hukum TUHAN. Sistem persepuluhan ini adalah berkat bagi orang Yahudi; jikalau tidak demikian tentu TUHAN tidak akan memberikannya kepada mereka.Maka demikianlah juga akan menjadi berkat bagi mereka yang melakukannya hingga akhir zaman.” 3 Testimonies, 404, 405.
“TUHAN mengharapkan dari kita tidak lebih dari apa yang diharap-kanNya dari umatNya di zaman dulu. Ia mengaku persepuluhan adalah milikNya, dan ini harus selalu dianggap sebagai simpanan yang kudus, yang harus diserahkan ke perbendaharaan TUHAN demi pekerjaanNya. Ia juga meminta pemberian sukarela dan persembahan syukur dari kita. Semuanya harus dipersembahkan bagi pekabaran Injil hingga ke ujung dunia.” Christ’s Object Lessons, 300.
“Kebutuhan untuk pekerjaan ini dihadapkan kepada kita; perben-daharaan yang kosong memohon bantuan dari kita. Satu dollar saat ini lebih berharga bagi pekerjaan TUHAN daripada sepuluh dollar di masa depan.” 5 Testimonies, 732.
“TUHAN memanggil umatNya untuk memberiNya sarana yang telah dipercayakanNya kepada mereka, supaya lembaga-lembaga di-dirikan di ladang-ladang yang terabaikan yang siap dipanen.Ia memang-gil mereka yang memiliki uang di bank supaya diedarkan. Dengan mem-beri milik kita untuk melanjutkan pekerjaan TUHAN, kita menunjukkan secara praktis bahwa kita mengasihi Dia sebagai yang terutama, dan mengasihi sesama sebagaimana kita mengasihi diri sendiri.” 7 Testi-monies, 56.
“Dosa dunia saat ini adalah dosa yang sama yang membawa ke-pada kebinasaan bagi bangsa Israel. Tidak ada rasa syukur kepada TUHAN,mengabaikan kesempatan dan berkat-berkat,penggunaan pem-berian TUHAN secara egois … membawa kehancuran kepada dunia se-karang ini.’ Christ’s Object Lessons, 302.
“Kristus menetapkan bagi manusia pekerjaan pekabaran Injil. Na-mun, sementara sebagian maju berkhotbah, Ia memanggil yang lain un-tuk menanggapi tuntutanNya atas persepuluhan dan persembahan un-tuk mendukung pelayanan dan untuk menyebarkan kebenaran ke selu-ruh negeri.” 4 Testimonies, 472.
Tuhan telah menjadikan kita penatalayan-penatalayanNya. Ia telah memberi kita sarana di tangan kita untuk dibagikan dengan setia. Ia meminta kita untuk mengembalikan milikNya, Ia telah memperuntuk-kan persepuluhan sebagai bagian yang kudus untuk digunakan dalam penyebaran Injil ke seluruh penjuru dunia.” 9 Testimonies, 51.
“Penyisihan persepuluhan dari semua hasil bagi TUHAN, apakah dari kebun atau ladang, ternak peliharaan, pekerjaan yang melibatkan pemikiran dan tangan; persembahan persepuluhan kedua untuk orang miskin dan penggunaan kasih lainnya akan menyegarkan umat TUHAN tentang kepemilikan TUHAN atas segala hal dan tentang kesempatan menjadi saluran-saluran berkatNya.” Education, 44.
‘Di samping persepuluhan, TUHAN menuntut kita buah-buah su-lung dari segala hasil. Ini disediakan supaya pekerjaanNya di bumi ini dapat berlangsung. Hamba-hamba TUHAN tidak boleh dibatasi dalam persediaan. Pekabar-pekabar InjilNya tidak boleh terhalangi dalam pe-kerjaan menyebarkan Firman kehidupan.” 6 Testimonies, 384.
“Dalam setiap pernyataan dari zaman Adam hingga zaman kita, TUHAN telah mengakui kepemilikan atas manusia, kataNya: Akulah pe-milik alam semesta yang sah, maka sisihkanlah bagiKU buah-buah su-lungmu, bawalah persembahan kesetiaan, serahkanlah milikKu kepada-Ku, dan akuilah kedaulatanKu, dan kamu akan bebas untuk menyimpan dan menikmati kekayaanKu, dan berkat-berkatKu akan menjadi bagian-mu.’ 4 Testimonies, 477.
“Apakah manusia ingin mengamankan harta miliknya? Biarlah ia meletakannya di tangan yang membawa salib. Apakah manusia ingin menikmati hartanya? Biarlah ia menggunakannya untuk memberkati orang miskin dan menderita. Apakah mereka ingin bertambah kaya? Bi-arlah mereka mencari masukan ilahi.“HormatilahTUHANmu dengan har-tamu dan buah-buah sulung dari hasilmu.’” Acts of the Apostles, 345.
“Mereka yang menganggap bahwa menahan dari TUHAN adalah keuntungan pada akhirnya akan mengalami kutukanNya sebagai akibat dari merampok TUHAN. Tidak ada sesuatupun, kecuali ketidakmampu-an membayar persepuluhan, dapat menjadi alasan untuk tidak segera melakukan kewajiban ini kepada TUHAN. Sikap acuh tak acuh dalam hal ini menunjukkan bahwa kamu buta dan tertipu, dan tidak layak me-nyandang nama Kristen.” 4 Testimonies, 476.
“Semasih kebenaran maju terus, tuntutan TUHAN kepada manu-sia untuk memberi apa yang telah dipercayakannya untuk tujuan terse-but. TUHAN, Pencipta manusia, dengan melembagakan rencana keba-jikan secara sistematis, telah menjadikan pekerjaan itu ditanggung ber-sama secara adil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Setiap orang harus mengukur kemampuan dirinya,dan memberi sesuai dengan kehendak hatinya.” 4 Testimonies, 469.
“TUHAN merancang bahwa latihan kebajikan adalah murni bersifat sukarela,--tidak membutuhkan pendekatan yang pandai untuk menam-bah simpati. “TUHAN mengasihi pemberi yang sukacita.’ Ia tidak senang dengan perbendaharaan yang dipenuhi oleh persediaan yang dipaksa-kan. Rencana keselamatan dilakukan sepenuhnya secara sukarela oleh Penebus kita, dan Kristus menginginkan bahwa segala kebajikan kita hendaknya berupa persembahan dengan kehendak bebas.” 3 Testimon-ies, 413.

Bagian manakah dari penghasilan kita yang dikenai persepuluhan?

Kehidupan modern bersifat kompleks sehingga ini menjadi pertanyaan yang masuk akal. Jawabannya diberikan dalam Alkitab.
“Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." Kejadian 28:22.
“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah,baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
“Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persem-bahan kudus bagi TUHAN.” Imamat 27:30, 32.
Apakah yang harus kita kenai persepuluhan? Kita harus memba-yar persepuluhan dari (1) semua yang diberikan TUHAN kepadamu; yai-tu (2) semua yang “lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung.”
Dalam pandangan banyak orang, ini adalah jawaban apakah me-reka harus membayarkan persepuluhan dari pajak penghasilan dan ta-gihan jaminan sosial. Ini tidak “lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung.” Pada saat itu, kita tidak menerima uangnya. Kita tidak dapat membelanjakannya.
Bagaimana jikalau di kemudian hari kita menerima pengembalian pajak atau menerima dana pensiun? Maka, pada saat itu, kita memba-yarkan persepuluhan dari uang tersebut, karena itu menjadi milikmu.
(Pandangan lain mengatakan bahwa semua penghasilan kotor ke-luarga,termasuk pajak yang ditahan,harus dikenai persepuluhan.TUHAN akan menuntun kita tentang apa yang  harus kita lakukan.)

Apakah artinya ‘pertambahan’ (increase)?
Ketika masih melayani di MAHK Kalifornia Utara beberapa tahun yang lalu, saya pernah berbicara dengan seorang pendeta di distrik sebelah. Ia mengatakan bahwa ia hanya membayar persepuluhan sebesar $40 atu $50 sebulan! Saya bertanya mengapa, dan ia mengatakan bahwa ia hanya membayar persepuluhan dari “pertambahan” saja. Ia menafsirkan istilah ini sebagai jumlah yang tersisa setelah semua tagihannya diba-yarkan!Jelaslah, konsep seperti ini tidak masuk akal. Orang ini mengem-balikan kepada TUHAN bagian yang sangat kecil dari persepuluhan yang seharusnya.
Kata ‘pertambahan’ secara jelas berarti meliputi lebih dari apa yang tertulis dalam daftar gaji. Masalahnya adalah orang lebih mudah membayangkan semua yang ia terima, semua pendapatannya, adalah apa yang terdapat dalam daftar gaji tersebut.
Banyak… yang tidak memberi seperduapuluh dari pendapat-an mereka kepada TUHAN, dan banyak yang memberi jauh lebih sedi-kit dari itu; sementara ada kelompok besar yang merampok TUHAN me-lalui persepuluhan yang sedikit, dan yang lain hanya memberi perse-puluhan saja.
“Jikalau semua persepuluhan jemaat kita masuk ke dalam perben-daharaan TUHAN sebagaimana seharusnya, berkat-berkat akan diteri-ma sehingga persembahan dan pemberian demi tujuan yang kudus akan berlipat sepuluh kali,sehingga saluran antara TUHAN dan manusia akan tetap terbuka.” 4 Testimonies, 474.
Kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu tentang butir ini; per-sepuluhan harus dibayarkan dari pendapatan, bukan keuntungan bersih setelah semua tagihan dibayarkan! Berikut ini ada beberapa bacaaan yang perlu dipertimbangkan:
TUHAN meminta persepuluhan dan persembahan dari hasil pen-dapatan (4T 474). Persepuluhan itu adalah sepersepuluh dari pendapat-an (GW 222; Ev 250). Persepuluhan dari penghasilan adalah milik TUHAN yang kudus (CS 66, 82). Persepuluhan harus diasingkan seba-gai dana terpisah dari penghasilan (CS 81, caw 130.)

Berapa besar persepuluhan yang harus dibayarkan?

Sepersepuluh dari penghasilan. Namun, yang terbaik adalah menambah dari jumlah tersebut. Misalnya, jika persepuluhan anda adalah $53.45, akan lebih baik jika anda membulatkannya ke atas menjadi $54.00. Akan lebih baik lagi jika kita membulatkan menjadi $55.00 atau lebih. Mengapa harus demikian?
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang mengatakan teori-nya bahwa seeorang tidak perlu membayar persepuluhan lebih dari jum-lah yang pas, karena itu akan menjadi persepuluhan ‘yang tidak jujur.’ Menurut saya, ini adalah konsep yang bodoh; mengapa?
Pertama, Pencipta kita mencurahkan berkat-berkat yang begitu besar kepada kita, sehingga kita tidak perlu bersungut-sungut dalam mengembalikan kepadaNya. Air dari langit, bunga-bunga, tanaman, dan burung-burung dan semua yang ada di sekitar kita tak ternilai harganya. Rencana keselamatan adalah tak ternilai.
Kedua, hampir semua dari kita menerima lebih banyak penghasil-an daripada yang kita persepuluhkan. Bagaimana mungkin? Masalah-nya adalah kita tidak memperhitungkan betapa besarnya pendapatan ki-ta. Seorang teman memberi sayur-sayuran segar. Kita memetik tomat dari kebun dan membawanya pulang. Kita memotong kayu untuk kayu bakar. Semua ini adalah pendapatan tambahan. Ini semua “lewat di ba-wah tongkat gembala.”
Orang akan berkata bahwa ini terlalu rumit! Namun Yesus menga-takan untuk membayar pesepuluhan dari hal-hal tersebut. “…persepu-luhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang ter-penting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Matius 23:23.
Jadi apa jalan keluarnya? Sederhana saja, hitung dan lebihkan ke-tika membayar persepuluhan.Tambahkan saja $5, $10atau $15. Bagai-mana kita tahu apakah itu cukup?
Duduk dan hitung berapa banyak tambahan masuk selama musim dingin dan selama musim panas. Lalu tambahkan, dengan penyesuaian bergantung musim dan kesempatannya.
Kita diajarkan untuk “menjaga hari Sabat dari ujung ke ujung.” Kita harus melakukan hal yang sama untuk persepuluhan yang kudus ini.Se-perti hari Sabat, persepuluhan adalah bagian yang kudus yang menjadi milik TUHAN. Kita harus yakin bahwa kita sudah membayarkan cukup.
TUHAN memberikan sembilan persepuluh kepada manusia, se-mentara Ia menuntut sepersepuluh untuk tujuan yang kudus, seperti Ia memberikan enam hari bekerja dan memelihara hari ketujuh bagiNya. Karena, seperti hari Sabat, sepersepuluh dari pendapatan adalah kudus; TUHAN telah menyisihkannya bagiNya.” 3 Testimonies, 395.
“Tentang jumlahnya, TUHAN telah menyebutkan sepersepuluh da-ri penghasilan. Hal ini kembali kepada hati nurani dan kebajikan ma-nusia, yang penilaiannya tentang sistem persepuluhan haruslah tanpa paksaan. Sementara terserah kepada hati nurani, sebuah renca-na yang cukup pasti telah dirancang bagi semua. Tidak perlu ada pe-maksaan.” 3 Testimonies, 394.

Kapankah persepuluhan harus disisihkan dari penghasilan?
Persepuluhan harus disisihkan dari penghasilan segera setelah kita mu-lai membagi-bagi untuk memenuhi kebutuhan kita. Persepuluhan harus diambil terlebih dahulu, sebelum uang dialokasikan untuk tujuan lainnya.
Persepuluhan “dari bagian teratas”, begitu istilahnya, hanya dapat digantikan dengan menambahkan seperlima atau sepersepuluh dari jumlah yang digantikannya.
“Tetapi jikalau seseorang mau menebus juga sebagian dari per-sembahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima.” Imamat 27:31.
“Mengenai segala persembahan persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari segala yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persem-bahan kudus bagi TUHAN. Janganlah dipilih-pilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan janganlah ditukar; jikalau orang menukarnya ju-ga, maka baik hewan itu maupun tukarnya haruslah kudus dan tidak bo-leh ditebus." Imamat 27:32, 33.
TUHAN bukan saja mengakui persepuluhan sebagai milikNya, Ia juga mengatakan bagaimana itu harus disisihkan bagiNya. TUHAN ber-firman,”Muliakanlah TUHANmu dengan hartamu,dan dengan buah-buah sulung dari segala penghasilanmu.’ Ini tidak mengajarkan bahwa kita menggunakan sarana kita untuk diri sendiri, dan membawa kepada TUHAN sisanya, meskipun itu adakah persepuluhan yang jujur. Biarlah bagian untuk TUHAN disisihkan pertama.” Review, 4 Februari 1902.
          “Kita tidak boleh menyisihkan bagi TUHAN apa yang tersisa dari penghasilan kita setelah semua kebutuhan nyata dan tidak nyata kita dipenuhi; akan tetapi sebelum seluruh bagian digunakan, ki-ta harus menyisihkan apa yang telah dikhususkan TUHAN sebagai mi-lik-Nya.’ Counsels on Stewardship, 81.
          “Banyak orang akan memenuhi semua permintaan dan kewa-jiban yang lebih rendah, dan menyisakan bagi TUHAN hanya sisa terakhir, jika masih ada. Jika tidak ada sisa, pekerjaan TUHAN harus menunggu hingga ada kesempatan lain.’ Counsels on Stewardship, 81.
          “Banyak yang tidak mengingat pekerjaan TUHAN, dan dengan ce-roboh menghabiskan uang untuk berlibur, kesenangan, pakaian dan ke-tololan,dan ketika ada seruan untuk memajukan pekerjaan misi di dalam atau luar negeri, mereka tidak memiliki apa-apa untuk diberikan, mereka bahkan telah berhutang.Maka mereka merampok persepuluhan dan per-sembahan milik TUHAN, dan melalui pemanjaan diri sendiri mereka membiarkan jiwa terbuka kepada pencobaan, dan jatuh ke dalam tipu muslihat Setan.” Counsels on Stewardship, 249.   

Apakah ada satu hari khusus dalam seminggu yang disarankan un-tuk tugas ini?
         
Salah satu dari delapan bacaan tentang hari pertama dalam Alkitab me-nyarankan hari terbaik untuk menyisihkan persembahan dan persepu-luhan.“Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh -- menyisihkan sesua-tu dan menyimpannya di rumah.” 1 Korintus 16:2.
          Ini adalah salah satu bacaan yang digunakan dalam pelajaran Al-kitab untuk menjelaskan ketidakkudusan hari Minggu. Beberapa Bible Commentary protestan mengetahuinya, karena, dari konteksnya, baca-an ini saja, yang di dalamnya Paulus menyebutkan hari pertama, tidak ada hubungannya dengan kekudusan hari Minggu; yang dimaksudkan adalah saran untuk menghitung keuangan pada hari Minggu.
          Setelah bekerja sepanjang minggu,gaji sering dibayarkan pada ha-ri Jumat sore. Maka, pada hari Minggu pagi, ia dapat menghitung belan-ja mingguan setelah menyisihkan persepuluhan milik TUHAN terlebih dahulu.
“Petunjuk yang diberikan Roh Kudus melalui rasul Paulus tentang pemberian, memberi prinsip yang juga berlaku untuk persepuluhan: [ku-tipan: 1 Korintus 16:2].
“Dan kapan lagi waktu yang tepat dipilih untuk menyisihkan perse-puluhan dan persembahan kita kepada TUHAN? Pada hari Sabat kita memikirkan kebaikanNya. Dan sekarang, sebelum kita memulai peker-jaan, kita mengembalikan kepadaNya apa yang menjadi milikNya, dan bersamanya juga persembahan yang menyaksikan rasa syukur kita. Ma-ka kehidupan kita akan menjadi khotbah mingguan, yang menyatakan bahwa TUHAN adalah pemilik atas segala milik kita, dan bahwa Ia telah menjadikan kita penatalayan untuk menggunakannya bagi kemuliaan-Nya. Setiap pernyataan kewajiban kita kepada TUHAN akan menguat-kan rasa kewajiban itu. Rasa syukur menjadi semakin mendalam ketika kita menyatakannya, dan sukacita yang dibawanya adalah kehidupan bagi tubuh dan jiwa.” Counsels on Stewardship, 80.

Apakah persepuluhan harus dibayarkan segera?

Persepuluhan, yang telah disisihkan dari penghasilan, harus segera di-bayarkan. Jangan disimpan hingga berbulan-bulan. Namun, kalanya ha-rus dibuat keputusan ke mana persepuluhan itu akan dibayarkan, se-hingga harus menunggu untuk beberapa waktu. Akan tetapi, kita dapat tergoda untuk menggunakan-nya untuk keperluan pribadi jika kita me-nyimpannya.
“Persepuluhan disisihkan untuk mendukung orang yang melayani di dalam Bait Suci.
“TUHAN tidak menuntut lebih dari kita daripada yang dituntutNya kepada umatNya di zaman dahulu.… dalam persepuluhan, dan pem-berian dan persem-bahan, TUHAN telah memberikan ketetapan be-sar bagi pekerjaan ini…
“Ia berkata, Akulah pemilik dunia; alam semesta adalah milikKu, dan Aku menuntut engkau untuk menyucikan bagi pelayananKu buah-buah sulung dari segala yang telah kuberikan kepadamu melalui berkat-berkatKu,. Firman TUHAN mengatakan, ‘Janganlah kamu menunda mempersembahkan buah sulung dari pohon-pohon buahmu.’ ‘Muliakan-lah TUHAN dengan hartamu, dengan buah-buah sulung dari penghasil-anmu.’ Persembahan yang dituntut TUHAN adalah tanda kesetiaan kita kepadaNya.” Counsels on Stewardship, 71-72.
Tidak banyak kutipan yang berbicara langsung tentang konsep ini, bahwa persepuluhan harus dibayarkan segera. Dua pernyataan berikut menyebutkan berbagai sarana yang digunakan selain persepuluhan. Namun sebuah prinsip penting dinyatakan di sini.
“Saya menulis kepadamu pada saat ini, untuk menyampaikan se-buah kebutuhan kita yang besar.TUHAN telah mempercayakan kepada-mu talenta untuk digunakan dan dikembangkan demi kemuliaan TUHAN …Sebuah pekerjaan yang penting dan khidmat harus dilakukan di dunia ini oleh umat TUHAN. Pekerjaan ini diwakili oleh malaikat ketiga yang terbang di langit. Pekabaran malaikat ketiga didahului oleh pekabaran malaikat pertama dan kedua…Pekabaran-pekabaran ini harus disampai-kan kepada seluruh penghuni dunia ini.TUHAN akan segera datang, dan Ia memanggil semua yang telah diberiNya kepercayaan atas dana untuk diinvestasikan dalam pekerjaanNya yang membutuhkan bantuan. Uang TUHAN tidak boleh dikunci di bank-bank dan bangunan dan tanah ketika ada kebutuhan yang begitu besar untuk menyelesaikan pekerjaan ini.” Letter, 10 Juli 1900 (Kress Collection, hlm. 146, 147).
“TUHAN tidak puas dengan keadaan sekarang. Sarana kita tidak boleh ditimbun bertahun-tahun dan tidak disediakan untuk pekerjaan misionaris. Ini dilarang TUHAN. Saya telah diperintahkan untuk menga-jarkan umat agar ekonomis, dan selalu siap memberi sarana mereka un-tuk pekerjaan TUHAN. Jikalau kamu mau memberi seribu dolar, TUHAN menginginkannya; ini adalah milik TUHAN. Jikalau kamu ingin memberi dua puluh dolar, TUHAN menginginkannya. Ladang anggurnya menung-gu untuk digarap.” Buletin General Konferens 1903, 104.

Untuk tujuan apakah persepuluhan digunakan?

Persepuluhan harus digunakan untuk tujuan mendukung pelayanan. Si-apakah yang disebut dengan ‘pelayanan’ yang sejati? Perhatikan lima poin berikut ini:
·            Mereka yang membela dan mengabarkan pekabaran-pekabaran TUHAN yang benar, sebagaimana dinyatakan dalam Tulisan-tulisan Ilham.
·            Mereka membela dan menyampaikan kebenaran-kebenaranTUHAN secara penuh waktu.
·            Orang-orang ini telah dipanggil oleh TUHAN untuk melakukan pe-kerjaanNya, dan panggilan mereka akan dikenali oleh orang-orang yang setia.
·            Orang-orang inilah gembala yang sejati yang berusaha melindungi kawanannya dari ajaran-ajaran palsu. Mereka memperingatkan akan kesalahan dan kesesatan, dan memberi makanan padat/ keras ke-pada ternaknya. Mereka bukan orang-orang upahan yang mendo-rong untuk berdosa, merendahkan standar dan ajaran palsu.
·            Mereka yang berusaha berkhotbah, menerbitkan, dan menguman-dangkan kebenaran-kebenaran istimewa ke zaman ini.

Paragraf berikut adalah ringkasannya:
“Persepuluhan harus digunakan untuk satu tujuan—untuk memelihara pendeta yang telah dipilih TUHAN untuk melakukan pe-kerjaanNya. Persepuluhan harus digunakan untuk mendukung me-reka yang berbicara firman kehidupan kepada umat, dan memikul beban umat TUHAN.” 1Manuscript Release, 188.
“Pendeta-pendeta TUHAN adalah para gembala, yang dipilih TUHAN untuk memberi makan umat-Nya. Persepuluhan adalah per-sediaan TUHAN bagi pemeliharaan mereka, dan Ia merancangkan bah-wa itu harus dikuduskan untuk tujuan tersebut.” 1 Manuscript Release, 189.
          Apakah pekabaran khusus di zaman kita yang harus dikuman-dangkan oleh pendeta-pendeta yang sejati dengan segala cara yang memungkinkan (berkhotbah, mengajar, menerbitkan, dll.)?
Kebenaran yang agung dalam Wahyu 14:12: Dunia perlu diberita-kan, dan umat TUHAN perlu selalu diingatkan—bahwa mereka harus memelihara hukum-hukum TUHAN dengan iman di dalam Yesus Kristus PutraNya. Jika pekabaran ini hilang dalam khotbah-khotbah, tulisan-tu-lisan dan buku-buku,mereka ada orang-orang upahan dan tidak perlu di-dukung dengan persepuluhan.
“Pekerjaan yang paling tulus harus dilakukan saat ini dalam me-nyampaikan pekabaran kebenaran masa kini. Setiap suara sekarang ha-rus diselaraskan; setiap orang beriman harus bersatu untuk mendesak-kan penurutan kepada hukum-hukum yang disampaikan di Sinai. Mari-lah kita bersatu dengan para malaikat di surga dalam menyampaikan kepada umat kita di segala tempat bahwa kita perlu setia dalam memba-yar persepuluhan dan membawa kepada TUHAN pemberian dan per-sembahan secara sukarela.” 5 Review, 20 April 1905.
          Ini bukan masalah rekaan; ini adalah sangat krusial. Para pendeta yang harus kita dukung haruslah mereka yang menghidupkan hidup yang bersih—yang memohon kepada jemaat untuk meninggalkan dosa dengan pertolongan kekuatan dari Kristus dan mengabarkan kepada du-nia, dengan lidah dan pena, tentang perlunya penurutan kepada Sepu-luh Hukum melalui kasih karunia Kristus yang memampukan kita mela-kukannya. Kegelapan menutupi dunia dan kegelapan telah masuk ke dalam gereja.
“Persepuluhan yang telah kamu tahan itu Aku sediakan untuk mendukung hamba-hambaKu dalam pekerjaan membuka Alkitab kepa-da mereka yang berada dalam kegelapan,yang tidak memahami hukum-hukumKu.” 6 Testimonies, 387.

Apakah semua orang harus membayar persepuluhan?

Ketika saya kuliah di Seminari MAHK tahun ketiga, saya bertemu de-ngan seseorang di Takoma Park yang  mengaku dirinya sangat rohani. Ia mengatakan bahwa ia tidak perlu membayar persepuluhan karena ia adalah umat TUHAN yang agung. Jiwa yang malang ini ada dalam tipu muslihat iblis.
Saya mengerti bahwa kamu juga mengabarkan bahwa kita ti-dak perlu membayar persepuluhan. Saudaraku, tanggalkan kasut-mu dari kakimu,’ karena tempat di mana kamu berdiri adalah kudus. TUHAN telah berbicara tentang persepuluhan. Kata-Nya, “Bawalah per-sepuluhanmu ke dalam perbendaharaanKu sehingga ada makanan di dalam rumahKu.’
“Alangkah beraninya jika seseorang berbicara dalam hatinya bahwa saran untuk menahan persepuluhan dan persembahan ada-lah berasal dari TUHAN? Saudaraku,di manakah kamu telah salah me-langkah? O, kembalilah ke jalan yang lurus!” Testimonies to Ministers, 60.
Menipu TUHAN adalah kejahatan yang terbesar yang dapat dipersalahkan kepada manusia; namun dosa ini begitu dalam dan menyebar luas.” Counsels on Stewardship, 86.

Dapatkah anda menjelaskan apa jenis “pendeta” atau pelayanan yang termasuk dalam mereka yang harus menerima persepuluhan?

Para pendeta—Para pendeta adalah termasuk semua yang membela dan mengajarkan Tulisan-Tulisan yang diilhamkan yang diberikan kepa-da manusia dari Surga. Oleh karena itu ada beberapa jenis pekerjaan pelayanan.
“Persepuluhan harus diberikan kepada mereka yang bekerja dalam firman dan doktrin, baik pria maupun wanita.” Evangelism, 492.
TUHAN akan memberitahu umatNya, sehingga mereka akan me-ngetahui apakah seorang pendeta adalah orang upahan atau pendeta yang sejati—yang memberi makan yang sesuai dengan Tulisan-tulisan yang diilhamkan.
“Hanya penyertaan Roh Kudus TUHANlah yang mempersiapkan para pengerja … untuk menjadi pendeta-pendeta bagi umat TUHAN.” 6 Testimonies, 322.

Guru-guru Alkitab—Mereka yang mengajarkan pemahaman yang be-nar akan Firman TUHAN kepada orang-orang muda adalah juga layak menerima persepuluhan.
“Terang telah diberikan secara nyata bahwa mereka yang mela-yani di sekolah-sekolah kita, mengajarkan Firman TUHAN, menje-laskan Alkitab, mendidik para murid tentang TUHAN, harus didukung dengan uang persepuluhan.” Testimonies, 215.

Orang-orang yang mengajarkan Alkitab—Jikalau guru-guru Alkitab dapat dibayar dengan persepuluhan, kita akan berfikir bahwa instruktur-instruktur Alkitab, yang mengajarkan tentang kebenaran masa kini di ru-mah-rumah, mungkin juga layak menerima persepuluhan. Akan tetapi saya tidak menemukan pernyataan yang khusus tentang hal ini.
“Konferens kita harus mengetahui bahwa sekolah-sekolah harus dilengkapi dengan guru-guru Alkitab yang mendalam dan yang memiliki pengalaman Kristen yang mendalam. Talenta pelayanan yang terbaik harus dibawa ke sekolah-sekolah, dan gaji guru-guru ini harus dibayar-kan dari persepuluhan.” 1 Manuscript Releases, 189.
“Saya ingin mengadakan pendanaan untuk membayar perem-puan-perempuan yang setia ini yang adalah pengerja-pengerja yang paling berguna dalam mengajarkan Alkitab. Saya juga dituntun untuk mengatakan bahwa kita harus mendidik lebih banyak pengerja-pengerja untuk mengajarkan Alkitab.” Evangelism, 477.
--Kemudian saya menemukan pernyataan ini. Meskipun saudara tidak mau membayar mereka sama sekali, sangat sedikit sekali dari per-sepuluhan. Firman TUHAN menghapuskan keputusan mereka:
“Ada istri-istri pendeta, … yang mengajarkan Alkitab dan berdoa dengan keluarga-keluarga,membantu dengan cara-caranya sendiri yang sama berhasilnya dengan suami-suami mereka. Wanita-wanita ini mem-berikan seluruh waktu mereka, dan dikatakan mereka tidak menerima apapun dari pekerjaan ini karena suami mereka menerima bayarannya. Saya katakan kepada mereka untuk maju terus dan semua keputus-an akan dibalikkan. Firman TUHAN, “Pekerja berhak mendapatkan upahnya.”Ketika keputusan seperti ini dilakukan, demi nama TUHAN saya akan protes. Saya akan merasa sudah menjadi kewajiban saya untuk mencarikan dana dari uang persepuluhan saya,untuk memba-yar wanita-wanita ini yang melakukan pekerjan yang sama pentingnya dengan pekerjaan yang dilakukan pendeta, dan persepuluhan ini saya akan berikan untuk pekerjaan yang sejenis dengan pekerjaan pendeta.” Spalding Magan Collection (Unpublished Testimonies), 117.

Dokter-dokter yang juga mengajarkan Firman TUHAN—Para dokter yang menggunakan pengobatan sederhana dan tidak beracun untuk menolong orang-orang sambil mengajari mereka tentang kebenaran Al-kitab yang sangat perlu mereka ketahui juga layak menerima persepu-luhan.
“Tidak boleh ada pembatasan antara misionaris kesehatan yang sejati dan pelayanan Injil. Keduanya harus digabungkan, keduanya tidak berdiri sebagai pekerjaan yang terpisah. Ini harus disatukan sebagai ke-satuan yang tidak terpisahkan.” Medical Ministry, 250.
“Sebagian orang yang tidak mengetahui keuntungan mendidik orang-orang muda menjadi dokter, baik untuk tubuh maupun jiwa, me-ngatakan bahwa persepuluhan tidak boleh digunakan untuk mendukung misionaris kesehatan yang membaktikan waktu mereka untuk merawat orang sakit. Menjawab pernyataan seperti ini, saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa pikiran tidak boleh disempitkan sehingga tidak dapat menerima kebenaran dari keadaan tersebut.” Medical Ministry, 245.

Para pendeta yang menyiapkan publikasi—Persepuluhan juga diberi-kan kepada para pendeta yang membela, mengajar dan mengabarkan kebenaran melalui tulisan-tulisan mereka.
“Lembaga-lembaga yang menjadi sarana bagi TUHAN untuk me-laksanakan pekerjaanNya di bumi ini harus dipertahankan. Gereja-gere-ja harus dibangun, sekolah-sekolah didirikan, dan percetakan-per-cetakan harus dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan peker-jaan besar dalam menerbitkan kebenaran yang harus dikirimkan ke seluruh penjuru dunia. Lembaga-lembaga ini diurapi oleh TUHAN dan harus mendapatkan dukungan dari persepuluhan dan persem-bahan yang sukarela. Sementara pekerjaan menjadi lebih luas, sara-na-sarana diperlu-kan untuk memajukannya dalam segala bagiannya.” 4 Testimonies, 464.
Apakah arti dari paragraf di atas? “dukungan” adalah kata kunci. Sehubungan dengan bacaan lain tentang penggunaan persepuluhan yang benar, paragraf di atas tampaknya mengatakan bahwa pekerjaan para pengkhotbah, dalam persiapan dan khotbah di gereja;  para guru Alkitab, dalam persiapan dan pengajaran di sekolah-sekolah; dan para pendeta, dalam persiapan bahan tulisan di percetakan-percetakan, ha-rus didukung dengan persepuluhan.
Jelaslah bahwa para pendeta yang menulis adalah melakukan pe-kerjaan yang sama banyaknya dengan mereka yang memberi pelajaran Alkitab atau melayani jemaat gereja. Kadangkala, penulis menjangkau pembaca yang lebih besar.
“Pena adalah kuasa di tangan-tangan orang yang merasakan kebenaran membakar di altar hati mereka,dan yang memiliki semangat yang cerdas bagi TUHAN, yang selaras dengan penilaian yang nalar. Pena-pena, yang dicelupkan ke dalam pancuran air kebenaran yang murni, dapat mengirimkan berkas terang kepada pendatang kege-lapan di bumi, yang akan mencerminkan sinarnya kembali, dengan di-tambah kuasa baru, dan memberi semakin banyak terang untuk ditebar-kan ke seluruh penjuru.” Life Sketches, 214.
“Penerbitan adalah sarana penuh kuasa untuk menggerakkan pikiran dan hati orang banyak.”  Christian Experience, 225.
Pekerjaan penerbitan adalah sangat penting. Kita diberitahu beru-lang-ulang bahwa buku-buku yang dipenuhi oleh kebenaran adalah “pembicara-pembicara melalui tulisan (silent preachers).” Ada pernyata-an Roh Nubuat (yang belum dapat saya temukan saat ini) yang menga-takan, ketika hanya ada sedikit pengkhotbah,orang-orang beriman harus bersandar kepada penyebaran buku-buku dan literatur untuk menyam-paikan pekabaran kepada banyak orang, baik orang yang seiman mau-pun  bukan.
Sebagai tambahan, kita memiliki pernyataan sebagai berikut:
“TUHAN mengharapkan kepada umatNya yang hidup di zaman sekarang dalam sejarah bumi ini untuk mengabarkan dengan suara dan pena tentang pekabaran terakhir belas kasihan TUHAN kepada dunia, bekerja dengan kuasa Roh Kudus. Ada banyak tempat di mana suara-suara pendeta tidak dapat didengar, tempat-tempat yang hanya dapat dicapai dengan penerbitan kita—buku-buku, tulisan-tulisan, dan traktat-traktat yang dipenuhi dengan kebenaran Alkitab yang dibutuhkan ba-nyak orang.”—The Publishing Ministry, hlm. 281.

Buku-buku dan tulisan-tulisan—Persepuluhan dapat juga digunakan untuk menyampaikan “pembicara-pembicara melalui tulisan” tersebut ke tangan-tangan orang-orang yang sangat membutuhkannya.
“Sementara sebagian orang berkhotbah, Ia memanggil orang lain untuk menjawab pengakuanNya kepada mereka atas persepuluhan dan persembahan yang digunakan untuk mendukung pelayanan dan menye-barkan kebenaran yang dicetak ke seluruh negeri.” 4 Testimonies, 472.
“Penerbitan adalah sarana yang melaluinya banyak orang di-jangkau yang mungkin tidak dapat dilakukan oleh usaha-usaha ke-pendetaan.” Review, 10 Juli 1883.
Mereka yang berkhotbah, dan halaman-halaman cetakan, yang di-penuhi dengan pekabaran-pekabaran yang sangat vital bagi zaman ini, adalah diurapi TUHAN dan harus dimuliakan dengan dukungan kita yang terbaik dan sepenuhnya.
Inilah pernyataan Ilham tentang kuasa pembicara-pembicara me-lalui tulisan tersebut:
“Kita telah tertidur, demikian istilahnya, tentang pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan penyebaran literatur yang disiap-kan dengan baik. Marilah kita sekarang, dengan menggunakan buku-buku dan terbitan berkala secara bijaksana, mengkhotbahkan Firman TUHAN dengan tenaga yang penuh kepastian, sehingga dunia dapat mengerti pekabaran yang diberikan Kristus kepada Yohanes di pulau Patmos. Biarlah setiap kecerdasan manusia yang mengaku nama Kris-tus menyaksikan, Akhir dari segalanya telah dekat; bersiaplah untuk ber-temu dengan TUHANmu.” Review, 30 Julii 1908. (Colporteur Ministry, 145.)
“Pembicara-pembicara melalui tulisan tersebut [misionaris lite-ratur], yang diperkaya dengan bahan-bahan berharga, harus maju dengan sayap-sayap doa, berbaur dengan iman, sehingga dapat melakukan pekerjaan yang diberikan dalam menyebarkan terang ke-benaran kepada orang-orang yang berada dalam kegelapan kesalahan.’ Counsels to Writers and Editors, 111.
          “Penerbitan kita sekarang menuai benih-benih Injil, dan men-jadi sarana dalam membawa sebanyak-banyaknya jiwa kepada Kristus sebanyak Firman yang disampaikan.” Review, 10 Juni 1880.
“Buku-buku akan menjangkau mereka yang tidak dapat di-jangkau dengan cara lain, mereka yang hidup jauh dari pemukiman-pemukiman besar.” Letter 155, 1903 (Colporteur Ministry, 39).
“Doa-doa orang-orang yang ada dalam pekerjaan ini adalah: O TUHAN, jadikanlah kebenaran yang begitu penting ini, menjadi jelas ba-gi pemahaman pikiran-pikiran yang paling sederhana! Semoga malai-kat menemani pengkhotbah-pengkhotbah melalui tulisan ini dan memberkati pengaruh mereka, sehingga jiwa-jiwa dapat diselamat-kan melalui sarana yang sederhana ini!”  1 Testimonies, 592.
Tampaknya, terkadang di tengah krisis yang semakin meningkat—dalam ajaran, standar, dan moralitas dalam gereja—pandangan bagi pe-kabaran Injil adalah tanpa harapan. Namun ini tidak benar. Para peng-khotbah melalui tulisan ini dapat berlipat ganda berpuluh ribu kali dan menyebar di mana-mana. Dan kita mendapat janji bahwa mereka ini akan melakukan pekerjaannya.
“TUHAN akan segera melakukan hal-hal besar bagi kita jikalau ki-ta rendah hati dan percaya di kakiNya. Lebih dari seribu orang akan segera bertobat dalam sehari, sebagian besar keyakinan mereka di-sebabkan karena membaca dari penerbitan-penerbitan kita” Re-view, 10 November 1885. (Colporteur Ministry, 151).
“Dunia harus menerima terang kebenaran melalui pelayanan pekabaran Injil dari kata-kata dalam buku-buku dan terbitan berkala kita.” 9 Testimonies, 61.
“Penerbitan-penerbitan harus dilipatgandakan, dan disebarkan se-perti daun-daun di musim gugur. Pembawa pekabaran melalui tulisan ini memberi pencerahan dan membentuk pikiran ribuan orang di se-tiap negara dan setiap musim.” Review, 21 November 1878. (Untuk in-formasi lebih banyak lihat 1 T 590; 4 T 389, 602; 6T 316; CM 126).
“Kita segera sedang mendekati akhir zaman. Percetakan dan sir-kulasi buku-buku dan tulisan-tulisan yang berisikan kebenaran pa-da masa kini haruslah menjadi pekerjaan kita.” 8 Testimonies, 89.
“Seorang juru kabar dari surga berdiri di tengah-tengah kita, dan ia menyampaikan kata-kata peringatan dan petunjuk. Ia membuat kita da-pat mengerti dengan jelas bahwa Injil kerajaan surga adalah pekabaran yang baginya dunia menuju kebinasaan, dan bahwa pekabaran ini, se-perti yang terdapat dalam penerbitan-penerbitan kita yang sudah dicetak maupun yang akan dicetak, harus disebarkan ke pada orang-orang dekat maupun jauh.” 9 Testimonies, 67 (baca halaman 66-71).

Apakah pekerjaan penerbitan benar-benar penting? Saya kira khot-bah langsung adalah yang terpenting dalam penyebaran pekabar-an?

Pekabaran malaikat ketiga (yaitu pekabaran bahwa kita harus menuruti hukum TUHAN dan melakukannya dengan iman dalam kekuatan dari Kristus) sekarang sedang berkumandang. Inilah pekabaran yang harus disampaikan ke seluruh dunia. Jikalau anda membaca koleksi khusus penulis yang agak lengkap tentang pernyataan-pernyataan dalam Roh Nubuat, anda akan menemukan bahwa puncak terakhir dari pekabaran Injil akan terjadi ketika malaikat keempat datang ke bumi untuk bersatu dengan, dan memberi kuasa besar, kepada pekabaran malaikat ketiga.
Tahukah kamu bahwa kami diajarkan bahwa pekerjaan malaikat ketiga—dan pekerjaan malaikat Keempat—akan dilakukan melalui pe-nyebaran literatur yang berisikan kebenaran! Baca dengan seksama 7 Testimonies, 138-140.
“Penerbitan-penerbitan yang berasal dari tempat-tempat per-cetakan kita harus mempersiapkan orang-orang untuk bertemu de-ngan TUHAN. Di seluruh dunia mereka harus melakukan pekerjaan yang sama seerti yang dikerjakan oleh Yohanes Pembaptis bagi bangsa Yahudi. Ketika Yohanes mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama, demikianlah kita harus mempersiapkan jalan un-tuk kedatangan kedua Juruselamat kita. Rumah-rumah percetakan ki-ta haruslah meninggikan pengakuan atas hukum-hukum TUHAN yang telah diinjak-injak ... secara jelas dan berbeda, mereka harus menunjukkan ketaatan kepada seluruh  hukum-hukum TUHAN…
Lembaga-lembaga percetakan kita harus meninggikan pengakuan atas hukum-hukum TUHAN yang telah diinjak-injak. Berdiri di depan du-nia sebagai pembaharu-pembaharu, mereka harus mengabarkan per-lunya ketaatan kepada seluruh hukum-TUHAN…
Mereka diwakili oleh malaikat ketiga dan diikuti …dalam jum-lah yang besar melalui pernerbitan-penerbitan kita haruslah menye-lesaikan pekerjaan malaikat yang lain [malaikat keempat atau malai-kat yang berseru nyaring] yang turun dari surga dengan kuasa besar dan menggoncangkan bumi dengan kemuliaannya.
“Kita dipanggil untuk membangkitkan umat untuk bersiap mengha-dapi masalah-masalah di hadapan mereka. Kita harus memperingatkan mereka yang  berdiri di tepian kekekalan.”7 Testimonies, 138-140; Great Controversy 449-450.
Pernyataan-pernyataan di atas ditulis ditahun 1902. Kita tidak bo-leh menjadi santai, namun semakin men-desak maju untuk mencetak buku-buku dan tulisan-tulisan, sehingga orang-orang dapat menyebar-kannya!
“Penerbitan-penerbitan yang keluar dari percetakan kita saat ini haruslah bersifat sedemikian sehingga dapat menguatkan setiap tiang-tiang penyangga iman yang ditetapkan Firman TUHAN dan penyataan/ wahyu RohNya.” 9 Testimonies, 69, (1909).
“Kita segera sedang mendekati akhir zaman. Penerbitan dan pe-nyebaran  buku-buku dan tulisan-tulisan yang berisikan kebenaran untuk zaman ini adalah pekerjaan kita.” 8 Testimonies, 89.
Baca Life Sketches, 214-215 tentang ramalan yang akan mengge-tarkan hatimu. Ini berisikan sebuah janji yang mulia, janji yang dapat menjadi bagian anda.
Adalah fakta yang membangkitkan keingintahuan bahwa, ketika mempelajari bacaan-bacaan tentang peristiwa terakhir (dari Hukum Hari Minggu Nasional dan seterusnya) seperti yang dinyatakan dalam Roh Nubuat, anda tidak akan menemukan satu pernyataan apapun tentang adanya struktur organisasi apapun, departemen atau kegiatan setelah Krisis Terakhir dimulai. Ini karena, pada saat itu, denominasi pemelihara Sabat menjadi ilegal (melanggar hukum). Anda tidak akan menemukan apapun tentang konferens, uni, divisi, dan GC, rumah sakit-rumah sakit, atau sekolah-sekolah. Namun satu perkecualian yang mungkin adalah tentang keberlangsungan penyediaan penerbitan sampai penutupan pin-tu kasihan. Tampaknya penerbitan akan dilakukan di lokasi-lokasi yang terkucil (tersembunyi), mungkin di luar kota.
“Marilah kita beriman kepada TUHAN. Dalam nama-Nya marilah kita maju melakukan pekerjaanNya, tanpa menyentak. Pekerjaan yang Dia berikan kepada kita akan menjadi berkat bagi kita…
“Sepanjang pintu kasihan masih terbuka, akan ada kesempat-an bagi tulisan-tulisan (canvasser) untuk bekerja. Ketika denomina-si-denominasi agama bersatu dengan kepausan untuk menekan dan menindas umat TUHAN, tempat-tempat di mana terdapat kebe-basan agama akan dibukakan melalui tulisan-tulisan tentang Injil (evangelistic canvassing).” 6 Testimonies, 478.
Kita tidak akan berharap ini dapat terjadi, jikalau penyebar-penye-bar buku memiliki sumber untuk mendapatkan buku-buku tersebut.
Yang menarik di sini adalah bahwa sepanjang Krisis Terakhir, ha-nya kegiatan-kegiatan kecil dan individual dari umat TUHAN yang dise-butkan: seperti pelajaran Alkitab dari rumah ke rumah, pengobatan ala-mi, penyebaran buku-buku dan tulisan-tulisan, dan kesaksian di penga-dilan negara. Tampaknya tidak akan ada organisasi pemelihara hari Sa-bat, apalagi komite atau fungsi-fungsi seperti itu.
Untuk lebih banyak informasi, baca Seri End-Time bagian 18.
         
Pembangunan-pembangunan gereja—ada masa ketika dianggap per-lu, di wilayah-wilayah yang sangat miskin, untuk menggunakan persepu-luhan untuk menyewa, mengontrak atau membangun fasilitas peribadat-an yang sederhana.
“Ada kasus-kasus perkecualian, ketika kemiskinan begitu mendalam sehingga untuk mendapat suatu tempat peribadatan yang paling sederhana, mungkin perlu digunakan persepuluhan.” 1Manuscript Release, 191.

Baiklah, persepuluhan tidak boleh digunakan untuk apa saja?

Pengeluaran gereja—persepuluhan tidak boleh dipergunakan untuk pe-ngeluaran gereja.
“UmatNya sekarang ini harus mengingat bahwa rumah ibadah adalah milik TUHAN dan harus dipelihara dengan seksama. Namun dana untuk pekerjaan pemeliharaan ini tidak boleh berasal dari per-sepuluhan.” 9 Testimonies, 248.

Pengeluaran-pengeluaran gereja yang insidentil—persepuluhan ti-dak boleh digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran gereja yang insidentil.

Adalah salah kalau menggunakan persepuluhan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran gereja yang insidentil. Dalam hal ini telah ada penyelewengan dari metode-metode yang benar.” Counsels on Ste-wardship, 103.

Kebutuhan-kebutuhan sekolah atau gaji penginjil literatur—perse-puluhan tidak boleh digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah atau mendukung kolportir.
Ada orang yang mengatakan bahwa persepuluhan dapat digu-nakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah. Namun ada yang menga-takan bahwa penginjil literatur dan kolportir harus didukung dari per-sepuluhan. Akan tetapi adalah menjadi kesalahan besar ketika perse-puluhan ditarik dari tujuan penggunaannya yang sebenarnya.” 9Testimonies, 248-249.

Dana orang miskin—persepuluhan tidak boleh dianggap sebagai dana untuk orang miskin.
“Saudaraku, jangan meninggalkan beban orang miskin kepada orang-orang dan lembaga-lembaga di Battle Creek, namun datanglah dengan martabat kepada pekerjaan ini dan lakukan tugasmu. Sangkal-lah dirimu akan beberapa hal dalam rumahmu atau dalam pakaianmu, dan sisihkanlah sebagian untuk orang miskin yang membutuhkan. Ja-nganlah persepuluhan dan persembahanmu kepada TUHAN menjadi berkurang, namun biarlah ini ditambahkan [kepada persepuluhan].” 4Testimonies, 511.

Persepuluhan tidak boleh digunakan untuk menolong orang miskin.
“Persepuluhan diasingkan untuk penggunaan khusus. Persepu-luhan tidak boleh dianggap sebagai dana untuk orang miskin.” Counsels on Stewardship, 103.

Dana kebutuhan pribadi—Persepuluhan tidak boleh digunakan untuk keperluan pribadi ketika dalam keadaan kesempitan.
“Janganlah ada orang yang ketika dalam keadaan kesempit-an, mengambil uang yang telah diasingkan untuk tujuan-tujuan ro-hani dan menggunakannya untuk keuntungannya sendiri, mene-nangkan hati nuraninya dengan mengatakan bahwa ia akan membayar-kannya kembali di masa mendatang.” 9 Testimonies, 247.

Dana bantuan anak sekolah—persepuluhan tidak boleh digunakan se-bagai dana bantuan anak sekolah.
“Semua hal ini harus dilakukan, sebagaimana yang kamu kehen-daki, untuk membantu anak-anak sekolah memperoleh pendidikan… Ketika kamu melihat anak-anak muda, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kemampuan yang menjanjikan, berikan atau pinjamilah sejum-lah yang dibutuhkan, dengan gagasan bahwa itu adalah pinjaman, bu-kan pemberian. Lebih baik demikian. Ketika uang itu dikembalikan, dana ini dapat digunakan untuk mendidik yang lain. Namun uang ini tidak boleh diambilkan dari persepuluhan, melainkan dari dana terpisah la-innya yang disiapkan untuk tujuan tersebut.” 2 Selected Messages, 209.

Kepentingan-kepentingan duniawi—Persepuluhan tidak boleh diguna-kan untuk kepentingan-kepentingan duniawi.
“Jauh lebih baik untuk memotong pengeluaran agar sesuai dengan pendapatan, menahan keinginan-keinginan, dan hidup dengan sarana yang dimiliki dari-pada menggunakan uang TUHAN untuk kepentingan-kepentingan duniawi.”  9 Testimonies, 247.

Bisnis duniawi pribadi—persepuluhan tidak boleh digunakan untuk usaha-usaha bisnis duniawi pribadi.
“Apa yang telah diasingkan menurut Firman TUHAN sebagai milik TUHAN adalah untuk kepentingan Injil dan bukan lagi milik kita. Tidak ada kata lain selain sebuah hujatan jikalau orang mengambil dari per-bendaharaan TUHAN untuk melayani dirinya sendiri atau orang lain da-lam bisnis duniawinya.” 9 Testimonies, 246-247.

Untuk siapakah persepuluhan tidak pernah boleh digunakan?

Kita tidak boleh menggunakan persepuluhan untuk dana orang miskin, uang sekolah, dsb, sebagaimana disampaikan di atas—Namun, jangan, jangan, jangan pernah menggunakan uang persepuluhan untuk memba-yar orang-orang yang tidak beriman (ungodly men) yang gelojoh/rakus, tidak bermoral, atau yang mengajarkan kesesatan yang mematikan! An-da tidak boleh melakukan hal ini agar jiwamu tidak binasa!
Bagaimana cara mengidentifikasi guru-guru palsu? Ia adalah pen-deta-pendeta atau guru-guru yang mengajarkan kepada orang-orang bahwa mereka tidak perlu atau tidak dapat, dalam kekuatan Kristus, me-nuruti hukum-hukum TUHAN.
“Bukankah guru-guru agama membelokkan orang-orang dari tuntutan Firman TUHAN yang jelas? Gantinya mengajar mereka akan ketaatan kepada hukum TUHAN, bukankah mereka mengajar-kan pelanggaran?”  Christ’s Object Lessons, 305.
Guru-guru palsu adalah mereka yang membawa ajaran-ajaran se-sat di hari-hari terakhir.
“Rasul Paulus memperingatkan gereja akan adanya guru-guru pal-su, yang bangkit di dalam gereja dan dianggap benar oleh banyak sau-dara seiman mereka. … Akhir nasib mereka adalah lebih buruk daripada sebelumnya. Karena lebih baik mereka tidak mengetahui jalan kebenar-an, daripada setelah mengetahuinya, lalu berbalik dari perintah yang ku-dus yang diberikan kepada mereka.
“Dengan melihat kembali sejak awal zaman hingga akhir masa, Petrus dilhami untuk memberi garis besar keadaan-keadaan yang akan terjadi di dunia sesaat sebelum kedatangan kedua Kristus. Namun, tidak semua akan diperdaya oleh alat-alat musuh. Menjelang akhir segala se-suatu di dunia, akan ada orang-orang yang setia yang dapat mengetahui tanda-tanda zaman. Sementara sejumlah besar orang yang mengaku beriman akan menyangkal iman mereka melalui pekerjaan mereka, akan ada umat yang sisa yang akan bertahan hingga titik terakhir.” Acts of the Apostles, 535-536.
Sekarang anda mengetahui siapa umat yang sisa tersebut. Mere-ka adalah orang-orang yang tetap setia kepada Tulisan-tulisan yang di-ilhamkan dari TUHAN, kendati ada presentasi ajaran-ajaran sesat yang menarik! Hanya melalui Firman TUHAN kita dapat membedakan yang benar dari yang sesat.
Guru-guru yang mengajarkan kesalahan akan timbul untuk menarik kamu menjauh dari jalan yang sempit dan pintu gerbang yang sempit. Berhati-hatilah dari mereka; meskipun bertopengkan pa-kaian domba, di dalam mereka adalah serigala-serigala yang siap me-nerkam.
Kita tidak dilarang untuk membuktikan mereka melalui perkataan-perkataan dan pekerjaan yang tinggi. Mereka harus dihakimi oleh Fir-man TUHAN. ‘Kepada hukum dan kesaksian TUHAN; jikalau mereka berkata-kata tidak sesuai dengan firman, itu karena tidak ada terang di dalam mereka.” Mount of Blessing, 145.
Orang-orang jahat tersebut berusaha mengatakan kesalahan se-bagai sebuah kebenaran.
“Biarlah semua saudara-saudara kita berhati-hati kepada siapa-pun yang akan menentukan waktu kapan TUHAN akan menggenapi firmanNya tentang kedatanganNya, atau tentang janji-janji lain yang telah dibuatNya memiliki arti penting yang khusus.
Guru-guru palsu mungkin akan tampak sangat saleh bagi pe-kerjaan TUHAN, dan mungkin mengeluarkan sarana-sarana untuk me-nyodorkan teori-teori mereka ke hadapan dunia dan gereja; namun ka-rena mereka mencampurkan kebenaran dan kepalsuan, pekabaran mereka adalah penipuan, dan akan menggiring jiwa-jiwa kepada ja-lan yang salah. Mereka harus dihadapi dan dilawan… Mereka adalah guru-guru palsu dan berusaha keras untuk menjadikan kesalahan seba-gai sebuah kebenaran.” Testimonies to Ministers, 55.
Mereka dengan cerdik memasukkan kesalahan ke dalam pikiran-pikiran orang, yang menarik mereka semakin menjauh dari pengetahuan akan kebenaran. Mereka mengacaukan pikiran-pikiran orang dengan kesalahan-kesalahan mereka yang sangat sulit dikenali.
“Paulus berbicara kepada mereka yang membawa dasar berupa kayu, jerami dan tunggul kayu.Ini semua mewakili mereka yang mem-bawa masuk sesuatu yang bukan kebenaran sebagai sebuah kebenar-an, bahkan pendapat dan karangan mereka sendiri. Pencampuran kesa-lahan-kesalahan ini dengan pekerjaan TUHAN menyebabkan apa yang seharusnya kelihatan jelas dan berbeda di hadapan dunia, menjadi se-kumpulan prinsip-prinsip yang saling ber-tentangan dalam pelaksanaan praktisnya.”  Evangelism, 213-214.
Guru-guru palsu ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk tetap berada dalam dosa-dosamu.
Apakah pekabaran yang dibawa oleh guru-guru palsu ini? Apakah pekabaran itu membawa kamu kepada penghormatan dan takut kepada TUHAN? Apakah ia membawa kamu untuk menyatakan kasih-mu kepadaNya dengan kesetiaan kepada perintah-perintahNya? Jikalau manusia tidak merasakan beban hukum moral; jika mereka meremeh-kan perintah-perintah TUHAN; jikalau mereka melanggar salah satu hukum TUHAN yang paling kecil, dan mengajarkan demikian juga kepada orang-orang, mereka tidak akan memiliki harga diri di ha-dapan surga. Kita akan mengetahui bahwa pengakuan mereka ada-lah tanpa dasar. Mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berasal dari pangeran kegelapan, musuh TUHAN.” Mount of Blessing, 145.
Mereka mengutip dari Alkitab, lalu mengubahnya menjadi kebo-hongan yang tersembunyi.
Tidak boleh ada orang yang menyiksakan kebenaran dengan meletakkan karangan-karangan mistis dan dipaksakan terhadap Firman TUHAN. Maka sebagian orang ada dalam bahaya karena me-ngubah kebenaran TUHAN menjadi sebuah kebohongan.” Evangelism, 213.
Orang-orang seperti ini merampok dari manusia keselamatan dan Kristus yang bagi mereka Dia mati. Begitu bersemangat mereka menik-mati dosa-dosa yang membuai mereka, mereka mengurangi rasa berdo-sa dengan mengabarkan bahwa tidak ada orang yang dapat selamat da-ri dosa. Kembali kepada periuk-periuk daging adalah bukti dari dosa-do-sa yang lebih rahasia dan mendalam yang mereka terlibat di dalamnya.
Akankah para pendeta Injil … memberi teladan untuk kembali kepada periuk-periuk daging Mesir? Akankah mereka yang didukung dengan persepuluhan … membiarkan diri mereka meracuni arus yang memberi kehidupan yang mengalir dalam pembuluh darah mereka me-lalui pemanjaan diri?” 9 Testimonies, 159-160.
Waspadalah akan mereka yang datang kepadamu dengan ‘terang baru’, dan menyatakan bahwa itu adalah kebenaran hanya karena me-reka telah mengutip Ellen White bahwa terang baru akan datang!
Malaikat-malaikat setan sangat bijaksana dalam melakukan kejahatan, dan mereka akan menciptakan kejahatan yang oleh se-bagian orang diakui sebagai terang yang lebih besar, dan akan me-nyatakannya sebagai terang baru dan indah; namun dalam bebera-pa hal mungkin kebenaran ada di dalamnya, itu akan dicampur de-ngan karangan-karangan manusia, dan akan diajarkan sebagai dok-trin hukum-hukum buatan manusia. Jika pernah ada waktu di mana kita harus berjaga dan berdoa dengan sungguh-sungguh, sekaranglah saatnya.
Banyak hal yang tampaknya baik akan perlu dipikirkan seca-ra berhati-hati dengan banyak berdoa; karena banyak sarana musuh yang semu yang menggiring jiwa-jiwa ke jalan yang begitu dekat dengan jalan kebenaran sehingga keduanya akan sangat sulit dibedakan. Na-mun mata iman dapat mengenali perbedaannya, meskipun hampir tidak dapat dikenali dari jalan yang benar.” Evangelism, 590.
Sebagian orang akan mengatakan bahwa Kristus tidaklah ilahi dan kekal atau Roh Kudus itu tidak ada. “Kristus ada sebelum segala sesua-tu ada, Putra TUHAN yang ada tanpa diciptakan (self-existent)… Ten-tang keberadaanNya yang kekal, Kristus membawa pikiran kita kembali ke zaman sebelum ada waktu. Ia meyakinkan kita bahwa tidak per-nah ada saat di mana Ia tidak berada dalam persekutuan yang erat dengan TUHAN yang kekal.” Signs, 29 Agustus 1900.
“Penghibur yang dijanjikan Kristus setelah Ia naik ke surga adalah Roh Kudus dalam segala kepenuhan KEALLAHAN, yang memanifesta-sikan kuasa kasih karunia ilahi kepada semua orang yang menerima dan percaya dalam Kristus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Ada ti-ga oknum yang hidup dalam trio surgawi; dalam nama tiga kuasa besar ini—Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus—mereka yang menerima Kristus dengan iman yang hidup dibaptis-kan, dan kuasa ini akan bekerja sama dengan pelaku-pelaku surga dalam usaha mereka untuk menghidupkan kehidupan yang baru di dalam Kristus.” Special Testimonies, Series B No 7, 63.
Mereka akan mengatakan kepadamu bahwa terdapat kesalahan dalam Tulisan-tulisan yang diilhamkan, dan merekalah, sebagai orang yang bijaksana, yang telah dikirim untuk menjelaskan tentang kebenar-an kepadamu.
“Dengan Alkitab yang terbuka di depan mereka, dan pengakuan bahwa mereka menghormati ajaran yang ada di dalamnya, banyak pemimpin agama di zaman kita sedang membinasakan iman kepa-da Alkitab sebagai Firman TUHAN. Mereka menyibukkan diri de-ngan membedah Firman, memberi pendapat mereka sendiri ten-tang pernyataan-pernyataan yang sudah begitu jelas.
“Ketika Setan telah mengikis iman kepada Alkitab, ia mengarah-kan orang kepada sumber terang dan kuasa yang lain. Maka ia menga-jukan dirinya sendiri. Mereka yang berpaling dari ajaran Alkitab yang be-gitu jelas dan kuasa Roh Kudus yang mendidik, adalah sedang mengun-dang kontrol iblis.” Desire of Ages, 258.
Kita telah diperingatkan sebelumnya tentang krisis yang akan kita hadapi. Pekabaran akan dikumandangkan: “Hanya percaya saja.”
“Kita akan berhadapan dengan segala jenis ajaran-ajaran palsu, dan kecuali jikalau kita mengenal betul apa yang dikatakan Kristus, dan mengikuti petunjuk-petunjukNya, kita akan tersesat. Salah satu ajaran yang paling berbahaya adalah pengudusan palsu. Ajaran lain akan di-sampaikan adalah bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah percaya saja kepada Kristus.” Manuscript, 27, 1886.
Mereka akan mengatakan bahwa kita tidak perlu lagi memelihara Sepuluh Hukum.
“Orang-orang ini mengatakan bahwa hukum-hukum TUHAN telah dihapuskan dengan kematian Kristus. Apakah kita harus memperca-yai mereka, orang-orang yang mengaku dikuduskan, sementara mereka menolak untuk taat kepada TUHAN?Mereka berkata TUHAN telah mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu meme-lihara Sepuluh Hukum; namun apakah TUHAN telah mengatakan hal ini kepada mereka? Tidak, TUHAN tidak berbohong.
“Setan, yaitu bapa segala pendusta, menipu Adam dengan ca-ra yang sama, dengan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak perlu taat kepada TUHAN,dan bahwa ia tidak akan mati jikalau ia melang-gar hukumNya…
“Kita perlu mengetahui sendiri suara apa yang kita hadapi, apakah itu suara TUHAN yang benar dan hidup atau suara si penyesat besar.” Evangelism, 598.
Setan mengatakan bahwa tidak mungkin anak-anak Adam untuk memelihara hukum TUHAN, dan oleh karenanya menuduh TUHAN tidak memiliki kebijaksanaan dan kasih. Jikalau mereka tidak dapat memelihara hukum, maka tentu ada kesalahan pada Si Pem-beri hukum. Manusia yang berada di bawah kekuasaan setan meng-ulang-ulang tuduhan ini melawan TUHAN, dengan meyakinkan orang-orang bahwa manusia tidak dapat memelihara hukum TUHAN.” Signs, Vol 3, hlm. 264.
Kita harus waspada terhadap guru-guru palsu ini! Jangan dekat-dekat dengan mereka; jangan mendukung mereka!
“Malaikat-malaikat TUHAN akan memelihara umatNya sementara mereka menjalankan tugasnya; namun tidak ada jaminan perlindungan tersebut bagi mereka yang dengan sengaja masuk ke wilayah Setan.” Review, 27 Juni, 1882.
“Mereka yang ingin mencari tahu tentang  perkara-perkara yang ti-dak disampaikan dalam Alkitab pada umumnya adalah murid-murid per-mukaan saja dalam hal-hal yang tegas dalam kehidupan praktis sehari-hari. Kita harus menyampaikan kepada dunia apa-apa yang telah dinya-takan oleh TUHAN kepada kita. Kita tidak melakukan kehendak Bapa di surga ketika kita berspekulasi tentang perkara-perkara yang tidak dinya-takanNya kepada kita.” Evangelism, 627.
Masa depan itu adalah sekarang!
Di masa mendatang, segala jenis tipuan akan muncul, dan ki-ta membutuhkan dasar yang kokoh bagi pijakan kita.Kita mengingin-kan tiang-tiang bangunan yang kokoh. Tidak akan ada satu pakupun yang dilepaskan dari apa yang telah dibangun TUHAN. Di manakah kita akan memperoleh keselamatan jika bukan dalam kebenaran-kebenaran yang telah diberikan TUHAN selama 50 tahun terakhir ini?’ Review, 25 Mei, 1905.
Mendengarkan guru-guru palsu, dari minggu ke minggu, adalah berbahaya.
”Teori-teori palsu, yang diulang-ulang, tampak sangat memikat se-karang ini seperti halnya buah pohon terlarang di Taman Eden. Buahnya sangat indah, dan tampak enak dimakan. Melalui ajaran-ajaran palsu banyak jiwa telah musnah.” Loma Linda Messages, 165.
Jangan memberikan persepuluhan anda kepada mereka yang me-rendahkan standar.
Adalah kebijakan yang rendah jikalau kita memberi dukungan dari perbendaharaan TUHAN kepada mereka yang benar-benar mencemari dan mencederai pekerjaan TUHAN, dan mereka yang te-rus menerus merendahkan standar-standar Kekristenan.” 3 Testi-monies, 378.
Waspadalah terhadap mereka yang menolak untuk mengutuk dan menghapuskan kesalahan-kesalahan dalam gereja. Orang-orang upah-an yang cinta damai ini adalah anjing-anjing bisu yang tidak mau meng-gonggong. Mereka lebih tertarik untuk mempertahankan pekerjaan me-reka daripada melayani TUHAN, dengan integritas, sebagaimana pen-deta-pendeta TUHAN untuk melindungi domba-dombaNya.
Ketika kejahatan yang ada tidak dihadapi dan diperbaiki, ka-rena manusia terlalu takut untuk memperingatkan yang salah, atau karena mereka sangat sedikit berminat atau mereka terlalu malas untuk mengurangi kuasa mereka dalam usaha yang tulus untuk menyucikan keluarga atau gereja TUHAN, mereka bertanggung jawab atas keja-hatan yang diakibatkan oleh karena mengabaikan kewajiban mereka.” 4 Testimonies, 516.
“Jikalau tampak ada kesalahan di antara umat TUHAN, dan ji-kalau hamba-hamba TUHAN mengabaikannya, mereka sama saja dengan mempertahankan dan membenarkan si pendosa, dan juga bersalah,dan sudah pasti mereka menerima ketidaksukaan TUHAN; mereka akan menjadi bertanggung jawab atas dosa-dosa orang yang bersalah itu.” 5 Testimonies, 676.
Anda tidak mau CELAKA itu jatuh ke atasmu, yang dikatakan TU-HAN tidak lama lagi akan jatuh ke atas mereka yang mendukung guru-guru palsu dan pendeta-pendeta jahat.
“Ada celaka-celaka yang mengerikan bagi mereka yang meng-ajarkan kebenaran, namun tidak dikuduskan karenanya, dan juga kepada mereka yang setuju menerima dan memelihara orang-orang yang tidak kudus untuk melayani mereka dalam perkataan dan ajar-an.” 1 Testimonies, 261-262.
Apakah saya terlalu memikirkan?Tidak,keadaannya adalah sangat gawat.Kemalangan akan ditimpakan ke atas mereka yang dengan sabar terus menerus mendukung orang-orang seperti itu dalam pelayanan.
“Jikalau TUHAN mengumumkan kebinasaan ke atas mereka yang dipanggil untuk mengajarkan kebenaran dan menolak untuk menurut, kemalangan yang lebih berat akan ditimpakan kepada mereka yang me-nerima pekerjaan yang kudus ini tanpa tangan yang bersih dan hati yang suci. Sebagaimana ada kemalangan bagi mereka yang menga-jarkan kebenaran sementara mereka tidak dikuduskan dalam hati dan kehidupan, demikian juga ada kemalangan bagi mereka yang menerima dan memelihara orang-orang yang tidak kudus dalam ja-batan/posisi yang tidak boleh dipegangnya.” 2 Testimonies, 552.
“Gereja-gereja harus bangkit. Anggota-anggotanya harus bangun dari tidur dan mulai bertanya, Bagaimanakah uang yang kita bawa ke dalam perbendaharaan digunakan? TUHAN menginginkan agar di-adakan penyelidikan yang cermat. Apakah semuanya puas dengan pekerjaan yang telah dilakukan selama 15 tahun terakhir? Di manakah bukti kita bekerja sama dengan TUHAN? Di manakah terdengar di gere-ja doa-doa memohon pertolongan Roh Kudus? Dengan perasaan tidak puas dan putus asa, kita berbalik dari pemandangan tersebut.
“Gereja-gereja dan lembaga-lembaga kita harus kembali ke tem-pat di mana mereka sebelum terjadi kemunduran terjadi, ketika mereka mulai percaya kepada manusia dan usaha mereka sendiri. Bukankah kita telah cukup banyak melihat hikmat manusia? Bukankah kini sa-atnya kita mencari TUHAN dengan ketulusan dan kesederhanaan, dan melayani Dia dengan hati dan pikiran dan kekuatan” Kress Collection, 120.

Definisi dan Penerapan


Ada sejumlah peristilahan khusus dalam persepuluhan yang mung-kin belum jelas bagi beberapa orang: Pada kesempatan ini ada baik-nya mendefinisikan beberapa istilah. Ketidakpastian dalam persepuluh-an dapat disebabkan karena kesalahpahaman tentang makna beberapa kata.

Pendapatan dan pertambahan (income and increase). –Ini dibahas sebelumnya secara terinci. Keduanya berarti uang yang anda terima da-lam bentuk gaji/pendapatan, pemberian, atau pertambahan dalam ben-tuk apa saja. “Pertambahan” sekarang ini memiliki arti yang lebih luas, yaitu semua tambahan yang diterima setiap bulan, di samping gaji/pen-dapatan bulanan. Persepuluhan adalah sepersepuluh dari pendapatan dan pertambahan ini.

“TUHAN mengakui sebagai milikNya sepersepuluh dari pendapatan mereka, baik yang banyak maupun sedikit.” Evangelism, 250-251.

“Pengudusan bagi TUHAN persepuluhan dari semua pertambahan ... akan menyegarkan ingatan orang-orang tentang kepemilikan TUHAN atas segala sesuatu dan kesempatan bagi mereka untuk menjadi salur-an-saluran berkat TUHAN.’ Education, 44.

Di samping persepuluhan, TUHAN menuntut buah-buah sulung da-ri semua pertambahan kita. Ini disediakanNya agar pekerjaanNya di bumi mendapat pemeliharaan yang berlimpah.” 6 Testimonies, 384.

Harta milik (possessions)—Ini adalah jumlah keseluruhan dari apa yang anda miliki. Ada satu dua referensi tentang  gagasan bahwa perse-puluhan harus dibayarkan dari harta milik. Ini mungkin mengacu kepada orang yang baru mulai membayar persepuluhan.Namun ada sedikit pen-jelasan selanjutnya.

“Sebagaimana Abraham, mereka harus membayarkan persepuluhan atas segala yang mereka miliki dan mereka terima. Persepuluhan yang setia adalah bagian TUHAN. Menahan persepuluhan adalah merampok TUHAN. Setiap orang harus membawa persepuluhan dan persembahan secara sukarela dan bebas ke dalam perbendaharaan TUHAN, karena dengan melakukannya akan ada berkat. Tidak ada keamanan jikalau menahan apa yang menjadi bagian TUHAN.’ Medical Ministry, 216.

Sarana (means)—Ini adalah uang yang anda miliki (tanpa mendefinisi-kan ini termasuk apa saja), yang anda kembalikan kepada TUHAN da-lam bentuk persepuluhan dan persembahan. (ini dapat juga termasuk sarana yang anda miliki, yaitu, aset bergerak tunai, bahkan milik yang lain, yang daripadanya diambil persepuluhan).
Untuk dapat menolak keabsahan beberapa pernyataan, ada yang mengatakan bahwa istilah “sarana” hanya meliputi persembahan. Na-mun, pernyataan yang diilhamkan dengan tegas dapat menerapkan isti-lah ini untuk persepuluhan, dan untuk persepuluhan dan persembahan. Persepuluhan dan persembahan adalah “sarana” yang diterima untuk melakukan pekerjaan TUHAN. Berikut ini beberapa contoh penggunaan kata ‘sarana’ dalam pernyataan:
Seandainya orang-orang mengalirkan ke dalam perbendaha-raan sejumlah yang telah ditentukan seperti rencana TUHAN—se-persepuluh dari semua pertambahan, maka akan ada berlimpah un-tuk memajukan pekerjaanNya.” Evangelism, 252.
Jikalau semua orang, baik yang kaya maupun miskin, mem-bawa persepuluhan mereka ke dalam perbendaharaan,akan ada su-plai sarana yang mencukupi.” 4 Testimonies, 475.
“Dalam hal ini TUHAN memerintahkan kepada kita, ‘Bawalah se-gala persepuluhanmu ke dalam perbendaharaan, sehingga ada makan-an di dalam rumahKu, yaitu pertambahan sarana dalam perbendahara-an.’ Review, Vol 2, 18.
“Jikalau semuanya segera membayarkan persepuluhan yang jujur kepada TUHAN, yaitu yang menjadi bagian TUHAN, perbendaharaan ti-dak akan kekurangan sarana.” Counsels of Stewardship, 95.
“Jikalau semua umat kita membayar persepuluhan dengan setia, akan ada lebih banyak sarana dalam perbendaharaan.” Review, Vol 4, 507.
“TUHAN telah memberikan petunjuk khusus penggunaan persepu-luhan. Ia tidak merancang bahwa pekerjaanNya akan menjadi pincang karena kekurangan sarana.” Gospel Workers, 224.
“Dengan pertambahan jumlah akan ada pertambahan persepuluh-an, yang memberi sarana untuk membawa pekabaran ke tempat lain.” Pamphlet, No. 67: 9.
Ralph Larson mempelajari secara khusus tentang masalah ini dan menemukan 168 pernyataan dalam Roh Nubuat di mana persepuluhan disebut sebagai ‘sarana.’ Mengapa lalu ada orang yang menolak untuk menyebut ‘sarana’ termasuk persepuluhan? Alasannya adalah beberapa bacaan yang bermasalah, seperti yang berikut ini:
“Jangan khawatir kalau-kalau sebagian sarana akan langsung di-berikan kepada mereka yang mencoba melakukan pekerjaan misionaris secara diam-diam dan efektif. Semua sarana tidak boleh ditangani oleh satu agen atau organisasi.Spalding–Magan Unpublised Testi-monies, 421.
Konteks dari pernyataan ini adalah teguran kepada pimpinan-pim-pinan dan pengerja-pengerja organisasi, yang berusaha memonopoli pengumpulan dan pengawasan atas persepuluhan dan pemberian, yang diberikan oleh anggota jemaat. Selanjutnya, dalam buku ini, kita akan menemukan banyak bacaan lain yang berkenaan dengan konsep yang sama.

Buah-buah sulung (first fruits)—Istilah ini kadang muncul untuk perse-puluhan, dan kadang sebagai tambahan bagi persepuluhan. Meskipun bukan istilah yang kontroversial, karena terdapat dalam paragraf tentang persepuluhan, kita mencatat di sini.
Bacaan berikut meringkaskan istilah ini dengan  baik:
Persepuluhan disisihkan untuk mendukung mereka yang mela-yani di gereja. Persepuluhan ini harus diberikan dari buah-buah su-lung dari semua pertambahan, dan bersama-sama dengan pemberian dan persembahan, ia akan menjadi sarana yang melimpah untuk men-dukung pelayanan Injil untuk masa itu.
“TUHAN menuntut dari kita tidak lebih sedikit dari apa yang ditun-tut kepada umatNya di masa lalu… dalam persepuluhan, dengan pem-berian dan persembahan, TUHAN telah menyediakan secara berlimpah bagi pekerjaanNya.
“Ia berkata, Akulah pemilik dunia, alam semesta adalah milikKu, dan Aku menuntut daripadamu untuk menguduskan bagi pelayanan kepadaKU buah-buah sulung dari semua, yang melalui berkat-berkat-Ku, telah Kuberikan ke tanganmu. Firman TUHAN berkata, “Janganlah kamu menunda dalam mempersembahkan buah-buah sulung dari po-hon-pohon buahmu.’ Muliakanlah TUHAN dengan hartamu, dan dengan buah-buah sulung dari segala pertambahanmu.’ Persembahan yang di-tuntut TUHAN adalah tanda kesetiaan kita kepadaNya.” Counsels in Stewardship, 71-72.
Dalam bacaan di atas,kita mengetahui bahwa, sebagaimana buah-buah sulung di masa lalu dipersembahkan kepada TUHAN, sekarang ini kita harus mengembalikan persepuluhan. Maka, dalam perlambangan masa kini, persepuluhan dapat disebut buah-buah sulung.
Dalam paragraf berikut ini, persepuluhan juga disebut buah-buah sulung.
“Bukan saja TUHAN mengaku persepuluhan sebagai milikNya, na-mun TUHAN juga memberitahukan bagaimana persepuluhan itu harus disediakan bagiNya. Ia berfirman, ‘Muliakanlah TUHANmu dengan har-tamu, dan dengan buah-buah sulung dari segala pertambahanmu.” Ini ti-dak mengajarkan agar kita menggunakan sarana kita untuk diri sendiri, dan membawa kepada TUHAN sisanya, meskipun itu mungkin persepu-luhan yang jujur. Biarlah bagian TUHAN pertama kali disisihkan.” Coun-sels on Stewardship, 81.
Dalam bacaan berikut,‘buah-buah sulung’ disamakan dengan jum-lah keseluruhan persepuluhan dan persembahan yang kita kembalikan kepada TUHAN.
“Bukan saja mereka harus mengembalikan kepada TUHAN bagian yang menjadi milikNya [yaitu persepuluhan], namun mereka harus juga membawa kepada perbendaharaanNya, sebagai persembahan ucapan syukur [yaitu persembahan] sebagai persembahan yang sukarela. De-ngan hati yang penuh sukacita mereka harus mengabdikan kepada Pen-cipta buah-buah sulung dari kelimpahan mereka.’ Acts of the Apostles, 339-340.
Dalam bacaan ini, istilah ‘buah-buah sulung’ mungkin hanya me-ngacu kepada persembahan, yang dibawa bersama-sama dengan per-sepuluhan kepada TUHAN.
“Jikalau semua orang membayarkan persepuluhan dengan setia dan membaktikan bagi TUHAN buah-buah sulung dari pertambahan me-reka, akan ada persediaan dana yang penuh bagi pekerjaanNya.” 6 Tes-timonies, 385.
Jadi, kita telah melihat bahwa istilah ‘buah-buah sulung” adalah is-tilah umum, yang mengacu kepada salah satu atau keduanya dari per-sepuluhan dan pemberian yang kita bawa kepada Bapa surgawi kita yang baik. Mengapa istilah ini dapat digunakan untuk persepuluhan dan/ atau persembahan? Karena keduanya diambil pertama-tama dari pen-dapatan dan didedikasikan kepada TUHAN. Karena ‘buah-buah sulung’ adalah istilah umum di zaman Ibrani, maka ini dapat juga digunakan se-karang. Hasil pertama dari panen jawawut (barley) adalah buah-buah sulung; hasil pertama dari panen gandum adalah buah-buah sulung ju-ga. Maka, masing-masing atau keduanya adalah buah-buah sulung.

Disisihkan, dikeluarkan, diasingkan—Persepuluhan harus dikeluar-kan dari pendapatan segera setelah kita menghitung keseluruhannya, sebelum mengalokasikan ke dalam bagian-bagian untuk pengeluaran kebutuhan lainnya. Adalah baik bahwa persembahan juga disisihkan pa-da saat itu. Akan tetapi lebih banyak persembahan dapat diberikan ke-mudian dalam pertemuan-pertemuan,seperti yang dituntun oleh TUHAN.

Mengembalikan, membayarkan—Persepuluhan adalah milik TUHAN, dan kita hanya mengembalikannya kepadaNya. Jangan pernah meng-anggap itu sebagai hadiah. Tidak pernah. Itu adalah hakNya.

Ke dalam perbendaharaan, ke rumah perbendaharaan (storehouse) —Ini adalah bagian yang sangat kontroversial, namun tidak perlu demi-kian, karena ini sangat jelas diterangkan dalam Roh Nubuat.
          Ketika persepuluhan telah disisihkan dari pendapatan, maka itu harus dikembalikan kepada TUHAN.Kita melakukannya dengan menem-patkannya di “perbendaharaan,” atau “rumah perbendaharaan.” Dalam memahami penggunaan kedua kata ini, kita belajar banyak:
Pertama, latar belakang Alkitabiah adalah sebagai berikut:
Penggunaan kata ‘perbendaharaan’ pertama-tama digunakan da-lam Yosua:
“Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN." --Yosua 6:19.
Selanjutnya, dalam Alkitab (yaitu terdiri atas 6 ayat),  istilah ‘per-bendaharaan’ dalam bentuk tunggal, selalu mengacu kepada tempat di mana dana yang dikuduskan untuk TUHAN itu disimpan, sampai dikelu-arkan.
Kedua, penggunaan ‘rumah perbendaharaan’ dalam Alkitab dalam bentuk tunggal adalah sederhana juga.Ini hanya digunakan dua kali. Ha-nya yang pertama sesuai dengan topik ini:
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan uji-lah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sam-pai berkelimpahan.”—Maleakhi 3:10.
Perlambangan yang digunakan di sini berkenaan dengan memba-wa hasil kepada TUHAN, sehingga dapat ditempatkan di lumbung atau gudang makanan. Jikalau kita melakukan hal ini, Ia berjanji untuk mem-berkati sisa panen kita (Maleakhi 3:11). Janji ini memiliki keluasan yang luar biasa.Jikalau kita membawa persepuluhan ke dalam rumah perben-daharaan TUHAN, Ia akan mengisi rumah perbendaharaan kita.
Jelaslah bagi kita, bahwa istilah perbendaharaan dan rumah per-bendaharaan adalah pada dasarnya sama.
Ia mengakui bahwa persepuluhan adalah milik-Nya, dan ha-rus selalui dianggap sebagai cadangan yang kudus, yang harus di-tempatkan dalam perbendaharaanNya demi untuk pekerjaanNya. Ia juga meminta pemberian sukarela dari kita dan persembahan ucapan syukur.” Christ’s Object Lessons, 300.
“Seandainya sarana mengalir ke dalam perbendaharaan seperti rencana TUHAN—sepersepuluh dari semua pertambahan—maka akan ada kelimpahan untuk memajukan pekerjaanNya.” 5 Testimonies, 150.
“Biarlah setiap dolar yang tidak diperlukan untuk kenyamananmu mengalir ke dalam perbendaharaan.” 5 Testimonies, 156.
Secara konsisten, kita diperintahkan untuk membawa persepuluh-an ke dalam ‘perbendaharaan,’ atau ‘rumah perbendaharaan.” (Ellen White lebih sering menggunakan istilah ‘perbendaharaan.’).
Roh Nubuat secara luar biasa selalu mengatakan secara tepat, se-hingga kita juga menemukannya demikian: Kita tidak pernah diperintah-kan untuk memberi persepuluhan kepada gereja setempat. Kita tidak pernah diperintahkan untuk memberikannya di pertemuan-pertemuan perkemahan. Kita tidak pernah diperintahkan untuk memberikannya ke-pada konferens. Kita tidak pernah diperintahkan untuk memberikannya kepada denominasi Advent.
Sebaliknya, salah satu atau kedua istilah ini digunakan: perbenda-haraan dan rumah perbendaharaan. Bacaan dalam Roh Nubuat tentang hal ini adalah bahwa menurut Roh Nubuat, apapun yang kita berikan ke-pada TUHAN—bagaimanapun caranya dan di manapun tempatnya kita memberikannya—itu selalu masuk ke dalam perbendaharaan dan ru-mah perbendaharaan TUHAN. Setelah tiba di sana, itu digunakan untuk ‘pekerjaanNya,’ untuk memajukan “pekerjaanNya.”
Di samping untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, uang kita da-pat ditempatkan hanya di satu atau dua rumah perbendaharaan:
“Hanya ada dua tempat di dunia ini di mana kita dapat me-nyimpan harta kita—di rumah perbendaharaan TUHAN atau Setan, dan semua yang tidak dibaktikan untuk pelayanan Kristus dianggap ber-ada di sisi Setan dan untuk memperkuat pekerjaannya.” 6 Testimonies, 448.
Kontroversi tentang ‘perbendaharaan’ menyebabkan perkelahian para pemimpin gereja, bahwa semua persepuluhan harus dibayarkan ke gereja setempat dan kemudian ke kantor konferens—atau jikalau tidak demikian maka dianggap tidak masuk ke dalam perbendaharaan.
Jikalau konsep ini benar, maka tidaklah absah jika membayarkan persepuluhan di tempat lain.Akan tetapi, kita belajar bahwa, selama ber-tahun-tahun, Ellen White secara teratur membayarkan persepuluhannya di luar ‘jalur reguler,’ seperti yang dikatakannya; yaitu di luar saluran-sa-luran denominasi yang reguler.
Sebagai tambahan, dalam Surat kepada Watson (kita akan anali-sis kemudian), Ellen White secara tegas mendefinisikan tentang ‘per-bendaharaan’ meliputi persepuluhan yang dibayarkan langsung kepada independent ministries yang tidak didukung oleh denominasi (gereja) dan yang oleh para pemimpin gereja tidak diharapkan untuk berhasil.
Berikut ini adalah cuplikan paragraf dari Surat kepada Watson:
Saya sendiri telah menggunakan persepuluhan saya untuk kasus-kasus yang paling membutuhkan yang dapat saya ketahui. Saya telah diperintahkan untuk melakukan hal ini; dan karena uang tidak ditahan dari perbendaharaan TUHAN, ini bukanlah masalah yang harus dikomentari [secara negatif]... Saya memuji saudari-saudari yang memberikan persepuluhannya di tempat yang paling membutuhkan untuk membantu pekerjaan yang terbengkalai.” Su-rat EGW, tanggal 22 Januari 1905 (Surat 267, 1905) kepada Elder G.F. Watson, presiden Konferens Colorado (Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 215).

Investasi-investasi Persepuluhan (tithe investments)— Ada saham, surat-surat berharga dan investasi sekuritas, dalam jumlah jutaan dolar yang dipelihara dan secara teratur ditambahkan oleh konferens dan Ge-neral Konferens,untuk tujuan menyediakan dana dalam keadaan darurat (emergency), memutar dana gaji pengerja setahun atau dua tahun, dan memberi tempat untuk menyimpan dana-dana pensiun. (Informasi lebih lanjut: lihat The Church and the Stock Market[AS-14-16] dan Why is Our Church in the Stock Market? [AS-44] dalm buku Finances Tractbook.)
Sebelum bangkrut pada hari Rabu, 22 Juli 1981, sejumlah besar dana persepuluhan telah diinvestasikan pada Donald J. Davenport (in-formasi lebih lanjut lihat : The Davenport Syndrome [AS3-13, 17-20], da-lam buku Finances Tractbook. Itu adalah analisis yang paling lengkap tentang krisis yang pernah ditulis, di dalamnya $20 juta dana gereja hi-lang).

Penyalahgunaan Persepuluhan (tithe misappropriation)—Ini terjadi ketika badan gereja menggunakan dana persepuluhan untuk tujuan-tu-juan tidak termasuk dalam tujuan persepuluhan. Satu contoh terjadi di akhir tahun 1970-an hingga awal 1990-an, ketika Konferens Lake Reg-ion membeli sebuah pusat perbelanjaan dengan uang persepuluhan,dan kemudian terus menerus memasok lebih banyak lagi ke dalam proyek tersebut, yang berakhir dengan tuntutan hukum atas mereka. (informasi lebih lanjut lihat beberapa penelitian traktat tentang krisis Lake Region, dalam Finances Tractbook, dan juga Lake Region Documentary Tract-book setebal 92 halaman).

Pencucian Persepuluhan (tithe laundering)—ini terjadi ketika perse-puluhan diputar melalui dana-dana khusus yang tidak relevan untuk da-pat menyediakan pendapatan tambahan bagi para pimpinan gereja. Sa-lah satu contohnya adalah, pada musim gugur 1990, ketika ratusan ribu dolar diputar melalui Konferens Columbia Union “Worthy Student Fund” (Dana Mahasiswa Berprestasi) langsung ke dalam pendapatan presiden GC dan Divisi Amerika Utara (Robert Folkenberg dan Al McClure) untuk perumahan, perlengkapan dan gaji istri-istri yang tidak bekerja. Karena kegiatan ini, yang dimulai beberapa minggu setelah mereka terpilih, pe-lan-pelan diketahui secara luas, ini dihentikan tanggal 20 Juni 1991. Ronald Wisbey, presiden Uni Kolumbia yang melalui kantornya uang itu disalurkan, diberi hadiah tidak lama setelah itu dengan pekerjaan yang bergaji luar biasa besar yang sebelumnya tidak pernah ada antara AHS/ Nema dan Uni Kolumbia. (informasi lebih lanjut lihat “The Worthy Stud-ent Fund,” bab 8, hlm 25-28, dalam buku kami Collision Course).

Pengembalian Persepuluhan (tithe return)—Ini adalah ketentuan ber-dasarkan pemungutan suara bulan Desember 1992 pada Pertemuan Akhir Tahun Divisi Amerika Utara, bahwa semua independent ministries yang diakui secara resmi (seperti Voice of Prophecy, Faith for Today, Amazing Facts, Adventist Pioneer Missions, dll.) harus mengambil se-mua persepuluhan yang diterima dan  mengembalikannya kepada kan-tor konferens di wilayah di mana si pengirim tinggal! Bentuk penyalahgu-naan persepuluhan ini bersifat rahasia dan menipu. Dewan seluruh inde-pendent ministries yang resmi (termasuk semua yang disebutkan di atas) memungut suara segera setelah ketentuan tersebut dan mulai me-nuruti perintah tersebut. Informasi lebih lanjut, lihat Appendix 7;The NAD Tithe Misappropriation Policy dan Appendix 8: The R.W. Nixon State-ment).

Pertukaran Persepuluhan (tithe exchange)—Ini adalah praktek yang dilakukan di kantor bendahara, yang secara ajaib mengubah dana-dana persepuluhan menjadi dana-dana bukan persepuluhan, sehingga dapat digunakan untuk berbagai proyek yang lebih luas. Pengembalian perse-puluhan (tithe reversion) adalah salah satu bentuknya. (Informasi lebih lanjut lihat Appendix 5: What is Tithe Exchange? Pertukaran persepuluh-an juga disebutkan dalam pernyataan resmi Pertemuan Tahunan, di sini terdapat dalam Appendix 6: An Improper Council Action.)

Pengembalian Persepuluhan (tithe reversion)—Ini adalah pengaturan yang tidak biasa, yang tidak terdapat dalam Roh Nubuat. Ini adalah se-suatu sarana buatan yang memungkinkan konferens, uni dan divisi un-tuk menggunakan persepuluhan untuk tujuan-tujuan bukan persepuluh-an.
Ketika saya masih dalam pelayanan Advent,saya bersama dengan semua pendeta di Uni Pasifik, menghadiri pertemuan empat tahunan, yang diselenggarakan di Civic Auditorium, San Fransisko, dimana selalu diadakan, kecuali dua kali, Pertemuan GC kita sejak 1918 hingga 1954.
Dalam pertemuan itu,kita semua dibagikan salinan dari laporan ke-uangan empat tahunan PUC. Salah satu pernyataan dalam laporan ter-sebut berjudul “Pengembalian Persepuluhan (tithe reversion),” dan ber-isikan jumlah yang dikembalikan oleh Uni kepada Konferens-konferens lokal. Satu paragraf pendek cukup berani menjelaskan bahwa satu per-sen dari 10 persen persepuluhan konferens, dikirimkan ke kantor uni, dan secara teratur dikembalikan ke konferens untuk digunakan untuk tujuan bukan persepuluhan. Program pengembalian persepuluhan cu-kup luas sehingga memerlukan satu halaman penuh untuk data keuang-an yang terinci.
Persepuluhan yang diberikan kepada gereja setempat lalu dikirim-kan ke konferens dan ditempatkan dalam pos persepuluhan umum, de-ngan dikurangi gaji pendeta, dll dalam konferens. Sepuluh persen diki-rimkan ke uni, yang kemudian mengembalikan sebagian ke konferens lokal (pengembalian persepuluhan).Sebagian lagi dikirim ke GC. Semua pengeluaran GC, termasuk biaya pengadilan, dibayarkan dari persepu-luhan (Lihat Appendix 9: The R.W. Nixon Statement). Sebagian dikirim ke luar negeri.

Pembelokan Persepuluhan (tithe diversion)—ketika persepuluhan ti-dak digunakan untuk tujuan-tujuan persepuluhan, melainkan untuk tuju-an-tujuan  bukan persepuluhan, maka persepuluhan telah dibelokkan. Jikalau persepuluhan, misalnya, digunakan untuk membeli alat musik drum untuk pertemuan pemuda, maka persepuluhan telah dibelokkan.

Pemanfaatan Persepuluhan (Tithe appropriation)—Jikalau dana-da-na persepuluhan dialokasikan untuk lokasi atau penggunaan tertentu, maka dikatakan persepuluhan telah dimanfaatkan atau disisihkan. Ini dapat dilakukan dengan dua cara:
1.      Konferens dapat mengalokasikan sebagian ke uni, konferens, dan dapat mengalokasikan yang lain langsung untuk membayar gaji pen-deta setempat.
2.      Pembayar persepuluhan dapat memanfaatkan dana tersebut, de-ngan mengirimkan langsung kepada independent ministries, dll.

Ellen White memanfaatkan persepuluhannya dengan cara mengi-rimkannya selama bertahun-tahun langsung ke pengerja-pengerja di lu-ar organisasi.
Saya sendiri memanfaatkan persepuluhan saya kepada ka-sus-kasus yang paling membutuhkan yang bisa saya ketahui. Saya telah diperintahkan untuk melakukan hal ini; dan karena uang tidak dita-han dari perbendaharaan TUHAN, ini bukanlah sesuatu masalah yang harus dikomentari” Letter,  22 Januari 1905 kepada Elder G.F. Watson, presiden Konferens Colorado (Spalding-Magan Unpublished Testimon-ies, 215).
Kita akan mengamati dalam informasi berikut, bahwa salah satu dari kedua pola ini dapat dilakukan.
Jikalau persepuluhan dikirimkan kepada konferens untuk dipergu-nakan, pembayar persepuluhan memiliki tanggung jawab, sepanjang pe-ngetahuannya yang terbaik, bahwa dana tersebut digunakan secara be-nar.
Jikalau persepuluhan dikirimkan langsung kepada independent mi-nistries, pembayar persepuluhan memiliki tanggung jawab, sepanjang pengetahuannya yang terbaik, bahwa dana tersebut digunakan secara benar.
Bagaimana kita dapat mengetahui masalah ini? Tentu saja, kita ti-dak memiliki hikmat ilahi. Kita dapat mengetahui hanya melalui tindakan organisasi-organisasi atau ministry tersebut: apa yang mereka katakan, apa yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka berperilaku. Dengan kata lain, seperti kata Yesus, “Melalui buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”
Dan sejujurnya, selama sekian waktu masalah ini menjadi sangat jelas.
Kita mungkin membayangkan adalah berbahaya jikalau kita mem-bayarkan persepuluhan ke sembarang tempat! Tetapi tidak demikian. Seorang anak TUHAN yang setia akan bertelut dan memohon tuntunan TUHAN kemana ia harus mengirimkan persepuluhannya.Bapa kita yang luar biasa akan memberi jawaban dan kita akan bangkit dan mengetahui ke mana dana itu harus dikirimkan! Membayarkan persepuluhan adalah seperti kegiatan lainnya dalam hidup: ini membutuhkan doa dan tindak-an hati-hati. Kita memiliki jaminan pasti dari Surga bahwa kita melaku-kan hal yang benar,ketika kita membayarkan persepuluhan ke manapun kita mengirimkannya.
Masalah timbul (baik pengiriman ke konferens ataupun independ-ent ministries) ketika persepuluhan dikirimkan tanpa pertama-tama di-doakan. Kita tidak dapat berharap bahwa TUHAN akan menuntun kita dalam memutuskan kepada harus mengirimkannya, jikalau kita tidak meminta pertolonganNya.
Akan tetapi, ke manapun kita mengirimkan persepuluhan kita—ke denominasi atau independent ministries —kita masih memiliki tanggung jawab.
“TUHAN menginginkan agar manusia memiliki hubungan langsung dengan Dia. Dalam segala urusan-Nya dengan manusia, Ia menerapkan prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menimbulkan rasa tang-gung jawab pribadi. Dia berusaha menimbulkan rasa kebergantungan pribadi, dan mengesankan akan kebutuhan tuntunan secara pribadi. Pemberian-pemberianNya diberikan kepada manusia sebagai pribadi-pribadi. Setiap orang telah dijadikan pengawal dari kepercayaan-keper-cayaan yang kudus; masing-masing harus melakukan kepercayaan ini menurut petunjuk Sang Pemberi; dan masing-masing pelayan-annya harus dikembalikan kepada TUHAN.” 7 Testimonies, 176.
          Menurut pernyataan ini, anda dan saya adalah bertanggung jawab atas apapun yang kita berikan untuk pekerjaan TUHAN, apakah kita me-mutuskan sendiri ke mana dana akan diberikan atau kita menyerahkan keputusannya kepada sebuah komite, TUHAN menginginkan agar kita secara pribadi pergi kepadaNya dan memohon petunjuk tentang apa yang harus kita lakukan dengan dana-dana kudus yang harus kita ba-yarkan.

Penahanan Persepuluhan (tithe withholding)—Ini juga adalah istilah yang sangat kontroversial. Kita akan menemukan sejumlah besar baca-an dalam Roh Nubuat yang memokuskan pada topik ini.
          Berikut ini kunci untuk memahami kata ini “menahan.” Ini bukan tentang ke mana kita mengirimkannya; ini adalah tentang menyimpan persepuluhan kembali dan tidak membayarkannya sama sekali.
          “Bergegaslah,saudara-saudariku,untuk membawa kepada TUHAN persepuluhan yang setia, dan membawa juga kepadaNya persembahan ucapan syukur yang sukarela. Banyak orang tidak menerima berkat hingga mereka membayarkan persepuluhannya, yang mereka ta-han. TUHAN menunggu kamu menebus masa lalu.” Counsels on Stewardship, 87.
Di sini kita membahas tentang tugas yang paling mendasar bagi kita semua: Kita tidak boleh menahan persepuluhan; kita harus memba-yarkannya. Kita tidak boleh menyimpannya untuk diri kita sendiri; kita harus membayarkan semuanya. Dana itu harus dipergunakan untuk membantu mempertahankan iman, menuntun umat, atau memenangkan jiwa-jiwa. Seperti yang telah kita pelajari, menurut Roh Nubuat, ini dapat dilakukan dengan memberikannya kepada gereja, membagikan buku-buku yang berisikan kebenaran kepada orang yang tersesat.
Menahan persepuluhan artinya menyimpan persepuluhan kembali dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi; menahan persepuluh-an sama artinya dengan tidak membayarkan sama sekali. Inilah pembi-caraan dalam Maleakhi 3:8-11, yang disebut dengan “perampokan.”
Semua yang ditahan dari apa yang dituntut oleh TUHAN, seper-sepuluh dari pertambahan, adalah dicatat dalam buku surgawi mela-wan si penahan, sebagai “perampokan.” 3 Testimonies, 394.
“Bergegaslah, saudara-saudariku, untuk membawa kepada TUHAN persepuluhan yang setia, dan membawa juga kepadaNya per-sembahan ucapan syukur yang sukarela. Banyak orang tidak akan me-nerima berkat sampai mereka membayarkan persepuluhannya, yang mereka tahan.Counsels on Stewardship, 87.
Menahan persepuluhan berarti memanfaatkannya untuk diri sen-diri.
Siapapun yang memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri bagian yang telah disediakan untuk TUHAN, adalah sedang mem-buktikan dirinya sebagai hamba yang tidak setia. Ia akan kehilangan bu-kan saja apa yang telah ditahannya dari TUHAN, melainkan juga apa yang diberikan kepadanya sebagai miliknya.” Counsels on Stewardship, 88.
Mengapa ada kontroversi tentang  istilah ini? Ini karena pimpinan-pimpinan gereja tertentu menuduhkan bahwa membayarkan persepu-luhan ke tempat-tempat di luar gereja setempat adalah berarti “mena-han” persepuluhan. Namun ini tidaklah benar.
Menahan persepuluhan adalah tidak membayarkannya sama se-kali.
Dalam suratnya kepada Elder Watson, Ellen White mengatakan bahwa ia telah membayarkan persepuluhannya di luar saluran-saluran denominasi yang reguler selama bertahun-tahun; dan bahwa,dalam me-lakukan hal ini, ia tidak menahan persepuluhannya, melainkan telah me-nempatkannya di perbendaharaan TUHAN.
“Saya sendiri telah menggunakan persepuluhan saya untuk kasus-kasus yang paling membutuhkan yang dapat saya ketahui. Saya telah diperintahkan untuk melakukan hal ini; dan karena uang tidak dita-han dari perbendaharaan TUHAN, ini bukanlah masalah yang harus dikomentari [secara negatif].. Saya memuji saudari-saudari yang mem-berikan persepuluhannya di tempat yang paling membutuhkan untuk membantu pekerjaan yang terbengkalai.” Surat EGW, tanggal 22 Janu-ari 1905 (Surat 267, 1905) kepada Elder G.F. Watson, presiden Konfe-rens Colorado (Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 215).

Pekerja-pekerja Injil dan Pelayanan (Gospel workers and the minis-try)—Kedua istilah ini adalah juga kontroversial. Ada orang yang ber-tengkar bahwa pelayanan yang sejati hanyalah pendeta-pendeta gereja MAHK yang mendapatkan kepercayaan dari konferens. Masalahnya ha-nyalah sesederhana itu. Sayangnya, dengan semakin meningkatnya kri-sis standar dan doktrin dalam denominasi kita, sejumlah pendeta yang sejati sekarang bekerja di luar penggajian denominasi.
Ada banyak bukti dalam Alkitab dan Roh Nubuat bahwa, dalam pemandangan TUHAN, pendeta-pendeta TUHAN yang sejati (true min-isters of God) adalah mereka yang membela, mengajar, mempromosi-kan, dan mengumandangkan ajaran-ajaran dari Alkitab yang diilhamkan. Ini bukan masalah menjadi karyawan dan di bawah pengawasan organi-sasi, melainkan kesucian dedikasi dalam pengajaran dan kehidupan.
Pendeta yang tidak melakukan hal ini adalah pendeta-pendeta pal-su. Menurut Roh Nubuat, ketika persepuluhan diberikan kepada pendeta TUHAN yang sejati, ini berarti telah dialokasikan kepada pekerja-pekerja yang seharusnya menerima persepuluhan.

Tolong jelaskan 9 Testimonies 246-250?

Ini adalah bacaan, yang berulang-ulang diacu, ketika seseorang mem-bayarkan persepuluhannya di luar badan-badan yang dikontrol oleh ge-reja. Ada tujuh bagian dari bacaan ini:

--Bagian pertama berbicara masalah penggunaan persepuluhan un-tuk menjalankan bisnis duniawi gantinya membayarkan kepada me-reka yang membela dan mempromosikan kebenaran Alkitab untuk masa sekarang ini.
“Uang yang telah diasingkan sesuai dengan Alkitab adalah menja-di milik TUHAN sebagai sarana Injil dan tidak lagi menjadi milik kita. Orang yang mengambil dari perbendaharaan TUHAN untuk mela-yani dirinya sendiri atau melayani orang lain dalam bisnis duniawi adalah lebih buruk daripada menghujat TUHAN. Sebagian orang te-lah membuat kesalahan dengan membelokkan dari altar TUHAN apa yang telah secara khusus didedikasikan bagiNya.
“Semua orang harus menghormati masalah ini dalam terang yang benar. Janganlah ada orang yang ketika dalam keadaan kesempit-an, mengambil uang yang dikhususkan untuk tujuan rohani dan menggunakannya untuk keuntungannya sendiri, dan menenangkan hati nuraninya dengan mengatakan bahwa ia akan membayarkan-nya kembali suatu saat nanti. Jauh lebih baik jika kita mengurangi pe-ngeluaran agar sesuai dengan pemasukan, menahan keinginan, dan hi-dup dengan sarana yang ada daripada menggunakan uang TUHAN un-tuk tujuan-tujuan duniawi.” 9 Testimonies, 246-247.
Ada yang mengatakan bahwa bacaan ini berlaku bagi mereka yang membayarkan persepuluhan kepada pendeta yang bukan pekerja gereja. Namun ini sama sekali bukanlah apa yang dikatakan dalam ba-caan tersebut.

--Bagian kedua adalah tentang penggunaan persepuluhan untuk sesuatu di luar peruntukan yang seharusnya—yaitu pelayanan Firman.
“Bagian yang telah disimpan TUHAN bagi DiriNya tidak boleh dibelokkan untuk tujuan-tujuan selain yang telah ditentukanNya. Janganlah ada orang merasa bebas menahan persepuluhannya, dan menggunakannya sesuai dengan penilainnya sendiri. Mereka tidak boleh menggunakan persepuluhan untuk diri mereka sendiri dalam keadaan kesempitan, tidak juga untuk hal-hal yang mereka anggap se-suai, bahkan hal-hal yang mereka anggap sebagai pekerjaan TUHAN.” 9 Testimonies 247.
Persepuluhan hanya digunakan untuk tujuan yang telah ditentukan oleh TUHAN. Inilah tema dari bacaan ini. Persepuluhan tidak boleh digu-nakan untuk tujuan-tujuan lain apapun.Persepuluhan tidak boleh ditahan dan digunakan untuk diri sendiri, bahkan dalam keadaan mendesak se-kalipun.Persepuluhan tidak boleh digunakan untuk sesuatu yang dikira sebagai “pekerjaan TUHAN”—yang (dalam awal paragraf ini) sesung-guhnya adalah “tujuan-tujuan lain apapun selain yang telah ditentukan-Nya.”
Saya ingat pernah ada seseorang yang menggunakan persepuluh-annya untuk membayar sebuah warung (stand) di sebuah pasar malam, di mana ia menjual buku-buku yang berguna.Ia mengira bahwa ia meng-gunakan persepuluhan untuk apa yang dianggapnya sebagai “pekerjaan TUHAN.” Seseorang yang lain membelokkan persepuluhannya untuk membayar sewa toko,di mana, bersamaan dengan bisnisnya,ia memba-gikan buku-buku misionaris.
Di awal buku ini, kita telah mendaftar secara seksama hal-hal yang dikatakan Firman TUHAN tentang apa yang boleh dan tidak boleh mem-pergunakan persepuluhan. Kita harus memegang hal itu. Persepuluhan tidak boleh digunakan untuk hal-hal lain.
Namun tidak berarti bahwa pernyataan “tidak menggunakannya sebagaimana yang mereka anggap sesuai, bahkan dalam apa yang mereka kira sebagai pekerjaan TUHAN” berarti bahwa pekerja-pekerja awam tidak dapat menentukan kepada pelayanan mana persepuluhan-nya harus diberikan. Konsep seperti ini akan bertentangan sama sekali dengan praktek yang dilakukan Ellen White selama bertahun-tahun, dan dorongannya  kepada orang lain, selama bertahun-tahun, untuk melaku-kan hal yang sama.

--Bagian ketiga dari bacaan ini berkenaan dengan pendeta gereja yang mengambil sebagian atau seluruhnya, dari persepuluhan, ba-gi dirinya, dan menggunakannya untuk sesuatu rencana atau untuk memperbanyak penghasilannya.

“Para pendeta harus, melalui ajaran dan teladan, mengajarkan kepada orang-orang untuk menghormati kekudusan persepuluhan. Ia tidak bo-leh merasa bahwa ia dapat menahan dan menggunakan persepu-luhan sesuai dengan penilaiannya sendiri hanya karena ia adalah seorang pendeta. Persepuluhan bukanlah miliknya. Ia tidak bebas untuk menggunakannya bagi dirinya sendiri meskipun ia mengira itu benar. Ia tidak boleh memberi pengaruh kepada suatu rencana un-tuk membelokkan persepuluhan dan persembahan yang didedikasikan untuk TUHAN dari penggunaannya yang sah. Dana ini harus ditempat-kan dalam perbendaharaan TUHAN dan dikuduskan untuk pelayanan-Nya sebagaimana yang telah ditentukanNya.”  9 Testimonies 247-248.
Pendeta seperti itu, sebagaimana yang digambarkan di atas, telah menjadi orang upahan yang hidup untuk dirinya sendiri.

--Bagian keempat dari bacaan ini berkenaan dengan usaha untuk menggunakan beberapa rencana alternatif selain memberi seper-sepuluh dari penghasilan.

“TUHAN menginginkan agar seluruh hambaNya menjadi teliti dalam me-ngikuti aturan-aturan ilahi. Mereka tidak boleh menggantikan rencana TUHAN dengan beberapa perbuatan amal atau memberi pemberian atau persembahan yang akan dianggap baik oleh manusia. Adalah hik-mat yang sangat miskin jikalau manusia ingin memperbaiki renca-na TUHAN, dengan pengganti yang sementara, yang berasal dari dorongan-dorongan hati yang baik pada acara ini dan itu, dan men-jadikannya sebagai pengganti atas ketaatan kepada perintah-perintah TUHAN. TUHAN memanggil semua orang untuk memberikan pengaruh mereka sesuai dengan pengaturanNya. Ia telah membukakan rencana-Nya, dan semua yang mau bekerjasama dengan Dia harus melaksana-kan rencana ini dan bukannya mencoba-coba memperbaikinya.” 9 Testi-monies 248.
Sebagian orang menganggap bahwa mereka hanya memberi ka-rena dorongan hati. Mereka menganggap bahwa terlalu membatasi jika-lau mengikuti rencana 10 persen. Mereka yakin bahwa mereka telah  menemukan cara yang lebih baik. Namun mereka tidak mengikuti jalan TUHAN. Habil membawa persembahan yang diperintahkan TUHAN se-mentara Kain membawa sesuatu pengganti atas dasar pemikirannya sendiri.

--Bagian kelima dari bacaan ini  berkenaan dengan pembelokkan persepuluhan untuk tujuan-tujuan lain di luar yang dikehendaki TUHAN—sekolah, gaji kolportir, dll.—gantinya bagi orang-orang yang membela dan mengumandangkan pekabaran tentang ketaat-an kepada TUHAN.

“Sebuah pekabaran yang pasti dan jelas telah diberikan kepada saya untuk jemaat kita. Saya diminta untuk memberitahu mereka bahwa me-reka telah membuat kesalahan dalam menggunakan persepuluhan un-tuk berbagai tujuan yang, meskipun baik, adalah bukan tujuan yang di-maksudkan oleh TUHAN harus menggunakan persepuluhan. Mereka yang menggunakan persepuluhan seperti itu beralih dari pengaturan TUHAN. TUHAN akan mengadili mereka karena hal-hal tersebut.
“Ada orang yang mengatakan bahwa persepuluhan dapat di-gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah. Namun ada yang mengatakan bahwa penginjil literatur dan kolportir harus didukung dari persepuluhan. Akan tetapi adalah menjadi kesalahan besar ke-tika persepuluhan ditarik dari tujuan penggunaannya yang sebe-narnya, yaitu dukungan bagi pendeta.” 9 Testimonies, 248-249.
Perhatikan bahwa bacaan ini, seperti yang lainnya, mengacu ke-pada tujuan penggunaan persepuluhan—bukan rute/jalan melalui mana persepuluhan harus dikirimkan. Ellen White banyak berbicara tentang masalah ini, yang akan kita temukan selanjutnya.

Bagian ke-enam berkenaan dengan penahanan persepuluhan selu-ruhnya, dan tidak membayarkannya sama sekali.
“Beberapa orang telah kecewa dan berkata: “Aku tidak akan lagi membayarkan persepuluhanku, karena aku tidak percaya dengan ca-ra-cara pengelolaan segala sesuatunya dalami inti pekerjaan itu: Akan tetapi apakah kamu akan merampok TUHAN hanya karena kamu me-ngira pengelolaannya tidak benar? Ajukanlah keberatanmu, secara ter-buka dan jelas, dalam roh yang benar, kepada orang-orang yang layak. Kirimkan petisimu agar perkara ini disesuaikan dan diatur rapi, akan te-tapi jangan mundur dari pekerjaan TUHAN, dan terbukti tidak setia, ha-nya karena orang lain tidak melakukan yang benar.” 9 Testimonies, 249.
Dikatakan bahwa bacaan ini membuktikan bahwa kita harus mem-bayarkan persepuluhan kepada organisasi, meskipun organisasi mung-kin tidak menggunakannya secara benar;--meskipun pendetanya adalah pezinah atau bercerai dan menikah lagi secara tidak Alkitabiah; meski-pun mereka menjadi Celebration churches; membuat acara-acara medi-tasi; mengajarkan bahwa berdosa itu boleh-boleh saja, dan memimpin karnaval dan mendorong orang-orang muda untuk menurunkan standar mereka. Daftar ini dapat bertambah, namun kita tetap memberikan per-sepuluhan untuk mendu-kung orang-orang seperti ini.
Bukan, bacaan di atas tidak mendukung kesalahan yang hina itu!
Sebaliknya, bacaan ini mengatakan: Jangan berhenti membayar-kan persepuluhan. Kirimkan keberatan anda, jika mau; tetapi jangan berhenti membayarkan persepuluhan. Inilah inti pesan dalam paragraf ini.
Sebagaimana dalam semua tulisannya, bacaan ini tidak menentu-kan ke mana persepuluhan harus diberikan: Bayarkanlah persepuluhan-mu dan jangan mundur dari pekerjaan TUHAN. Ini tidak mengatakan: Jangan berhenti membayarkannya ke konferens, dan sebagai gantinya bayarkanlah ke tempat lain.” Ini bukanlah pokok pembicaraan dalam pa-ragraf ini.
Sebaliknya,kita akan segera mengetahui bahwa Ellen White mem-berikan berkat berulang-ulang kepada mereka yang membayarkan per-sepuluhan di luar saluran yang reguler, “di mana dana paling dibutuhkan untuk membantu melakukan pekerjaan yang terbengkalai.”
Ada yang menyarankan bahwa setelah mengirimkan keberatan, ki-ta tetap dituntut untuk mengirimkan persepuluhan, meskipun korupsi te-rus berlangsung. Ini tidak Alkitabiah! Kita tidak boleh mendukung kesa-lahan dan menyebutnya kebaikan.
Sebaliknya, ini berarti, “Teruslah membayarkan persepuluhan. Ki-rimkan keberatan dan berdoalah bahwa keberatan itu akan diterima. Te-tapi tetaplah membayar persepuluhan kepada pekerjaan TUHAN.” Jika-lau perlu, kirimkan ke tempat lain di mana pekerjaan dilaksanakan seca-ra benar, tetapi jangan berhenti membayarkan persepuluhan. Membayar persepuluh-an adalah bagian dari perjanjian mendasar kita dengan sur-ga (lihat Appendix 2: Our Contract with God).
Jika konferens bekerja sedemikian sehingga anda merasa tidak dapat lebih lama mendukungnya, ketika anda menyampaikan keberatan dan tidak ada perbaikan dilakukan, maka sebagaimana tuntunan TUHAN, kirimkanlah persepuluhan anda ke wilayah yang lain, di mana “pekerjaan TUHAN” masih dilakukan secara benar.

Bagian kedelapan berkenaan dengan pembelokan persepuluhan untuk tujuan-tujuan di luar dukungan kepada pendeta-pendeta yang sejati.

“Harus ada persediaan yang melimpah dalam perbendaharaan TUHAN, dan akan demikian keadaannya jikalau hati dan tangan-tangan yang yang egois tidak menahan persepuluhan atau menggunakannya untuk jalur pekerjaan lainnya.
“Sumber-sumber yang disediakan TUHAN tidak boleh digunakan dengan cara yang sembrono. Persepuluh-an adalah milik TUHAN dan mereka yang turut campur tangan dengannya akan dihukum dengan ke-hilangan harta surgawi kecuali mereka bertobat. Janganlah lagi peker-jaan dihalangi karena persepuluhan telah dibelokkan ke berbagai salur-an selain saluran yang telah ditentukan oleh TUHAN. Ketetapan harus dibuat tentang saluran pekerjaan lain ini. Mereka harus dipertahankan, tetapi bukan dengan persepuluhan.TUHAN tidak berubah; persepu-luhan masih harus digunakan untuk mendukung pelayanan.” 9 Tes-timonies 246-250.
Kalimat terakhir menjelaskan semuanya. Bacaan ini tidak memba-has tentang membayarkan persepuluhan kepada konferens ataupun pendeta di luar konferens—Ini membahas tentang membayarkan perse-puluhan untuk tujuan-tujuan bukan persepuluhan, yaitu sekolah, peru-mahan, penginjil literatur, dana orang miskin, biaya sekolah, dll. Tema dari kelima bacaan ini (hlm 246-250) adalah tentang penahanan perse-puluhan dan pembelokan persepuluhan untuk tujuan-tujuan bukan per-sepuluhan, seperti usaha bisnis, biaya sekolah, dan dukungan untuk pe-nginjil literatur.
          Demikianlah ketujuh bagian dalam Testimonies 246-250.
“Adalah kebijakan yang rendah jikalau kita mendukung dari per-bendaharaan TUHAN mereka yang benar-benar menodai dan melukai pekerjaanNya, yang mereka yang terus menerus merendahkan standar Kekristenan.” 3 Testimonies, 553.
“Ada kutukan yang mengerikan bagi mereka yang mengkhotbah-kan kebenaran, namun tidak dikuduskan olehnya, dan juga bagi mereka yang terus menerima dan mempertahankan orang-orang yang tidak di-kuduskan untuk melayani mereka dalam perkataan dan ajaran.” 1 Testi-monies 261-262.

E.G. White dan Persepuluhan


Apakah yang dilakukan Ellen White tentang persepuluhannya?

Ellen White secara konsisten membayarkan persepuluhan untuk peker-jaan MAHK sebelum dibentuk menjadi sebuah denominasi pada tahun 1863.Kemudian ia tetap melakukannya kira-kira selama tujuh tahun, dan menasehatkan setiap orang yang memberikan persepuluhan mereka ke-padanya untuk memberikannya kepada gereja—dan bukan ke tempat lain. Akan tetapi kemudian pelan-pelan ia berpindah ke pola yang baru.
Dari apa yang dapat kami katakan, hal ini di mulai tahun 1868, se-bagai akibat dari insiden Hannah More. Ini terjadi hanya delapan tahun setelah nama MAHK digunakan sebagai nama gereja, dan hanya lima tahun setelah denominasi ini didirikan.
Untuk dapat memahami kisah selengkapnya tentang apa yang te-lah terjadi, kita perlu membaca beberapa bacaan dari Roh Nubuat.
Dalam 1 Testimonies 630, kita mengetahui bahwa Testimony 14 (hlm 630-712) ditulis antara November 1867 dan Maret 1868. Pada ha-laman 632,ada sebuah komentar bahwa halaman-halaman tersebut me-ngandung sebuah teguran kepada Gereja Battle Creek karena mereka tidak menolong Hannah More.
Pada halaman 666-680 kita membaca kisah yang menyedihkan tentang seorang yang bekerja sebagai misionaris Advent yang diabaikan oleh gereja sampai ia meninggal dunia. Kita pasti ingin mengetahuinya.
Di akhir ceritanya, Ellen White menyebutkan perubahan sikapnya.
“Ada orang-orang yang dapat melihat dan merasakan, dan dengan senang hati melakukan perbuatan baik bagi Yesus kepada orang-orang kudusNya. Berikanlah mereka kesempatan untuk bekerja. Biarlah mere-ka yang tidak dapat melakukan ini pergi sehingga mereka tidak mengha-langi jalan pekerjaan TUHAN.
Secara khusus ini berlaku bagi mereka yang menjadi pimpin-an dalam pekerjaan. Jikalau mereka berbuat kesalahan, semuanya menjadi salah. Semakin besar tanggung jawabnya, semakin besar kerusakan yang timbul jikalau tidak setia. Jikalau saudara-saudara yang memimpin tidak menjalankan tugas mereka dengan setia, mereka yang dipimpin akan melakukan tugas mereka.
“Seandainya saja kami memiliki sarana pada musim panas dan gugur yang lalu, Saudara More tentu masih akan bersama-sama dengan kita sekarang ini. Ketika kami mengetahui keadaan yang sesungguhnya, sebagaimana dituliskan dalam Testimonies No 13 [1 Testimonies, 569-629], kami menangani masalah ini dengan sukacita namun sekali-gus mengatakan kami tidak mau bertanggung jawab dalam sarana. Ini adalah salah. TUHAN menginginkan bahwa kita harus memiliki sarana, yang seperti di masa lalu, untuk membantu di mana bantu-an dibutuhkan. Setan ingin mengikat tangan-tangan kita dan meng-giring orang agar menjadi teledor, tidak berperasaan dan iri hati, se-hingga pekerjaan yang jahat seperti itu dapat berlanjut sebagaimana ka-sus Hannah More.
Ketika sarana dipaksakan diberikan kepada saya, saya telah menolaknya, atau menggunakannya untuk tujuan-tujuan amal, seperti Asosiasi Penerbitan. Saya tidak akan lagi berbuat demikian [menolak sarana]. Saya akan terus melakukan kewajiban saya dalam pekerja-an sebagaimana sebelumnya, namun ketakukan untuk menerima sarana yang digunakan bagi TUHAN telah hilang. Kasus Saudari More telah sepenuhnya menyadarkan saya untuk melihat pekerjaan Setan dalam mengambil sarana kita.” 1 Testimonies, 677-679.
Dengan demikian, perkataan “mengambil sarana kita” dapat juga diterapkan di luar saluran-saluran denominasi yang reguler.
Apa yang telah terjadi di sini adalah bahwa Ellen White mulai me-nerima persepuluhan dan dana-dana lainnya, dan membagikannya ke-pada mereka yang membutuhkan pertolongan atau mereka yang beker-ja untuk TUHAN tanpa dukungan konferens. Ia menggunakan persepu-luhan tersebut untuk mendukung para pendeta dan misionaris yang membutuhkan pertolongan dan tidak menerimanya dari gereja atau yang telah pensiun atau diabaikan. Dana lain, yang bukan persepuluh-an, digunakannya untuk membantu para janda, orang miskin dan orang yatim piatu.
Hannah More disebutkan lagi dalam 2 Testimonies, 140-145, dan 332:1. Wanita ini sangat dipikirkan oleh Ellen White, sehingga ia kemu-dian memutuskan bahwa, di masa depan,orang miskin dan pekerja yang membutuhkan pertolongan dapat menerima bantuan.
Di tahun-tahun belakangan, Ellen White menyadari  betapa besar kehilangan yang mereka alami karena pengabaian terhadap Hannah More. Anda tahu, Saudari More telah menjadi pemelihara Sabat ketika masih bekerja sebagai seorang misionaris dari sebuah gereja Protestan di Afrika Tengah (1 T 669:1). Ketika pertobatannya diketahui, ia dipecat. Maka ia kembali ke Amerika untuk membantu gereja Advent yang dika-sihinya. Namun mereka tidak memberikan dia kesempatan—padahal sesungguhnya, ia adalah satu-satunya anggota gereja yang memiliki pe-ngalaman misionaris di luar negeri yang dimiliki gereja pada saat itu! Ia dapat memberi bantuan yang besar kepada pimpinan gereja untuk mempersiapkan usaha-usaha misionaris luar negeri mereka di masa mendatang (3 T 407:2—408:1).
Semua ini menjadikan satu dorongan yang menyala-nyala dalam Ellen White, untuk memastikan bahwa keadaan seperti itu tidak terulang kembali. Bacalah 1 Testimonies: 666-680 dengan seksama. Banyak dari kita yang mengetahui pengalaman yang serupa.
Karena alasan seperti itulah maka di tahun-tahun kemudian, kita menemukan komentar sebagai berikut:
“Perempuan-perempuan ini [orang-orang yang mengajar Alkitab, Bible workers] memberikan seluruh waktu mereka, namun diberitahu bahwa mereka tidak menerima apapun untuk pekerjaan mereka karena suami-suami mereka menerima gaji. Saya katakan kepada mereka un-tuk maju terus dan semua keputusan seperti itu akan dibalikkan.
“Firman berkata, ‘Pekerja-pekerja pantas menerima upahnya.’ Ke-tika keputusan seperti itu dibuat, dalam nama TUHAN saya akan protes. Saya merasakan sudah menjadi tugas saya untuk mencarikan dana dari uang persepuluhan saya, untuk membayar perempuan-perem-puan ini yang menyelesaikan pekerjaan yang mendasar sama seperti yang dilakukan pendeta, dan persepuluhan ini saya akan simpan untuk pekerjaan yang sejenis dengan yang dilakukan oleh pendeta-pendeta.
“Ini akan memberimu gagasan bagaimana permasalahan di dalam konferens ini.Ada tujuh puluh lima jiwa yang terorganisir menjadi sebuah gereja, yang membayar persepuluhan mereka kepada konferens, dan sebagai rencana keselamatan, dianggap sangat mendasar untuk mem-biarkan jiwa-jiwa ini bekerja tanpa imbalan! Namun ini tidak menyu-sahkan saya, karena saya tidak akan membiarkan ini berlangsung.” Manuscript tanggal 22 April, 1898, Spalding-Magan Unpublished Test-imonies, 117.
Seperti yang dikatakan Ellen White selanjutnya dalam surat kepa-da Watson, ia membantu orang-orang yang melakukan pekerjaan itu, yang harus dikerjakan, yang tidak didukung oleh organisasi.

Tetapi ia tidak mau orang lain melakukan hal itu juga, bukan?

Adalah jelas dari sejumlah pernyataan yang mengherankan bahwa Ellen White bukan saja mengumpulkan persepuluhan dan membagikannya kepada mereka yang membutuhkannya, tetapi ia juga memuji orang lain yang mengirimkan persepuluhan mereka langsung kepada mereka yang membutuhkannya, tanpa melalui dia. Pertama-tama, ia dengan senang hati menerima persepuluhan dari orang-orang lain yang menginginkan agar dana itu digunakan di luar saluran-saluran yang reguler.
“Beberapa kasus telah disimpan di hadapan saya selama berta-hun-tahun, dan saya telah menyediakan kebutuhan mereka dari per-sepuluhan, sebagaimana diperintahkan TUHAN kepada saya, dan jikalau ada seseorang yang berkata kepada saya, “Saudara White, maukah anda menggunakan persepuluhan saya di tempat yang an-da tahu dana itu paling dibutuhkan?’ Saya akan menjawab, ‘Ya,’dan saya akan melakukannya; dan saya telah melakukannya.” 22 Janu-ari 1905. Surat kepada G.F. Watson.
“Saya mengirimkan masalah ini kepadamu sehingga kamu tidak akan berbuat salah. Selama bertahun-tahun ada orang-orang yang kehilangan kepercayaan tentang penggunaan persepuluhan dan menempatkan persepuluhan mereka di tangan saya, dan mengata-kan jikalau saya tidak menerimanya, mereka akan membagikannya sen-diri kepada keluarga-keluarga pendeta yang paling membutuhkan yang dapat mereka temukan. Saya telah menerima uang tersebut, membe-rikan mereka tanda terima, dan memberitahu mereka bagaimana penggunaannya.” Surat EGW, tanggal 22 Januari 1905 (Letter 267, 1905), kepada Elder G.F. Watson, presiden konferens Colorado.

Tetapi ia tidak mau orang lain memberikan persepuluhan mereka langsung kepada orang-orang yang berada di luar saluran yang re-guler, bukan?Apakah ia tidak mau uang itu melalui dia?

Ellen White menganggap itu bukan saja praktek yang benar baginya un-tuk menggunakan dana itu di luar saluran gereja, yang sepenuhnya se-laras dengan Alkitab, melainkan juga ia memuji orang lain yang juga memberikan persepuluhan mereka kepada orang-orang yang bekerja untuk Alkitab di luar saluran yang reguler.
“Saya memuji saudari-saudari yang memberikan persepuluh-an mereka di tempat yang paling membutuhkan, untuk membantu melakukan pekerjaan yang terbengkalai.” Surat kepada Watson.
Inilah pekerjaan yang telah ditunjukkan TUHAN kepada saya dan kepada orang lain untuk dilakukan.” Surat kepada Watson.
Surat kepada Watson akan dikutip penuh di bagian lain buku ini.
“TUHAN menjamin bahwa suara-suara yang begitu cepat berkata bahwa semua uang uang diinvestasikan untuk pekerjaan [TUHAN] ha-rus melalui saluran-saluran yang ditentukan [GC] di Battle Creek tidak akan terdengar. Orang-orang yang kepada mereka oleh TUHAN telah diberikan sarana hanyalah bersedia menerima nasehat dariNya sa-ja. Adalah hak istimewa mereka untuk memberi pertolongan dan bantuan langsung kepada misi-misi. Karena penyalahgunaan sarana maka ladang di daerah Selatan tidak menunjukkan keadaan yang lebih baik daripada sekarang.” Letter, tanggal 28 Juni 1901, kepada A.G. Da-niels,presiden GC (Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 176-177).

Bagaimana bisa prosedur seperti itu selaras dengan Alkitab?

Transaksi persepuluhan yang pertama dicatat dalam Alkitab adalah di-berikan oleh Abraham kepada sebuah independent ministry (Kejadian 14:18-20). Yakub mungkin juga melakukannya. (Ada bacaan dalam Roh Nubuat yang mengatakan bahwa ketika kembali ke Kanaan, Yakub se-gera membayar persepuluhan untuk seluruh tahun-tahun tersebut, seba-gaimana yang telah dijanjikannya.Akan tetapi, kepada siapakah ia mem-bayarkannya?)
Nabi yang menghidupi dirinya sendiri, Elisa, menerima buah-buah sulung (2 Raja 4:42-44), kendatipun buah-buah sulung ini ditujukan un-tuk orang-orang Lewi (Ulangan 18:1-4).
Yesus dan murid-muridnya membentuk sebuah independent min-istry, mereka bahkan memiliki bagian bendahara sendiri, dan Yudas de-ngan baik hati menawarkan untuk mengelolanya bagi mereka (Yohanes 12:6; 13:29).
Gereja Perjanjian Baru, dalam Kitab Kisah Para Rasul, adalah su-atu badan, yang bertindak terpisah dari badan yang telah mapan.
Hampir seluruh waktunya, Paulus melaksanakan pelayananNya tanpa persetujuan penuh dari para pemimpin gereja Kristen di Yerusa-lem. Paulus bahkan menyetujui tua-tua setempat menerima persepuluh-an (1 Timotius 5:17, 18; 1 Korintus 9:9). Paulus berkata, “Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.”(1 Korintus 9:14), yang menyatakan bah-wa ini adalah aturan yang diperintahkan oleh TUHAN. (Beberapa orang menolak fakta ini bahwa Paulus mengacu kepada persepuluhan dalam 1Korintus 9:13-14; 2 Korintus 11:8 dan Filipi 4:15, 16).
Paulus menjalankan independent ministry, terpisah dari struktur gereja. Mereka tidak mengatakan kepadanya di mana harus bekerja, ti-dak juga membiayai kegiatannya.
“Itu adalah misionaris atas biaya sendiri yang dilakukan oleh Rasul Paulus dalam menyebarkan pengetahuan tentang Kristus di seluruh du-nia.” Ministry of Healing, 154.
Orang-orang Filipi adalah mereka yang termasuk mengirimkan da-na uang kepada Paulus untuk membantu mendanai pekerjaannya (Filipi 4:14-17).
Mengapa Paulus mengatakan bahwa ia “telah merampok jemaat-jemaat lain” (2 Korintus 11:8-9)? Sebagian orang percaya  bahwa Paul-us menghindari pengaturan, bahwa dana harus dikirimkan ke gereja Ye-rusalem; sementara ia mengambilnya untuk pekerjaannya.
Namun itu mungkin tidak benar;karena konsep bahwa seluruh per-sepuluhan dan persembahan harus disalurkan melalui satu organisasi pusat tampaknya tidak ada pada jemaat mula-mula sampai ada supre-masi gereja di kota Roma yang muncul di abad ke-empat. Perjalanan adalah sulit dan berbahaya di masa itu, dan adalah tidak bijaksana bagi sebuah gereja di Asia Kecil untuk mengirimkan uangnya ke Yerusalem, sehingga dari sana, dapat didistribusikan kembali ke luar di ladang-la-dang. Namun, sebagian uang mungkin telah dikirimkan ke Yerusalem. Paulus membawa sebagian uang ke sana untuk umat percaya yang miskin.
          Di tahun 1898, M.E Kellogg, (bukan J.H. Kellogg, MD atau M.G. Kellogg, MD) menerbitkan sebuah buku, berjudul The Supremacy of Peter, melalui Review & Herald di Battle Creek. Dalam satu babnya (“New Testament Church Government”) kita menemukan satu perban-dingan antara gereja Perjanjian Baru dan gereja Roma. Kellogg menga-takan bahwa konsep Roma Katolik tentang rumah perbendaharaan yang terpusat dan eksklusif adalah konsep asing bagi gereja Perjanjian Baru.
“Gereja di Filipi pada suatu waktu memutuskan untuk mendukung rasul Paulus,mengiriminya dana melalui seorang kurir khusus,uang atau sarana lain ketika ia berada di tanah-tanah yang jauh (Filipi 4:15). Tidak diragukan lagi jemaat-jemaat lain melakukan hal serupa. Ini adalah con-toh praktek di zaman rasul-rasul sebelum satu aturan hirarki menghan-curkan seluruh kehidupan dan kebebasan spontan dari jemaat.” M.E. Kellogg, The Supremacy of Peter, 269-270.
Suatu pertimbangan yang penuh pemikiran menjelaskan mengapa ini bisa jadi benar. Rencana TUHAN adalah bahwa kita harus secara pri-badi memohon tuntunan TUHAN ke mana kita harus mengirimkan uang kita, sama seperti Abraham melakukannya. Aturan-aturan keras ini ten-tang “kirimkan ke sini dan tidak ke tempat lain manapun” adalah asing baik bagi Alkitab maupun Roh Nubuat.
Kutipan selanjutnya.
“Itulah contoh-contoh dari praktek di zaman para rasul; semakin dekat sebuah jemaat datang kepada sistem yang ada di zaman jemaat mula-mula, pada prinsipnya, jika tidak termasuk segala hal rinciannya, semakin pasti bahwa jemaat akan selaras dengan pikiran ilahi. Kita tidak bermaksud mengatakan bahwa tidak ada jalan yang reguler dan sistem-atis untuk mendukung pelayanan Injil, namun kita hanya ingin mengata-kan bahwa ada juga kesempatan, ketika diperlukan, bahwa gereja dan individu bebas dan terpisah bekerja dengan cara seperti ini.” Ibid.
Ini mengingatkan kepada pernyataan, yang dikutip sebelumnya, dalam surat Ellen White kepada presiden GC, hanya tiga tahun sebelum penerbitan buku M.E. Kellogg:
“TUHAN menjamin bahwa suara-suara yang begitu cepat berkata bahwa semua uang uang diinvestasikan untuk pekerjaan [TUHAN] harus melalui saluran-saluran yang ditentukan [GC] di Battle Creek tidak akan terdengar. Orang-orang yang kepada mereka oleh TUHAN telah diberikan sarana hanyalah bersedia menerima nase-hat dariNya saja.Adalah hak istimewa mereka untuk memberi pertolong-an dan bantuan langsung kepada misi-misi. Karena penyalahgunaan sarana maka ladang di daerah Selatan tidak menunjukkan keadaan yang lebih baik daripada sekarang.” Letter, tanggal 28 Juni 1901, ke-pada A.G. Daniels, presiden GC (Spalding-Magan Unpublished Testi-monies, 176-177).

Tetapi apakah saluran yang reguler tidak harus dipertahankan? Apakah rute persepuluhan alternatif harus diizinkan?

Pernyataan Ellen White tentang masalah ini adalah sangat jelas. Bebe-rapa adalah berikut ini:
“Pengaturan bahwa seluruh uang harus melalui Battle Creek dan di bawah pengawasan beberapa orang di tempat itu adalah ca-ra pengelolaan yang salah. Ada terlalu banyak tanggung jawab be-rat yang dibebankan kepada sedikit orang, dan sebagian tidak men-jadikan TUHAN sebagai penasehat mereka.” Testimonies to Ministers, 321.
          Ellen White seringkali berbicara tentang “jalur-jalur yang reguler,” ‘jalan yang reguler,” “cara yang ditunjuk,” dan “saluran-saluran yang re-guler” dan dengan jelas menyatakan bahwa adalah salah jika memba-yangkan bahwa seluruh uang kepada pekerja harus mengalir melalui mereka. Di bagian berikut ini kami memberi cetak miring untuk istilah-istilah tersebut.
“TUHAN memanggil sebuah kebangunan dan reformasi. Jalur-jalur yang reguler’ tidak melakukan pekerjaan seperti yang diingin-kan TUHAN untuk diselesaikan. Biarlah kebangunan dan reformasi membuat perubahan terus menerus. Biarlah setiap beban dihancur-kan. Biarlah manusia bangun dan menyadari bahwa mereka memi-liki tanggung jawab pribadi.
Berikut ini adalah cukup untuk membuktikan kepada semua orang yang memiliki roh misionaris yang benar yang dianggap sebagai se-buah kegagalan dan perangkap oleh “jalur-jalur yang reguler.” TUHAN membantu umatNya, lingkaran raja-raja yang berani meng-ambil tanggung jawab yang begitu besar tidak boleh lagi memprak-tekkan kuasa mereka yang tidak dikuduskan dalam apa yang dise-but ‘jalur-jalur reguler.’ Terlalu banyak kuasa diberikan dalam agen-agen manusia yang tidak bangkit dan bereformasi. Janganlah kecin-taan diri dan iri hati diizinkan mendasari pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi perintah agung dan mulia yang telah diberikan oleh Kristus kepada setiap murid.
“TUHAN telah mendorong orang-orang yang memulai tang-gung jawab mereka sendiri untuk bekerja bagiNya, hati mereka dipe-nuhi dengan kasih kepada jiwa-jiwa yang akan binasa. Orang muda, pergilah  ke tempat-tempat yang ditunjukkan kepadamu oleh Roh TUHAN. Bekerjalah dengan tanganmu, sehingga kamu dapat membia-yai dirimu sendiri, dan ketika memperoleh kesempatan, beritakanlah pe-kabaran tentang peringatan…
“TUHAN menjamin bahwa suara-suara yang begitu cepat ber-kata bahwa semua uang uang diinvestasikan untuk pekerjaan [TUHAN] harus melalui saluran-saluran yang ditentukan [GC] di Battle Creek tidak akan terdengar. Orang-orang yang kepada mereka oleh TUHAN telah diberikan sarana hanyalah bersedia menerima nase-hat dariNya saja.Adalah hak istimewa mereka untuk memberi pertolong-an dan bantuan langsung kepada misi-misi…
Saya tidak menganggap bahwa sudah menjadi tugas dari pe-kerjaan kita di Cabang Selatan, dalam publikasi dan penyebaran buku-buku, berada di bawah pendiktean rumah-rumah percetakan kita yang telah mapan. Dan jikalau sarana dapat diusahakan untuk me-ngurangi biaya penerbitan dan penyebaran buku-buku, biarlah ini dilaku-kan.” Surat kepada E.G. Daniels, 28 Juni 1901 (Spalding –Magan Unpu-blished Testimonies, 175-177).

Kita mengetahui dari pernyataan-pernyataan lain bahwa pekerjaan-pe-kerjaan misionaris, kesehatan dan pendidikan dapat dilakukan dalam in-dependent ministries. Paragraf di atas menyatakan bahwa pekerjaan pe-nerbitan dapat juga.
Berikut ini adalah komentar yang tanpa persiapan, yang diberikan kepada pimpinan-pimpinan gereja di tempat yang tinggi dalam sebuah pertemuan di perpustakaan Battle Creek College, tanggal 1 April 1901 selama Pertemuan GC. Ingatlah bahwa Ellen White baru saja kembali dari Australia, dan ini adalah pertama kalinya beberapa pemimpin berte-mu dengannya langsung setelah sepuluh tahun.
Para pimpinan gereja bukan saja mengatakan kepada anggotanya bahwa semua dana yang dibutuhkan harus melalui tangan mereka, me-reka juga mengumumkan bahwa itu harus dilakukan demikian karena mereka adalah “suara TUHAN” di bumi! Kita mengira hanya paus di Ro-ma yang mengaku posisi ini.
Tentang konferens kita, disampaikan berulang-ulang, bahwa itu adalah suara TUHAN, dan oleh karenanya segala sesuatu harus disampaikan kepada Konferens dan mendapatkan suara Konferens dalam hal izin atau pembatasan tentang apa yang harus dan tidak  boleh dilakukan di berbagai bidang… Kami telah mendengar cukup … bahwa segala sesuatu harus sesuai dengan jalur yang reguler. Jika-lau kita mengetahui bahwa jalur yang reguler telah diubah dan disucikan dan dimurnikan, dan cetakan TUHAN Surgawi ada pada jalur yang regu-ler, maka sudah menjadi tugas kita untuk menetapkan jalur yang reguler [sebagai yang sah]. Akan tetapi ketika pekabaran demi pekabaran yang diberikan TUHAN telah diterima, namun tidak ada perubahan, sama seperti sebelumnya, maka jelaslah bahwa gagasan-gagasan baru (new blood) harus dimasukkan ke dalam jalur yang reguler.
“Dibutuhkan pikiran-pikiran yang dipekerjakan oleh Roh Kudus; dan … kecuali ada kuasa yang menunjukkan bahwa mereka diteri-ma oleh TUHAN untuk mengambil tanggung jawab yang harus di-tangani, dan harus ada renovasi tanpa penundaan. Membiarkan Per-temuan GC 1901 berlalu dan selesai seperti yang dilakukan Pertemuan-pertemuan yang lain, dengan manipulasi, nada,dan perintah yang sama, --TUHAN melarang!...
“TUHAN melarang, saudara-saudara, … Ia menginginkan setiap kuasa yang hidup untuk bangkit; namun kita sama saja seperti orang mati. Dan inilah saatnya kita harus bangkit dan bersinar karena terang kita telah datang, dan kemuliaan TUHAN telah bangkit ke atas ki-ta, dan jika hal ini tidak terjadi, maka kita akan menutup pertemuan hari ini sama seperti hari-hari lainnya’… Sekarang TUHAN menginginkan agar RohNya masuk. Ia menginginkan Roh Kudus sebagai raja. Ia me-nginginkan segala sesuatu menjadi sejelas-jelasnya, bahwa itu ti-dak akan diberlakukan untuk orang luar; itu tidak akan diberlakukan untuk orang yang berusaha melayani TUHAN dan berusaha mengguna-kan seluruh kekuatannya untuk melayani Dia, yaitu membawa persepu-luhannya untuk mempertahankan pelayanan.
TUHAN memiliki perbendaharaan, dan perbendaharaan harus dipertahankan dengan persepuluhan … dan persepuluhan harus be-bas sehingga dapat mempertahankan pekerjaan secara luas; setiap orang harus bertindak dalam kapasitas masing-masing sedemikian sehingga kepercayaan semua orang akan mantap kepada mereka, dan bahwa mereka tidak perlu takut, namun memandang segala se-suatu seperti terang siang hari dalam hubungannya dengan pekerjaan dan orang-orang…
Tidak boleh ada seorangpun yang berhak mengangkat ta-ngannya dan berkata, Tidak, kamu tidak boleh pergi ke sana; kami tidak akan mendukungmu kalau kamu ke sana! Mengapa, apakah urusanmu dengan dukungan? Apakah mereka [pimpinan gereja] yang menciptakan sarana tersebut? Sarana tersebut berasal dari orang-orang, dan mereka yang berada di ladang-ladang yang terbeng-kalai. Suara TUHAN telah memerintahkan saya untuk menginstruk-sikan kepada mereka untuk pergi kepada orang-orang itu dan mem-beritahukan kebutuhan mereka dan menarik orang untuk bekerja di manapun mereka mendapat tempat untuk bekerja, membangun pekerja-an di setiap tempat yang mereka dapatkan.” Komentar disampaikan pa-da pertemuan yang diadakan di Perpustakaan Battle Creek bagi pimpin-an gereja selama Pertemuan GC bulan April 1901 (Spalding-Magan Un-published Testimonies, 162-168).

Meskipun, mungkin di masa gereja yang mula-mula, gereja setem-pat harus mampu menyediakan dana; namun anggota jemaat tentu saja tidak boleh berkomentar tentang ke mana dana rohani mereka digunakan! Mereka tidak cukup bijaksana, bukan?

Mereka dapat datang kepada TUHAN yang sama sebagaimana gereja dan konferens. Kadangkala orang-orang secara pribadi mencari TUHAN lebih sering dan lebih sungguh-sungguh daripada komite.
“TUHAN menginginkan agar manusia memiliki hubungan langsung dengan Dia. Dalam segala urusan-Nya dengan manusia, Ia menerap-kan prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menimbulkan ra-sa tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menimbulkan rasa keber-gantungan pribadi, dan mengesankan akan kebutuhan tuntunan seca-ra pribadi. Pemberian-pemberianNya diberikan kepada manusia se-bagai pribadi-pribadi. Setiap orang telah dijadikan pengawal dari kepercayaan-kepercayaan yang kudus; masing-masing harus mela-kukan kepercayaan ini menurut petunjuk Sang Pemberi; dan ma-sing-masing pelayanannya harus dikembalikan kepada TUHAN.” 7Testimonies, 176.
Masing-masing kita akan bertanggung jawab atas bagaimana pemberian kita untuk pekerjaan TUHAN digunakan, apakah kita yang memutuskan sendiri ataupun apakah kita meletakkannya di kantong dan membiarkan komite memutuskan untuk kita.

Apakah nasehat lain yang diberikan Ellen White untuk pimpinan ge-reja kita tentang persepuluhan?

Ia menasehati pimpinan gereja untuk diam tentang masalah ini, jikalau tidak, akan lebih banyak orang akan melakukannya. “Saya menuliskan ini kepadamu supaya kamu tetap tenang dan tidak menjadi terganggu dan mempublikasikan masalah ini, jikalau tidak maka akan banyak yang mengikuti contoh mereka.” Surat kepada Watson.
Di zamannya, Ellen White mengetahui bahwa tidak ada krisis yang berat tentang standar dan ajaran. Memang ada masalah, namun tidak terlalu serius. Namun ia memperingatkan pimpinan gereja bahwa jikalau mereka tidak membuang pendeta-pendeta yang tidak dikuduskan, lebih banyak anggota gereja yang akan melakukannya.
“Banyak saudara-saudara kita yang menyatakan diri mereka tentang hal ini bahwa jikalau Konferens mereka tetap membayar uang kepada pendeta-pendeta yang demikian [tidak bertobat], me-reka akan menahan persepuluhan mereka.” Series A, No. 1, 13.
Ini bukan masalah kecil! Nabi di zaman kita mengumumkan bahwa adalah dosa bagi orang-orang yang demikian didukung dengan perse-puluhan yang kudus, sehingga mereka terus mengabarkan kesalahan, bekerja untuk menurunkan standar, dan menghidupkan kehidupan yang tidak kudus!
Gabungkan pernyataan berikut dengan yang baru saja kita baca dalam 7 Testimonies, 176 di atas. Setiap orang yang membayar perse-puluhan memiliki tanggung jawab atas tujuan persepuluhan tersebut, di manapun itu adanya, baik di saluran yang reguler maupun di luar itu.
“Akan tetapi di lain pihak, adalah sangat salah kalau Konferens memberi kepercayaan kepada orang-orang seperti itu, dan tidak la-in daripada dosa jikalau menggunakan uang TUHAN untuk memba-yar kerja yang demikian. Harus ada kerja yang sungguh-sungguh pada orang-orang itu, dan kecuali mereka bereformasi, tidak ada alasan me-ngapa mereka harus terus memiliki kepercayaan tersebut.
“Ada banyak orang yang menganggap enteng dan sembrono, dan dengan demikian mereka lebih banyak membahayakan daripada berbuat kebaikan. Ini juga, harus dikerjakan dengan setia; dan jikalau mereka tidak menunjukkan bukti adanya reformasi, mereka secara pas-ti tidak boleh melanjutkan pelayanan; karena hasil pekerjaan mere-ka hanyalah kejahatan.” Ibid.
          Adalah kebijakan yang rendah jikalau kita memberi dukungan dari perbendaharaan TUHAN kepada mereka yang benar-benar mencemari dan mencederai pekerjaan TUHAN, dan mereka yang te-rus menerus merendahkan standar-standar Kekristenan.” 3 Testi-monies, 553.
Selanjutnya, Ellen White mengatakan kepada mereka bahwa ada-lah salah jikalau pimpinan gereja menuntut bahwa semua dana harus di-salurkan melalui konferens.
Jangan khawatir tentang sebagian sarana yang dikirimkan langsung kepada mereka yang berusaha untuk melakukan pekerjaan misionaris dengan cara yang efektif dan diam. Seluruh sarana tidak boleh ditangani hanya oleh satu agen atau organisasi. Ada banyak urusan yang harus diselesaikan secara berhati-hati untuk pekerjaan TUHAN. Pertolongan harus dicari dari segala sumber yang me-mungkinkan.” Kepada mereka yang memikul tanggung jawab, 6 Janu-ari 1908, Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 421.
Ellen White meminta para pimpinan kita untuk kembali ke praktek gereja yang mula-mula,--yaitu ketika tidak ada tuntutan bahwa seluruh dana harus melalui saluran-saluran tertentu dan dana digunakan secara benar oleh para pimpinan.
“Bagaimanakah uang yang kita bawa ke perbendaharan digu-nakan?... Manakah bukti adanya kerjasama dengan TUHAN?” Kress Collection, 120.
Ia mengatakan bahwa kendali pengawasan keuangan, atas apa-pun yang telah dilakukan, telah ditarik semakin kencang—dan ini adalah salah.
“Hukum dan peraturan sedang dibuat di pusat pekerjaan yang segera akan pecah menjadi atom-atom. Manusia tidak boleh men-dikte. Orang-orang yang berada pada posisi wewenang tidak boleh menggunakan seluruh kekuasaan mereka untuk memelihara seba-gian orang, sementara yang lain dibuang, diabaikan, ditinggalkan, dan dibiarkan binasa. Namun adalah tugas para pimpinan untuk meng-ulurkan bantuan kepada semua yang membutuhkan.
“Jikalau tali ditarik begitu kencang, jikalau peraturan dibuat sedemikian rinci, jikalau manusia terus menerus mengikat sesama pekerja semakin dekat kepada perintah manusia, banyak yang akan didorong oleh Roh TUHAN untuk mematahkan setiap ikatan, dan menyatakan kebebasan mereka dalam Yesus Kristus… Tidak boleh ada aturan yang mati; pekerjaan kita adalah pekerjaan berkelanjutan, dan harus ada ruang untuk memperbaiki metode.” Review, 23 Juli 1895.
Ellen White mengatakan kepada mereka bahwa jikalau mereka menolak membantu pekerja-pekerja yang dibangkitkan oleh TUHAN un-tuk melakukan pekerjaan khusus, (dalam bacaan berikut, pekerjaan pe-nyembuhan alami), pekerja-pekerja seperti itu akan melanjutkan peker-jaan mereka bahkan dengan cara yang semakin independen.
“Mereka yang melakukan pekerjaan misionaris kesehatan di Battle Creek harus memperoleh persetujuan dan kerjasama penuh oleh gereja … Waktunya sangat pendek, dan ada pekerjaan besar yang harus dila-kukan. Jikalau anda merasa tidak berminat dengan pekerjaan yang maju terus, jikalau anda tidak mendorong misionaris kesehatan be-kerja di dalam jemaat-jemaat, mereka akan melakukannya tanpa persetujuanmu, karena pekerjaan ini harus dilakukan.” Manuscript Release #11, 218.
Ellen White mengirimkan surat-surat ke berbagai pimpinan konfe-rens lokal, meminta mereka menolong independent ministries (dalam hal ini, sekolah pelatihan independent).
“Saya memohon kepada saudara-saudara kita di Dakota Sela-tan untuk membantu keadaan darurat ini, dan memberikan dengan sukarela kepada Madison School, sehingga mereka dapat mendirikan sebuah tempat ibadah dan bangunan sekolah. Bangunan seperti itu se-harusnya telah disediakan bagi mereka dahulu. Janganlah kita membi-arkan orang-orang ini bekerja dalam keadaan yang berkekurangan seperti sekarang, ketika waktu adalah begitu berharga, dan kebutuhan akan pekerja-pekerja yang trampil di daerah Selatan begitu besar.
“Di sekolah-sekolah umum diajarkan sesuatu yang lebih merupa-kan sebuah penghalang daripada berkat. Kita membutuhkan sekolah di mana Firman TUHAN dijadikan dasar pendidikan. Madison Training School untuk guru-guru harus mendapatkan dukungan penuh dari umat TUHAN. Maka, saya meminta saudara-saudara dan asosiasi sauda-ra di komite konferens untuk secara sukarela membantu saudara-saudara kita di Madison dalam pekerjaan yang penting ini.” Surat kepada E.G. Hayes, 5 Februari 1907.
Alasan mengapa saudara-saudara tidak mendukung Madison School adalah karena sekolah itu adalah tidak di bawah pengawasan gereja. Namun sekolah itu adalah independen, karena Ellen White me-yakinkan bahwa sekolah itu akan demikian.

Jadi, Ellen White tidak ingin saudara-saudara mencoba menghenti-kan pekerja-pekerja independent; apakah demikian?

Secara berulang-ulang, Ellen White mengatakan kepada para pimpinan, “Janganlah ada larangan… Biarlah mereka yang telah dipanggil oleh TUHAN bagi sebuah pekerjaan khusus melakukannya tanpa ada usaha-usaha dari kamu untuk menghalangi dan menghentikannya. Adalah be-nar bahwa TUHAN memanggil mereka, tanpa terlebih dahulu meminta persetujuanmu, akan tetapi ini tidak berarti bahwa panggilan mereka adalah tidak sah.
Berulang kali Ellen White mengatakan kepada para pimpinan, “Ja-ngan mencoba menghentikan aliran dana kepada mereka.”
Ellen White tidak menulis banyak surat di tahun-tahun terakhirnya. Surat di tahun 1908 berikut kepada pimpinan gereja di segala tingkatan, di segala tempat, berisikan sebuah panggilan yang paling khidmat dari TUHAN di surga, untuk berhenti mencoba menghalangi usaha-usaha in-dependent ministries untuk mengumpulkan dana untuk membantu mere-ka dalam pekerjaannya.
TUHAN telah memberikan kepada saya sebuah pekabaran bagi orang-orang yang memikul tanggung jawab yang besar di Washington dan pusat-pusat pekerjaan yang lain. Inilah saatnya ke-tika pekerjaan TUHAN harus dilakukan dengan hikmat yang besar, tidak mementingkan diri sendiri, dan integritas yang paling tinggi pada setiap konferens; saat ketika setiap pekerja harus memelihara hukum TUHAN secara paling ketat; berjalan dan bekerja di bawah tuntunan Roh Kudus.
“TUHAN membutuhkan pria dan wanita yang akan bekerja dalam kesederhanaan Kristus untuk membawa pengetahuan akan kebenaran ke hadapan orang-orang yang membutuhkan kuasa pertobatannya. Na-mun ketika sebuah garis pasti diletakkan yang harus diikuti oleh pekerja-pekerja dalam usaha mereka untuk mengabarkan pekabar-an ini, sebuah batasan dilakukan akan kegunaan sejumlah besar pekerja. Saya diperintahkan untuk berbicara, berkata, TUHAN melihat tidak seperti manusia melihat…
TUHAN bekerja melalui berbagai agen. Jikalau ada orang-orang yang ingin masuk ke dalam ladang dan mengambil pekerja-an, doronglah mereka untuk melakukannya…Janganlah ada tangan manusia diangkat untuk menghalangi saudaranya. Mereka yang te-lah memiliki pengalaman dalam pekerjaan TUHAN harus didorong untuk mengikuti petunjuk dan nasehat dari TUHAN.
“Janganlah khawatir kalau ada sebagian sarana dikirimkan langsung kepada mereka yang mencoba melakukan pekerjaan mi-sionaris dengan cara tenang dan efektif. Semua sarana tidak boleh ditangani oleh hanya satu agen atau organisasi saja…
“Kepada mereka yang ada di konferens yang sudah merasa bahwa mereka memiliki wewenang untuk melarang pengumpulan sarana di sebuah wilayah, saya sekarang berkata, ‘Masalah ini telah ditunjukkan kepada saya berulang-ulang. Sekarang saya menyam-paikan kesaksian saya dalam nama TUHAN kepada mereka yang berkepentingan. Di  manapun anda berada, tahanlah laranganmu. Pekerjaan TUHAN tidak boleh dikekang. TUHAN sedang dilayani dengan setia oleh orang-orang ini yang telah kamu awasi dan ke-cam. Mereka takut dan hormat kepada TUHAN; mereka adalah pe-kerja bersama-sama dengan Dia. TUHAN melarang kamu untuk memberi kuk apapun ke pundak hamba-hambaNya.
“Adalah hak istimewa dari para pekerja ini untuk menerima pemberian atau pinjaman, sehingga mereka dapat menginvestasi-kannya, untuk membantu dalam melakukan pekerjaan penting yang harus dilakukan.
“Beban tanggung jawab yang indah ini, yang sebagian orang menganggap telah diletakkan ke atas mereka melalui posisi resmi mereka, tidak pernah diletakkan ke atas mereka. Jikalau orang-orang berdiri bebas di mimbar kebenaran, mereka tidak akan per-nah menerima tanggung jawab untuk membuat hukum dan peratur-an yang menghalangi dan memaksa pekerja-pekerja pilihan TUHAN dalam pekerjaan mereka dalam pelatihan dan misionaris.
“Ketika mereka memahami pelajaran bahwa ‘kamu semua adalah bersaudara,’ dan menyadari bahwa saudara pekerja mereka juga me-ngetahui sama seperti mereka tentang bagaimana menggunakan talen-ta dan kemampuan yang dipercayakan kepada mereka dengan cara yang paling bijaksana, mereka akan mengangkat kuk yang sekarang mengikat saudara-saudara mereka,  dan memberikan mereka pujian ka-rena telah mengasihi jiwa-jiwa dan karena memiliki keinginan untuk be-kerja tanpa mementingkan diri sendiri untuk mendorong minat terhadap permasalahan..
“Ketika Roh Kudus diizinkan untuk membentuk hati dan kehidupan kita, akan ada lebih banyak kepercayaan yang dinyatakan dalam peker-ja-pekerja yang berjuang melawan kesulitan di tempat-tempat yang sulit.
TUHAN memiliki laporan tentang setiap jiwa yang akan mem-batasi kebebasan jiwa yang lain. Ada seorang Pengawas yang meng-ukur setiap tabiat,dan akan menghakimi sesuai dengan ukuran tersebut. Rasa iri hati yang dinyatakan oleh sebagian orang yang mengaku dalam kebenaran, secara jelas menunjukkan bahwa kecuali jikalau hati mereka diubahkan mereka tidak pernah menjadi pemenang. Kecuali mereka menjawab pengaruh kasih karunia TUHAN yang mengalahkan dan me-nguduskan, mereka tidak akan pernah mengenakan mahkota kehidup-an.
“Kepada semua orang yang menggariskan satu jalan tertentu yang harus dilalui saudaranya, TUHAN berkata, “Pergilah dari jalan itu.’Setan dan utusan-utusannya sedang melakukan cukup banyak jenis pekerjaan seperti ini.” Letter, tanggal 6 Januari 1908. “Kepada mereka yang memikul tanggung jawab,’ Spalding-Magan Unpublished Testimon-ies, 419-424.
Di beberapa bagian konflik ini lebih nyata ditunjukkan dalam tin-dakan-tindakan Elder Watson, yang memicu dituliskannya Surat kepada Watson.
“Ketika kejahatan yang ada tidak dihadapi dan diperiksa, karena manusia memiliki sangat sedikit keberanian untuk memarahi yang salah, karena mereka sangat sedikit berminat atau terlalu khawatir akan me-ngurangi kekuasaan mereka sendiri ketika berusaha secara sungguh-sungguh untuk menyucikan keluarga atau jemaat TUHAN, mereka ber-tanggung jawab atas kejahatan yang mungkin menjadi akibat dari kela-laian mereka melakukan kewajiban mereka.” 4 Testimonies, 516.
“Jikalau kesalahan-kesalahan tampak dalam umat TUHAN, dan ji-kalau hamba-hamba TUHAN menunjuk-kan ketidakacuhan terhadap ke-salahan-kesalahan itu, mereka sama saja dengan mempertahankan dan membenarkan orang berdosa, dan adalah juga bersalah, dan pasti akan menerima ketidaksukaan TUHAN;karena mereka akan menjadi bertang-gung jawab atas dosa-dosa orang yang bersalah.” 3 Testimonies, 365-366.

Surat kepada Watson dan Pekerjaan di Selatan


Apakah itu Surat kepada Watson, dan apakah cerita di baliknya?

Konferens Colorado diorganisasikan pada pertemuan perkemahan Alki-tab (camp meeting) yang pertama di negara bagian itu, yang diadakah di dekat Denver di akhir musim panas tahun 1883. Di tahun 1900, Konfe-rens Colorado telah memiliki sejumlah gereja lokal dan mulai menerap-kan sistem sekolah gereja. (Sekarang ini tidak ada Konferens Colorado; tanggal 8 Februari 1981, konferens ini digabungkan dengan Konferens Wyoming menjadi Konferens Rocky Mountain.)
Tahun 1900 Elder G.F. Watson menjadi presiden konferens, hing-ga tahun 1908. Tanggal 22 Januari 1905, Ellen White mengirimkan satu surat yang penting kepadanya.

Apakah latar belakang dari surat tersebut?

Beberapa orang pekerja dari sebuah independent ministry memulai se-buah proyek yang oleh pimpinan gereja dianggap tidak layak didukung. Mereka tidak akan melakukannya sendiri ataupun mendorong atau men-dukung orang lain untuk melakukannya.
Setelah berjalan sekian tahun, Ellen White menuliskan sejumlah surat persetujuan dan penghiburan kepada pekerja-pekerja yang mela-kukan pekerjaan tersebut negara bagian-negara bagian di wilayah sela-tan. Banyak surat tersebut terdapat dalam buku, The Unpublished Testi-monies (juga disebut Spalding-Magan Collection). (Di bagian Kesimpul-an, saya memberi daftar di mana dapat memperoleh buku tersebut).
Dalam suratnya kepada pekerja-pekerja itu, di samping penghibur-an dan nasehat, Ellen White menasehatkan mereka untuk meminta da-na secara langsung kepada anggota gereja, karena pimpinan gereja menolak untuk memenuhi permintaan-permintaan dana mereka atau bahkan mengakui secara terbuka tentang keberadaan mereka.
Ellen White mengatakan kepada mereka bahwa sumbangan-sum-bangan, yang dikirimkan melalui saluran-saluran gereja, yang diperun-tukkan bagi pekerjaan mereka tidak akan dikirimkan kepada mereka. (Prosedur yang tidak etis ini sejajar dengan pola yang sekarang diberla-kukan kepada independent ministries yang diakui saat ini (lihat Appendix 6 dan 7)…
Mengikuti nasehatnya,para pekerja yang disingkirkan ini mulai me-nulis kepada anggota-anggota jemaat untuk meminta bantuan. Selanjut-nya, di tahun 1904 beberapa dari mereka pergi ke barat hingga ke Colo-rado. Dalam beberapa pertemuan, mereka berbicara tentang apa yang mereka lakukan dan tentang kebutuhan mereka. Dari sumbangan yang mereka terima terdapat uang persepuluhan.
Kembali ke wilayah pekerjaan mereka, mereka menggunakan da-na tersebut. Pekerja-pekerja yang setia tersebut melanjutkan pelayanan mereka sesuai dengan nasehat Roh Nubuat, dan mereka berhak mem-peroleh penghiburan dan dukungan yang tidak ingin diberikan oleh pim-pinan gereja.
Setelah mereka pergi, Elden G. F. Watson,presiden Konferens Co-lorado, mengetahui tentang pemberian persepuluhan kepada pekerja-pekerja tersebut—dan bahwa anggota konferensnya telah memberikan-nya!
Ia menjadi marah, merasa bahwa semua persepuluhan yang diha-silkan oleh anggota gereja di Konferens Colorado adalah miliknya, untuk dikelola dan dibagikan oleh dia.Kita dapat memahami perasaannya, me-ngingat bahwa banyak pejabat gereja yang memiliki pandangan serupa sekarang ini.
Tanpa berhenti sejenak dan mempertimbangkan bahwa TUHAN dapat terus memelihara pekerjaanNya dengan baik di Colorado, pada saat yang sama, sambil terus mengesankan kepada beberapa anggota jemaat untuk membantu mendukung satu pekerjaan yang membutuhkan di tempat lain, Elder Watson mengirimkan surat yang mengandung ke-marahan kepada para pekerja tersebut.
Ia mengatakan kepada mereka, bahwa karena mereka bukan pe-kerja yang diangkat oleh denominasi, menjalankan sebuah independent ministry, dan tidak menerima dana melalui saluran reguler, maka mere-ka tidak berhak menerima dana dari anggota gereja MAHK. Kegiatan-kegiatan mereka tidak pernah disetujui oleh komitenya.
Dengan perkataan lain, Elder Watson merasa bahwa ia memiliki anggota gereja di wilayahnya; setidaknya, ia memiliki wewenang untuk menentukan keyakinan dan keputusan mereka.
Ia menuntut agar uang itu dikembalikan. Alangkah beraninya me-reka menggunakan uang TUHAN tanpa pertama-tama meminta persetu-juannya?
Akan tetapi para pekerja telah menggunakan uang itu dan merasa tertekan karena tidak tahu harus berbuat apa.
Pada saat itu, TUHAN di surga melihat kepada pekerjaan itu yang harus dilakukan, yang tidak dilakukan gereja. Ia melihat sifat memen-tingkan diri dalam hati yang lebih suka membiarkan pekerjaan itu mati daripada melepaskan apa yang mereka anggap sebagai hak untuk me-ngontrol dana.
Maka TUHAN memerintahkan hambaNya, Ellen White, untuk me-nulis surat kepada Elder Watson, dan mengirimkan salinannya kepada para pekerja tersebut. Salinan itu diterima dan disertakan dalam Spald-ing-Magan Unpublished Testimonies. Ini adalah manuskrip yang absah dan selalu dinyatakan sebagai yang asli oleh E.G. White Estate.

Apa persisnya isi surat tersebut?

Mountain View, California
22 Januari 1905

“Elder Watson:
Saudaraku, saya ingin berkata kepadamu. Berhati-hatilah dalam ber-tindak. Anda tidak bertindak bijaksana. Semakin sedikit anda ber-bicara tentang persepuluhan yang telah dimanfaatkan untuk ladang yang paling membutuhkan dan paling menyedihkan di dunia, anda akan menjadi semakin peka.
Telah ditunjukkan kepada saya selama bertahun-tahun bah-wa persepuluhan saya harus dimanfaatkan sendiri untuk membantu para pendeta kulit putih dan berwarna yang diabaikan dan tidak meneri-ma dana yang cukup untuk menghidupi keluarga mereka. Ketika saya memperhatikan para pendeta yang sudah tua, baik kulit putih maupun hitam, adalah menjadi tugas khusus saya untuk mencari tahu kebutuhan pokok mereka dan memenuhi kebutuhannya. Ini harus menjadi pekerja-an khusus saya dan saya telah mela-kukannya dalam sejumlah kasus. Tidak ada seorang-pun yang boleh berkata buruk tentang fakta bahwa dalam kasus khusus persepuluhan digunakan secara demikian.
“Sehubungan dengan pekerjaan di kalangan orang kulit berwarna di daerah Selatan, ladang ini telah dan masih dirampok dari sarana yang seharusnya dikirimkan kepada pekerja-pekerja di daerah itu.Jikalau ter-dapat kasus-kasus di mana saudari-saudari kita memanfaatkan per-sepuluhan mereka untuk mendukung para pendeta yang bekerja un-tuk orang-orang kulit berwarna di daerah Selatan, biarlah setiap orang, jika mereka bijaksana, menjadi tenang.
“Saya sendiri telah menggunakan persepuluhan saya untuk kasus-kasus yang paling membutuhkan yang dapat saya ketahui. Saya telah diperintahkan untuk melakukan hal ini; dan karena uang tidak dita-han dari perbendaharaan TUHAN, ini bukanlah masalah yang harus dikomentari; karena ini akan membuat saya harus membuka masalah-masalah ini; yang tidak ingin saya lakukan, karena ini bukanlah yang ter-baik.
“Beberapa kasus telah disimpan di depan saya selama bertahun-tahun, dan saya telah menyediakan kebutuhan mereka dari perse-puluhan, sebagaimana diperintahkan TUHAN kepada saya, dan ji-kalau ada seseorang yang berkata kepada saya, “Saudara White, maukah anda menggunakan persepuluhan saya di tempat yang anda tahu dana itu paling dibutuhkan?’ Saya akan menjawab, ‘Ya,’ dan saya akan melakukannya; dan saya telah melakukannya. Saya memuji saudari-saudari yang memberikan persepuluhannya di tem-pat yang paling membutuhkan untuk membantu pekerjaan yang terbengkalai. Dan jikalau masalah ini dibuka secara umum, ini akan menyebabkan orang mengetahui hal-hal yang sesungguhnya lebih baik jika dibiarkan sebagaimana adanya. Saya tidak perlu mengumumkan pekerjaan ini yang telah diperintahkan TUHAN agar saya melakukan-nya.
“Saya mengirimkan masalah ini kepadamu sehingga kamu tidak akan berbuat salah. Keadaan mengubah kasus-kasus. Saya tidak akan menasehati agar orang menyimpan uang persepuluhan. Na-mun selama bertahun-tahun ada orang-orang yang kehilangan ke-percayaan tentang penggunaan persepuluhan dan meletakkan per-sepuluhan mereka di tangan saya, dan mengatakan jikalau saya ti-dak menerimanya, mereka akan membagikannya sendiri kepada ke-luarga-keluarga pendeta yang paling membutuhkan yang dapat mereka temukan. Saya telah menerima uang tersebut, memberikan mereka tan-da terima, dan memberitahu mereka bagaimana penggunaannya.
“Saya menuliskan hal ini kepadamu supaya anda tetap tenang dan tidak menjadi terhasut dan membuka masalah ini di depan umum, kare-na akan banyak orang mengikuti contoh tersebut.

(Tanda tangan) Ellen White”
--Surat EGW, tanggal 22 Januari 1905 (Letter 267, 1905), kepada Elder G. F. Watson, presiden konferens Colorado (Spalding-Magan Unpub-lished Testimonies, 215).

Tolong ceritakan lebih lanjut tentang surat ini?

Marilah kita mempertimbangkan surat kepada Watson ini, paragraf demi paragraf. Ellen White menyatakan beberapa prinsip penting dalam surat ini:
1.      Elder Watson tidak boleh menentang pemberian persepuluhan oleh anggota gereja kepada pekerja-pekerja independen (paragraf 1)
2.      Ellen White untuk beberapa waktu, telah membayarkan persepuluh-annya langsung kepada pekerja-pekerja independen dan pensiunan (paragraf 2, 4, dan 5). Ia melakukan hal ini karena TUHAN menyu-ruhnya untuk melakukannya (paragraf 2,4, 5).
3.      Ia tidak melarang orang lain untuk melakukan hal yang sama (para-graf 5).
4.      Kadang dikatakan bahwa Ellen White melakukan ini karena “ia ada-lah seorang nabi.” Namun di sini kita mengetahui  bahwa ia memuji umat percaya lainnya yang juga melakukannya, yang tidak memba-yarkan persepuluhan kepada saluran-saluran gereja yang reguler (paragraf 5).
5.      Dikatakan bahwa anggota boleh/tidak masalah (all right) membayar-kan persepuluhan di luar saluran reguler, jikalau mereka membayar-kannya kepada Ellen White agar dibagikan. Namun ia memuji ang-gota-anggota gereja yang memberikannya langsung kepada peker-ja-pekerja independen meskipun mereka tidak mengirimkan melalui dia ataupun meminta nasehatnya (paragraf 5).
6.      Dari pujiannya, mereka telah menggunakan persepuluhan “di tempat yang paling membutuhkan, untuk membantu melakukan pekerjaan yang terbengkalai” (paragraf 5). Ia mengatakan ada kegiatan-kegiat-an dan ladang-ladang yang ‘telah dirampok” dari sarana yang dibu-tuhkan, dan kekurangan ini harus disediakan dengan cara demikian (paragraf 3).
7.      Ia mengatakan bahwa ini adalah pekerjaan yang telah diperintahkan TUHAN kepadanya, “dan agar dilakukan juga oleh orang lain” (para-graf 5).
8.      Ia menyetujui, bukan mengutuk, pemberian persepuluhan langsung kepada pekerja-pekerja independen. Ketika orang lain bertanya apa-kah mereka harus melakukannya, ia menyarankan bahwa itu adalah praktek yang diterima, jikalau TUHAN meyakinkan mereka (paragraf 5).
9.      Akan tetapi ia memperingatkan mereka bahwa tidak boleh ada orang yang berusaha mengumpulkan persepuluhan; yaitu, meminta agar orang lain memberikan kepada mereka (paragraf 6). Ini adalah nasehat yang penting dan sangat erat berhubungan dengan prinsip mendasar lainnya: Tidak boleh ada orang yang mengatur orang lain ke mana mereka harus memberikan persepuluhannya. Berhati-hati-lah terhadap orang yang datang kepadamu dan meminta persepu-luhanmu! Mereka mungkin mengatakan kebutuhan mereka dan bah-kan meminta bantuan. Namun mereka tidak boleh meminta persepu-luhan.
10.  Orang-orang yang diyakinkan untuk memberikan dana mereka ke-pada independent ministries, bukan ke konferens, harus melakukan-nya demikian (paragraf 6).
11.  Baik pejabat-pejabat gereja maupun pengerja-pengerjanya tidak bo-leh berusaha untuk melarang siapapun memberikan persepuluhan mereka di luar saluran-saluran yang disetujui komite, juga tidak bo-leh ada ancaman atau hukuman karena pemberian tersebut (para-graf 1, 3, 5, 6, 7). Ketika saudara-saudara di konferens mengetahui bagaimana umat-umat percaya menggunakan persepuluhan mere-ka, mereka “harus tenang” dan diam tentang masalah itu, bukan ber-usaha menentangnya (paragraf 3).
12.  Namun—dan ini penting--orang membayar persepuluhan di luar sa-luran gereja hanya jikalau mereka yakin bahwa mereka harus mela-kukan demikian (paragraf 3, 4, 5, 6). Panggilan untuk memberikan persepuluhan kepada TUHAN adalah masalah yang kudus. Bapa ki-ta di surga harus menuntun anak-anakNya dalam setiap langkah mereka. Kita harus berdoa untuk persepuluhan kita, sama seperti ki-ta berdoa untuk penggunaan waktu dan talenta kita secara benar.
13.  Orang-orang yang harus didukung dengan cara langsung ini hanya-lah mereka yang melakukan pekerjaan yang benar.Pekerjaan itu ha-ruslah pekerjaan yang dibutuhkan, yang tidak didanai oleh gereja (paragraf 2).
14.  Persepuluhan yang diberikan langsung oleh umat percaya kepada pekerja-pekerja independen “tidak ditahan” (paragraf 4). Uang itu memang tidak dibayarkan kepada denominasi, namun “tidak dita-han.”
15.  Persepuluhan yang diberikan seperti itu telah masuk langsung “ke dalam perbendaharaan TUHAN” (paragraf 4). Uang itu tidak dibayar-kan kepada denominasi, namun tetap masuk ke dalam “perbenda-haraan TUHAN.”
16.  Kita diajarkan bahwa alasan yang sah untuk membayarkan persepu-luhan di luar saluran-saluran yang reguler bisa saja karena hilang-nya kepercayaan tentang bagaimana saudara-saudara di gereja me-manfaatkan persepuluhan yang diberikan kepada mereka (paragraf 6). Namun, dalam semua masalah seperti itu, kita harus mengizin-kan TUHAN menuntun kita secara berhati-hati.Tidak boleh ada yang bertindak gegabah.
17.  “Keadaan-keadaan dapat mengubah kasus-kasus” (paragraf 6). Ini juga adalah nasehat yang bijaksana. Hanya karena ia adalah inde-pendent ministry bukan berarti itu adalah yang baik. Bisa saja ia me-ngajarkan kesalahan. Hari ini tidak sama dengan kemarin; esok mungkin berbeda. Proyek-proyek misionaris ini tidak sama dengan yang itu, dan segala sesuatu selalu berubah. Doa sangat dibutuh-kan. Apakah ministry tersebut membela Firman TUHAN ataukah merobek-robeknya? Hak istimewa untuk membayarkan persepuluh-an haruslah menjadi sebuah berkat, bukan rutin, bukan pula tugas yang membabi buta.
18.  Ringkasnya: “Saya memuji saudari-saudari yang memberikan perse-puluhannya di tempat yang paling membutuhkan untuk membantu pekerjaan yang terbengkalai” (paragraf 5).

Tetapi mungkin surat kepada Watson adalah kasus terpisah. Apa-kah “pekerjaan di daerah Selatan” itu?

Ada kisah di balik itu, yang perlu anda ketahui sekarang. Secara singkat, Ellen White melalui tuntunan ilahi mengetahui bahwa kita harus memulai pusat-pusat sekolah selepas sekolah menengah, dan bahwa ini harus memusatkan pada pengajaran kerohanian dan praktis.
Sebagai hasil dari nasehatnya, Battle Creek College didirikan di ta-hun 1874. Namun segera sekolah ini menurun menjadi sama saja de-ngan lembaga-lembaga pendidikan humaniora lainnya. Meskipun telah menerima nasehatnya, penekanan pada pengajaran kerohanian dan praktis dihilangkan secara mendasar. Sebaliknya, pelajaran-pelajaran tentang bahasa Latin, retorika dan sastra klasik diberikan. Pendirian be-berapa sekolah lainnya menghasilkan hal yang sama. Misalnya, ketika Ellen White diberitahu bahwa Walla College yang baru saja dibangun te-lah menjual tanah pertaniannya, ia menangis.
Di bawah petunjuknya, dua pembela Roh Nubuat yang sungguh-sungguh (Edward A. Sutherland dan Percy T. Magan) mencoba menga-tur kembali kurikulum Battle Creek di tahun 1897. Namun lokasi sekolah di dalam kota, kekurangan lahan di sekitarnya, ditambah masalah-masa-lah lainnya menyebabkan Ellen White menyarankan agar Sutherland dan Magan memindahkan kampus ke lokasi baru.
Selama musim panas 1901, peralatan sekolah dipindahkan mela-lui jalur kereta api ke Berrien Springs, Michigan. Sekolah yang baru ini dinamakan Emmanuel Missionary College (EMC).
Akan tetapi di tahun 1904, hasil yang diharapkan tidak tampak. TUHAN mengesankan kepada Ellen White bahwa, jikalau hendak me-laksanakan cetak biru Roh Nubuat, harus didirikan sekolah yang sepe-nuhnya tidak berada di bawah  pengawasan gereja. Rencana indepen-dent ministries berasal dari TUHAN.
Di tahun yang sama, Sutherland dan Magan mundur dari jabatan-nya di EMC dan pergi mencari lahan baru. Ellen White mengatakan bah-wa mereka akan menemukannya dekat Nashville, Tennessee. Pertanian Nelson dibeli karena itulah tempatnya.
Ellen White juga menyuruh mereka untuk melembagakan, yaitu lembaga terpisah dan diakui secara hukum negara. Ia sangat bersikeras bahwa sekolah tidak boleh berada di bawah pengawasan denominasi. TUHAN telah menyatakan kepadanya bahwa satu-satunya harapan un-tuk mengikuti cetak biru adalah melalui independent ministries.
Seringkali di masa lalu, pekerjaan yang telah dirancang oleh TUHAN agar berhasil baik malah dihalangi karena manusia menco-ba untuk meletakkan kuk kepada sesama pekerja mereka yang ti-dak mengikuti metode-metode yang mereka anggap terbaik.” Spec-ial Testimonies, Seri B #11, The Madison School, 27.
Sama seperti umat TUHAN harus kembali kepada cetak biru pe-kerjaan penginjilan dan penerbitan, demikian juga pekerjaan pendidikan memerlukan perubahan yang sungguh-sungguh. Ellen White mengata-kan bahwa satu-satunya penyelesaian adalah pendirian fasilitas-fasilitas independen, yang tidak berada di bawah pengawasan wewenang gere-ja yang terpusat.
“TUHAN telah membuka kepada saya bahwa kita berada dalam bahaya yang pasti karena memasukkan ke dalam pekerjaan pendidikan kita kebiasaan-kebiasaan dan gaya-gaya yang ada di sekolah-sekolah dunia.Jika para guru tidak dijaga dalam pekerjaan mereka, mereka akan menempatkan di pundak murid-muridnya kuk duniawi gantinya kuk Kris-tus.
Rencana sekolah-sekolah yang akan kita dirikan di penutup-an pekerjaan ini haruslah diatur secara berbeda dari yang telah kita miliki di masa lalu.” Special Testimonies, Seri B #11, The Madison School, 28.
“Saya telah ditunjukkan, bahwa dalam pekerjaan pendidikan kita, kita tidak boleh mengikuti metode-metode yang diterapkan dalam sekolah-sekolah kita sebelumnya.” Special Testimonies, Seri B #11, The Madison School, 29.
Ia mengatakan bahwa pekabaran tidak dapat sepenuhnya dibawa kepada dunia sebelum para pekerja bebas untuk memperoleh petunjuk dari TUHAN.
Sebelum kita dapat membawa pekabaran tentang kebenaran saat ini secara penuh ke negara-negara lain, pertama-tama kita ha-rus melepaskan setiap kuk. Kita harus masuk ke jalur pendidikan yang sesungguhnya, berjalan dalam hikmat TUHAN, dan bukan hikmat dunia. TUHAN memanggil para juru kabar yang menjadi pembaharu-pembaha-ru sejati. Kita harus mendidik, mendidik, untuk mempersiapkan satu umat yang akan memahami pekabaran, dan kemudian membawa pekabaran itu kepada dunia.” Special Testimonies, Seri B #11, The Madison School, 30.
Pola-pola Madison  haruslah diikuti oleh sejumlah independent mi-nistries di tahun-tahun mendatang.Sebagian adalah pelayanan di bidang kesehatan, sebagian dalam pendidikan, sebagian penerbitan, dan seba-gian dalam misionaris.
Namun, Madison mendapatkan perlawanan besar, yang sayang-nya, akan didapat juga oleh semua independent ministries selanjutnya. Karena pelayanan ini tidak berada di bawah pengawasan denominasi, saudara-saudara seiman menjadi curiga dan memperlakukannya seba-gai pengkhianat di tengah-tengah mereka.

Mengapa Ellen White mengindikasikan bahwa tidak bijaksana bagi Elder Watson untuk memprotes, kecuali masalah itu akan menjadi semakin diketahui secara meluas?

Ia menuliskan hal tersebut dengan mempertimbangkan tingkat kedunia-wian di dalam gereja pada saat itu. Keadaannya tidak seburuk keadaan-nya kemudian.
Beruntunglah orang-orang di masa itu, ajaran-ajaran dan praktek-praktek yang salah belumlah seluas dan berurat berakar seperti keada-an kemudian.

Dapatkah anda menyebutkan, secara singkat, beberapa masalah yang akan berkembang kemudian?

Melihat ke belakang dari sudut pandang kita, kita melihat adanya sebu-ah banjir kesalahan ajaran yang semakin membesar, penurunan stan-dar, dan keduniawian yang semakin berakar di dalam gereja yang seha-rusnya berdiri murni dan terpisah dari gereja-gereja yang melanggar Se-puluh Hukum. Berikut ini beberapa aspeknya:
Pendeta-pendeta yang bercanda dan bergurau; kesalahan dalam pengelolaan keuangan; pengabaian dan penurunan Roh Nubuat; perla-wanan terhadap kepercayaan-kepercayaan mula-mula; penentuan wak-tu; ketidakbermoralan; televisi; kutipan-kutipan dari Katolik; makan da-ging; dosa adalah bukan dosa; pakaian-pakaian duniawi; perbaktian di pagi hari saat matahari terbit; tidak bertarak; pendeta yang serba tahu yang menertawakan ketaatan kepada Firman TUHAN; gereja-gereja Celebration.
Perzinahan pendeta; penggunaan anggur (beralkohol); pemikiran-pemikiran duniawi; pengawasan yang ketat terhadap gereja-gereja lokal; pergi ke restoran di hari Sabat; mobil-mobil mahal; persatuan dengan Protestan dan Katolik; larangan Roh Nubuat di gereja; berdosa itu boleh; spiritualisme;kelas-kelas meditasi; kosmetik;musik-musik duniawi; peng-gunaan psikiatri; menikmati hidup dan tetap selamat.
Bantuan pemerintah dan aturan yang mengikutinya; kepercayaan terhadap gelar-gelar doktor; olok-olok kepada standar hidup sehat; kom-promi dengan dunia. Penyalahgunaan dana; peremehan terhadap Alki-tab; perhiasan; bioskop/film; izin bagi pendeta untuk bercerai dan meni-kah kembali; penerimaan yang semakin meningkat kepada homoseksu-al; hadir dalam Promise Keeper; lakukan sesuka hatimu; alkoholisme.
Majalah-majalah duniawi; ajaran-ajaran Katolik; pertandingan olah raga di hari Sabat; LAB; psikologi neurolinguistik; hipnotisme; aturan-aturan akreditasi sekolah; kursus-kursus pelawak; pemilikan senjata mi-liter; teori penyembuhan dengan tertawa; kepercayaan semata-mata ke-pada metode-metode kesehatan duniawi; cinta kepada kejahatan dari-pada kepada TUHAN; gila hiburan; perlawanan terhadap kesederhana-an dalam berpakaian.
Sudah selamat di kayu salib; tidak ada pendamaian (grafirat); tidak perlu taat kepada hukum TUHAN; membaca fiksi; oikumenisme; penyu-supan Jesuit; alat peraga yang berisikan kelakar dalam pelayanan di ge-reja; pujian kepada kesesatan Advent sebelumnya; salah kutip dan pe-melintiran Roh Nubuat; meninggalkan diet makanan sederhana dan pe-nyembuhan alami; hiasan-hiasan; kelompok-kelompok kecil; selamat itu mudah.
Tidak ada Bait Suci di surga; tidak ada penghakiman pemeriksaan; doa tidak perlu; menonton teater, balet dan opera; penuntutan perkara merek dagang melawan umat percaya; mengutip dan menyarankan bu-ku-buku duniawi dalam gereja dan artikel; perilaku yang sembrono dan guyonan; mengajarkan hukum buatan manusia.
“Semuanya datang seperti air bah, air pasang keduniawian; dan kita berseru kepada TUHAN meminta pertolongan. “O, datanglah segera Tuhan Yesus!”
“Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat,maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.” Matius 24:22.

Apakah Madison adalah satu-satunya independent ministry di dae-rah Selatan pada saat itu?

Pada saat Surat kepada Watson ditulis, ada dua independent ministry utama di daerah Selatan. Yang satu adalah Sekolah Madison, yang lain-nya adalah ministry yang didirikan oleh J. Edson White, anak kedua Ellen White.
J. Edson White telah menjalankan sebuah usaha penerbitan di Battle Creek dan membantu beberapa proyek penerbitan gereja (teruta-ma Sekolah Sabat dan musik) ketika di tahun 1893 ia membaca sebuah tulisan ibunya yang berjudul “Our Duty to the Colored People” (Kewajib-an kita bagi Orang-orang Kulit Berwarna).
Edson White segera memutuskan untuk memberi tanggapan akan panggilan itu. Dengan beberapa pengalaman dalam navigasi kapal, ia membangun sebuah perahu sungai (river boat), The Morning Star, di ta-hun 1894. setelah diperbesar sedikit, perahu ini menjadi tempat tinggal-nya, ruang kerja bagi pekerja-pekerja, tempat ibadah, perpustakaan, to-ko penerbitan,ruang fotografi berikut ruang gelapnya, dapur,dan gudang. Sejumlah orang yang berpikiran misionaris bergabung dengan dia, dan mereka berlayar menyusuri sungai Mississippi. Kelompok ini sebagian membiayai diri sendiri dengan cara menjual beberapa buku, yang ditulis oleh Edson, termasuk The Gospel Primer, bacaan pertama untuk anak-anak dan orang buta aksara yang didasarkan atas Alkitab.
Perjalanan mereka mengarungi banyak sungai di daerah Selatan, dan sejumlah gereja untuk orang kulit hitam didirikan.
Masalah-masalah yang mereka hadapi tidak terukur, terutama ma-salah dana. Namun salah satu masalah yang terbesar adalah kenyataan bahwa pimpinan gereja menganggap mereka seperti musuh.
Semua itu karena proyek Edson White adalah independent minis-try. Apakah yang menjadikannya ‘independen”? Pertama, ia tidak me-nyerahkan kepemilikan perahunya kepada gereja dan, kedua, mereka ti-dak memberitahu dia ke mana mereka harus pergi dan apa yang harus dilakukan. Maka ia terpisah, diabaikan, ditolak oleh saudara-saudara se-iman di Battle Creek. Surat-surat dikirimkan kepada semua pimpinan ge-reja di seluruh Amerika untuk tidak memberikan bantuan kepadanya. Ji-ka mereka tidak dapat mengatur dia, mereka akan membinasakannya.

Apakah Ellen White memiliki pernyataan lain tentang pekerjaan di daerah Selatan?

Dengan latar belakang tersebut, kita dapat menduga apa yang akan di-katakan Ellen White tentang ‘pekerjaan di daerah Selatan’—karena ia berbicara tentang independent ministries yang ada di  sana.
Dalam surat yang dikirimkan ke pejabat GC, bulan Januari 1908, Ellen White memperingatkan mereka bahwa TUHAN di surga tidak setu-ju dengan rencana mereka untuk mengikat dengan aturan-aturan yang lebih kencang tentang independent ministries.
Kepada mereka yang ada dalam konferens-konferens yang merasa bahwa mereka memiliki wewenang untuk melarang pe-ngumpulan sarana di suatu wilayah, sekarang saya berkata: Masa-lah ini telah ditunjukkan kepada saya berulang-ulang. Sekarang saya membawa kesaksian dalam nama TUHAN kepada mereka yang ber-kepentingan. Di manapun anda berada, tahanlah larangan anda. Pe-kerjaan TUHAN tidak boleh dikekang. TUHAN sedang dilayani de-ngan setia oleh orang-orang ini, yang telah anda awasi dan kecam. Mereka takut dan hormat kepada TUHAN; mereka bekerja bersama-sa-ma dengan TUHAN. TUHAN melarang anda meletakkan kuk apapun ke pundak hamba-hambaNya.
“Adalah hak istimewa dari para pekerja ini untuk menerima pem-berian atau pinjaman sehingga mereka dapat menginvestasikannya un-tuk menolong melakukan pekerjaan penting yang harus dikerjakan.
“Beban tanggung jawab yang ajaib ini yang oleh sebagian orang dianggap telah diberikan kepada mereka dalam jabatan-ja-batan resmi mereka, tidak pernah diberikan kepada mereka. Jikalau manusia berdiri bebas di mimbar kebenaran,mereka tidak akan per-nah menerima tanggung jawab untuk merancang undang-undang dan aturan-aturan yang menghalangi dan memaksakan pekerja-pe-kerja yang dipilih TUHAN dalam pekerjaan pelatihan misionaris.” Letter, 6 Januari 1908.
Dua bulan kemudian, di bulan Maret, Ellen White mengirimkan an-juran ini:
“Di masa lalu, Saudara Sutherland dan Magan telah menggunakan hikmat dan kemampuan mereka untuk menggalang sarana bagi pekerja-an di tempat-tempat lain. Mereka telah bekerja dan merencanakan yang baik bagi pekerjaan secara keseluruhan. Dan saatnya telah tiba ketika pekerja-pekerja yang setia ini harus menerima dari saudara-sauda-ra mereka, hamba-hamba TUHAN, sarana yang mereka perlukan un-tuk melaksanakan dengan berhasil pekerjaan Sekolah di Madison dan Sanitarium kecil di Madison.
Saya meminta kepada saudara-saudara kita,yang kepada me-reka TUHAN telah mempercayakan talenta sarana: Maukah anda sekarang membantu pekerja-pekerja di Madison yang telah menjadi alat untuk menggalang sarana untuk banyak pekerjaan? Sebagai juru kabar TUHAN, saya meminta saudara untuk membantu Sekolah Madi-son sekarang. Inilah saat sekolah sangat membutuhkan. Uang yang an-da miliki adalah modal yang dipercayakan oleh TUHAN. Uang itu harus selalu siap untuk menjawab panggilan di tempat di mana TUHAN membutuhkannya.
“Saudara Sutherland dan Magan harus didorong untuk meminta sarana pendukung pekerjaan mereka. Adalah hak istimewa dari sauda-ra-saudara ini untuk menerima pemberian dari setiap orang yang telah diberi petunjuk oleh TUHAN untuk membantu. Mereka harus memiliki sarana—sarana dari TUHAN untuk bekerja.” An Appeal for the Madison School, 25 Maret 1908.
Akan tetapi pimpinan gereja mengatakan Tidak. Hanya satu bulan kemudian(!). Presiden A.G. Daniels dan anggota Komite GC lainnya me-mungut suara untuk membuat batasan-batasan yang mengikat kepada setiap orang yang meminta dana dengan cara apapun untuk kebutuhan yang layak.
“Diputuskan, bahwa setiap usaha khusus yang dimohonkan sum-bangan dari orang-orang harus pertama-tama memperoleh keputusan dari GC dan Konferens Uni di mana usaha tersebut dilakukan. Dan bah-wa setiap orang yang dikirim untuk memohon sumbangan pertama-tama harus memperoleh surat kepercayaan dari Konferens Uni dari mana ia berasal, dan bahwa pengaturan yang baik harus dilakukan, secara tertu-lis, dengan uni dan konferens setempat di mana ia ingin memohon dana sebelum ia memulai pekerjaannya.” Aksi Komite GC, dilaporkan di Re-view, 14 Mei 1908.
Namun Ellen White telah menulis kepada mereka selama berta-hun-tahun agar mereka tidak melakukan hal tersebut! Dan di bulan Ja-nuari dan Maret, ia memberitahu mereka kembali! Masalahnya sederha-na saja: Jikalau mereka tidak memilikinya dan membayarkan gajinya, mereka tidak akan memiliki pengawasan atas mereka,--maka, mereka akan melakukan apa saja agar keinginan untuk menghancurkannya (deathwish) menjadi kenyataan.
Tentu saja, Ellen White pasti seringkali menangis sendiri dalam ti-dur malamnya! Mereka yang menghadiri Pertemuan GC tahun 1908 mendengar laporan yang bersinar dan mengira bahwa segala sesuatu-nya berjalan baik, namun Ellen White mengetahui bahwa keadaannya jauh berbeda.
Menanggapi aturan tersebut, Ellen White segera menulis kepada pimpinan GC:
“Ketika saya membaca keputusan yang diterbitkan di Review,yang memberi begitu banyak pembatasan kepada mereka yang mungkin dikirim untuk mengumpulkan dana bagi pembangunan lembaga-lem-baga di ladang-ladang yang membutuhkan dan terbengkalai, saya sa-ngat kecewa atas pembatasan-pembatasan tersebut. Saya hanya dapat bersedih, karena kecuali jika kasih karunia TUHAN yang mempertobat-kan datang kepada konferens, mereka akan mengambil suatu tindakan yang akan membawa kepada kekecewaan TUHAN terhadap mereka. Kita telah cukup banyak memiliki roh melarang.
“Telah ditunjukkan kepada saya pekerjaan-pekerjaan yang tidak menunjukkan kepercayaan ilahi. Larangan-larangan, yang mengikat pekerjaan-pekerjaan mereka yang akan maju untuk memperingatkan orang-orang di kota-kota akan kedatangan penghakiman yang segera, harus dihilangkan. Tidak boleh ada orang yang dihalangi dalam memba-wa pekabaran tentang kebenaran masa kini kepada dunia. Ketika Roh Kudus menggerakkan orang percaya untuk melakukan suatu pe-kerjaan bagi TUHAN, biarlah ia dan TUHAN yang memutuskannya.” Letter, 26 Mei 1908 kepada pejabat-pejabat GC.

Tentang pekerjaan yang dilakukan di Madison, Ellen White menulis:
“Tidaklah mungkin menjadikan Sekolah Madison sebagaimana se-harusnya kecuali diberikan bagian yang besar dalam sarana yang akan dimanfaatkan untuk pekerjaan di daerah Selatan. Akankah saudara-saudara kita mengambil bagian dalam Roh Kristus?”—Special Testi-monies, Series B, No. 11, 3.
Beberapa orang telah menerima gagasan bahwa, karena se-kolah itu tidak dimiliki oleh sebuah organisasi konferens, maka me-reka yang bertanggung jawab atas sekolah tersebut tidak boleh di-izinkan untuk meminta dari orang-orang sarana yang sangat mere-ka perlukan untuk menjalankan pekerjaan mereka. Gagasan ini perlu dikoreksi. Dalam pendistribusian uang yang berasal dari perbenda-haraan TUHAN, anda berhak atas satu bagian sama seperti mereka yang berhubungan dengan usaha-usaha yang membutuhkan dana itu yang dilakukan selaras dengan petunjuk dari TUHAN. Suatu hari kelak TUHAN akan meminta pertanggungjawaban dari mereka yang me-ngikat tangan anda sehingga anda hampir tidak mungkin untuk berjalan selaras dengan TUHAN.
Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikian-lah firman TUHAN semesta alam dan segala binatang hutan,dan beribu-ribu hewan di gunung.”Anda dan rekan-rekan anda bukanlah orang baru dalam pekerjaan pendidikan, dan ketika anda tertekan masalah sarana untuk memajukan pekerjaan itu, anda juga berhak untuk meminta sa-rana yang anda perlukan sebagaimana orang-orang lain berhak un-tuk mengajukan kebutuhan dari pekerjaan itu di mana mereka terli-bat di dalamnya.
“Anda sekarang tidak perlu merasa terganggu karena menerima pemberian dan persembahan sukarela; karena anda akan membutuh-kannya. Karena anda melakukan pekerjaan ini selaras dengan kehen-dak TUHAN, anda tidak akan dibiarkan selalu tertekan untuk mengeta-hui bagaimana memperoleh sarana yang anda perlukan untuk terus ma-ju. TUHAN melarang tembok-tembok dan larangan-larangan terha-dap pekerja-pekerja yang setia melakukan bagian yang ditunjukkan oleh TUHAN.
“Banyak waktu yang berharga telah hilang karena aturan-atur-an buatan manusia dan batasan-batasan telah diletakkan terhadap rencana-rencana dan tujuan-tujuan TUHAN. Dalam nama TUHAN, saya memohon kepada pekerja-pekerja konferens untuk memperkuat dan mendukung dan bekerja selaras dengan saudara-saudara kita di Madison, yang memajukan pekerjaan yang telah ditunjukkan TUHAN kepada mereka.” Surat kepada P.T.  Magan, 14 Mei 1907 (Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 411-412).
Ada banyak, banyak lagi kesaksian tentang masalah ini dalam Spalding-Magan Unpublished Testimonies setebal 500 halaman terse-but. Berikut ini beberapa permintaan tambahan kepada pimpinan gereja dari sebuah koleksi kesaksian lainnya.
“Sekolah guru Madison harus mendapatkan dukungan penuh dari umat TUHAN. Maka, saya meminta kepada saudara-saudara dan rekan-rekan di komite konferens untuk bertindak membantu saudara-saudara kita di Madison dalam pekerjaan yang penting ini.” Special Testimonies, Series B, #11. The Madison School, 23.
“Lebih banyak harus dilakukan oleh saudara-saudara demi mere-ka. Uang TUHAN haruslah untuk mendukung mereka dalam pekerjaan mereka. Mereka berhak atas bagian dari sarana yang diberikan un-tuk pekerjaan ini. Mereka harus diberikan bagian sarana yang pro-porsional yang masuk untuk melanjutkan pekerjaan itu.” Special Testimonies, Series B, #11. The Madison School, 32.
Dalam usaha untuk menghentikan pekerjaan di Madison, pimpinan gereja bahkan menuntut agar sekolah yang terletak di AS bagian teng-gara tersebut—untuk tidak mengambil murid-murid dari daerah tersebut! Setiap taktik penghalang dilakukan, semuanya karena pekerjaan di Ma-dison tidak diberikan kepada saudara-saudara tersebut.
“Saya ingin mengatakan kepada saudara-saudara di ladang dae-rah Selatan. Janganlah ada pembatasan-pembatasan yang diberla-kukan untuk Sekolah Madison dalam operasinya. Jikalau Saudara Sutherland dan Magan telah berjanji untuk tidak menerima murid-murid dari negara bagian-negara bagian tenggara, mereka harus dibebaskan dari pembatasan-pembatasan tersebut. Janji seperti itu tidak pernah bo-leh diminta ataupun dipenuhi. Saya diperintahkan untuk mengatakan bahwa tidak boleh ada pembatasan-pembatasan dalam kebebasan me-reka untuk menerima murid-murid dari ladang-ladang di daerah Sela-tan.” Special Testimonies, Series B, #11. The Madison School, 24.

Di bagian lain koleksi tersebut Ellen White mengatakan begini:
Penghalang-penghalang ini tidak ditempatkan di sana oleh TUHAN. Dalam beberapa hal perencanaan dan usaha manusia yang terbatas telah bekerja melawan pekerjaan TUHAN.” Special Testi-monies, Series B, #11. The Madison School, 31.
Setan telah menggerakkan pikiran pimpinan-pimpinan gereja, un-tuk menuntut agar dilakukan berbagai perubahan dalam kepemilikan dan kurikulum di Madison sebelum gereja memberikan persetujuannya.
TUHAN tidak memberi batasan kepada manusia dalam bebe-rapa jalur sebagaimana manusia menginginkan untuk membatasi-nya. Saudara Magan dan Sutherland telah dihalangi secara tidak seha-rusnya. Sarana telah ditahan dari mereka karena dalam organisasi dan pengelolaan Sekolah Madison, sekolah ini tidak berada di ba-wah pengaturan konferens. Namun alasan mengapa sekolah ini tidak dimiliki dan diatur oleh konferens tidak pernah dipertimbangkan.” Special Testimonies, Series B, #11. The Madison School, 31-32.
Di bawah tuntunan Setan, pimpinan-pimpinan gereja memutuskan untuk mengubah kurikulum Madison menjadi cermin pelajaran-pelajaran humaniora yang diajarkan di Berrien Springs, Walla Walla dan di lain tempat.
Ellen White menentang hal ini, dan mengatakan bahwa rencana mendirikan proyek-proyek independent ministries adalah berasal dari TUHAN; dan Ia menginginkan agar itu tidak musnah.
“TUHAN tidak menuntut agar pekerjaan pendidikan di Madison di-ubah sama sekali sebelum memperoleh dukungan penuh dari orang-orang kita. Pekerjaan yang telah dilakukan di sana adalah disetujui oleh TUHAN, dan Ia melarang jalur pekerjaan ini dihancurkan. TUHAN akan terus memberkati dan memelihara pekerja-pekerja se-panjang mereka mengikuti nasehatNya.” Special Testimonies, Series B, #11. The Madison School, 31-32.
Terima kasih TUHAN atas penghiburan itu! Meskipun mereka mungkin ditentang oleh pimpinan gereja, “TUHAN akan terus member-kati dan memelihara pekerja-pekerja sepanjang mereka mengikuti nase-hat-Nya.”
“Akan sangat menyenangkan hati TUHAN, jikalau, sementara Sekolah Madison melaksanakan pekerjaannya, sekolah-sekolah seru-pa didirikan di bagian lain di ladang di daerah Selatan.” Spalding-Ma-gan Unpublished Testimonies, 423.

Apakah yang dikatakan Sutherland atau Magan tentang hal ini?

Pada titik ini, adalah baik melihat pertempuran merebut Madison dari ca-tatan harian seorang peserta: Percy T. Magan. Seperti yang akan anda ketahui, dalam catatan hariannya, ia memiliki kebiasaan membuat sing-katan kata. Sejak tanggal 8 hingga 14 Agustus 1904, Magan berbicara dengan W.C. White dan pimpinan GC di Takoma Park. Jelaslah bahwa pikiran para pimpinan telah putus: Mereka akan menentang independent ministry—hanya karena alasan itu semata. Perintah-perintah mereka tidaklah tertinggi.
“Bekerja dengan W.C.W. (William C. White, putra Ellen White) se-lama sore hari menyiapkan rencana tentang penyatuan sekolah di Nash-ville. Sore hari bertemu dengan Daniells. Prescott, Griggs, Washburn, Baird, W.C. White untuk mempertimbangkan rencana organisasi kami.
“Daniells tidak menyukainya. Prescott menganggap bahwa kami ti-dak cocok untuk memimpin orang muda. Baird tidak menyetujui pekerja-an kami sebelumnya [independent ministry didirikan oleh Edson White] di Selatan. Griggs tidak akan menggunakan pengaruhnya dalam satu rencana kelayakan. Prescott menganggap kita memiliki terlalu banyak tanah. Washburn menganggap pengakuan terbuka dalam R&H, atau di tempat lain, adalah baik. Baird menganggap bahwa guru-guru lain akan iri hati karena kami independen dan akan menginginkan untuk melaku-kan hal serupa. Kami akan menjadi boss di Konferens Southern Uni, bu-kannya SUC menjadi bos kami. Mengapa kami tidak boleh ‘meminjam’ uang kami? Saya mengatakan kepada mereka bahwa mereka hanya percaya kepada Testimonies yang sesuai dengan mereka, dan bahwa sikap mereka secara keseluruhan tidak menyetujui. Interview berlang-sung dari jam 3.00 hingga 8.30 sore.” Diary of P.T. Magan, 8 Agustus 1904.
“Bicara dengan Nyonya White dan W.C. White tentang rencana or-ganisasi kami. Nyonya White mengatakan kami tidak  boleh berada di bawah dominasi Konferens Southern Union dan beliau tampaknya tidak menentang rencana umum kami.
“Bicara panjang lebar dengan Daniells. Ia sedikit lebih sosial. Men-ceritakan kembali semua kutukannya kepada J.H.K. [Dr.John H.Kellogg, yang mengontrol Sanitarium Battle Creek]. Saya tidak banyak bicara.” Diary of P.T. Magan, 9 Agustus 1904.
“Washington. Sarapan pagi dengan Elder dan Nyonya Irwin [man-tan Presiden GC]. Naik mobil ke Takoma Park dan menghabiskan sore hari bersama Daniells. Pembicaraan sangat memuaskan. Memberitahu-kan kepadanya mengapa sekolah kami independen dan harus makan dari roti sajian.
“Tait mengantar saya ke stasiun kereta. Ia mengatakan bahwa Da-niells membaca Testimony tentang E.A.S. [E.A. Sutherland] dan saya [P.T. Magan] tidak diperlakukan secara benar dalam pertemuan di Tako-ma Park sore itu. Diary of P.T. Magan, 14 April 1906.
Tanggal 7-24 Mei 1907,Magan berada di California bagian selatan, bertemu dengan Ellen White dan orang-orang lain. Ellen White sangat menghargai usaha-usaha pekerja-pekerja independen di daerah Selatan dalam mengikuti petunjuknya.
Paradise Valley. Bicara dengan Nyonya White tentang sikap GC terhadap kami. Nona Sara McEnterfere dan Lilian (istri Magan) hadir. Mengatakan kepada Nyonya White (E.G. White) bahwa menurut admi-nistrasi kami tidak memiliki hak untuk memperoleh uang kecuali jika ka-mi dimiliki oleh Konferens. Nyonya White menja-wab, “Anda melakukan dua kali lipat dari yang mereka lakukan. Ambil semua sumbangan yang dapat anda peroleh. Uang itu adalah  milik TUHAN dan bukan milik mereka. Posisi yang mereka ambil bukanlah berasal dari TUHAN. Konferens Southern Uni tidak boleh memiliki atau menga-tur anda. Anda tidak boleh menyerahkan sesuatupun kepada mere-ka.” Diary of P.T. Magan, 7 Mei 1907.
Pernyataan E.G. White di atas adalah padat dengan kuasa,namun secara khusus perhatikan kalimat penutupnya. Ia telah ditunjukkan, oleh TUHAN, bahwa independent ministries jangan berani menyerahkan pe-ngaturan (51% pengaturan dari Dewan mereka) kepada lembaga apa-pun dalam denominasi Advent.  Jikalau melakukan hal demikian akan berakibat pada kompromi yang berkelanjutan, yang akan mencampur-adukkan dan akhirnya memutus tugas dari TUHAN yang sesungguhnya mereka berusaha untuk memenuhinya.
“Loma Linda. Mengunjungi Nyonya White bersama Wellsley dan Shael (anak-anak Magan). Dia berbicara dengan sangat baik hati kepa-da mereka. Memberitahu mereka betapa Nyonya White sangat memper-hatikan mereka dan ayah mereka. Memberitahu mereka agar menjadi anak-anak yang baik dan bertumbuh menjadi misionaris.
“Saya berbicara kepadanya (E.G. White) tentang posisi GC bahwa lembaga-lembaga yang bukan milik konferens tidak boleh memiliki uang. Ia menjawab—Waduh! orang-orang bodoh itu seharusnya mengeta-hui lebih baik daripada itu.Daniells dan orang-orang yang bersama-nya telah mengambil posisi tentang masalah ini yang bukan bera-sal dari TUHAN.’ Ia mengatakan telah menulis tentang hal ini dan akan mencoba menemukannya.” Diary of P.T. Magan, 14 Mei 1907.
Sore hari bersama W.C. White. Memberitahu dia bahwa Elder Evans telah mengirimkan $300 sebagai hadiah dari GC, yang kenyata-annya telah menahan permohonan yang dikirimkan dari Alberta. Saya memberitahukan bahwa saya tidak dapat mempercayai Daniells. Ia memberikan surat Nyonya White kepada Daniells tentang kami. Ia me-ngatakan bahwa Daniells tidak setuju dengan administrasi di Washing-ton dan bersikeras bahwa semua uang harus melalui tangan mereka. Memberitahu dia bagaimana Daniells dan Irwin menuduhnya “melem-butkan’ dan menahan Testimonies tersebut. Mengatakan bahwa ia tidak setuju jikalau kami berada di bawah dominasi konferens. Diary of P.T. Magan, 23 Mei 1907.

Apakah yang terjadi kemudian dengan sekolah Edson White?

Pertarungan merebut sekolah guru Madison, dan sederetan sekolah yang dikerjakan oleh Edson White, berlanjut selama bertahun-tahun. Di tahun-tahun kemudian, Uni Selatan meminta Edson White untuk meng-izinkannya mengelola sekolah-sekolahnya selama dua tahun saja. Da-lam surat yang panjang lebar (yang penulis juga memiliki salinannya) Edson meringkaskan seluruh pekerjaannya di daerah Selatan. Ia menu-lis bahwa ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Selama bertahun-tahun, mereka menginginkan agar ia menyerahkan pengawas-an setengah lusin atau lebih sekolah bagi orang kulit hitam. Apakah ba-hayanya jikalau mengabulkan permintaan mereka untuk mengelola ha-nya selama dua tahun saja, pikirnya. Maka ia menandatangani sebuah perjanjian hukum yang dikirimkan kepadanya.
Namun, tulisnya, kemudian mereka ‘membuldoser’ (menghancur-kan)—dan dalam jangka waktu kira-kira enam bulan menutup seluruh sekolah tersebut! Sekolah itu telah buyar, dan para gurunya, katanya, terserak tidak terlacak. Edson menangis.
Buku Testimonies to Ministers berbicara tentang pimpinan gereja yang memiliki roh ‘menguasai atau menghancurkan’. Tidak mampu me-ngatur sekolah-sekolah kulit hitam Edson, mereka menghancurkannya.

Apa yang terjadi dengan Madison?

Di tengah kesulitan dan ejekan terus menerus dari para pimpinan gere-ja, Sekolah guru Madison berjalan selama berpuluh tahun. Di tahun 1963, para pendirinya telah meninggal dan dewan yang berbeda meng-atur Institute Madison. Pada saat itu, sekolah memiliki Kampus dan Sa-nitarium yang cukup besar. Namun dewan memungut suara untuk me-mindahkan kepemilikan kepada Uni Selatan. Pemilik-pemilik baru ini se-gera mengubah nama fasilitas kesehatan menjadi ‘Rumah Sakit.” Dan tahun berikutnya mereka menutup Sekolah itu secara permanen. Kemu-dian mereka mulai bekerja menjadikan Madison Hospital sebagai satu fasilitas penyakit gawat lainnya, seperti rumah sakit di sekitarnya.
Di tahun 1997, penulis melaporkan penggabungan (merger) antara Madison Hospital dan Baptist Hospital di Nashville. Belakangan penulis mengetahui bahwa Baptist Hospital menjajagi penyatuan dengan St. Thomas, sebuah rumah sakit Katolik yang besar di Nashville.
“Setan mengumumkan bahwa tidaklah mungkin anak-anak Adam untuk memelihara hukum TUHAN,dan oleh karenanya menuduh TUHAN kurang bijaksana dan kasih. Jikalau mereka tidak dapat memelihara hu-kum, maka ada yang salah pada Si Pemberi hukum. Manusia yang ber-ada di bawah kuasa Setan mengulangi tuduhan ini melawan TUHAN, dengan menyatakan bahwa manusia tidak dapat memelihara hukum TUHAN.’ Signs, Vol. 3, hlm. 264.
“Malaikat TUHAN akan melindungi umatNya ketika mereka berja-lan dalam tugas; namun tidak ada jaminan perlindungan seperti itu bagi mereka yang secara sengaja berjalan di wilayah Setan.’ Review, 27 Juni 1882.

KESIMPULAN


Dapatkah anda meringkaskan pemikiran Ellen White tentang hu-bungan yang berpotensi konflik antara pimpinan gereja dan inde-pendent ministries?

Alasan bahwa ini mudah dilakukan adalah karena dua kali pembantu-pembantu Ellen White menyiapkan ringkasan seperti itu.
Ringkasan yang pertama ditulis di tahun 1899. Ini terdapat dalam sebuah surat yang ditulis oleh Willian C. White, putra Ellen White, sete-lah berkonsultasi dengan dia. Surat itu dikirimkan kepada P.T. Magan di Battle Creek, sebelum ia memindahkan sekolahnya ke Berrien Springs, dan kemudian bersama-sama mendirikan Sekolah Madison. Ini menyim-pulkan posisi Ellen White tentang masalah riskan apakah independent ministries harus meminta dana dari anggota jemaat, jikalau pimpinan ge-reja menolak membantu mereka.
“Pandangan Ellen White adalah bahwa kita harus melakukan se-karang sebagaimana yang telah dilakukan di masa lalu—biarlah orang-orang yang mewakili pekerjaan yang berbeda-beda bertemu dengan anggota Komite GC, dan dalam doa mempertimbangkan rencana-renca-na dan cara-cara dan sarana untuk membangun cabang-cabang peker-jaan, kemudian menyetujui rencana-rencana tersebut dan menunjukkan kepada jemaat tentang kesatuan yang sempurna, dan bahwa tidak ada persaingan (permusuhan), dan mencari dana dengan cara sedemikian sehingga pembangunan satu proyek tidak akan menghancurkan proyek yang lain.
“Ibu membuat satu pengecualian penting tentang rencana di atas. Ia mengatakan bahwa ketika  TUHAN telah berbicara secara jelas tentang suatu pekerjaan penting yang telah diabaikan, sebagaima-na kasus pekerjaan di antara orang-orang di daerah selatan, dan kemudian GC terus mengabaikannya, dan pekerja-pekerja yang ter-libat dalam proyek misionaris ini bebas pergi kepada jemaat-jemaat di mana saja dan mengumpulkan sarana bagi pelaksanaan pekerja-an tersebut yang telah ditunjukkan secara jelas untuk dilakukan. Jadi, beliau berkata tentang pekerjaan sekolah itu, jikalau Komite GC menolak bekerja sama untuk mengurangi beban hutang sekolah kita, maka pekerja-pekerja sekolah berhak untuk pergi ke ladang, dan memo-hon bantuan kepada jemaat-jemaat dan pribadi-pribadi. Namun kami ti-dak perlu percaya bahwa akan ada keharusan untuk bertindak secara sendiri-sendiri. Kami percaya bahwa anggota Komite GC berdiri pada posisi di mana Ibu berdiri sejak lama, menunggu Dewan-dewan sekolah menjelaskan pekerjaan mereka secara jelas, merasa bahwa ini perlu di-lakukan sebelum kita berharap akan berkat TUHAN, yang tanpanya usa-ha-usaha kita akan tidak berarti.’ Surat W.C. dan E.G. White, kepada P.T. Magan, 23 Oktober 1899 (Spalding-Magan Unpublished Testimon-ies, 156.).
Anda mungkin ingin membaca secara keseluruhan surat yang agak panjang ini (Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 153-157). Ellen White dan anaknya menandatangani surat tersebut.
Ringkasan kedua dipersiapkan setelah Edson White dan konflik Madison berlangsung, dan setelah surat kepada Watson dituliskan.
Pada pertengahan dekade kedua abad ke-20, perang penuh se-dang berlangsung di Battle Creek. Usaha-usaha Dr. J.C. Kellogg untuk memasukkan panteisme ke dalam gereja telah gagal, dan GC dan Re-view & Herald Publishing Association telah pindah ke luar kota Wash-ington D.C.
Tetapi di Battle Creek, Kellogg dan rekan sejawatnya menyusun kekuatan untuk mempermalukan gereja, mendiskreditkan Ellen White, dan memperoleh pengawasan secara hukum terhadap sanitarium. Kare-na pimpinan gereja melawan independent ministries yang rendah hati dan tulus, TUHAN mengizinkan seorang Hazael untuk muncul—dalam pribadi Dr. Kellog dan rekan-rekannya.
Dr. Stewart, salah satu dokter di Sanitarium yang dikenal bekerja sangat dekat dengan Kellogg,menerbitkan sebuah tulisan di tahun 1906, ia menuduh Ellen White tidak konsisten dalam pernyataannya tentang penggunaan persepuluhan. Ia mengatakan bahwa di satu sisi, Ellen White mengatakan bahwa ia selalu membayarkan persepuluhannya ke dalam gereja, sementara di tahun 1905 dalam surat kepada Watson, ia mengatakan ia tidak melakukan demikian.
Ellen White memutuskan bahwa ‘mengejar kelinci’ bukanlah tugas-nya; ia memiliki masalah yang lebih penting untuk diperhatikan. Maka di-putuskan bahwa rekannya yang mempersiapkan sebuah jawaban.Tang-gapan mereka dimunculkan dalam apa yang dikenal dengan the Blue Book. Berikut ini adalah bagian yang berhubungan dengan topik buku ini: paragraf kedua dan ketiga memberi ringkasan yang singkat dan jelas tentang posisinya mengenai persepuluhan dan independent ministries.
“Tentang penggunaan persepuluhan yang benar: garis besar per-nyataan tentang permasalahan yang telah disetujui adalah secra ringkas sebagai berikut:
“Meringkaskan dari tulisan Saudari White tentang persepuluhan dan penggunaannya; untuk menunjukkan bahwa kesaksian dan praktek yang dilakukannya adalah setuju untuk membayarkan persepuluhan ke dalam perbendaharaan yang ditunjuk secara reguler, untuk digunakan di bawah nasehat komite-komite yang dipilih untuk melakukan tugas itu:

“Menunjukkan secara lebih lanjut dari tulisan-tulisannya bahwa, ketika mereka yang bertugas dalam pengeluaran persepuluhan se-lama ini gagal dalam melaksanakan tugas mereka sehingga salur-an-saluran terorganisir secara reguler dalam pendistribusian perse-puluhan menjadi penghalang bagi pemanfaatannya yang benar,ma-ka untuk melaksanakan rencana ilahi bahwa persepuluhan harus digunakan secara paling bijaksana untuk melanjutkan pekerjaan TUHAN, pribadi-pribadi berhak membayarkan persepuluhan mere-ka langsung kepada ladang yang membutuhkan; namun bahwa ini melibatkan tingkat tanggung jawab pribadi yang cukup besar, yang ha-rus diemban oleh mereka yang memutuskan untuk mengikuti rencana ini.
Dianggap bahwa masalah ini dapat ditangani dengan suatu cara untuk menunjukkan bahwa perubahan dari rencana reguler hanya sah jikalau rencana reguler tersebut gagal dilaksanakan oleh mereka yang berada dalam posisi bertanggung jawab.” Document File 213, 1907. Karena Document File 213 adalah sebuah dinamit, be-berapa orang berusaha mempertanyakan tanggal dan penulisnya. Maka kami menyertakan informasi latar belakang tambahan:
Tentang tanggalnya, empat surat Dr. Stewart ke WC White ber-tanggalkan 22 Oktober 1906, dan 8 Mei, 10 Juni, dan 24 Juni 1907. Su-rat balasan WC White kepada Stewart bertanggalkan 9 Juni 1907. Ke-mudian, persiapan Blue Book, diterbitkan bulan Oktober 1907, dan satu eksemplar dikirimkan kepada WC White tanggal 27 Oktober.
Catatan, atau “memoranda’ yang berisikan pernyataan di atas ten-tang persepuluhan menyebut secara khusus tentang buku tersebut. Fak-ta ini seharusnya cukup untuk menentukan tanggalnya.
Tentang penulisnya, catatan-catatan tersebut menyebutkan WC White sebagai orang yang harus menjawab beberapa pertanyaan. Be-berapa yang paling penting adalah berikut:
“Persepuluhan—kepada siapa harus dibayarkan:
“Berikan ini kepada WC White. Sangat penting.” Fakta di atas seharus-nya membantu memperjelas penulis Document File 213 (DF 213).

Dapatkah anda meringkaskan sejarah keterlibatan Ellen White de-ngan persepuluhan?

Di tahun 1868, 8 tahun setelah nama MAHK digunakan sebagai nama gereja,dan hanya 5 tahun setelah organisasi gereja dilembagakan, Ellen White mulai menerima dana langsung dari anggota-anggota jemaat un-tuk mendukung para pendeta. Waktu itu ia berusia 40 tahun.
Di tahun 1899, sebagai ringkasan pandangannya tentang masalah ini yang ditulis oleh WC White dan ditandatangani bersama dengan diri-nya, kita mengetahui bahwa independent ministries boleh pergi lang-sung kepada anggota-anggota jemaat untuk meminta dana, jikalau pim-pinan gereja menolak untuk membantu mereka.
Dalam banyak pernyataan (banyak yang telah dikutip di buku ini), yang dibuatnya di usia 70-an, ia berulangkali mendorong independent ministries untuk pergi langsung kepada anggota-anggota jemaat.
Di tahun 1905, dalam Surat kepada Watson, ia mengatakan kepa-da president Konferens Colorado bahwa ia memuji wanita-wanita awam yang memberikan persepuluhan langsung kepada pekerja-pekerja inde-penden, dan bahwa ia telah melakukannya selama bertahun-tahun.
Di tahun 1907, dalam Document File 213, pemikirannya diringkas bahwa, jikalau pimpinan gereja tidak membantu independent ministries, mereka dapat pergi langsung kepada anggota-anggota gereja dan me-nerima persepuluhan. Saat itu ia berusia 79 tahun, dan hanya hidup 8 tahun lagi.
Selama 39 tahun ia telah mempraktekkan, dan terus, dan mem-perluas, titik di mana ia mendorong orang lain untuk mengirimkan perse-puluhan mereka langsung kepada pekerja-pekerja yang bukan karya-wan gereja—mereka yang melakukan pekerjaan yang perlu dilakukan, yang tidak akan dilakukan oleh gereja.

Apakah anggota gereja harus meminta dilakukan perubahan?

Jelas, jikalau anggota gereja harus dihakimi menurut bagaimana dana-dana mereka digunakan,mereka berhak—dan harus menuntut penghen-tian gaji bagi pendeta-pendeta yang tidak saleh, penurunan standar, pe-rubahan dalam keyakinan ajaran, dan pengetatan terhadap pengawasan oleh beberapa tangan saja.
“Tidak ada kelas/kelompok orang di dunia yang lebih rela untuk mengorbankan sarana untuk memajukan pekerjaan daripada MAHK. Ji-kalau para pendeta tidak dengan sepenuhnya mengecewakan me-reka dengan kemalasan dan ketidakcakapan, dengan kurangnya kerohanian, mereka pada umumnya akan menanggapi setiap per-mintaan yang dibuat sesuai dengan penilaian dan hati nurani me-reka.’  3 Testimonies, 49.
Gereja harus bangkit. Anggota-anggota harus bangun dari ti-dur dan mulai bertanya. Bagaimanakah uang yang ditempatkan dalam perbendaharaan itu digunakan? TUHAN menginginkan ada-nya penelitian yang seksama dilakukan. Apakah semua puas de-ngan riwayat pekerjaan pelayanan selama 15 tahun terakhir? Di ma-nakah bukti adanya kerjasama dengan TUHAN? Di manakah terdengar di seluruh gereja-gereja doa meminta bantuan Roh Kudus? Karena ke-cewa dan tidak puas, kita berpaling dari pemandangan itu.
“Gereja-gereja dan lembaga-lembaga kita harus kembali ke tempat di mana mereka sebelum terjadi kemunduran, ketika kita mulai percaya kepada manusia. Bukankah kita telah cukup melihat hikmat manusia? Marilah kita sekarang mencari TUHAN dalam ketu-lusan dan kesederhanaan, dan melayani Dia dengan hati dan pikiran dan kekuatan kita?” Kress Collection, 120.
Anggota-anggota jemaat perlu bangkit dan menuntut pimpinan ge-reja dan pengerja untuk bertindak sesuai dengan pola Roh Nubuat.
Saya memanggil umat TUHAN untuk membuka mata. Ketika anda melaksanakan keputusan manusia yang, anda tahu, tidak se-laras dengan kebenaran dan kebajikan, anda melemahkan imanmu sendiri dan melepaskan kesukaan bersekutu dengan TUHAN.” Tes-timonies to Ministers, 91.

Apakah kewajiban kita secara pribadi-pribadi pada saat sekarang ini?

Setiap orang percaya, siapapun dia atau apapun pekerjaannya, harus tetap setia kepada prinsip-prinsip yang diberikan TUHAN dalam tulisan-tulisan ilham. Hanya dengan itulah pekerjaan dapat maju sebagaimana seharusnya.
Menurut beberapa pernyataan berikut ini, masing-masing dari kita memiliki TANGGUNG JAWAB yang khidmat untuk mencari TUHAN me-minta tuntunan ke mana kita harus menempatkan sarana kita.
“Setiap orang harus berdiri di bagian dan tempatnya, berpikir, berbicara, dan bertindak selaras dengan Roh TUHAN. Barulah ke-mudian pekerjaan akan menjadi satu keseluruhan yang lengkap dan simetris.” 6 Testimonies, 293.
TUHAN telah menjadikan kita pelayan-pelayannya secara pri-badi-pribadi. Kita masing-masing membawa tanggung jawab yang khidmat untuk mengatur sarana kita masing-masing. TUHAN tidak memberikan anda beban untuk bertanya kepada konferens, atau nasehat manusia, tentang bagaimana menggunakan saranamu yang anda anggap sesuai untuk memajukan pekerjaan TUHAN.” Special Testimony to Battle Creek, 41-42.
“Jangan bergantung kepada orang-orang yang berbuat kesa-lahan ketika menentukan tugas anda. Adalah hak anda untuk menga-takan,saya akan memberitakan namaMu kepada saudara-saudara saya. Di tengah-tengah jemaat saya akan memujiMu.’
“Namun ketika satu orang mengizinkan orang lain untuk ber-ada di antara dia dan tugasnya yang telah ditunjukkan TUHAN ke-padanya, memberikan orang ini kepercayaan dan menerimanya sebagai petunjuk, maka ia telah melangkah dari tempat yang benar menuju yang salah dan berbahaya.” 9 Testimonies, 279-280.
Apakah secara pribadi-pribadi kita menyadari posisi kita,bah-wa sebagai pelayan TUHAN kita tidak boleh mengorbankan penata-layanan kita? Kita memiliki tanggung jawab pribadi di hadapan se-mesta surga, untuk melaksanakan kepercayaan yang diberikan ke-pada kita oleh TUHAN. Kita harus menguasai hati kita sendiri. Tangan kita harus memiliki sesuatu yang akan memberi dari penghasilan yang telah dipercayakan TUHAN kepada kita.” Testimonies to Minis-ters, 361-362.
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Roma 8:14.
TUHAN ingin membawa setiap orang ke dalam hubungan langsung dengan Dia. Dalam segala urusanNya dengan manusia, Dia menerapkan prinsip tanggung jawab pribadi. Dia mengusahakan mendorong rasa kebergantungan pribadi, dan menunjukkan perlunya tuntunan pribadi. Karunia-karunia dari TUHAN diberikan kepada manu-sia sebagai pribadi-pribadi. Setiap orang telah dijadikan pelayan dari kepercayaan yang kudus; masing-masing harus melaksanakan ke-percayaannya sesuai dengan tuntunan yang diberikan Pemberinya; dan masing-masing pelayanannya harus diberikan kepada TUHAN.
Kita sendiri bertanggung jawab untuk menempatkan sarana kita. Hati kita sendiri harus dikuduskan; tangan kita harus memiliki sesuatu yang akan diberikan, sesuai kebutuhan, dari penghasilan yang te-lah dipercayakan TUHAN kepada kita
“Tidak ada penghinaan yang lebih besar kepada TUHAN dari-pada orang yang menjadikan talenta orang lain di bawah penga-wasannya yang mutlak… dalam memindahkan tanggung jawab pe-layanan kepada orang lain, dan bergantung kepada hikmat mereka, ia menempatkan manusia di tempat yang seharusnya milik TUHAN. Mereka yang berusaha memindahkan tanggung jawab dibutakan seba-gai akibat dari tindakan mereka, tetapi TUHAN telah menyatakannya de-ngan jelas di hadapan kita…
“Salah satu penerapan yang tertinggi dari prinsip-prinsip ini adalah pengakuan manusia atas haknya sendiri, untuk mengawasi pikirannya sendiri, melakukan pelayanan sesuai talentanya, hak untuk menerima dan membagikan buah-buah dari usahanya…
“Setiap kuasa yang dipinjamkan oleh TUHAN kepada kita, baik fi-sik, mental ataupun rohani, harus dipelihara secara kudus untuk melaku-kan pekerjaan yang ditugaskan kepada kita untuk sesama kita, yang bi-nasa karena ketidaktahuan. Setiap orang harus berdiri di tempat tu-gasnya masing-masing tanpa dibatasi, masing-masing melayani TUHAN dalam kerendahhatian, masing-masing bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri.” 7 Testimonies, 176-180.
“Talenta, sarana, pengetahuan kita bukanlah sekedar untuk keun-tungan kita semata; semuanya harus digunakan demi keselamatan jiwa-jiwa, mengangkat manusia dari kehidupan berdosa dan membawanya, melalui Kristus, kepada TUHAN yang takterbatas.” 4 Testimonies, 80.
“Oh, haruskah Kristus, Raja Surgawi, Raja kemuliaan, menang-gung salib yang berat,mengenakan mahkota duri,dan minum dari cawan pahit, sementara kita bersantai, memuliakan diri sendiri dan melupakan jiwa-jiwa yang untuk mereka Dia telah mati untuk menebus mereka de-ngan darahNya yang sangat berharga? Tidak;marilah kita memberi se-lagi kita memiliki kuasa. Marilah kita bekerja selagi kita memiliki ke-kuatan.Marilah kita bekerja selagi hari masih siang. Marilah kita me-nyerahkan waktu dan sarana kita untuk pelayanan kepada TUHAN, sehingga kita mendapat perkenanNya dan menerima upah kita.” 4 Tes-timonies, 83.

Dengan perkataan lain, apakah kita, secara pribadi-pribadi, memi-liki tanggung jawab untuk memutuskan secara pribadi, dalam doa penuh, ke mana sarana kita akan dikirimkan untuk pekerjaan TUHAN?

Firman TUHAN adalah jelas dalam hal ini. Kita memiliki tanggung jawab —sebuah tanggung jawab pribadi.
“Beberapa orang atau dewan mungkin berkata. Itulah yang kami harapkan akan anda lakukan [memberikan uangmu kepada ka-mi]. Komite Konferens akan mengambil modalmu, dan akan meng-gunakannya untuk obyek ini. Tetapi TUHAN telah menjadikan kita pelayanNya secara pribadi-pribadi. Masing-masing kita memiliki tanggung jawab kudus untuk menempatkan sarana kita sendiri.
“Sebagiannya boleh ditempatkan dalam perbendaharaan untuk memajukan bidang-bidang pekerjaan umum, namun penatalayanan atas sarana tidak akan dibenarkan di hadapan TUHAN, kecuali jika ia, sepanjang kemampuannya, akan menggunakan sarananya se-suai keadaan yang menunjukkan kebutuhannya. Kita harus siap membantu orang-orang yang menderita dan melaksanakan rencana-rencana untuk memajukan kebenaran dalam berbagai cara. Inilah pena-talayanan. Jikalau anda kurang berhikmat, pergilah kepada TUHAN, mintalah sendiri kepada TUHAN, dan bekerjalah dengan mata dipusat-kan kepada kemuliaan TUHAN.
Dengan melakukan penilaian sendiri, dengan memberikan di tempat yang anda lihat membutuhkan dalam setiap jalur pekerjaan, anda meletakkan uang anda kepada penukar-penukar. Jikalau anda me-lihat di sekitar anda bahwa kebenaran mulai ditegakkan, dan tidak ada tempat perbaktian,  maka lakukanlah sesuatu untuk memenuhi kebutuh-an ini. Dengan tindakan anda, orang lain akan didorong untuk bertindak.
“Sementara bukan harta anda yang anda pegang, namun anda menjadi bertanggung jawab atas penempatannya secara bijaksana, penggunaannya atau penyalahgunaannya, TUHAN tidak memberi-kan beban kepada anda untuk bertanya kepada Konferens atau de-wan manusia tentang bagaimana menggunakan sarana sebagaima-na yang anda anggap layak untuk memajukan pekerjaan TUHAN di kota-kota yang miskin, dan tempat-tempat berkekurangan. Jikalau ren-cana yang benar telah diikuti, tidak akan ada penggunaan sarana yang begitu banyak di satu tempat [Battle Creek, Loma Linda, dll.] dan begitu sedikit di tempat-tempat lain di mana panji-panji kebenaran belum dina-ikkan. Kita tidak boleh menggabungkan penilaian pribadi ke dalam lem-baga di dunia kita. Kita harus mencari hikmat TUHAN sebagaimana yang dilakukan oleh Daniel.
Sebagai hamba-hamba upahan TUHAN, kita tidak boleh me-ngorbankan penatalayanan kita. Namun bahwa di hadapan semesta surga kita harus melakukan kebenaran yang diberikan kepada kita oleh TUHAN. Hati kita harus dikuduskan, tangan kita harus siap memberi pa-da saat dibutuhkan, dari penghasilan yang dipercayakan TUHAN kepa-da kita.”—Special Testimonies to Ministers and Workers, Series A, 185 (Manuscript Release, 1200).
Empat kutipan berikut adalah juga tentang tanggung jawab pribadi kita tentang sarana kita, di manapun kita tempatkan:
“TUHAN memanggil sebuah kebangunan dan reformasi. ‘Jalur-ja-lur reguler’ tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang diingin-kan TUHAN agar diselesaikan. Biarlah kebangunan dan reformasi membuat perubahan-perubahan yang terus menerus. Biarlah setiap kuk dilepaskan. Biarlah manusia bangun dan menyadari bahwa me-reka memiliki tanggung jawab pribadi-pribadi.
“Kenyataan saat ini adalah sudah cukup untuk membuktikan kepa-da semua orang yang memiliki roh misionaris yang benar bahwa jalur-jalur yang reguler dianggap sebagai sebuah kegagalan dan perang-kap. TUHAN membantu umatNya, lingkaran raja-raja yang berani me-ngambil tanggung jawab yang begitu besar tidak boleh lagi mem-praktekkan kuasa mereka yang tidak dikuduskan dalam apa yang disebut ‘jalur-jalur reguler.’ Terlalu banyak kuasa diberikan dalam agen-agen manusia yang tidak bangkit dan bereformasi.
          “TUHAN menjamin bahwa suara-suara yang begitu cepat berkata bahwa semua uang yang diinvestasikan untuk pekerjaan [TUHAN] harus melalui saluran-saluran yang ditentukan [GC] di Battle Creek tidak akan terdengar lagi. Orang-orang yang kepada mereka oleh TUHAN telah diberikan sarana hanyalah bersedia menerima nasehat dariNya sa-ja. Adalah hak istimewa mereka untuk memberi pertolongan dan bantuan langsung kepada misi-misi.” Letter, tanggal 28 Juni 1901, kepada A.G. Daniels, presiden GC (Spalding-Magan Unpublished Tes-timonies, 175-177).
“TUHAN menginginkan agar manusia memiliki hubungan langsung dengan Dia. Dalam segala urusanNya dengan manusia, Ia menerapkan prinsip tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menum-buhkan rasa tanggung jawab pribadi. Dia berusaha menumbuhkan rasa kebergantungan pribadi, dan mengesankan akan kebutuhan tun-tunan secara pribadi. Pemberian-pemberianNya diberikan kepada ma-nusia sebagai pribadi-pribadi. Setiap orang telah dijadikan penatala-yan atas kepercayaan-kepercayaan yang kudus; masing-masing harus melakukan kepercayaan ini  menurut petunjuk Sang Pembe-ri; dan masing-masing pelayanannya harus dikembalikan kepada TUHAN.” 7 Testimonies, 176.
“Tuhan telah menjadikan kita penatalayan secara pribadi-pribadi. Masing-masing kita memiliki tanggung jawab kudus untuk menempatkan sarana kita sendiri-sendiri. TUHAN tidak meletakkan beban kepada sau-dara untuk bertanya kepada konferens atau nasehat manusia, tentang penggunakan sarana sebagaimana yang saudara anggap sesuai untuk memajukan pekerjaan TUHAN.” –Special Testimonies to Battle Creek, 41-42.

Apakah prinsip-prinsip khusus yang harus dipegang dalam hati, ketika kita mencari tahu ke mana harus mengirimkan dana-dana khusus?

Berikut ini beberapa prinsip:
“TUHAN memberkati pekerjaan tangan-tangan manusia. Mereka harus melakukan bagian mereka sebagai penatalayan yang setia de-ngan mengembalikan kepada TUHAN bagian yang menjadi milikNya. Mereka harus membaktikan sarana mereka untuk melayani Dia, sehing-ga ladang-ladang anggurNya tidak tetap menjadi tempat pembuangan yang kosong.
Mereka harus mempelajari jalan apa yang akan ditempuh TUHAN seandainya Dia ada pada posisi mereka. Mereka harus membawa semua masalah-masalah yang sulit kepada TUHAN da-lam doa.
“Mereka tidak boleh menggunakan seluruh sarana untuk ke-pentingan sendiri dalam menyediakan fasilitas yang berlebihan di ladang-ladang anggur di mana mereka ditempatkan. Mereka harus membagikan secara tidak mementingkan diri sendiri dari milik mereka kepada pekerja-pekerja TUHAN di tempat-tempat yang sulit. Penguna-an secara keseluruhan yang tidak bijaksana adalah sebuah kesa-lahan di hadapan TUHAN, karena akan menyebabkan banyak orang lain dalam kesulitan.
TUHAN membuktikan dan menguji setiap orang apakah ia akan mengurus milik TUHAN dengan bijaksana… Ia telah memberi mereka saranaNya untuk dipertimbangkan secara bijaksana demi melayani Dia dan penyebarannya secara bijaksana. Para pekerjaNya berdoa meminta fasilitas untuk bekerja, sementara mereka yang diberi-Nya sarana, sarana untuk menjawab doa-doa ini, mengabaikan pe-kerjaanNya, membiarkan pekerja-pekerjaNya kehilangan waktu dan kehabisan kekuatan dalam bekerja melawan kekurangan yang seha-rusnya tidak perlu terjadi.
“Seorang penatalayan melakukan seperti yang dilakukan tu-annya. Kepentingan-kepentingan tuannya menjadi kepentingannya. Ia telah menerima tanggung jawab sebagai seorang penatalayan dan ia harus bertindak seperti  tuannya melakukan sebagaimana yang dilakukan tuannya jikalau berkenaan dengan memimpin harta mi-liknya.” Manuscript, 10 Juli 1900 (Kress Collection, 151-152, 154).
“Janganlah dilupakan bahwa Kekristenan yang sejati berasal dari pemahatan prinsip-prinsip Alkitab ke dalam hati dan tabiat. Ini haruslah pekerjaan pribadi-pribadi, yang dinyatakan secara nyata. Pekerjaan misionaris yang sesungguhnya akan diselesaikan. Sarana TUHAN akan ditanamkan secara berhati-hati.” Manuscript, 18 Juni 1900 (Kress Collection, 122).
Pernyataan yang jelas berikut ini berasal dari buku-buku Ellen White yang terakhir:
Jurukabar-jurukabar TUHAN, yang melakukan pekerjaan pe-nuh semangat, tidak pernah boleh pergi ke peperangan atas biaya-nya sendiri, tanpa dibantu oleh dukungan yang simpatik dan sung-guh-sungguh dari saudara-saudaranya. Adalah bagian dari anggota jemaat untuk memberi sejumlah besar kepada mereka yang me-ninggalkan pekerjaan sekuler mereka sehingga mereka dapat mem-berikan diri mereka sendiri sepenuhnya kepada pelayanan. Ketika pendeta-pendeta TUHAN memperoleh dorongan, pekerjaan TUHAN akan maju pesat. Tetapi, jikalau, melalui kecintaan diri manusia, dukung-an yang menjadi hak mereka ditahan, tangan-tangan mereka menjadi le-mah,dan seringkali manfaat mereka menjadi sungguh-sungguh timpang.
Ketidaksukaan TUHAN menyala terhadap mereka yang meng-aku sebagai pengikut-pengikutNya, namun membiarkan pekerja-pe-kerja yang dikuduskan untuk menderita kebutuhan hidup sementa-ra melakukan pelayanan secara aktif. Orang-orang yang memen-tingkan diri sendiri ini akan dipanggil untuk mempertanggungja-wabkan, bukan hanya penyalahgunaan uang milik TUHAN, namun kerena  perasaan tertekan dan patah semangat  yang telah mereka sebabkan  terhadap hamba-hamba TUHAN. Mereka yang dipanggil ke dalam pekerjaan pelayanan, dan karena panggilan tugas tersebut mele-paskan segalanya agar dapat melakukan pelayanan kepada TUHAN, harus menerima atas usaha-usaha pengor-banan diri mereka upah yang cukup untuk mendukung diri mereka sendiri dan keluarga mereka.
“Dalam berbagai bidang pekerjaan sekuler, baik yang bersifat fisik maupun  mental, para pekerja yang setia dapat memperoleh gaji yang bagus. Bukankah pekerjaan memberitakan kebenaran, dan membim-bing jiwa-jiwa kepada Kristus, adalah lebih penting daripada pekerjaan umum lainnya? Dan bukankah mereka yang dengan setia terlibat dalam pekerjaan ini layak menerima gaji? Dengan perkiraan kita tentang nilai kerja yang relatif demi kebaikan moral dan fisik, kita menunjukkan peng-hargaan terhadap surga yang dilawankan dengan dunia.
“Supaya ada dana dalam perbendaharaan untuk mendukung pelayanan, dan untuk memenuhi permintaan bantuan dalam usaha-usaha misionaris, maka perlu umat TUHAN untuk memberi dengan senang hati dan bebas.” Acts of the Apostles, 340-341.

Apakah ada alasan lain mengapa tidak baik bahwa seluruh dana di-salurkan melalui satu organisasi?

Ketika seluruh dana disalurkan melalui satu jalur kewenangan tunggal, tidak ada pekerja yang berani memprotes kesalahan dalam pengelolaan keuangan, kesalahan ajaran, atau kehilangan moral. Alasannya seder-hana. Siapapun yang memprotes, mungkin, dan barangkali, akan dipe-cat. Ketika para pekerja (yang mengetahui betul apa yang sedang terjadi dalam organisasi) diberangus, anggota jemaat menjadi acuh tak acuh atau tidak mengetahui bagaimana cara memulai untuk memecahkan masalah. Maka, mereka berhenti berusaha atau keluar. Dari cara-cara demikian, integritas organisasi tidak terbantu.
Satu rantai tunggal pengawasan keuangan berakibat bukan saja pada pengawasan terhadap ketidakpuasan, tetapi juga pengawasan ter-hadap proyek-proyek. Berkurang insentif/rangsangan bagi pekerja untuk memohon tuntunan TUHAN dalam tugas mereka. Para pekerja tampak-nya cenderung tidak melakukan pemikiran yang orisinal, secara kreatif mengusahakan cara-cara baru yang lebih baik untuk memajukan peker-jaan. Karena gaji telah dijamin, sepanjang tidak ada statistik yang diberi-kan karena kepemimpinan dan kelemahan, para pekerja akan bekerja sedang-sedang saja. Gagasan-gagasan baru tidak mudah dijual kepada (atau diterima oleh) komite-komite konferens. Perlahan-lahan,ditemukan bahwa bujukan lihai dari kalangan atas menjadi jalan untuk menjamin pekerjaan dan kemajuan. Namun mereka yang terlibat dalam hal ini  cenderung hanyut dalam waktu-waktu santai mereka menuju kebejatan moral.
Masalah lain adalah bahwa pengawasan terpusat memudahkan perbuatan-perbuatan salah untuk ditutupi. Jikalau masalahnya cukup gawat, pindahkan saja pekerjanya.
Di tahun 1980-an:
-    Seorang pendeta di Illinois telah mencuri dana gereja, sehingga ia se-gera dipindahkan ke luar negara bagian. Ia melakukan hal yang sama ketika dipindahkan dua kali.

-    Seorang direktur departement kependetaan di Mississippi akan dipin-dahkan ke konferens lain setelah ketahuan berduaan dengan seo-rang remaja anggota jemaat.Hanya karena seseorang menelepon kantor konferens dan memperingatkan mereka bahwa masalah ini akan dibuka secara umum, maka pendeta itu tidak dipecat.

-   Seorang pimpinan tingkat atas di Konferens Texas tertangkap di kursi belakang bersama seorang remaja putri.Maka ia dikirim ke California, dan dalam pertemuan pimpinan berikutnya, dimasukkan ke dalam po-sisi ketua-ketua konferens. Telepon dari konferens lain menyebabkan ia dipekerjakan sebagai pendeta dan tertangkap lagi dalam situasi serupa di tempat lain. Pemindahan tergesa-gesa diperlukan, dan ia dengan senang hati menurut.

-      Seorang pendeta muda di Ohio mendengar tentang pendeta konfe-rens yang setelah tertangkap dalam kebejatan moral,hanya dipindah-kan saja. Ketika ia bertanya kepada seorang pendeta senior tentang  hal ini, ia diberitahu, “Jangan khawatir tentang itu; ini biasa terjadi.” Ketika kemudian ia bertanya lebih lanjut, dan diberitahu dengan nada biasa, “Jangan khawatir tentang itu; ini biasa terjadi.”

Ketika pendanaan terpusat menjadi mode, gereja cenderung mela-kukan pemerasan. Orang-orang duniawi dan pezinah-pezinah tidak bo-leh dipecat (kecuali jikalau polisi menangkap mereka atau mereka belum cukup lama berada dalam pelayanan untuk dapat mengetahui banyak tentang apa yang  sedang terjadi),karena mereka mungkin akan menga-takan apa yang dilakukan oleh orang lain. Maka, pemindahan dilakukan. Roma tidak pernah memecat orang pezinah juga.
Setiap gerakan kerohanian yang baru secara perlahan berorgani-sasi menjadi sebuah denominasi. Namun kemudian, pengawasan yang terpusat dan ketat semakin diperkuat, dan segala sesuatunya mulai han-cur. Itulah cara-cara duniawi. Akan tetapi cara-cara gereja haruslah ber-beda.
Bagaimanakah kita dapat mengidentifikasi keberadaan keada-an seperti itu dalam sebuah denominasi, seperti kita? Yaitu, sebe-rapa jauh itu telah terjadi? Seberapa dalamkah kesesatan itu me-ningkat?
Sederhana saja. Tentukan saja seberapa prinsip-prinsip yang diil-hamkan dalam organisasi ditemukan atau diabaikan, dilanggar, atau di-lawan. Siapakah yang berpegang paling dekat dengan Firman TUHAN? Siapa yang tidak?
Seberapa besarkah kesesatan telah bertumbuh? Lihat saja di seki-tarnya: Seberapa terbuka dan terang-terangan penolakan akan prinsip-prinsip dari TUHAN? seberapa besar hal itu diberitakan di mimbar-mim-bar, sekolah-sekolah, dan tulisan-tulisan gereja?
Tambahkan kepada pertanyaan itu: seberapa lemah para pimpin-an dan anggota gereja? Seberapa rendah standar-standar telah jatuh? Seberapa kuat kegilaan akan hiburan demi menikmati hiburan itu sen-diri?
Seberapa jauh tulisan-tulisan kudus diam-diam diabaikan? Bahkan lebih buruk lagi: seberapa jauh tulisan-tulisan itu secara terbuka diping-girkan dan ditolak?
Tidak sulit mengidentifikasi masalah-masalah tersebut dan di ma-na hal itu paling parah terjadi. Tidak sulit untuk mengetahui di mana membayar persepuluhan.Tidak sulit mengetahui pekabaran teguran apa yang seharusnya diberikan kepada gereja,dan peringatan-pringatan apa yang harus diberikan kepada dunia.
Pertanyaan lain: Berapa banyak yang tersisa yang masih memberi teguran dan peringatan?
Ada jawaban dalam Tulisan-tulisan yang diilhamkan dari TUHAN: Alkitab dan Roh Nubuat.
TUHAN berkata, kamu akan mengetahuinya dari buahnya; sebera-pa jauh mereka telah berbelok dari Alkitab. Apakah yang mereka laku-kan? Apakah yang mereka katakan? Ke manakah tujuan mereka?
Tetapi bagaimana dengan independent ministries? Hanya karena ia independen, bukan berarti dapat menyelamatkan, terpercaya, layak atau sejati. Ada banyak juga pembohong, guru-guru palsu, dan orang-orang penipu-penipu dalam independent ministries, seperti halnya da-lam denominasi.
Waspadalah. Berdoalah. Bicaralah kepada TUHAN tentang hal ini; Hanya Dialah penuntun yang aman. Apakah pekabaran mereka? Bagai-manakah kehidupan pribadi mereka? Bagaimanakah mereka memperla-kukan pekerja-pekerja mereka? Bagaimanakah mereka menangani ke-uangan? Apakah mereka melakukan hal-hal yang lebih merupakan me-nyia-nyiakan uang daripada mencapai sesuatu?
Yang cukup menarik, kebenaran tentang suatu independent minis-try menjadi lebih jelas, lebih cepat—daripada kenyataan tentang seo-rang pendeta atau pekerja dalam denominasi. Independent ministry le-bih banyak dieksposed kepada umum. Pimpinan mereka tidak dapat di-transfer ke manapun. Sekali mereka tereksposed, tampaknya mereka akan hilang.
Jenis “pendeta” yang sejati yang bagaimanakah mereka itu?
Satu jenis pelayanan mengadakan pertemuan-pertemuan evan-gelis, dan berkonsentrasi di situ. Ada juga jenis pendeta di gereja lokal mengadakan pelajaran Alkitab, sesekali melakukan usaha untuk umum, dan melatih anggota-anggotanya dalam ajaran dan praktek yang benar.
Jenis yang ketiga berfokus pada pembelaan ajaran-ajaran Alkitab-Roh Nubuat melawan kekuatan-kekuatan kesesatan dan kompromi. De-ngan berbagai alasan, banyak pendeta yang tidak melawan secara ter-buka, namun hanya sedikit yang melawan secara terbuka.
Jenis yang keempat, mengajar Alkitab secara penuh-waktu (full time) kepada orang-orang muda.
Jenis yang kelima menyembuhkan orang sakit sambil menuntun mereka kepada Kristus dan ke dalam iman. Karena ia melakukannya atas dasar misionaris, ia tidak menyediakan dukungan bagi dirinya sen-diri.

Apakah tidak ada bahayanya jikalau seseorang mulai mendukung pelayanan-pelayanan dan pekerja-pekerja independen?

Sebelum diberlakukan Hukum Hari Minggu Nasional, akan selalu ada dua saluran—“jalur reguler” organisasi dan rute kepada independent mi-nistries.
Sebagian orang akan selalu mendukung jalur yang reguler; karena mereka tidak mau berdoa dan berpikir tentang masalah ini; lebih mudah hanya dengan memberikan saja di atas kantong/kotak persepuluhan.Se-bagian besar tidak menyadari apa yang sedang terjadi dalam jalur-jalur yang reguler.
Jangan berpikir bahwa persepuluhan itu diberikan kepada inde-pendent ministries. Menurut sebuah evaluasi yang dilakukan tahun 1992 oleh seorang peneliti dari Andrews University, sejumlah $400.000.000 dari persepuluhan dibayarkan denominasi setiap tahun. Sebaliknya, pe-neliti ini mencatat, salah satu independent ministries yang terbesar me-nerima jumlah yang luar biasa kecil (lihat An Appeal to the General Con-ference, oleh Mervin Maxwell [WM-467-468]).
Akan selalu ada independent ministries, karena TUHAN memang-gil pribadi-pribadi, bukan komite; dan pribadi-pribadi seringkali dipanggil untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh komite—seperti me-minta perubahan demi perbaikan dalam organisasi.
Beberapa independent ministries akan menjadi fanatik, guru-guru palsu, mabuk uang, atau bermoral bejat. Tetapi, untungnya, mereka bia-sanya lebih mudah diidentifikasi jenis apakah mereka itu.
Ketika aturan-aturan, keuangan, kegiatan dan lokasi pekerja-pe-kerja seluruhnya ditentukan oleh agen-agen terpusat, maka hasilnya adalah sebuah gereja mekanis (mesin) yang besar. Pertemuan, agenda yang telah dirancang sebelumnya, calon tunggal komisi pemilihan, mu-sik khusus, laporan perkembangan, pertemuan-pertemuan komite seca-ra rahasia, usaha-usaha keras untuk mempertahankan pengawasan ter-hadap uang dan orang-orang.
“Dosa pada dasarnya adalah merusak. Satu orang yang terjangkit oleh penyakit lepra yang mematikan dapat berbicara tentang noda itu kepada ribuan orang. Mereka yang memiliki posisi tanggung jawab se-bagai pengawal-pengawal jemaat adalah menyalahi kepercayaan itu ji-kalau mereka tidak setia mencari dan menegur dosa.
“Banyak yang tidak berani mengutuk dosa, karena takut ada jabat-an atau kepopuleran yang harus dikorbankan. Dan sebagian orang me-nganggap tidak ada kasih jikalau menegur dosa. Hamba TUHAN … me-miliki kewajiban yang paling kudus untuk memberitakan Firman TUHAN. Tanpa rasa takut atau pilih-pilih. Ia harus menyebut dosa dengan nama-nya yang sesungguhnya.
“Mereka yang karena kecerobohan atau ketidakacuhannya meng-izinkan nama TUHAN tidak dimuliakan oleh orang-orang yang mengaku percaya kepadaNya, digolongkan ke dalam pelanggar-pelanggar,--dica-tat dalam catatan surga sebagai yang mengambil bagian dalam perbuat-an jahat mereka… Kasih TUHAN tidak akan pernah menuntun kepada peremehan dosa.” 2 Bible Commentary, 996.
Karena kekurangan dari orang-orang seperti itu, gereja perlahan-lahan mati. Saya membuka hal ini sekarang sementara memohon tun-tunan dari TUHAN  bagaimana cara menyelesaikan buku ini. Ini ditulis pada saat yang dianggap perlu oleh Ellen White untuk kembali ke Ame-rika dan menghadapi pimpinan gereja yang tidak melakukan hal yang benar.
“Ada orang-orang yang mengaku saleh yang menyembunyikan orang berdosa oleh pelanggaran mereka sendiri. Mereka mengabaikan perintah-perintah TUHAN, memilih tradisi manusia, menghapuskan Hu-um TUHAN dan mendorong kesesatan. Alasan-alasan yang mereka bu-at adalah ringkih dan lemah dan akan membawa kepada kebinasaan ji-wa mereka sendiri dan jiwa orang-orang lain…
“Kepada mereka yang telah mengambil pekerjaan sebagai gemba-la ternak, akan mengalami penghakiman yang paling berat, karena me-reka telah mengabarkan kepada orang-orang cerita-cerita rekaan ganti-nya kebenaran…
“Anggota-anggota gereja yang telah melihat terang dan menjadi bertobat, namun kemudian mempercayakan keselamatan jiwa mereka kepada pendeta, akan mengetahui pada hari TUHAN bahwa tidak ada jiwa yang dapat menggantikan pelanggaran mereka. Seruan yang me-ngerikan akan muncul, “Aku telah hilang, selama-lamanya.’
“Orang-orang akan merasa seolah-olah mereka dapat mengoyak-ngoyak pendeta-pendeta yang telah mengajarkan kesalahan dan me-ngutuk kebenaran. Kebenaran yang sejati pada saat ini memerlukan re-formasi dalam kehidupan, namun mereka memisahkan diri dari kasih akan kebenaran, dan tentang mereka dikatakan, “O Israel, engkau telah membinasakan dirimu sendiri.” Letter 30, 1900 (4 Bible Commentary, 1157).

Bagaimanakah saya dapat mengetahui tempat yang paling dapat diper-caya untuk menerima persepuluhan saya?

1.      Di manakah ada kebutuhan terbesar?
2.      Apakah pendeta bekerja penuh waktu? Orang-orang yang didukung oleh persepuluhan haruslah bekerja penuh; yaitu bahwa seorang pe-kerja penuh sesungguhnya bekerja 40 jam seminggu melakukan pe-kerjaan TUHAN. banyak pendeta-pendeta gereja yang menghabis-kan hari-hari mereka di rumah. Di manakah mereka ketika anda me-nelepon mereka?
3.      Apakah ia menghasilkan sesuatu yang layak? Apakah buahnya?
4.      Apakah uang dikelola secara benar? Beberapa orang adalah pem-boros dan menyia-nyiakan apa yang mereka terima. Yang lain ber-belanja terus, tanpa membayar pembelian sebelumnya.

Jikalau ia adalah seorang misionaris kesehatan, apakah ia meng-gabungkan perawatan kepada orang sakit dengan pemberitaan peka-baran?Apakah ia membawa orang-orang kepada kebenaran? Jika tidak, mengapa mendukung dia? Ia dapat mencari penghasilan untuk mendu-kung dirinya sendiri. Apakah ia benar-benar memerlukan bantuan ke-uangan? Apakah ia mampu mendukung dirinya sendiri?
Jika pekerjaan utamanya adalah pendeta gereja, apakah ia juga memberikan pelajaran Alkitab pada hari-hari bekerja? Apakah ia melatih anggota-anggota jemaat bagaimana memberi pelajaran dan membantu-nya dalam pekabaran Injil?
Jikalau ia adalah pembicara keliling, apakah ia semata-mata me-ngumpulkan persepuluhan ke manapun ia pergi? Itukah alasan menga-pa ia bepergian? Apakah ia benar-benar memiliki pekabaran? Jikalau ia mengirimkan berita bulanan, apakah itu semata-mata yang dilakukan-nya? Apakah ia juga sibuk secara penuh mengajar atau menulis?
Jikalau ia bepergian ke luar negeri, apakah hasilnya? Hanya foto-foto untuk kemudian dicetak di rumah dan cerita tentang tempat yang dikunjunginya? Apakah hanya itu hasil dari uang perjalanan?
Jikalau ia mencetak bahan-bahan dalam kertas-kertas mengkilap, mungkin berwarna, apakah ia melakukannya untuk menjangkau yang hilang atau hanya supaya pendukungnya terus mengirimkan uang untuk membayar ongkos cetak yang lebih mahal? Orang-orang percaya tidak memerlukan kertas-kertas mahal dan gambar-gambar berwarna. Inilah saatnya untuk menghentikan kemewahan dan mengekang keinginan-ke-inginan kita.
Jikalau ia seorang penulis, apakah ia penulis penuh? Hasilnya akan menunjukkannya. Tiga atau empat halaman tulisan dengan cetak besar hanya sekali dalam sebulan hanya membutuhkan bekerja satu so-re hari saja. Apakah yang dilakukannya dalam sisa waktunya?
Jikalau ia mengatakan bahwa ia memasang sebuah iklan mahal di majalah atau papan iklan,apakah hasil yang didapatkannya? Lima puluh tanggapan dari kampanye iklan seharga $300.000 adalah sia-sia.
Apakah ia selalu berbicara tentang rencana besar di masa depan, tanpa ada sesuatupun untuk menunjukkannya?
Apakah ia sungguh-sungguh rendah hati? Jangan mendukung orang-orang angkuh, meskipun mereka mungkin tampaknya mengajar-kan kebenaran!
Apakah ia mengajarkan ajaran-ajaran salah, nubuatan-nubuatan berkenaan dengan waktu, penafsiran aneh tentang Daniel dan Wahyu yang berlawanan dengan ajaran-ajaran yang mula-mula? Apakah ia me-nunjukkan perlawanan yang terselubung terhadap Roh Nubuat, ketika ditunjukkan kepadanya bahwa teorinya tidak sesuai dengan Firman TUHAN?
Hanya karena ia tidak mengajarkan kebenaran dan pekabarannya tampaknya selaras dengan Roh Nubuat, tidak selalu membuat ia layak memperoleh dukungan. Ketepatan ajaran tidaklah cukup, jikalau ada ke-salahan serius lainnya. Apakah ia seorang yang bangga diri, bombastis (omong besar)? Apakah ia memperlakukan uang seolah-olah itu adalah air?
Apakah ia hidup sederhana atau apakah ia memiliki speedboat, peristirahatan di luar kota yang dibangun dari persepuluhan, atau tam-bahan-tambahan yang dialirkan untuk keuntungan dirinya sendiri? Ada orang-orang yang sangat pandai menggunakan uang untuk diri mereka sendiri.
Apakah ia memelihara standar pribadi yang tertinggi dalam kehi-dupannya?
Apakah ia membela kepercayaan-kepercayaan dan standar kehi-dupan yang mula-mula yang diberikan kepada jemaat kita? Atau apakah ia sangat rela agar standar tersebut diturunkan?
Apakah pekabarannya, baik lisan maupun tertulis, betul-betul me-ngandung makanan? Atau apakah itu hanya sekam yang menyenang-kan?
Hanya karena ia seorang misionaris asing tidak menjamin bahwa ia menghasilkan banyak buah. Carilah. Namun waspadalah juga bahwa orang-orang yang memulai bekerja di daerah yang sulit dapat mengha-dapi banyak kesulitan. Mungkin saja tidak ada banyak hasil untuk se-mentara waktu.
Sebagian orang hidup dari lemak kesuburan tanah, dan mereka menunjukkan hasil yang sedikit. Namun kesedikitan ini adalah kesaksian melawan mereka. Melalui buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
Bagaimana catatan (track record) tentang mereka?Kadangkala sa-ngat sulit mengetahui apa yang mereka lakukan, namun buahnya pasti-lah tampak. Apakah mereka di masa lalu telah menunjukkan diri mereka secara konsisten tetap teguh dan melakukan pekerjaan yang pasti?
Di antara misionaris-misionaris yang paling terpercaya terdapat, apa yang disebut oleh Roh Nubuat, “pembicara melalui tulisan” (the si-lent preachers). Anda mengetahui apa pekabaran dalam buku-buku dan tulisan-tulisan; dan anda dapat mengetahui, baik dengan menyebarkan tulisan-tulisan tersebut atau meminta orang lain melakukannya, juruka-bar-jurukabar yang diam ini dapat—dengan doa kita—menjangkau orang banyak. TUHAN telah berjanji, berulang-ulang berjanji untuk me-lakukannya. Tulisan-tulisanlah yang akan menjadi sarana yang sangat penting untuk menyelesaikan pekerjaan. Terima kasih TUHAN karena Roh Nubuat telah memberitahukan kepada kita tentang hal ini!
Ya, bisa saja terjadi masalah ke manapun anda mengirimkan per-sepuluhan,  baik dalam saluran denominasi maupun di tempat lain. Kita telah membahas sebagian dalam buku ini. Teruslah berpikir, berdoa me-minta tuntunan. Membayarkan persepuluhan tidak perlu menyingkirkan otak anda.
Hanya karena seseorang mengatakan bahwa ia mendapatkan panggilan dari TUHAN, tidak berarti bahwa ia memilikinya. Kehidupan dan buah-buahnya akan menunjukkan banyak. Dua bab singkat dalam Early Writings adalah menarik. “False Shepherd” (Gembala-gembala palsu) hlm. 123-125, dan “The Messengers” (Para Jurukabar) hlm 61-64. Mintalah bantuan dari TUHAN, dan Ia akan menuntun anda—tetapi ketahuilah: Anda tidak boleh “menahan” persepuluhan anda! Anda harus tetap membayarkannya sesuai dengan pemahaman anda. Jikalau anda tidak melakukannya, anda telah melanggar kontrak dengan TUHAN.

Ke manakah saya harus membayarkan persepuluhan saya?

Tidak ada orang yang dapat mengatakan ke mana harus membayarkan persepuluhan anda. Hanya TUHAN di Surga yang dapat. Bukankah itu milik TUHAN? Datanglah kepadaNya dalam doa dan mohon tuntunan dan itu akan diberikan kepadamu.
Dengan membahas persepuluhan seperti ini, membayarkan perse-puluhan itu sendiri memperdalam pengalaman Kekristenan kita!
Boleh saja seorang pendeta atau penulis menghimbau anda untuk membayarkan persepuluhan, dan mereka dapat menyebutkan tujuan-tu-juan Alkitabiah penggunaannya. Ini adalah perintah Alkitab. Akan tetapi tidak ada orang yang boleh mengatakan tujuan khusus ataupun rutenya.
Anda akan menemukan jawabannya dalam doa, dalam Firman TUHAN, dan dalam kehidupan dan praktek mereka yang hidup dari per-sepuluhan.
Ketika anda berdoa, anda akan tahu apa yang harus dilakukan.

Apakah yang kita harapkan akan terjadi di masa depan?

Dalam buku ini kita telah meneliti  kutipan-kutipan Roh Nubuat dari 1868 hingga 1912, dan semuanya memberi nasehat yang jelas dan konsisten. Betapa kita sangat bersyukur bahwa TUHAN telah turun dan memberi-kan begitu banyak tuntunan di hari-hari terakhir ini! Kita merasa kasihan kepada mereka yang memisahkan diri mereka dari buku-buku tersebut, dan yang membayangkan bahwa mereka telah melakukan hal yang pin-tar.
Sebagaimana yang telah kita ketahui, kita harus  berdiri sebagai pribadi-pribadi di tempat kita, melakukan kewajiban kita. Kita memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, dan ini harus dilakukan kendati ke-sesatan semakin meningkat.
“Banyak yang akan berdiri di mimbar-mimbar kita dengan obor nu-buatan yang palsu di tangan mereka, menyalakannya dengan api nera-ka Setan.” Testimonies to Ministers, 409-410.
“ Di tengah-tengah kita akan muncul guru-guru palsu, yang mem-beri perhatian kepada roh-roh penggoda yang ajaran-ajarannya berasal dari setan. Guru-guru ini akan menarik para murid untuk mengikuti me-reka.” Kress Collection, 5.
Namun kendati kompromi semakin meningkat, orang-orang setia TUHAN akan bekerja juga. Sementara mereka mempelajari Tulisan-tu-lisan yang diilhamkan,mata mereka akan mengarah  kepada Yesus, dan mereka akan mengikuti petunjuk-petunjukNya.
“Ia akan memanggil orang dari ladang pembajakan dan dari peker-jaan-pekerjaan lain untuk memberikan peringatan-peringatan terakhir kepada jiwa-jiwa yang menuju kebinasaan.” 9 Testimonies, 170.
“Pekabaran-pekabaran yang paling mengejutkan akan dibawakan oleh orang-orang yang ditunjuk TUHAN.” 9 Testimonies, 137.
“TUHAN akan memanggil orang-orang yang akan memberi peka-baran kepada orang-orang di zaman ini.” Testimonies to Ministers, 107.
Jangan mengira, dari kutipan di atas, bahwa anda dapat memper-cayai setiap penginjil keliling yang datang. Jikalau perkataan mereka ti-dak sesuai dengan Alkitab dan Roh Nubuat, katakan selamat berpisah kepada mereka.
“Kecuali mereka yang dapat membantu—bangkit dengan kesadar-an akan kewajiban mereka, mereka tidak akan menyadari pekerjaan TU-HAN ketika seruan nyaring malaikat ketiga dikumandangkan. Ketika te-rang datang untuk menyinari bumi, dan gantinya datang meminta bantu-an TUHAN, mereka akan menginginkan untuk mengikat pekerjaan TU-HAN untuk disesuaikan dengan gagasan-gagasan sempit mereka.
“Biarlah saya mengatakan kepadamu bahwa TUHAN akan mela-kukan pekerjaan terakhir ini dengan cara yang tidak sama dengan bia-sanya, dan dengan cara yang akan melawan rencana manusia.
“Akan ada di antara kita yang akan selalu ingin mengontrol peker-jaan TUHAN, bahkan mendikte pergerakan-pergerakan yang akan dila-kukan ketika pekerjaan itu maju di bawah tuntunan malaikat yang berga-bung dengan malaikat ketiga dalam pekabaran yang diberikan kepada dunia.
“TUHAN akan menggunakan cara dan sarana yang menunjukkan bahwa Ia mengambil alih kepemimpinan di tanganNya. Pekerja-pekerja akan kaget dengan sarana yang sederhana yang digunakan TUHAN un-tuk melakukan dan menyempurnakan pekerjaan pembenaranNya.” Tes-timonies to Ministers, 300.
“Di bawah curah hujan akhir, temuan-temuan manusia, mesin-me-sin manusia pada saat itu akan hilang,batasan wewenang manusia akan menjadi rumput yang patah,dan Roh Kudus akan berbicara melalui agen manusia yang hidup dengan kuasa yang meyakinkan.” 2 Selected Mes-sages, 58-59.
“Maka pekabaran malaikat ketiga akan dikumandangkan. Semen-tara tiba saatnya untuk disampaikan dengan kekuasaan yang terbesar, TUHAN akan bekerja melalui alat-alat yang rendah hati, memimpin pikir-an orang-orang yang menyucikan diri mereka bagi pelayananNya. Para pekerja akan dilayakkan oleh pengurapan Roh Kudus gantinya lembaga pelatihan atau pendidikan. Orang-orang beriman dan berdoa akan dita-han untuk maju dengan semangat kudus, memberitakan perkataan-per-kataan yang diberikan TUHAN kepada mereka. Dosa-dosa Babel akan dibukakan.” Great Controversy, 606.
Oh betapa kita berbahagia mengambil bagian! Semoga kita tetap setia sampai akhir!

Di manakah saya dapat memperoleh lebih banyak informasi ten-tang topik-topik ini?

Alkitab dan Roh Nubuat adalah sumber terbaik dari informasi yang la-yak. Satu kopi dari The Unpublished Testimonies (juga disebut Spald-ing-Magan Collection) dapat diperoleh dari Leaves of Autumn Books, Box 440, Payson, Arizona 85541. (Alasan disebut kesaksian ‘Unpublish-ed” karena cetakan asli tahun 1915 dilakukan dengan cara agak primitif. Buku ini sebenarnya diterbitkan; dan terus dicetak ulang sejak itu.)
Special Testimonies; Seri A dan B, adalah juga sumber yang me-nonjol. Ini terdapat di Leaves of Autumn. Testimonies to Ministers ada-lah buku yang sempurna. Hubungi Pusat Buku Advent di wilayah anda. Buku ini mengandung sebagian besar dari Seri A dan B.
Buku-buku Manuscript Release adalah buku-buku yang layak dan baik dibaca.
Untuk memperoleh pemahaman dasar tentang rencana TUHAN yang indah bagi kehidupan anda, buku-buku berikut adalah sangat baik: Patriarch and Prophets (Kisah Para Nabi dan Bapa),Prophets and Kings (Kisah Para Nabi dan Raja), Desire of Ages (Kerinduan Segala Zaman), Great Controversy (Kemenangan Akhir), Early Writings (Tulisan-Tulisan Permulaan), Christ’s Object Lessons (Perumpamaan-Perumpamaan Tu-han Yesus), Steps to Christ (Kebahagiaan Sejati), dan Mount of Bless-ing (Khotbah Di Atas Bukit).—Anda dapat membacanya berulang-ulang! Sambil menjalankan kehidupan yang benar dan membantu sesama, bu-ku-buku itu adalah persiapan yang terbaik untuk menghadapi Krisis Ter-akhir.
“Anda sekarang tidak perlu khawatir menerima pemberian dan persembahan sukarela; karena anda akan membutuhkannya. Sementa-ra anda melakukan pekerjaan yang selaras dengan kehendak TUHAN, anda tidak akan dibiarkan berada dalam keadaan kekurangan terus me-nerus bagaimana menyediakan sarana untuk memenuhi kebutuhan un-tuk maju. TUHAN melarang pendirian tembok-tembok dan penghalang-penghalang di sekitar pekerja-pekerja berpengalaman yang dengan se-tia melakukan bagian yang ditunjukkan TUHAN kepadanya.
“Banyak waktu berharga telah hilang karena aturan-aturan dan pembatasan-pembatasan buatan manusia yang telah diletakkan di atas rencana-rencana dan tujuan-tujuan TUHAN. Demi nama TUHAN, saya memohon kepada pekerja-pekerja konferens untuk menguatkan dan mendukung dan bekerja selaras dengan saudara-saudara kita di Madi-son, yang melakukan pekerjaan yang telah ditunjukkan TUHAN kepada mereka.” Spalding-Magan Unpublished Testimonies, 411-412.



PEMBELOKAN                        PENDETA-PENDETA BERDOSA,
PENGELUARAN     UANG SEKOLAH
                                                                                                                 DLL
         JALUR-JALUR
         REGULER

PENDAPATAN— PERSEPULUHAN—PEMANFAATAN         
          INDEPENDENT     
          MINISTRIES  


PENAHANAN                                                          PERBENDAHARAAN



LAMPIRAN-LAMPIRAN PERSEPULUHAN
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Halaman

Pengantar Lampiran-lampiran. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .       116    
Lampiran 1: Persepuluhan dalam Alkitab . . . . . . . . . . . . . . .      118 
Lampiran 2: Perjanjian kita dengan TUHAN (Our Contract
  with God) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          122
Lampiran 3: Persepuluhan Kedua . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        126
Lampiran 4: Analisis Larson . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        131
Lampiran 5: Apakah itu Pertukaran  Persepuluhan?
 (tidak tersedia)
Lampiran 6: Aksi Komite yang tidak Tepat (tidak tersedia)       
Lampiran 7: Kebijakan Penyalahgunaan Persepuluhan
  Divisi Amerika Utara (The NAD Tithe Misap-
  propriation Policy) . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .            142
Lampiran 8: Pernyataan R.W. Nixon (tidak tersedia)       

Pengantar Lampiran-lampiran

Lampiran 1: Persepuluhan dalam Alkitab
Di bagian ini anda akan menemukan kutipan dari setiap bacaan dalam Alkitab yang menyebutkan tentang persepuluhan.

Lampiran 2: Perjanjian kita dengan TUHAN (Our Contract with God)
Sebuah studi perenungan yang memberi inspirasi yang darinya anda akan memperoleh kekuatan dan kearifan.

Lampiran 3: Persepuluhan Kedua
Apakah itu persembahan dan persepuluhan kedua? Di sini anda akan memperoleh informasi bermanfaat yang dapat anda gunakan.

Lampiran 4: Analisis Larson
Elder Ralph Larson adalah seorang pendeta Advent dan pekabar Injil yang berpengalaman bertahun-tahun. Nasehatnya sangat dihargai.

Lampiran 5: Apakah itu Pertukaran Persepuluhan? (hanya dalam buku)
Ini adalah analisis tentang sistem pertukaran persepuluhan, sebagaima-na dipraktekkan dalam denominasi kita, yang dipersiapkan oleh penulis di tahun 1988 (What is Tithe Exchange? [PG43]

Lampiran 6: Aksi Komite yang tidak Tepat (Hanya dalam buku)
Di bulan Oktober 1994[1984?], Komite Tahunan memungut suara bah-wa seluruh lembaga gereja dan pelayanan-pelayanan yang dimiliki ge-reja harus mengembalikan dengan diam-diam dan rahasia seluruh per-sepuluhan yang dikirimkan kepada mereka oleh para pendukung mere-ka, kepada konferens di mana penyumbang itu tinggal. Ini adalah anali-sis bulan Juli 1985 dari peraturan tersebut oleh penulis ini.
Sebuah salinan dari Keputusan Komite Tahunan tahun 1984 diser-takan. Anda akan melihat bahwa, di halaman terakhir, terdapat penga-kuan bahwa “pertukaran persepuluhan” antara konferens dan uni terjadi secara teratur. Kebijakan ini mengizinkan konferens untuk mengguna-kan dana persepuluhan untuk tujuan-tujuan bukan persepuluhan. (What is Tithe Exchange? [PG-43].

Lampiran 7: Kebijakan Penyalahgunaan Persepuluhan Divisi Amerika Utara (The NAD Tithe Misappropriation Policy)
Sebagaimana yang dapat diduga, pelayanan-pelayanan yang disetujui gereja seperti Voice of Prophecy dll, bertempur dengan penguasa sela-ma bertahun-tahun. Maka di tahun 1992, Pertemuan akhir tahun Divisi Amerika Utara memberlakukan sebuah keputusan bahwa semua inde-pendent ministries yang diakui secara resmi di Amerika Utara (Voice of Prophecy, Faith for Today, Amazing Facts, Adventist Frontier Missions, dll.) mulai saat itu harus secara diam-diam mengirimkan seluruh semua sumbangan berupa persepuluhan ke kantor konferens yang di wilayah tempat tinggal penyumbang. Ikatan itu semakin mengencang. Pence-gahan masih terjadi; namun tanggal 1 Januari 1995, independent minis-tries yang disetujui gereja (yaitu Adventist Media Centre dan Amazing Facts) pada akhirnya mulai mulai tunduk kepada peraturan tersebut. Ini adalah analisis bulan Januari 1995 tentang aksi tersebut, oleh penulis (The NAD Misappropriation Policy-Bagian 1-3 [WM-580582]).

Lampiran 8: Pernyataan R.W. Nixon
Sejak tahun 1987, GC telah dikacaukan oleh merek dagang dan perka-ra-perkara hukum lainnya;namun biaya yang sangat besar (tuntutan me-rek dagang Hawaii sendiri menghabiskan beberapa juta dolar) telah di-bayarkan dari persepuluhan yang kudus yang dibayarkan dari gereja-gereja lokal oleh anggota-anggota gereja yang setia. Tanggal 10 April 1989, Robert Nixon, seorang pengacara GC yang sejak awal telah mengatur perkara-perkara hukum atas merek dagang tersebut, menje-laskan dalam sebuah surat bahwa seluruh biaya perkara hukum terse-but dibayarkan sepenuhnya dari dana-dana persepuluhan (Questions we are asked about the Marik Case-Part 1, hlm. 4 [WM-356J).

LAMPIRAN I – PERSEPULUHAN DI DALAM ALKITAB


Di sini anda akan menemukan setiap bacaan dalam Alkitab yang secara langsung berbicara tentang persepuluhan. Ayat-ayat tersebut diatur se-cara berurutan sebagaimana urutannya dalam Alkitab. Beberapa dari ayat-ayat tersebut mengacu kepada persepuluhan kedua, yang dibahas dalam Lampiran 3.
“Dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya seperse-puluh dari semuanya. Kejadian 14:20.
“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah,baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN. Tetapi jikalau seseo-rang mau menebus juga sebagian dari persem-bahan persepuluhannya itu, maka ia harus menambah seperlima. Mengenai segala persembah-an persepuluhan dari lembu sapi atau kambing domba, maka dari sega-la yang lewat dari bawah tongkat gembala waktu dihitung, setiap yang kesepuluh harus menjadi persembahan kudus bagi TUHAN. Imamat 27: 30-32.
“Sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada TUHAN sebagai persembahan khusus Kuberikan kepada orang Lewi sebagai milik pusakanya; itulah sebabnya Aku telah berfir-man tentang mereka: Mereka tidak akan mendapat milik pusaka di te-ngah-tengah orang Israel." "Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepada-mu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khu-sus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persem-bahan persepuluhan itu, Secara demikian kamu pun harus mempersem-bahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari se-gala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Is-rael. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun. Bilangan 18: 24, 26, 28.
“Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembe-lihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapi-mu dan kambing dombamu. Maka ke tempat yang dipilih TUHAN, Allah-mu, untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah kamu bawa se-muanya yang kuperintahkan kepadamu, yakni korban bakaran dan kor-ban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu dan segala korban nazarmu yang terpilih, yang kamu nazar-kan kepada TUHAN.
“Di dalam tempatmu tidak boleh kaumakan persembahan persepu-luhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu,ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, ataupun sesuatu dari korban yang akan kaunazarkan, ataupun dari korban sukarelamu, ataupun persembahan khususmu. Ulangan 12:6. 11. 17.
"Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Ulangan 14:22.
“Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya un-tuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan per-sembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyak-mu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing domba-mu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
“Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala per-sembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan mena-ruhnya di dalam kotamu; Ulangan 14:23, 28.
"Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepu-luhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepu-luhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepa-da orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya me-reka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang. Ulangan 26:12.
“Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persem-bahan persepuluhan dari segala sesuatu dalam jumlah yang besar.
“Orang Israel dan orang Yehuda yang tinggal di kota-kota Yehuda juga membawa persembahan persepuluhan yang terdiri dari lembu sapi dan kambing domba, dan persembahan persepuluhan yang terdiri dari persembahan kudus yang telah dikuduskan bagi TUHAN Allah mereka. Semuanya itu diletakkan mereka bertimbun-timbun.
“Dan dengan setia mereka membawa segala persembahan khu-sus, persembahan persepuluhan dan persembahan-persembahan ku-dus itu ke sana. Konanya, seorang Lewi, mengawasi semuanya, dan Simei, saudaranya, adalah orang kedua,” 2 Tawarikh 31:5,6,12.
“Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-per-sembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan mi-nyak akan kami bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Allah kami, dan kepada orang-orang Lewi akan kami bawa persembahan persepu-luhan dari tanah kami, karena orang-orang Lewi inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian kami.
Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa persembahan persepuluhan dari pada persem-bahan persepuluhan itu ke rumah Allah kami,ke bilik-bilik rumah perben-daharaan. Nehemia 10:37-38.
“Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan, supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi  bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang ber-tugas. Nehemia 12:44.
Menyediakan sebuah bilik besar bagi Tobia itu. Sebelumnya orang membawa ke bilik itu korban sajian, kemenyan, perkakas-perkakas dan persembahan persepuluhan dari pada gandum,anggur dan minyak yang menjadi hak orang-orang Lewi, para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, dan persembahan khusus bagi para imam. Nehemia 13:5.
"Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada wak-tu pagi,dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! Amos 4:4.
“Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Te-tapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan uji-lah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sam-pai berkelimpahan. Maleakhi 3:8,10.
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas ma-nis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Matius 23:23.
“Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu mem-bayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Lukas 11:42.
“Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Lukas 18:12.
“Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. “Tetapi Melkisedek, yang bukan ke-turunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan member-kati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. ... “Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, Ibrani 7:5-6, 9.
“Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup. Maka da-patlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan.” Ibrani 7:8-9.


LAMPIRAN 2 – PERJANJIAN KITA DENGAN TUHAN
(Our Contract with God)


Bagian ini didasarkan atas sebuah khotbah yang saya sampaikan di ma-sa lalu. Betapa baiknya jikalau kita dapat makan bersama dari Firman TUHAN yang sangat berharga!
Jauh sebelum dunia diciptakan, Kristus membuat perjanjian de-ngan Allah Bapa bahwa mereka akan menyelamatkan manusia berapa-pun harganya, jikalau manusia jatuh ke dalam dosa. Ini disebut sebagai “Perjanjian Penebusan.” Ini sesungguhnya adalah sebuah kontrak.
“Dalam doa pengantaraan Yesus dengan BapaNya [Yohanes 17], Ia mengaku bahwa Ia telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang mewajibkan Bapa dalam menggenapi bagianNya dalam kontrak yang di-buat di surga, tentang manusia yang jatuh.” Sons and Daughters of God, 296.
Beberapa hari kemudian, Kristus berbicara dengan Bapa di surga. Para malaikat ingin menyembah Dia dan menyanyikan pujian bagiNya, namun Ia berkata, “Belum, belum saatnya. Ada yang harus diselesaikan terlebih dahulu.”
“Ia mendekat kepada Bapa, yang bersamaNya ada sukacita kare-na orang berdosa bertobat, yang bersukacita atas mereka melalui nya-nyian. Sebelum dasar bumi diletakkan, Bapa dan Anak bersatu dalam sebuah perjanjian untuk menebus manusia jikalau ia dikalahkan oleh Setan. Mereka telah menyatukan tangan dalam permohonan yang khid-mat bahw Kristus harus menjadi jaminan bagi ras manusia. Permohonan ini telah dipenuhi oleh Kristus. Ketika di atas kayu salib Ia berseru, “Su-dah genap.” Ia berseru kepada Bapa. Perjanjian itu telah sepenuhnya di-laksanakan.” Desire of Ages (Kerinduan Segala Zaman), 834.
Perjanjian Penebusan, antara Bapa dan Anak,mengharuskan Kris-tus mati di kayu salib dan, dari Bait Suci di surga sebagai Imam Besar kita,memampukan kita untuk menuruti hukum-hukumNya. Kontrak pene-busan itu menyebabkan Kristus melakukan kontrak darah dengan kita: Perjanjian Keselamatan. Sekilas, semua ini adalah satu kontrak yang luar biasa, yang melaluinya manusia dibawa kembali kepada TUHAN-nya. Di dalam Kristus, kita masuk ke dalam perjanjian dengan TUHAN.
Seluruh dunia dipeluk dalam kontrak rencana besar keselamatan,” 4 Bible Commentary, 1180.
          Ada satu bacaan yang menarik, dalam bagian pertama Ibrani 11, yang untuk beberapa waktu sulit dipahami oleh penerjemah Alkitab:
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat…. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.…Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang-siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh men-cari Dia. Ibrani 11:1, 3,6.
          Apakah kata kunci di sini? Oh, ‘iman’ bukan? Benar,dan iman ada-lah pokok pembicaraan dalam bacaan tersebut. Akan tetapi terdapat sa-tu kata yang menjadi dasarnya.
          Kata itu adalah “dasar (substance).”
          “Iman adalah–sesuatu--dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat….” Karena Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, para ahli Alkitab berusaha menemu-kan kata tersebut dalam tulisan Yunani Klasik. Yaitu, tulisan-tulisan di zaman Aristoteles dan orang-orang yang hidup dua, tiga atau empat ra-tus tahun sebelum zaman Kristus. Kata Yunani, yang diterjemahkan se-bagai ‘dasar’ (substance) dalam versi King James, adalah hupostasis. Apa artinya?
          Mereka menemukan bahwa dalam Yunani Attic (klasik), kata ini berarti sesuatu yang mengencangkan atau mempersiapkan (undergird-ing) sesuatu yang lain, suatu dasar.
          Seperti dijelaskan dalam Greek English Lexicon oleh Liddell dan Scott (hlm. 1895), kata itu berarti bahwa kita mengalahkan dosa, dan hi-dup bersama Dia selamanya. Namun, di bawah di sini, sebagai bagian persiapan kita untuk masa depan yang indah ini, Ia menginginkan kita agar mengembalikan kepadaNya sepersepuluh dari pendapatan kita!
          Oh, betapa ringannya kewajiban tersebut: betapa benar, betapa berharga, ketika kita mempertimbang-kan apa akibat dari kontrak terse-but bagi kita segera:surat bukti hak, dalam Kristus, atas Bumi yang baru!
          “Kewajiban adalah kewajiban, dan harus dilaksanakan demi kewa-jiban itu sendiri. Namun TUHAN berbelas kasihan kepada kita dalam ke-adaan kejatuhan kita, dan bersama perintahnya disertakan janji-janji. Ia memanggil umatNya untuk membuktikan Dia, dengan menyatakan bah-wa Ia akan memberi upah atas penurutan dengan berkat-berkat yang berlimpah… Ia mendorong kita untuk memberi bagiNya, dengan menya-takan bahwa balasan dari Dia bagi kita akan proporsional dengan pem-berian kita kepadaNya…
          “Betapa lembut,betapa adil TUHAN kepada kita! Ia telah memberi-kan kepada kita di dalam Kristus berkat-berkat yang berlimpah. Melalui Dia TUHAN memberi persetujuanNya atas kontrak yang telah dibuatNya dengan kita.” Counsels on Stewardship, 91.
          “Dalam pekerjaan besar memperingatkan dunia, mereka yang me-miliki kebenaran dalam hatinya,dan dikuduskan melalui kebenaran, akan melaksanakan kewajiban yang menjadi bagian mereka. Mereka akan setia dalam pembayaran persepuluhan dan persembahan-persembah-an. Setiap anggota jemaat terikat oleh hubungan perjanjian dengan TUHAN.” Counsels on Stewardships, 74.
          “Setiap jiwa yang bertobat harus memiliki terang dalam tuntutan TUHAN akan persepuluhan dan persembahan. Segala sesuatu yang di-nikmati manusia adalah berasal dari tanah pertanian TUHAN yang be-sar, dan Ia sangat puas karena pewarisNya menikmati milikNya; namun Ia telah membuat sebuah kontrak khusus dengan semua orang yang berdiri di bawah panji berdarah Pangeran Immanuel, sehingga mereka harus menunjukkan kebergantungan dan tanggung jawab kepada TUHAN.” Evangelism, 249-250.
          “Rencana TUHAN tentang persepuluhan dan persembahan dinya-takan secara  tegas dalam Maleakhi pasal 3. TUHAN memanggil agen-agen manusia untuk setia kepada kontrak yang telah dibuat TUHAN de-ngan mereka. “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke da-lam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku”, Counsels on Stewardships. 75.
          “Yesus menolak menerima penghormatan dari pengikut-pengikut-Nya sampai Ia mengetahui bahwa pengorbananNya telah diterima oleh Bapa, dan sehingga Ia menerima jaminan dari TUHAN Sendiri bahwa penebusan dari dosa bagi umatNya telah penuh dan besar, dan  bahwa melalui darahNya mereka dapat memperoleh kehidupan kekal.
          “Ia juga mengajukan permohonan bagi umat pilihanNya di bumi. Ia menginginkan hubungan tersebut dinyatakan secara jelas sehingga orang-orang tebusan dapat memeliharanya di surga kemudian. Ia me-ngatakan bahwa sudah menjadi kehendakNya bahwa di manapun Ia berada, di situlah gereja seharusnya berada, jikalau Ia harus memiliki kemuliaan, umatNya harus berbagi kemuliaan bersamaNya. Mereka yang menderita bersama Dia pada akhirnya akan memerintah bersama-Nya di kerajaanNya…
          “Permohonan Kristus dipenuhi… Di sini Bapa mengesahkan kon-trak dengan AnakNya, bahwa Ia akan berdamai dengan orang-orang yang bertobat dan taat, dan akan membawa mereka kepada perkenan ilahi melalui kebajikan Kristus, Krisus menjamin bahwa Ia akan menja-dikan manusia “lebih berharga daripada emas murni, bahkan daripada emas tua.” 5 Bible Commentary, 1150.
          “Sifat mementingkan diri sendiri adalah kejahatan yang memati-kan. Cinta diri dan ketidakacuhan yang sembrono terhadap syarat-sya-rat dalam perjanjian TUHAN dengan manusia,penolakan untuk bertindak sebagai penatalayan yang setia telah membawa kutukan TUHAN ke atas mereka, sebagaimana yang telah dinyatakanNya. Jiwa-jiwa ini telah memisahkan diri mereka dari TUHAN; melalui peraturan dan teladan mereka menggiring orang lain untuk tidak menghormati perintah TUHAN yang jelas, dan Ia tidak dapat mencurahkan berkatNya kepada mereka. TUHAN telah menyebutkan secara khusus: sepersepuluh dari segala milikmu adalah milikKu.” Messages to Young People, 308.
          Di padang belantara pencobaan, Setan menawarkan untuk mem-buat kontrak dengan Kristus (ISM 286:1), dan ia menawarkan kepada ki-ta. Namun kita memilih sebuah kontrak yang lebih baik, yang dibuat de-ngan TUHAN di surga. Dan, jikalau kita setia, kita akan segera berada di sana!
          Ia telah memberikan kepada kita di dalam Kristus berkat-ber-kat yang berlimpah. Melalui Dia TUHAN memberi persetujuanNya atas kontrak yang telah dibuatNya dengan kita.” Counsels on Stew-ardship.

LAMPIRAN 3—PERSEPULUHAN KEDUA


Persepuluhan pertama, persepuluhan kedua, dan berbagai persembah-an mencapai seperempat dari pendapatan orang-orang Ibrani. Karena mereka memberikannya, mereka diberkati, sangat diberkati.
Kontribusi yang dituntut kepada orang-orang Ibrani untuk tu-juan-tujuan rohani dan amal mencapai seperempat dari pendapatan mereka. Begitu berat pajak terhadap harta milik mereka sehingga dapat diduga mereka akan menjadi miskin; namun, sebaliknya, penurutan yang setia kepada aturan-aturan ini adalah salah satu syarat bagi keberlimpahan mereka.
“Dengan syarat penurutan mereka, TUHAN memberi janji ini: “Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbu-ah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maleakhi 3:11” Patriarchs and Prophets, 527.
          Beberapa orang Israel membayarkan sepertiga dari pendapatan mereka.
          “Beberapa orang yang teliti mengembalikan kepada TUHAN kira-kira sepertiga dari seluruh pendapatan mereka demi pekerjaan-pekerja-an rohani dan orang-orang miskin. Jumlah ini bukan dari sekelompok orang tertentu, namun dari seluruhnya, proporsi jumlahnya sesuai de-ngan jumlah yang dimilikinya.” 4 Testimonies, 467-468.
          “Tidak kurang dari sepertiga dari pendapatan mereka dibakti-kan untuk tujuan-tujuan rohani dan kudus.” 3 Testimonies, 395.
          Persepuluhan kedua tidak boleh dilupakan. Ini adalah berkat tam-bahan yang dikirimkan TUHAN kepada kita. Orang Israel zaman dahulu diperintahkan untuk menggunakan persepuluhan kedua untuk orang-orang miskin dan proyek-proyek berguna lainnya. Namun, keseluruhan pernyataan itu tidak mengindikasikan bahwa persepuluhan kedua tidak dituntut sekuat persepuluhan pertama dan persembahan. Namun mere-ka yang melakukannya akan menerima berkat-berkat khusus, lebih dan melampaui mereka yang hanya membayarkan persepuluhan pertama.
          “TUHAN telah  memerintahkan Israel, melalui Musa, bahwa setiap tahun ketiga harus dikumpulkan persepuluhan untuk orang-orang miskin… Kesetiaan dalam memberikan persembahan untuk meringan-kan penderitaan orang miskin dan penggunaan-penggunaan kebajikan lainnya,  akan cenderung menyegarkan ingatan orang-orang tentang ke-benaran pemilikan TUHAN atas segala sesuatu, dan kesempatan mere-ka untuk menjadi saluran-saluran berkat. Adalah tujuan YEHOVAH bah-wa orang Israel harus berlatih untuk menghapuskan sifat mementingkan diri sendiri, dan mengembangkan tabiat yang luas dan terhormat.” Pro-phets and Kings, 646-647.
Berikut ini informasi tambahan tentang persepuluhan kedua, seba-gaimana dilakukan orang Ibrani:
Untuk mempromosikan kumpulan orang-orang demi pelayan-an rohani, dan juga untuk memberi kepada orang miskin,  maka per-sepuluhan kedua dari seluruh pertambahan diperintahkan.
“Tentang persepuluhan kedua, TUHAN berfirman, “Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat na-ma-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan perse-puluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya eng-kau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu… " Ulangan 14:23, 29, 16:11-14.
          “Persepuluhan ini, atau sejumlah setara dalam bentuk uang, sela-ma dua tahun harus dibawa oleh mereka ke bait TUHAN. Setelah mem-berikan persembahan ucapan syukur kepada TUHAN, dan satu bagian khusus untuk para imam, si pembawa persembahan harus mengguna-kan sisanya untuk sebuah pesta rohani, yang di dalamnya orang-orang Lewi, orang asing, anak yatim, dan janda harus ikut serta. Demikianlah ketetapan dibuat tentang persembahan ucapan syukur dan pesta dalam perayaan-perayaan tahunan, dan orang-orang ditarik ke dalam masya-rakat imam-imam dan orang Lewi, sehingga mereka dapat menerima petunjuk dan penghiburan dalam pelayanan kepada TUHAN.
          "Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepu-luhan, engkau  sudah selesai mengambil segala persembahan persepu-luhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepa-da orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya me-reka dapat makan di dalam tempat-mu dan menjadi kenyang. Ulangan 26:12.
Persepuluhan ini akan menyediakan dana bagi penggunaan-penggunaan amal dan keramahtamahan.
          “Dan ketetapan selanjutnya dibuat. Tidak ada sesuatupun, sete-lah pengakuan atas tuntutan TUHAN, yang dapat membedakan hu-kum-hukum yang diberikan kepada Musa selain roh yang bebas lembut dan ramah tamah yang diperintahkan terhadap orang mis-kin. Meskipun TUHAN telah berjanji akan memberkati umatNya dengan berkelim-pahan, bukanlah rancanganNya bahwa kemiskinan harus se-penuhnya tidak dikenal di antara mereka. Ia menyatakan bahwa orang miskin tidak akan pernah lenyap dari tanah ini. Akan selalu ada orang-orang di antara umatNya yang terpanggil untuk mempraktekkan simpati, kelembutan dan kebajikan. Di zaman dulu, sebagaimana sekarang ini, orang-orang menjadi korban kemalangan, penyakit, dan kehilangan harta benda; namun semasih mereka mengikuti petun-juk yang diberikan oleh TUHAN, tidak akan ada pengemis di antara me-reka, juga orang-orang yang kekurangan makanan.” Patriarchs and Pro-phets, 530-531.
Di zaman kita, persepuluhan kedua sudah agak diadaptasikan. Gantinya mengumpulkan persepuluhan kedua sampai tahun kedua dan ketiga, mereka yang membayarkan persepuluhan kedua membagikan-nya di mana dibutuhkan, kapan dibutuhkan.
Mereka yang membayarkan persepuluhan kedua mengambilnya dari penghasilan mereka pada saat yang bersamaan dengan pengambil-an persepuluhan pertama. Namun bedanya, persepuluhan pertama ke-mudian langsung dibayarkan,persepuluhan kedua  tidak harus demikian.
Persepuluhan kedua dapat disimpan sebagian atau seluruhnya untuk sementara waktu sambil menunggu TUHAN menuntun mereka kepada orang-orang atau keluarga yang membutuhkannya. Mungkin ia melihat dana itu adalah terbaik digunakan untuk proyek yang berguna yang membantu orang lain atau berguna bagi pekerjaan TUHAN. namun penggunaan khusus dana ini adalah untuk membantu orang miskin.
“Mereka yang memiliki kekuatan fisik harus menggunakan kekuat-an itu demi pelayanan kepada TUHAN. Mereka harus bekerja dengan tangannya, dan mendapatkan sarana untuk digunakan dalam pekerjaan TUHAN. mereka yang dapat memperoleh pekerjaan harus bekerja dengan setia; dan memperbaiki kesempatan-kesempatan yang me-reka lihat untuk membantu mereka yang tidak dapat memperoleh  pekerjaan.” Counsels on Stewardships. 122.
Dalam melaksakan kewajiban ini, kita memiliki satu tanggung ja-wab khusus  kepada sesama umat percaya yang menderita demi iman-nya.
Tidak ada pertanyaan tentang orang-orang miskin milik TU-HAN. mereka harus dibantu dalam setiap hal demi kebaikan mere-ka.” 6 Testimonies, 269.
Dalam arti khusus, Kristus telah memberikan gerejaNya ke-wajiban untuk merawat orang-orang yang memerlukan di antara anggota jemaat itu sendiri. Orang-orang miskin milik TUHAN berada di ujung-ujung setiap gereja.Mereka harus selalu berada di antara kita, dan Ia memberi anggota-anggota jemaat suatu tanggung jawab pribadi untuk memelihara mereka. Sebagai anggota dari keluarga yang sejati, saling memelihara,merawat yang sakit,mendukung yang lemah,mengajar yang tidak mengetahui, melatih yang belum berpengalaman, demikianlah ‘keluarga iman’ harus merawat orang-orang yang membutuhkan dan ti-dak berdaya.” Ministry of Healing, 201.
Adalah kewajiban bagi setiap gereja untuk membuat penga-turan yang teliti, adil untuk merawat orang miskin dan sakit.” Wel-fare Ministry, 181.
“Setiap kelalaian mereka yang yang mengaku pengikut-pengikut Kristus,kegagalan untuk meringankan kebutuhan saudara-saudara yang menanggung beban kuk kemiskinan dan tekanan, dicatat dalam buku surgawi sebagaimana ditunjukkan kepada Kristus dalam orang-orang kudusNya. Betapa TUHAN akan mempertimbangkan banyak, banyak, amat banyak orang yang mengabarkan perkataan Kristus kepada orang lain namun gagal dalam menyatakan simpati dan penghargaan yang lembut kepada seorang saudara dalam iman yang kurang beruntung dan berhasil dibandingkan dengan mereka.” Welfare Ministry, 210.
“Seorang Kristen sejati adalah sahabat orang miskin.Ia menangani saudara yang kurang beruntung dan kebingungan sebagaimana orang menangani sebuah tanaman yang ringkih, lembut dan peka. TUHAN menginginkan agar pekerja-pekerjaNya bergerak di antara orang-orang miskin dan menderita sebagai jurukabar-jurukabar tentang kasih dan belas kasihan TUHAN. TUHAN melihat kita, bagaimanakah kita memperlakukan satu sama lain, apakah kita sudah Kristiani dalam berurusan dengan semua orang, baik yang terhormat maupun rendah, kaya ataupun miskin, bebas ataupun terikat.” Welfare Ministry, 168.
Jikalau dimungkinkan,kita menolong orang miskin untuk dapat me-nolong diri mereka sendiri.
“Namun perumpamaan [tentang pelayan yang tidak berbelas ka-sihan] tidak mengajarkan kepada kita un-tuk mendorong kemalasan. Fir-man TUHAN berkata, jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. (2 Tesalonika 3:10). TUHAN tidak menuntut orang yang be-kerja keras untuk menolong mereka yang malas. Banyak orang yang membuang-buang waktu, kurang berusaha, yang menyebabkan kemis-kinan yang kekurangan. Jikalau kesalahan ini tidak diperbaiki oleh mere-ka yang menikmatinya, segala sesuatu yang dilakukan demi keuntungan mereka akan seperti meletakkan harta berharga di dalam sebuah kan-tong berlubang.
          “Namun ada kemiskinan yang tak terelakkan. Dan kita harus menyatakan kelembutan dan belas kasihan kepada mereka yang kurang beruntung. Kita harus memperlakukan orang lain sama seperti diri kita sendiri, sebagaimana jikalau kita ingin diperlakukan dalam kea-daan seperti itu.” Christ’s Object Lessons, 247-248.
          Bacalah Welfare Ministry, 194-202, untuk informasi lebih banyak.
          Paragraf berikut adalah ringkasan yang indah sempurna, namun bermakna sangat mendalam dari seluruh pokok permasalahan:
          “Pengudusan bagi TUHAN sebuah persepuluhan dari segala per-tambahan, baik di kebun maupun ladang panen, kawanan ternak, peker-jaan otak atau tangan; pemberian persepuluhan kedua untuk meri-ngankan beban orang miskin dan penggunaan-penggunaan keba-jikan lainnya, cenderung menyegarkan ingatan orang-orang tentang ke-benaran kepemilikan TUHAN atas segala sesuatu, dan tentang kesem-patan bagi mereka untuk menjadi saluran-saluran berkat TUHAN. Ini adalah sebuah pelatihan yang diterapkan untuk mengenyahkan segala sifat mementingkan diri sendiri yang sempit, dan mengembangbiakkan tabiat yang luas dan terhormat.” Education, 44.

LAMPIRAN 4—ANALISIS LARSON


Penelitian yang sempurna berikut ini disiapkan di tahun 1991 oleh Elder Ralph Larson. Ini adalah analisis yang sempurna tentang situasi perse-puluhan, dan dicetak kembali atas izin.
_______

Sekarang ini, pertanyaan tentang penatalayan yang bertanggung jawab menjadi permasalahan dalam pikiran banyak umat MAHK. Kesadaran bahwa kita semua memiliki tanggung jawab pribadi di hadapan alam se-mesta surgawi, untuk melaksanakan keper-cayaan yang diberikan kepa-da kita dari TUHAN yang pada tahun-tahun terakhir ini telah menimbul-kan pertanyaan di dalam pikiran kita tentang bagaimana sebaik-baiknya memenuhi tanggung jawab tersebut. Bukanlah tujuan dari tulisan ini un-tuk meminta dana, atau mencoba menunjukkan apa itu tanggung jawab pribadi, namun memberikan kepada para pembaca informasi yang akan menolong mereka untuk memenuhi posisi mereka sebagai penatalayan TUHAN.
Topik persepuluhan telah menjadi ladang ranjau yang penuh emo-si, maka marilah kita melangkah dengan penuh kehati-hatian. Suara-su-ara yang biasanya tenang akan menjadi lebih nyaring ketika topik ini di-kemukakan, dan tidak jarang, perasaan-perasaan yang sangat terhasut akan dilontarkan dalam bentuk tuduhan-tuduhan yang pahit. Namun ma-salahnya nyata, dan ada di sini.Tidak ada tanda akan berkurang, namun semakin meningkat. Mengabaikannya tampaknya  bukanlah jawaban yang tepat;namun akan menyebabkan ledakan-ledakan emosional, yang cenderung akan memicu ketegangan gantinya meringankannya. Apakah mungkin untuk mempertimbangkan masalah ini secara tenang? Mari kita coba.
Saya menghadapi masalah ini dari sisi pendidikan.Ketika saya ma-sih mengajar kelas-kelas kependetaan di Asian Theological Seminary, saya kadang dihadapkan dengan pertanyaan, “Apakah layak mengirim-kan persepuluhan ke tempat manapun selain melalui saluran-saluran gereja yang reguler?” Saya menjawab pertanyaan dengan tegas dan tanpa kompromi. “Tidak. Membelokkan persepuluhan ke saluran-saluran selain saluran gereja yang reguler tidak akan pernah menjadi sesuatu tindakan yang benar , dalam keadaan apapun.”
Saya harus mengakui bahwa saya tidak memberikan jawaban ini karena bukti yang telah saya lihat, melainkan karena bukti yang saya ya-kini akan saya temukan dalam Roh Nubuat jikalau saya mencarinya. Na-mun, karena pertanyaan itu tampaknya tidak terlalu mendesak pada sa-at itu, dan saya sangat sibuk dengan mengajar, pertemuan penginjilan, dan proyek-proyek lainnya, saya tidak melakukan penelitian apapun ten-tang topik ini.
Namun ketika kembali ke Amerika Serikat di tahun 1985, saya ter-kejut menemukan bahwa pertanyaan itu sangat meresahkan banyak anggota jemaat. Dengan penuh percaya diri saya mulai mencari bukti dalam Roh Nubuat, bahwa persepuluhan harus selalu melalui saluran-saluran gereja yang reguler dan tidak pernah melalui saluran lain mana-pun. Penelitian ini memberi saya kejutan kedua, dan jauh lebih besar. Saya tidak menemukan apa yang saya cari. Itu tidak ada dalam tulisan-tulisan yang diilhamkan.
          Apakah saya gagal memahami dengan benar apa yang saya ba-ca? Tampaknya tidak. Saya tidak menemukan satu pernyataan tentang pertanyaan yang telah disiapkan oleh Willie White (anak Nyonya White dan sekaligus sekretarisnya), Elder A.G. Daniels, dan Elder W.W. Pres-cott, dan ini menunjuk-kan bahwa tidak satupun dari mereka telah me-nemukan bukti seperti itu dalam tulisan-tulisan Ellen White. Konteks per-nyataan mereka adalah sebagai berikut:
Tanggal 9 Mei 1907, Charles E. Steward dari Battle Creek mengi-rim ke kantor Ellen White di Sanitarium, California, satu kumpulan per-tanyaan dan tuduhan setebal 49 halaman yang dimaksudkan untuk me-ragukan tentang Roh Nubuat sebagai manifestasi pelayanannya. Bulan Oktober tahun yang sama, bahan-bahan ini dijilidkan menjadi sebuah buku kecil dan diterbitkan, tampaknya di Battle Creek. Beberapa waktu kemudian, bahan tersebut dicetak ulang oleh pengritik Ellen White yang lain, E.S. Ballenger, dari Riverside, California.Dokumen WDF213, di The White Estate Office di Loma Linda adalah catatan dari rencana yang te-lah dibuat oleh Willie White, Daniells dan Prescott untuk menghadapi tu-duhan-tuduhan dalam buku tersebut; salah satunya adalah nasehat dan praktek Ellen White, tentang persepuluhan yang tidak konsisten, yaitu  bahwa ia tidak selalu mengikuti sarannya sendiri. Paragraf enam, dari halaman dua dokumen tersebut, adalah pernyataan yang jelas tentang bagaimana saudara-saudara ini memahami keseluruhan ajaran-ajaran Ellen White sehubungan dengan pembayaran persepuluhan.
“6. Tentang penggunaan persepuluhan yang benar: Garis besar pernyataan dalam topik ini yang telah disetujui adalah secara singkat se-bagai berikut: untuk memberikan inti sari dari tulisan-tulisan Saudari White tentang persepuluhan dan penggunaannya; untuk menunjukkan bahwa kesaksiannya dan praktek yang biasa dilakukannya adalah men-dukung pembayaran persepuluhan ke perbendaharaan yang ditentukan secara reguler, untuk digunakan di bawah nasehat komite yang ditunjuk untuk tujuan-tujuan tersebut; untuk menunjukkan lebih lanjut dari tulisan-tulisannya bahwa ketika mereka yang memiliki tanggung jawab dalam pengeluaran persepuluhan lalu gagal dalam melaksanakan kewajiban mereka sehingga saluran-saluran yang teratur secara reguler bagi pen-distribusian persepuluhan menjadi hambatan bagi penggunaannya yang tepat, maka untuk melaksanakan rencana ilahi bahwa persepuluhan ha-rus digunakan dengan sebijaksana mungkin untuk melanjutkan pekerja-an itu, maka pribadi-pribadi berhak membayarkan persepuluhan mereka langsung ke ladang-ladang yang membutuhkan; namun ini melibatkan tingkat tanggung jawab yang besar, yang harus ditanggung oleh mereka yang memutuskan untuk mengikuti rencana ini. Mereka menganggap bahwa masalah ini dapat ditangani sedemikian untuk menunjukkan bah-wa pembayaran di luar rencana-rencana yang reguler hanya sah jikalau rencana-rencana reguler gagal dilaksanakan oleh mereka yang berada dalam posisi bertanggung jawab.”
Pernyataan ini tampaknya menjadi bukti kuat bahwa saya tidak sa-lah paham tentang bahan-bahan yang telah saya teliti. Kesimpulan dari saudara-saudara tersebut tidak berbeda dengan kesimpulan saya, sete-lah penelitian itu.
          Seperti tampak dalam kutipan tersebut, tujuan mereka adalah un-tuk memperluas garis besar itu menjadi sebuah traktat atau tulisan ten-tang topik tersebut. Tidak diragukan lagi, ini akan membantu jikalau kita dapat membaca tulisan itu sendiri, namun saya belum menemukannya.
Beberapa butir mendasar tentang pembayaran persepuluhan sa-ngat menonjol dalam tulisan-tulisan Ellen White. Ia tidak meragukan bahwa mengembalikan persepuluhan kepada TUHAN adalah kewajiban orang Kristen, dan bahwa kegagalan dalam melakukan kewajiban ini adalah sama dengan mencuri dari TUHAN (lihat Maleakhi 3). Ia juga je-las dan tegas dalam keyakinannya bahwa persepuluhan hanya memiliki satu kegunaan yang benar, mendukung pelayanan Firman TUHAN. Meskipun ia memasukkan pendeta-pendeta yang menulis sebagaimana yang berbicara, ia secara tegas tidak memasukkan bentuk-bentuk usaha Kristiani lainnya, seperti “tujuan-tujuan sekolah” dan “penginjil literatur dan kolportir” (lihat Testimonies, Vol. 9, 248-249), dana untuk orang mis-kin dan pengeluaran gereja. Lihat Counsels on Stewardship, 103, dan referensi lainnya.
          Menurut kesaksian dari juru kabar TUHAN yang diinspirasikan,per-sepuluhan harus selalu dengan setia dikembalikan kepada TUHAN, dan seluruh persepuluhan harus digunakan untuk mendukung pelayanan Fir-man. Namun, pelayanan yang mana atau pelayanan apa? Inilah perta-nyaan yang mengganggu kita sekarang. Bagaimanakah jika pelayanan tersebut menjadi sangat membingungkan secara teologis sehingga menjauh dari kebenaran Firman TUHAN dan mulai mengajarkan injil palsu? Bagaimana jika pimpinan-pimpinan gereja mulai menggunakan dana persepuluhan untuk tujuan-tujuan selain pelayanan Firman, seperti yang terdaftar di atas ataupun untuk membayarkan dana untuk penga-cara-pengacara bukan Advent? Lalu, apakah kewajiban kita sebagai orang Kristen?
          Kita mungkin berusaha melarikan diri dari pertanyaan yang meng-ganggu ini dengan menghela nafas dan berkata, “Tidak perlu bagi kita untuk mengurusi hal-hal seperti itu. Ini tidak mungkin terjadi di gereja ki-ta.” Namun melihat ramalan Ellen White tentang kesesatan Advent yang besar,apakah ini sikap yang realistis? Willie White,Daniells, dan Prescott tidak mengambil posisi demikian. Mereka tidak menolak kemungkinan kejahatan jabatan (malfeasance), seperti tampak dalam perkatan ini: “… ketika mereka yang memiliki tanggung jawab dalam pengeluaran perse-puluhan lalu gagal dalam melaksanakan kewajiban mereka…
          “Ketika rencana-rencana reguler gagal dilaksanakan oleh mereka yang berada dalam posisi bertanggung jawab…” Dokumen WDF, 213.
Marilah kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa saudara-saudara ini tidak mengungkapkan pendapat mereka sendiri. Mereka menunjuk-kan apa yang mereka pahami tentang keseluruhan ajaran Ellen White. Mereka memiliki teladan Ellen White. Di tahun 1905, dua tahun sebelum pertemuan, Ellen White telah menuliskan sebuah surat kepada presiden Konferens Colorado yang di dalamnya ia membuka bahwa “selama ber-tahun-tahun” ia telah menggunakan persepuluhannya untuk membantu pendeta-pendeta yang berkekurangan yang diabakan oleh organisasi. Ketika pernyataan ini pertama kali menarik perhatian saya, saya menga-baikannya dengan mudah (saya kira) dengan berkata, “Ia adalah se-orang nabi, dan saya bukan nabi. TUHAN sering memberi petunjuk ke-pada nabi-nabiNya yang tidak berlaku bagi orang-orang lain.”
          Namun masalahnya tidak sesederhana itu. Surat itu juga meng-ungkapkan bahwa ketika orang-orang lain menawarkan kepadanya un-tuk menggunakan persepuluhan dari mereka sebagaimana yang diang-gapnya terbaik, ia juga menerimanya dan menggunakannya sebagaima-na dinyatakan di atas, untuk mendukung pendeta-pendeta yang berke-kurangan.Mungkin kita masih mengatakan bahwa ia melaksanakan hak-nya sebagai seorang nabi, karena uang melewati tangannya.
Namun itu tidaklah benar dengan tipe pembayar persepuluhan ke-tiga yang disebutkan dalam suratnya:
“Jikalau terdapat kasus-kasus di mana saudari-saudari kita me-manfaatkan persepuluhan mereka untuk mendukung para pendeta yang bekerja untuk orang-orang kulit berwarna di daerah Selatan, biarlah se-tiap orang, jika mereka bijaksana, menjadi tenang.”
Tidak terdapat saran bahwa uang dilewatkan melalui tangannya atau bahwa ia dimintai nasehat tentang hal itu. Uang itu tampaknya diki-rimkan langsung kepada pendeta-pendeta yang berkekurangan yang kondisinya diketahui oleh pembayar persepuluhan. Ellen White dengan jelas tidak melarang tindakan orang-orang ini, apalagi menuduh mereka “mencuri” persepuluhan.
Kita harus mengakui bahwa Willie White, Daniells, dan Prescott, yang memegang tanggung jawab atas mengemukakan pernyataan yang menyeluruh tentang nasehat dan praktek Ellen White tentang pembayar-an persepuluhan, adalah setia kepada bukti yang ada di hadapan mere-ka. Mereka dengan jujur melaporkan temuan mereka kepada orang-orang, tanpa ditambah-kan atau dikurangi. Mereka merasa bahwa tidak ada kontradiksi antara tulisan-tulisan dan praktek Ellen White. Baik da-lam tulisan maupun praktek Ellen White,  tidak ada dukungan bagi pan-dangan bahwa seluruh persepuluhan, apapun keadaannya, harus diba-yarkan melalui saluran-saluran gereja yang reguler.
Mungkin saja mereka tidak mengantisipasi kesulitan besar organi-sasi gereja sebagai akibat dari penerbitan pernyataan mereka yang jujur itu. Keadaan yang mereka gambarkan sebagai keadaan yang diizinkan, menurut penilaian Ellen White, dalam memutuskan ke mana harus me-ngirimkan persepuluhan (yaitu kegagalan orang yang bertanggung ja-wab dalam menggunakan persepuluhan untuk tujuan-tujuan yang benar) hampir tidak terjadi dalam zaman mereka, bahkan tidak terjadi sama se-kali. Para pimpinan ini tidak bisa diharapkan untuk meramalkan keada-an-keadaan yang sekarang telah berkembang di dalam gereja sebagai akibat dari kesesatan besar Advent yang telah menjadi topik seri peneli-tian ini.
Namun anggota gereja di zaman kita ini hampir tidak dapat diha-rapkan untuk melihat keadaan-keadaan ini. Banyak yang tersentak da-lam kengerian ketika mengetahui bahwa ratusan ribu dolar dari dana persepuluhan yang kudus telah digunakan untuk menggaji pengacara-pengacara Katolik dan yang bukan Advent untuk menuntut dan mengha-kimi orang-orang yang mengaku dirinya MAHK, dan setidaknya dalam satu kasus menjatuhkan denda besar dan memasukkan orang itu ke penjara.
Beberapa anggota jemaat mungkin tidak menyadari kejadian-keja-dian seperti itu, namun setiap anggota jemaat di Divisi Amerika Utara ti-dak akan kesulitan untuk menyadari kesesatan teologis yang besar se-hubungan dengan masalah persepuluhan. Ia pasti akan menemukannya dalam gereja atau setiap hari Sabat pagi.
Adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa ada pendeta-pendeta di gereja-gereja MAHK, guru-guru di universitas-universitas MAHK, dan orang-orang yang berposisi dalam administrasi gereja yang secara terus menerus menyampaikan kebenaran sebagai kebohongan setan yang besar—bahwa orang-orang Kristen tidak dapat berhenti berdosa bahkan melalui kuasa TUHAN. Ellen White telah mengetahui pernyataan ini ti-dak kurang dari 35 kali sebagai sebuah kebohongan yang berasal dari hati Setan, dan itu dibuktikan palsu oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Tidak diragukan pernyataan-pernyataannya yang paling keras adalah ini:
“Setan telah mengumumkan bahwa tidak mungkin bagi anak-anak Adam untuk memelihara hukum TUHAN, dan oleh karenanya menuduh TUHAN tidak bijaksana dan kasih.Jikalau mereka tidak dapat memeliha-ra hukum, maka ada kesalahan pada si Pemberi hukum. Manusia yang berada di bawah kekuasaan Setan mengulangi tuduhan-tuduhan ini me-lawan TUHAN, dengan menyatakan bahwa manusia tidak dapat meme-lihara hukum TUHAN. Yesus merendahkan diriNya, mengenakan kema-nusiaan dalam keilahianNya, untuk dapat berdiri sebagai kepala dan wa-kil dari keluarga manusia, dan melalui ajaran dan teladan mengutuk do-sa secara langsung, dan menuduhkan kepada Setan atas kebohongan itu.” Signs of the Times, Vol. 3, 264.
Mari kita baca kembali dengan perenungan tentang pernyataan il-ham di atas. Implikasinya adalah mengejutkan. Apakah mungkin bahwa ada pendeta-pendeta, guru-guru dan administratur di segala tingkatan organisasi kita dikuasai oleh Setan? Jikalau tulisan-tulisan Ellen White adalah ilham, kita tidak punya pilihan kecuali mempercayainya.
Inilah intisari dari masalah persepuluhan. Inilah jawaban dari per-tanyaan kita, Siapakah yang bertanggung jawab? Apakah pendeta yang menyampaikan racun di mimbar-mimbar, guru-guru yang menyampai-kan racun di kelas-kelas, dan administratur yang mendukung dan mem-bela mereka,sembari mengabaikan permohonan-permohonan putus asa dari anggota-anggota jemaat?
Menyalahkan independent ministries tentang masalah persepuluh-an ini adalah tidak masuk akal dan tidak adil sama seperti menuduh orang-orang Advent mula-mula tentang perpecahan yang diciptakan di gereja dengan pengajaran doktrin-doktrin sesat Calvinisme di antara ki-ta. Marilah kita melakukan pemikiran yang jelas dan penilaian yang adil  tentang masalah ini.
Pertimbangkan masalah dari seorang anggota jemaat yang mema-hami pekabaran kita, dan menerima kebenaran sebagaimana adanya dalam Yesus, dan selalu menjadi pembayar persepuluhan yang setia. Selama bertahun-tahun ia membangun perpustakaan kecil berisikan tu-lisan-tulisan Ellen White dan telah mempelajarinya dengan seksama. Kemudian ia berhadapan dengan serangkaian kejutan.
Di hari  Sabat  ia mendengar pendetanya mengabarkan bahwa TUHAN kita datang ke bumi sebagai manusia dalam kondisi Adam se-belum kejatuhannya, sehingga Ia menjadi sangat berbeda dengan kita. Ia menjadi bingung, maka ia menghabiskan Sabat sore mencari dalam Kerinduan Segala Zaman. Ia menemukan pernyataan sebaliknya dalam halaman-halaman 25, 49, 112, 117, 174-175 dan 311-312 (nomor ha-laman dari versi berbahasa Inggris). Segera kemudian ia mendengar pendetanya mengajarkan bahwa tidaklah mungkin bagi orang Kristen untuk menuruti hukum TUHAN. maka ia membuka buku Kemenangan Akhir dan membaca, pada halaman 489 (dari versi berbahasa Inggris), bahwa “Setan terus menerus berusaha untuk menipu pengikut-pengikut Kristus dengan pikiran-pikiran menyesatkan yang mematikan sehingga mereka tidak mungkin mengalahkannya. Sementara pengalaman yang meremukkan hati ini berlanjut, anggota jemaat pada akhirnya dipaksa untuk mengakui ramalan Ellen White tentang kesesatan besar dalam Advent sedang digenapi di depan mata mereka. Maka kemudian muncul pertanyaan yang menyedihkan, “Apakah TUHAN menuntut saya untuk membayarkan persepuluhan saya untuk mendukung kesesatan besar?”
Sama seperti banyak orang sebelum dia, ia memutuskan bahwa cara berpikir ini tidak masuk akal. Kemudian ia berbalik kepada indepen-dent ministriy yang masih memegang iman kepercayaan MAHK yang mula-mula, yang mengabarkan pekabaran yang diterimanya ketika ia bergabung dengan gereja. Sekarang ia mulai mengirimkan persepuluh-annya kepada pelayanan tersebut.
Sekarang pertanyaan bagi setiap orang yang waras untuk diper-timbangkan: “Siapakah yang bertanggung jawab? Apakah masalah ang-gota jemaat diciptakan oleh independent ministry atau oleh khotbah ajar-an palsu Calvinisme di dalam gereja? Dan apakah masalah ini dapat di-selesaikan dengan menghancurkan independent ministries dan membi-arkan ajaran palsu berlanjut? Jawabannya sangat jelas.
Menghancurkan independent ministries tidak akan menyelesaikan masalah gereja, tidak juga diselesaikan dengan melecutkan pecut otori-tas gereja ke atas kepala mereka, mengeluarkan mereka dari kantor ge-reja atau cara-cara penyiksaan lainnya.
Tragisnya, kebenaran yang jelas ini tampaknya hilang dari bebera-pa administratur gereja yang terus menerus menuduh dan mencerca in-dependent ministries seolah-olah mereka adalah penyebab segala kesu-litan, dan bahwa penyelesaiannya hanyalah dengan menghilangkan ke-beradaan mereka.Tampaknya beberapa pelayanan ini sekarang sedang diancam dengan disiplin gereja sebagai langkah awal ke arah tersebut.
Saya telah diundang ke beberapa pertemuan, pura-pura diundang untuk memecahkan ketegangan antara independent ministries dan orga-nisasi gereja. Tidak ada satupun dalam pertemuan-pertemuan tersebut saya melihat pengakuan yang paling kecil sekalipun bahwa pengajaran doktrin-doktrin palsu di dalam gereja kita sebagai masalah yang sesung-guhnya ataupun bahkan bagian dari masalah itu. Dan tidak satupun dari mereka saya dengar memberi isyarat terkecil sekalipun bahwa setiap usaha akan dilakukan untuk memperbaiki kejahatan ini. Sebaliknya, pekabaran yang disampaikan kepada independent ministries adalah se-derhana, “Kamu, dan hanya kamulah, masalahnya; dan jikalau kamu tidak menghentikan apa yang kamu lakukan… khususnya kamu tidak berhenti menerima persepuluhan, kamu akan menanggung akibat-aki-batnya.”
Beberapa telah mulai menanggung akibatnya. Anggota independ-ent ministries di beberapa tempat telah ditolak hak untuk pindah keang-gotaan ke dalam atau ke luar gereja di mana mereka tinggal. Harus di-ingat bahwa perpindahan adalah hak anggota jemaat dan dapat ditolak, menurut buku Panduan Gereja, hanya  melalui tindakan disiplin gereja yang dilakukan secara benar. Lihat halaman 162-163 dari The Church Manual (Panduan Gereja).
Dalam masalah itu, Panduan Gereja juga mengakui hak keberada-an independent ministries (lihat halaman 158), dan juga menyatakan bahwa pendapat anggota jemaat tidak diperlukan karena ia tidak mem-beri dukungan keuangan kepada gereja. Lihat  halaman 165.
Namun emosi yang kuat adalah musuh dari akal, dan seperti yang kita lihat di awal penelitian ini, emosi cenderung meninggi ketika masa-lah persepuluhan disebutkan—begitu tinggi sehingga nasehat untuk me-meriksa Buku Panduan Gereja atau Roh Nubuat, atau bahkan Alkitab itu sendiri tidak membawa hasil.
Ketegangan-ketegangan emosional juga menyumbang dalam ke-salahan dalam penanganan bukti yang terdapat dalam berbagai pernya-taan terbuka tentang persepuluhan dan tuduhan yang mengikutinya. Mungkin, contoh yang menonjol dari bukti yang salah penanganan ada-lah berbagai pernyataan Ellen White (yang ditulis untuk menunjukkan bahwa persepuluhan harus digunakan hanya untuk pelayanan Firman TUHAN dan bukan untuk usaha-usaha Kristiani lain-nya) yang ditang-gapi secara salah bahwa persepuluh-an harus dibayarkan hanya melalui satu pelayanan Firman. Contoh yang sering dikutip tentang kesalahan pemahaman ini adalah pada Testimonies, Vol. 9, hlm. 247.
“Janganlah ada orang merasa bebas untuk menahan persepuluh-annya, menggunakannya menurut pertimbangannya sendiri. Mereka ti-dak boleh menggunakannya bagi diri sendiri dalam keadaan darurat, juga tidak boleh menggunakannya sesuai dengan apa yang mereka anggap benar, bahkan ketika mereka menganggap itu sebagai pekerja-an TUHAN.” kalimat Ellen White “, bahkan ketika mereka menganggap itu sebagai pekerjaan TUHAN” diterangkan lebih jelas di halaman-ha-laman berikut:
“Ada orang yang mengatakan bahwa persepuluhan dapat di-gunakan untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah. Namun ada yang mengatakan bahwa penginjil literatur dan kolportir harus didukung dari persepuluhan. Akan tetapi adalah menjadi kesalahan besar ke-tika persepuluhan ditarik dari tujuan penggunaannya yang sebe-narnya, yaitu dukungan bagi pendeta.” Ibid, hlm. 248-249.
Mengingat kelemahan manusia pada umumnya dan ramalan spe-sifik Ellen White, bahwa akan ada banyak kesesatan di dalam pelayan-an MAHK di akhir zaman (lihat Testimonies to Ministers, 409-410, Vol. 5, 80-81, 707), maka akan menjadi penuh resiko bagi jurukabar TUHAN menunjukkan sekelompok pendeta tertentu sebagai satu-satunya yang harus didukung dengan persepuluhan, dan bahkan akan lebih beresiko untuk mengatakan bahwa mereka harus didukung persepuluhan apapun yang mereka ajarkan atau lakukan.
“Adalah kebijakan yang rendah jikalau kita mendukung dari per-bendaharaan TUHAN mereka yang benar-benar menodai dan melukai pekerjaanNya, yang mereka yang terus menerus merendahkan standar Kekristenan.” 3 Testimonies, 553.
“Ada kutukan yang mengerikan bagi mereka yang mengkhotbah-kan kebenaran, namun tidak dikuduskan olehnya, dan juga bagi mereka yang terus menerima dan mempertahankan orang-orang yang tidak di-kuduskan untuk melayani mereka dalam perkataan dan ajaran.” 1Testi-monies 261-262. “Ada kutukan yang mengerikan bagi mereka yang mengkhotbahkan kebenaran, namun tidak dikuduskan dalam hati dan kehidupan mereka, dan kutukan ke atas mereka yang menerima dan mempertahankan orang yang tidak dikuduskan dalam jabatan yang tidak dapat mereka emban.” Ibid, Vol. 2, 552.
Marilah kita juga mencatat tentang bagaimana Ellen White meng-gunakan ungkapan “perbendaharaan TUHAN.” Dalam suratnya kepada presiden Konferens yang telah disebutkan sebelumnya, ia pertama-tama mengatakan praktek yang dilakukannya dan kemudian menambahkan, “Uang itu tidak ditahan dari perbendaharaan TUHAN.”
Beberapa independent ministries telah mencetak pernyataan-per-nyataan Ellen White, bahwa “dana” atau “sarana” tidak harus seluruhnya mengalir melalui saluran-saluran yang sama; dan karena tidak ada per-kecualian tentang persepuluhan, mereka menyimpulkan, secara masuk akal, bahwa istilah-istilah umum ini meliputi baik persepuluhan dan per-sembahan. Namun beberapa penulis mengartikan kesimpulan ini seba-gai dasar untuk tuduhan ketidakjujuran. Tentu saja tuduhan ini dapat di-sebut emosionalisme yang tidak terkontrol. Kita tentu menginginkan buk-ti yang lebih kuat sebelum kita menuduh seseorang tidak jujur.
Anda dan saya tidak dapat memecahkan masalah gereja ataupun masalah independent ministries, namun kita dapat dan harus memecah-kan masalah pribadi kita tentang tipe pelayanan yang kita dukung de-ngan persepuluhan kita. Masalah ini dapat diselesaikan secara terbaik dengan bertelut di hadapan TUHAN, dengan tulisan-tulisan ilham di depan kita. Barangkali tidak satupun dari kita harus menganggap sudah menjadi tugasnya untuk memberi instruksi kepada orang lain.
Beberapa orang mungkin berpikir tentang janda dengan dua ke-ping logamnya yang diberkati TUHAN sementara pimpinan gereja ko-rupsi pada zaman itu. Orang lain mungkin merenungkan bahwa kita ti-dak memiliki bukti bahwa janda itu menyadari korupsi yang terjadi; dan pada saat itu tidak ada wakil pemerintahan gereja seperti yang kita miliki saat ini. Beberapa orang akan dipengaruhi oleh pernyataan Ellen White:
“TUHAN menginginkan agar manusia memiliki hubungan langsung dengan Dia. …. Setiap orang telah dijadikan penatalayan dari keperca-yaan-kepercayaan yang kudus; masing-masing harus melakukan keper-cayaan ini menurut petunjuk Sang Pemberi; dan masing-masing pela-yanannya harus dikembalikan kepada TUHAN... Kita bertanggung jawab untuk menginvestasikan sarana ini sendiri” 7 Testimonies, 176-177.
“Apakah kita secara pribadi-pribadi menyadari posisi kita bahwa sebagai hamba upahan TUHAN kita tidak  boleh mengorbankan penata-layanan kita? Kita memiliki tanggung jawab pribadi di hadapan semesta surgawi, untuk melaksanakan kepercayaan yang diberikan kepada kita oleh TUHAN.” Testimonies to Ministers, 361-362.
Dan kita tidak boleh meremehkan peringatan yang telah dikutip se-belumnya, bahwa ada kutukan-kutukan ke atas mereka yang menerima dan mempertahankan pendeta-pendeta yang karena sikap tidak kudus-nya melukai pekerjaan TUHAN.
Bukanlah tujuan dari penelitian ini untuk memberi petunjuk kepada siapapun tentang tanggung jawab pribadinya. Tujuan kami adalah untuk membuktikan beberapa hal berikut:
1.   Tidak ada bukti Alkitab atau Roh Nubuat untuk mendukung pandang-an bahwa seluruh persepuluhan harus, apapun keadaannya, dibayar-kan melalui saluran-saluran organisasi. Pendapat seperti ini, dalam beberapa hal mungkin berakibat bahwa kesesatan yang palsu akan didukung dengan persepuluhan, yang sangat jauh di luar batas pena-laran.
2.   Kita telah memulai, melalui jurukabar utusan TUHAN, dengan peri-ngatan-peringatan yang sangat jelas, bahwa akan ada suatu saat ke-tika pendeta-pendeta sesat akan berkhotbah di mimbar-mimbar MAHK, dan bahwa kesesatan akan menyapu segala tingkatan pen-deta dan anggota jemaat kita.
3.   Jikalau kita menerima perkataan-perkataan Ellen White apa adanya, saat itu sudah tiba, setidaknya sebagian, di mana banyak pendeta yang sekarang berdiri di mimbar-mimbar MAHK yang mengkhotbah-kan kebohongan besar setan sebagai suatu kebenaran—bahwa orang Kristen tidak dapat berhenti berdosa meskipun melalui kuasa Kristus. Dengan definisi Roh Nubuat yang sangat jelas, pendeta se-perti itu adalah “berada di bawah kuasa Setan.”

Maka, sebagai penatalayan Kristen di bawah TUHAN, kita memiliki tang-gung jawab kudus untuk dipenuhi sehubungan dengan persepuluhan dan persembahan kita.
Semoga TUHAN menolong kita masing-masing untuk mengemba-likan persepuluhan yang kudus dengan doa dan ketelitian, sebagaimana yang telah diperintahkan TUHAN, demi mendukung pelayanan. Semoga kita tidak pernah bingung dan ragu tentang pelayanan macam apa yang dianggap TUHAN layak menerima persepuluhan.
Semoga kita tidak pernah bingung dan ragu tentang siapa yang bertanggung jawab atas masalah persepuluhan saat ini. Tanggung ja-wab harus diletakkan secara jujur di pintu-pintu mereka yang mengajar-kan ajaran palsu Calvinisme dan administratur yang mendukung dan mempertahankan mereka dalam jabatan tersebut.
Jurukabar TUHAN menasehati para orangtua, pengawal-pengawal orang muda, dan mereka yang melayani TUHAN:
Ketika kejahatan yang ada tidak dihadapi dan diperbaiki, karena manusia memiliki sangat sedikit keberanian untuk menegur orang yang bersalah, atau karena mereka sangat tidak berminat atau terlalu malas untuk mengurangi kekuasaan mereka sendiri dalam usaha yang jujur untuk menguduskan keluarga dan gereja TUHAN, mereka bertanggung jawab atas kejahatan yang menjadi akibat dari kelalaian dalam tugas mereka. Kita juga bertanggung jawab atas kejahatan yang mungkin te-lah kita tegur dalam orang lain, dengan teguran, dengan peringatan, de-ngan praktek dalam kewenangan sebagai orangtua atau pendeta, sea-kan-akan kita sendiri bersalah atas tindakan itu.” Testimonies, Vol. 4, 516.
Semoga TUHAN memberikan kita iman, keberanian, dan kuasa di masa-masa kesesakan ini untuk dapat mengetahui dan melakukan ke-hendak TUHAN.
“Saya meminta umat TUHAN untuk membuka mata mereka. Keti-ka kamu melaksanakan keputusan manusia yang, kamu tahu, tidak se-laras dengan kebenaran dan kebajikan, kamu melemahkan imanmu sendiri dan melonggarkan ikatan persekutuan dengan TUHAN.” Testi-monies to Ministers, 91.

LAMPIRAN 7
Kebijakan Penyalahgunaan Persepuluhan
Divisi Amerika Utara
(The NAD Tithe Misappropriation Policy)


Keadaan dalam Adventisme menjadi semakin menyedihkan. Melihat bagaimana segala sesuatu berjalan, segera hanya akan ada dua kelas orang Advent: mereka yang mentaati GC dan mereka yang tidak.
Namun ini bukanlah bagaimana MAHK seharusnya! MAHK dimak-sudkan sebagai  suatu umat yang bersatu dalam iman kepada pekabar-an Tiga Malaikat, kepada kepercayaan-kepercayaan mula-mula yang di-wariskan kepada kita—yang melayani TUHAN dan surga semata-mata!
Sebagaimana yang mungkin telah anda ketahui, ada tiga kelas lembaga semi-independen di antara kita.
Pertama, ada kelompok-kelompok dan organisasi yang melaku-kan pekerjaan sebagaimana digariskan dalam Alkitab dan Roh Nubuat, tanpa perduli apakah itu menyenangkan atau tidak bagi GC, uni, konfe-rens, atau pendeta. Kelompok ini sepenuhnya independen. Mereka me-nerima seluruh sumbangan dari pribadi-pribadi, dan melakukan pekerja-an mereka, tanpa tergantung kepada persetujuan gereja. Mereka meno-lak untuk ditekan untuk menyerahkan dana yang dikirimkan untuk satu tujuan,kepada organisasi lain untuk digunakan untuk tujuan lain.
Kedua, ada  kelompok-kelompok dan organisasi yang juga beru-saha melayani TUHAN,—sementara pada saat yang sama berusaha menyenangkan pimpinan-pimpinan gereja atau berbagai tingkatan dan tetap tunduk kepada keputusan-keputusan kebijakan komite gereja yang selalu berubah-ubah. Kelompok-kelompok ini adalah setengah indepen-den, dalam artian bahwa mereka menerima sumbangan dari pribadi-pri-badi, namun masih berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebijak-an-kebijakan gereja yang semakin menguat.
Ketiga, ada kelompok-kelompok dan organisasi yang berusaha melakukan sebaik mungkin, namun dewan mereka langsung berada di bawah pengawasan pimpinan-pimpinan denominasi. Kelompok-kelom-pok ini disubsidi oleh denominasi, namun juga menerima sumbangan dari pribadi-pribadi.
Kita mengagumi dan menghargai semua kelompok-kelompok ter-sebut atas usaha-usaha mereka yang jujur dan tulus.
Beberapa orang mungkin berkata bahwa kelompok pertama ada-lah tolol karena mencoba maju, meskipun tanpa persetujuan gereja se-cara resmi. Sebagian akan menganggap kelompok kedua tolol karena mencoba bekerja dengan pimpinan yang secara resmi telah menolak kepercayaan-kepercayaan dan standar-standar Advent yang pokok. Se-bagian akan menyimpulkan bahwa kelompok ketiga adalah terperang-kap dalam jerat kepemimpinan gereja.
Namun, apapun keadaannya, kita tidak meragukan bahwa berba-gai kelompok ini mencoba yang terbaik yang dapat mereka lakukan,ken-dati keterbatasan yang harus mereka alami. Dan jelaslah masing-ma-sing bekerja dalam banyak keterbatasan yang berbeda-beda.
Selama beberapa tahun, pimpinan gereja telah mencoba untuk menghentikan kelompok-kelompok independen dalam kategori pertama. Ini adalah fakta yang dikenal luas.
Namun, sekarang kita terkejut mengetahui bahwa pimpinan gere-ja, dalam kerisauan mereka untuk mengontrol dan memperoleh seluruh dana bagi diri mereka sendiri—dengan sengaja rela menghancurkan or-ganisasi-organisasi setengah independen juga!
Pimpinan mencoba melakukan ini dengan memotong dana mere-ka. Namun, gantinya menuntut bahwa mereka tidak boleh lagi menerima sumbangan atau mengembalikannya (yang merupakan tindakan jujur), pimpinan dengan cerdik menuntut bahwa mereka menerima dana de-ngan penipuan, oleh karenanya melibatkan mereka dalam persekong-kolan. Namun rencana ini hanyalah akan mengakibatkan kehancuran mereka sendiri karena umat-umat Advent perlahan-lahan akan menge-tahui kebohongan yang sedang dilakukan.
Di bawah kebijakan yang relatif baru, organisasi-organisasi terse-but yang rela untuk tunduk kepada kebijakan itu—harus menyerahkan sejumlah dana ke konferens lokal, yang kemudian bertugas untuk mem-bagikannya dengan kantor-kantor uni lokal, Divisi Amerika Utara, dan GC!
Pertama, ini adalah operasi diam-diam. Ini bukanlah metode se-hingga orang-orang Kristen yang rendah hati dan sederhana akan me-rendahkan diri mereka untuk meminta kepada orang lain.
Kedua, ini adalah perampokan lewat jalur bebas hambatan. Ini bu-kan saja mendapatkan uang, melalui penipuan, dari uang yang dikirim-kan oleh orang-orang awam, namun adalah mencuri dana yang dikirim-kan kepada pendeta-pendeta tersebut. Organisasi-organi-sasi semi in-dependen dituntut untuk menggali kubur mereka sendiri—dengan cara menyerahkan uang mereka kepada orang-orang yang tidak seharusnya menerima.
Ketiga, ini adalah penghinaan kepada Roh Kudus. Roh Kuduslah yang menuntun dan memotivasi orang-orang untuk mengirimkan dana-dana yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai pelayanan, dan keti-ka satu klik kecil manusia dalam sebuah komite (NAD) di Silver Spring, Maryland, memiliki kekuasaan untuk melemparkan jaring yang besar—dan menarik sejumlah besar uang dari sejumlah besar lembaga-lemba-ga gereja, maka kelompok kecil manusia ini bertindak seolah-olah mere-ka adalah TUHAN.
Pertimbangkan keadaan orang-orang awam ini. Terguncang oleh kesesatan yang semakin mendalam di dalam gereja, dalam standar, ajaran, keuangan,dan pelayanan perbaktian, seorang umat Advent, da-lam ketulusan hatinya yang sepenuhnya, dengan berdoa memilih sebu-ah pelayanan ke mana ia akan mengirimkan sumbangannya.
Namun ketika sumbangan itu tiba di pelayanan tersebut, penipuan yang dituntut oleh kebijakan Amerika Utara yang baru itu dimulai. Sum--bangan itu dibuatkan tanda terima dan dikembalikan kepada orang awam tersebut. Ia percaya bahwa sumbangannya akan digunakan untuk tujuan yang ia sebutkan dalam suratnya atau dalam ceknya. Tolong ca-tat: Tanda terima sumbangan itu dikirimkan kepadanya oleh organisasi yang dikiriminya uang tersebut!
Namun, kemudian—sebuah cek lain dituliskan—dan sumbangan tersebut, bersama dengan banyak sumbangan lainnya, dikirimkan ke kantor konferens setempat. Cek itu diuangkan di sana, dan kemudian di-bagi-bagi sesuai dengan rencana prosentase yang telah ditentukan se-belumnya, dan sebagian dikirimkan ke uni, ke Divisi Amerika Utara, dan ke GC. Dan apakah yang dilakukan oleh keempat kantor gereja tersebut dengan uang itu? Karena kebijakan itu adalah diam-diam, mereka dapat melakukan apa saja dengan uang itu! Uang itu dapat digunakan untuk membayar gaji pendeta-pendeta teologia yang baru. Uang itu dapat membantu mensubsidi acara retreat meditasi atau seminar pelatihan Celebration. Uang itu dapat dikirimkan ke Loma Linda, di samping uang itu, gereja dituntut berdasarkan kebijakan yang lain untuk mengirimkan ke Loma Linda.
Namun itu bukanlah tempat yang dikehendaki oleh si penyumbang ke mana uangnya harus dikirimkan!
Sementara si penyumbang yang malang, karena ia menerima tan-da terima dari organisasi yang dikiriminya sumbangan tersebut, ia me-ngira bahwa dana yang ia kirimkan dengan iman—benar-benar masuk ke organisasi yang dikiriminya tersebut.
Sungguh, ini adalah keadaan yang mengerikan. Ini bukan saja ti-dak jujur. Terus terang, mengerikan jika kita berpikir bahw pimpinan kita di Silver Spring, Maryland, yang mengontrol keuangan gereja kita—me-nemukan suatu rencana curang seperti itu.Penipuan keuangan lain apa-kah yang mereka rencanakan?
Seseorang akan mengatakan bahwa kami hanya mengeluh kare-na itu melibatkan kami. Kami tidak terlibat karena kami menolak untuk mengirimkan kepada organisasi lain sumbangan-sumbangan yang diki-rimkan kepada kami, kecuali jikalau si penyumbang menyebutkan seca-ra khusus secara tertulis ketika sumbangan itu dikirimkan. Kami adalah organisasi independen sepenuhnya.
Mengapa pimpinan yang memiliki kebijakan duniawi itu mencoba menekan orang-orang yang bekerja keras dengan tulus, yang mencoba berusaha sebaik-baiknya di manapun mereka berada?Hak apakah yang dimiliki pimpinan gereja untuk menuntut lembaga-lembaga gereja yang tunduk untuk menyalahgunakan dana-dana yang masuk?
Beberapa pembaca kami akan mengingat peringatan awal tentang praktek ini, ketika itu dimulai di tahun 1992. peringatan itu sekarang su-dah tidak dicetak lagi, namun lembaran informasi besar sekarang ini akan memberikan anda rincian tersebut dan lebih banyak rincian yang menyolok lagi.
Dari tiga tipe organisasi yang disebutkan sebelumnya, kategori lembaga ketiga, meliputi seluruh organisasi-organisasi yang disubsidi dan/atau dimiliki gereja.
Organisasi yang dimiliki gereja meliputi Universitas Loma Linda, Universitas Andrews, dll.
Organisasi yang disubsidi gereja menerima dukungan dari gereja, dalam bentuk persembahan tahunan dari gereja denominasi. Masing-masing berjumlah hingga ratusan ribu dolar.Sebagai tambahan, masing-masing lembaga ini dikontrol langsung oleh gereja. Ini didukung oleh ke-nyataan bahwa lebih dari 51% anggota dewannya adalah pimpinan-pim-pinan gereja.
Organisasi yang disubsidi gereja meliputi Voice of Prophecy, It is Written, Faith fo Today, Breath of Life, Hour of Prophecy, dll.
Kategori lembaga kedua adalah organisasi-organisasi yang tidak menerima subsidi dari gereja dan tidak memiliki 51% dari dewannya di-kontrol oleh pimpinan gereja. Namun, mereka masih rela untuk menye-rahkan dan tunduk kepada kebijakan-kebijakan yang selalu berubah-ubah yang diberikan kepada mereka.
Lembaga-lembaga tersebut meliputi Quiet Hour, Amazing Facts, Adventist Pioneer Missions, E-VAN-gelism, dll.
Beberapa organisasi dalam kategori kedua ini menolak sumbang-an-sumbangan tertentu, sementara sebagian yang lain masih menerima dan mengirimkan tanda terimanya lalu melanjutkan dana itu kepada kantor konferens lokal.
Kategori pertama adalah lembaga-lembaga yang independen se-penuhnya. Mereka tidak menerima subsidi dari gereja, dewan mereka ti-dak dikontrol oleh pimpinan gereja, dan mereka tidak tunduk kepada ke-putusan-keputusan kebijakan yang dibuat oleh denominasi. Posisi ini ti-dak boleh ditafsirkan sebagai pemberontakan atau ketidaktaatan. Ini adalah semata-mata masalah wewenang. Umat TUHAN haruslah taat kepada Alkitab dan Roh Nubuat bukannya kepada kebijakan yang ber-tentangan dengan Tulisan-tulisan Ilham.
Peraturan Divisi Amerika Utara disebarkan di tahun 1992, dan or-ganisasi-organisasi, yang secara struktur dan emosi bergantung kepada pimpinan gereja, segera dituntut untuk memberlakukannya. Dengan di-am-diam, mereka harus mulai mengirimkan sejumlah sumbangan ke konferens setempat.
Seorang umat percaya, misalnya, mengirimkan sebuah sumbang-an khusus kepada proyek misionaris di California bagian selatan yang dikontrol gereja, sehingga seluruh dunia akan mendengar pekabaran malaikat ketiga. Namun sumbangan itu dikirimkan oleh proyek yang se-tengah independen tersebut kepada Konferens California Selatan, yang kemudian menggunakannya untuk membayarkan gaji pendeta dan me-ngadakan retreat meditasi.
Jelaslah, kebijakan Divisi Amerika Utara ini bertentangan dengan Firman TUHAN, melanggar iman donor yang memberi kepercayaan, mengkompromikan integritas organisasi yang mengirimkannya, dan memberi cap kantor konferens sebagai penerima barang yang bukan haknya.
Berapa besar kepercayaan yang akan anda berikan kepada orga-nisasi yang menerima barang curian? Berapa besar akan anda berikan kepada organisasi itu, jikalau organisasi itu dituntut untuk mengirimkan barang yang dikirimkan kepadanya—atau dicuri?
Namun bahkan berbagai organisasi yang disubsidi (mereka yang termasuk kategori ketiga) bertahan sekuat-kuatnya. Mereka takut mela-kukan lompatan seperti itu. Hukum yang lebih tinggi, tertulis dalam Fir-man TUHAN, menuntut bahwa mereka harus tetap menjaga kepercaya-an si penyumbang yang mereka layani.
Namun tekanan luar biasa diterapkan (perhatikan komentar Rus-sell Standish dikutip di halaman 4 laporan ini, tentang tekanan yang dite-rapkan kepada salah satu dari organisasi-organisasi tersebut).
Akhirnya, disetujui bahwa seluruh organisasi yang tunduk harus taat kepada mandat tersebut, di tanggal 1 Januari 1995.
Ketika saya menuliskan hal ini, dalam beberapa hari lagi, aturan baru akan diterapkan.
Selama bertahun-tahun, ada orang-orang yang setia dalam organi-sasi-organisasi ini yang telah mencoba untuk bertahan dari pelanggaran pengambil-alihan gereja.  Tekanan besar telah dibebankan kepada me-reka yang berusaha melakukan pekerjaan mereka, sementara sia-sia berusaha mencari titik di mana mereka dapat menyenangkan pimpinan gereja sepe-nuhnya, namun tanpa terserap sebagai organisasi yang di-kontrol, dan tanpa melanggar  Firman TUHAN.
Sebagaimana yang anda dapat tebak, ini adalah suatu tindakan penyeimbangan yang sulit. Tekanan untuk berkompromi tampaknya ti-dak akan pernah sirna, dan organisasi pura-pura menyeimbangkan satu jalan dan kemudian menyembunyikan yang lain. Di satu sisi ada celah pengambilalihan denominasi sepenuhnya; di sisi lain ada jurang dalam pengasingan, dalam surat-surat peringatan, dari kantor-kantor konferens kepada pendeta-pendeta dan anggota-anggota jemaat.
Salah satu kelompok-kelompok terakhir yang bertahan dari kate-gori lembaga kedua adalah Amazing Facts. Ketika masih tinggal di Kon-ferens Chesapeake di awal tahun 1970an, saya mengetahui bahwa Amazing Facts telah mengumumkan kepada semua orang, termasuk kantor konferens, bahwa organisasi ini tidak mau lagi menerima subsidi dari gereja. Ia telah menerima cukup dari sumbangan-sumbangan untuk mengelola sendiri. Keputusan itu dibuat untuk selanjutnya membentengi Amazing Facts, sehingga tidak jatuh ke dalam kontrol denominasi, seba-gaimana yang telah terjadi pada Voice of Prophecy.
Sebagaimana yang mungkin telah anda ketahui, saudara-saudara kita bertentangan dengan pekerjaan H.M.S Richard, Sr.,dan ingin meng-hentikan siarannya. Baru di akhir tahun 1930-an atau awal 1940-an pim-pinan gereja diberi 51% kontrol dewan VOP, dan mereka menerimanya. Selanjutnya, lembaga ini menjadi lembaga gereja yang disubsidi.
Kemudian, di pertengahan 1970-an, VOP dipaksa untuk pindah dari kantor di Glendale ke bangunan-bangun bergaya Yunani di Thaus-and Oaks, California—semata-mata karena sebuah komite di kantor pu-sat Washington DC mengatakan bahwa itu harus dilakukan.
Banyak orang yang merasa yakin bahwa Amazing Facts tidak akan tunduk kepada tekanan itu, namun akhirnya demikian! Kita terhe-nyak! Kita tidak marah kepada Amazing Facts; kita sangat menyadari paksaan yang terus menerus sehingga mereka sampai pada titik itu. Ada orang-orang baik di sana.
Jikalau mungkin, ada sebuah fakta dalam hal ini yang bahkan le-bih signifikan:
Jikalau Amazing Facts—yang tidak menerima subsidi gereja dan dewannya tidak dikontrol oleh pimpinan gereja—tidak dapat lagi berta-han dari tekanan tersebut, anda dapat mengetahui bahwa tidak ada lagi lembaga MAHK, yang disetujui pimpinan, yang dapat bertahan dari te-kanan tersebut!
Baik, lalu, Bagaimanakah kita dapat mengetahui apakah organisa-si semi independen telah tunduk kepada tekanan untuk taat kepada ke-bijakan gereja?—Fakta yang sederhana adalah bahwa organisasi itu masih disetujui oleh denominasi!
Apakah artinya ini?
Ini berarti bahwa setiap independent ministry yang tidak ditentang oleh pimpinan gereja, akan mengirimkan sejumlah dana yang diterima dari penyumbang, ke kantor-kantor konferens lokal—untuk dibagikan dengan uni, Divisi Amerika Utara, dan GC!
Namun dana itu bukanlah untuk tujuan demikian!
Dalam sebuah surat setebal dua halaman dari kantor pusat Amaz-ing Facts, tertanggal 21 Desember 1994, yang dikirimkan kepada selu-ruh donor, diumumkan bahwa mereka, mulai 1 Januari 1995, akan tun-duk kepada aturan gereja itu!
Kita masih menghormati Amazing Facts, namun menyayangkan penyerahan mereka kepada aturan NAD. Ketika bidang Akuntansi dari sebuah lembaga hancur karena tekanan, dapatkan penyampaian ajaran/ doktrin bertahan terhadap tekanan yang terus menerus? Kita tentu saja berharap demikian, namun kita melihat ini adalah suatu krisis yang se-demikian besar terjadi di tengah-tengah kita.
Mengapa?
Pertama, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, Amazing Facts sebelumnya telah berswadaya (bergantung kepada sumbangan saja) selama 20 tahun. Jikalau ia tidak dapat bertahan dari tekanan, lalu siapa yang dapat?
Pertimbangkan Quiet Hour, Adventist Pioneer Missions, E-VAN-gelism, atau organisasi quasi inde-penden lainnya, yang saat ini, mem-peroleh perse-tujuan gereja secara resmi. Masing-masing organisasi ter-sebut harus runtuh dan mengirimkan sejumlah dana kepada konferens untuk kemudian dibagi empat. Ini sangat menyedihkan. (beberapa yang berani mungkin mengembalikan persepuluhan dengan catatan: “Kami tidak menerima persepuluhan.”)
Kedua, pimpinan gereja secara jelas sedang mencoba menguasai setiap lembaga denominasi,--dan menyiksa dan melarang setiap yang menolak untuk tunduk kepada tuntutan mereka, betapapun tidak jujur-nya tuntutan tersebut. Kriteria penerimaan bukannya memenangkan jiwa kepada Kristus, melainkan tunduk kepada pimpinan.
Ketiga, tuntutan tidak akan pernah berhenti. Ketika organisasi tun-duk kepada satu tuntutan,tuntutan yang lain berikutnya sedang dirumus-kan dalam komite. Sampai saat ini sangat jelas bahwa ada pimpinan ge-reja yang bukan semata-mata menginginkan lebih banyak kekuasaan,--mereka menginginkan untuk mengubah ajaran kita, standar kita, pola  pikir kita. Kami telah menemukan bahwa mereka bahkan rela untuk menggunakan prosedur hipnotis untuk melakukannya.
Jangan mengira bahwa masalah pengaturan uang adalah satu-satunya tujuan. Pengaturan masalah kepercayaan adalah tujuan lain-nya.
Dalam kasus Amazing Facts, saya harus mengatakan bahwa me-reka menyampaikan bagaimana situasi sesungguhnya. Mereka berusa-ha sebisa mungkin, di tengah-tengah kompromi yang pahit.Mungkin ada organisasi yang lain yang tidak melakukan hal ini. Mereka dengan diam-diam mengirimkan dana untuk memperkaya konferens lokal di lokasi kantor pusat mereka, dan para pendukung mereka tidak akan menjadi lebih bijaksana.
Berikut ini aturan Divisi Amerika Utara secara singkat:
1.      Kebijakan ini disetujui oleh Divisi Amerika Utara di tahun 1992.
2.      Kebijakan ini berlaku bagi setiap organisasi yang disetujui dan orga-nisasi yang diatur dan disubsidi oleh gereja (seperti Voice of Prophe-cy, It is Written, Faith for Today, Breath of Life, Hour of Prophecy, dll), atau bagi organisasi yang disetujui gereja, namun tidak disubsidi dan diatur oleh gereja (Quiet Hour, Amazing Facts, dll.)
3.      Kebijakan ini menuntut bahwa semua persepuluhan, yang dikirimkan kepada organisasi tersebut dari orang MAHK, harus dikirimkan ke kantor konferens setempat.
4.      Kebijakan ini menuntut bahwa tanda terima untuk uang persepuluh-an tersebut harus dikeluarkan oleh organisasi dan dikirimkan kepada si penyumbang,namun bahwa uang itu sendiri harus digunakan oleh lembaga-lembaga gereja yang sesungguhnya bukan menjadi tujuan pengiriman uang itu.
5.      Kebijakan ini menuntut bahwa konferens setempat, setelah meneri-ma dana tersebut, harus membaginya dengan seksama, sebagian untuk digunakan di konferens tersebut, dan mengirimkan tiga bagian lainnya sebagai berikut:

65% -- kepada konferens setempat
10% -- kepada uni
11% -- kepada Divisi Amerika Utara
10% -- kepada GC
0%  --  kepada organisasi yang dikirimi dana oleh si penyumbang.

Sejujurnya, jikalau anda seorang penyusup Jesuit,apakah salah satu ca-ra untuk menghancurkan pekerjaan misionaris Advent? Sederhana saja, buat supaya pimpinan gereja menuntut agar proyek-proyek misionaris yang paling aktif mengirimkan banyak uang mereka kepada kantor-kan-tor pusat gereja, di mana uang tersebut akan digunakan untuk tujuan lain.
Dalam kasus Amazing Facts, dari uang yang dikirimkan, 59% akan dikembalikan kepada konferens (yang akan menahan 10% untuk dana pensiun) dan 10 % kepada uni. Namun Divisi Amerika Utara dan GC menolak untuk mengirimkan sedikitpun, karena, menurut mereka, jika itu dilakukan, akan menjadi “sebuah preseden yang berbahaya.”
Kita bertanya: Apakah ‘yang berbahaya’ tentang menjadi jujur ke-pada orang-orang, dan membiarkan mereka mengirimkan sumbangan mereka ke mana mereka ingin mengirimkannya? Apakah yang salah de-ngan membiarkan uang digunakan untuk tujuan-tujuan yang telah dipu-tuskan dengan penuh doa oleh si penyumbang? Apakah yang jahat ten-tang membiarkan Roh Kudus berbicara dalam kehidupan orang-orang?
Saya mengatakan GC bertindak salah, bekerja sama dengan Divi-si Amerika Utara, untuk melaksanakan kebijakan seperti itu, dan menun-tut seluruh lembaga dengan penuh kepercayaan bergantung kepada ge-reja, dan kemudian, secara sombong, mengumumkan bahwa ‘berbaha-ya’ jika uang dari para penyumbang digunakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh para penyumbang itu sendiri!
Di jantung kebijakan-kebijakan gereja yang korup, terdapat pan-dangan bahwa anggota jemaat tidak memiliki akal, dan pimpinan gereja harus berpikir bagi mereka. Namun ini adalah prinsip Roma. Baca kem-bali bab 37 dari Kemenangan Akhir.
Ketidakteraturan kebijakan tentang dana yang angkuh seperti itu perlu mendapat teguran. Jikalau GC dan Divisi Amerika Utara membuat peraturan seperti itu, bagaimanakan kita dapat percaya bahwa mereka jujur dengan dana-dana lain yang diserahkan  untuk tujuan-tujuan lain sebagaimana diinginkan si penyumbang-nya? Apakah kita sedang mela-kukan sebuah permainan di sini? Apakah terbayangkan bahwa anggota gereja adalah sangat bodoh sehingga mereka tidak dapat melihat mela-lui kebijakan-kebijakan—dan mendeteksi prosedur-prosedur akuntansi yang salah yang menjadi dasarnya. Apakah ini adalah salah satu mani-festasi prinsip-prinsip teologia baru yang telah diterima oleh pimpinan gereja, sebagaimana telah dinyatakan dalam majalah Review dan Minis-try dan dalam buku-buku doktrin baru ini? Jikalau manusia percaya bah-wa mereka dapat berdosa dan masih tetap selamat, mereka siap untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang menyebabkan organisasi-orga-nisasi di bawahnya berdosa  juga. Tampaknya tidak akan ada titik per-hentian. Ini berlangsung terus dan terus.
Jikalau GC, yang bekerja melalui Divisi Amerika Utara, dapat me-laksanakan pencurian milik yang menyesat-kan dan menipu—yaitu ke-bijakan ini—maka mereka pasti melakukan hal-hal yang tidak jujur juga.
Divisi Amerika Utara mengambil milik orang lain, dan menghitam-kan nama mereka yang menolak tunduk dalam operasi yang curang ini.
Raja Daud telah melakukan sebuah kejahatan besar.Ia telah mengambil milik orang lain, dan kemudian membunuh pemiliknya.

Natan, sang nabi, menceritakan kepadanya kisah seorang kaya yang mencuri satu-satunya domba milik tetangganya yang miskin, gantinya mengambil dari ternaknya yang berlimpah.—Kisah  ini cocok, kisah ini cocok! Kirimlah surat kepada GC, dan setiap lembaga gereja yang dapat anda pikirkan, dan nyatakan kejijikan anda terhadap perusakan besar dari pembayaran persepuluhan ini.
Ketika Daud mendengar kisahnya,ia mengatakan bahwa orang ka-ya itu harus mati. Alkitab mengatakan bahwa mencuri itu salah (Kel. 20: 15; Ula. 5:19; Mat.19:18; Luk. 18:20; Rom. 13:9).
“Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan ja-nganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya….Janganlah eng-kau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; ja-nganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.” Imamat 19:11, 13.
Adalah salah jikalau pimpinan gereja mengalihkan benda-benda yang bukan miliknya, bukan juga disumbangkan kepadanya.
“Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.” Mazmur 50:18.
Tuhan tidak berbicara enteng tentang kegiatan-kegiatan tersebut.
“Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.” Mazmur 119:61.
Orang-orang ini mengambil satu-satunya domba orang lain, demi menghindari untuk menggunakan domba mereka sendiri.
“Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri un-tuk memuaskan nafsunya karena lapar? Dan kalau ia tertangkap, harus-lah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya ha-rus diserahkan.” Amsal 6:30-31.
          Adalah mengerikan jikalau kita menggunakan sumbangan curian, dan menyebutnya “pekerjaan TUHAN.”
“Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampas-an dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.” Yesaya 61:8.
          Kegiatan seperti itu akan mempermalukan pelakunya. Sungguh, kita semua akan malu bahwa gereja kita melakukan hal ini.
“Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malu-nya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan na-binya,” Yeremia 2:26.
Jikalau diteruskan, ini akan menuju kepada kebinasaan.
“Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan.” Amsal 21:7.
Apakah pimpinan gereja akan mencuri dana-dana yang didedikasi-kan, menghancurkan reputasi mereka yang mempertahankan, bersatu dengan mereka yang memegang ajaran palsu, dan tunduk kepada gere-ja-gereja lain,--dan kemudian mengumumkan bahwa mereka berhak melakukannya karena mereka adalah pimpinan gereja? Bacalah ini:
“Masakan kamu mencuri,membunuh,berzinah dan bersumpah pal-su, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal, kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!” Yeremia 7:9-10.
Firman TUHAN berbicara lebih keras daripada kita.
“Celakalah kota penumpah darah itu!Seluruhnya dusta belaka, pe-nuh dengan perampasan,dan tidak henti-hentinya penerkaman!” Nahum 3: 1.
          "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Matius 21:13 (Lukas 19:45-46).
“Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-sau-daramu….pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” 1 Korintus 6:8, 10.
Jikalau seorang anak sekolah yang lebih besar mengejek anak yang lebih kecil, dan megatakan bahwa ia akan mengambil makan siang anak kecil ini besok, kita menyebut ini ‘bullying.’ (mengancam, menakut-nakuti). Jikalau kemudian anak yang besar ini mengambil makan siang tersebut keesokan harinya, kita menyebutnya mencuri. Akan tetapi jika-lau GC melakukannya terhadap sebuat kelompok misionaris kecil dari umat percaya Advent, tindak kejahatan ini diputihkan dengan nama “pembuatan kebijakan.”
          Untuk dapat mempertimbangkan beratnya situasi ini, pikirkan se-seorang yang memutuskan untuk mengirimkan sebuah sumbangan khu-sus kepada sebuah organisasi nirlaba (non-profit). Mereka yang meneri-manya,mengetahui bahwa mereka akan mendapatkan kesulitan dengan pimpinan gereja jikalau mereka menerimanya. Apakah yang harus me-reka lakukan? Karena kebijakan menentukan keputusan mereka, mere-ka harus mengembalikannya dengan pernyataan tertulis, “Kami tidak di-izinkan oleh pimpinan gereja untuk menerima sumbangan anda.”
Namun, pimpinan gereja, ketika mendengar hal ini, mengatakan kepada organisasi ini, “ Jangan lakukan itu; kirimkan uang itu kepada kami untuk kami gunakan! Mengapa mereka mengatakan hal itu? Kare-na pimpinan gereja tidak mau kehilangan uang yang bukan miliknya!
Tunggu sebentar! Inilah sebabnya orang-orang pergi berjudi ke ka-sino-kasino! Untuk mendapatkan uang yang bukan milik mereka! Inilah sebabnya mengapa orang merampok bank.
Kita mengetahui di sini suatu pelanggaran yang sangat serius ter-hadap hukum TUHAN. TUHAN akan menghakimi terhadap hal-hal ini, dan Ia menginginkan agar fakta dibukakan kepada banyak orang. Jika-lau manusia, kecuali ia bertobat, akan dibakar di api neraka karena me-nipu seluruh gereja, apakah mereka tidak perlu diperingatkan tentang hal itu? Apakah anda tidak perlu diperingatkan juga? Musa berseru ke-pada bangsa itu, “Menjauhlah dari tenda-tenda orang-orang itu!” Waspa-dalah, waspadalah, api murka TUHAN datang.
Apakah ada sesuatu kejadian seperti ini terjadi di masa Ellen White masih hidup? Ya, ada—sebuah insiden yang sangat mirip yang perlu dibicarakan.
          Elder G.F. Watson menjadi presiden Konferens Colorado tahun 1900. Tahun 1905, Ellen White mengirimkan sebuah surat yang sangat penting kepada Elder Watson. Berikut ini latar belakang surat tersebut:
          Beberapa pekerja swadaya memulai sebuah proyek di negara ba-gian-negara  bagian selatan yang tidak disukai oleh pimpinan gereja di Battle Creek.Para pekerja ini menginjil kepada orang kulit hitam,dan me-lakukan proyek-proyek lainnya yang bukan di bawah pengaturan Battle Creek atau lembaga di bawahnya. Maka, pimpinan gereja menganggap mereka ‘seorang musuh.”
          Ellen White menulis banyak surat kepada pekerja-pekerja di sela-tan tersebut, mendorong mereka untuk terus bekerja. Sesungguhnya, dialah orang yang men-dorong mereka untuk memulai pekerjaan swada-ya tersebut. (Anda akan menemukan banyak surat-surat tersebut dalam Unpublished Testimonies, juga dikenal dengan Spalding-Magan Collect-ion… Buku ini bukannya tidak diterbitkan, cetakan pertama adalah di ta-hun 1950-an, dan seterusnya telah dicetak ulang selama berpuluh ta-hun.)
Di samping mendorong mereka untuk terus melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan, yang tidak akan dilakukan oleh pimpinan gere-ja, ia meminta mereka mengatakan kepada orang-orang tentang kebu-tuhan mereka, karena pimpinan menolak untuk memberi mereka bantu-an keuangan. Ellen White memiliki cara untuk mengetahui banyak hal, dan ia mengatakan kepada mereka bahwa sumbangan untuk mereka yang dikirimkan melalui saluran-saluran gereja yang reguler  tidak akan disampaikan kepada mereka. (kedengaran mirip? Sekarang adalah ter-balik: sumbangan yang dikirimkan kepada lembaga pelayanan indepen-den harus dikirimkan kepada gereja.)
          Maka, dengan mengikuti petunjuknya, para pekerja di selatan ini memutuskan untuk memotong pimpinan—dan menyampaikan kebutuh-an mereka langsung kepada orang-orang Advent.
          Mereka mulai menulis surat permohonan dana dan menyebarkan-nya. Ini menghasilkan dana, yang mereka dan Ellen White sangat syu-kuri. Selanjutnya, di akhir tahun 1904,beberapa dari mereka pergi ke ba-rat hingga Colorado. Mereka berbicara tentang kebutuhan mereka dan memohon bantuan dana. Dari sumbangan yang mereka terima terdapat uang persepuluhan. Kembali dengan dana ke tempat kerja mereka, me-reka menggunakan dana tersebut.
Mereka bekerja sesuai dengan nasehat Roh Nubuat, dan berhak atas dukungan dan dorongan yang tidak ingin diberikan oleh pimpinan gereja.
          Ketika Elder G.F. Watson, presiden Konferens Colorado, mende-ngar tentang hal ini, ia menulis sebuah surat kepada para pekerja dan menuntut agar persepuluhan itu dikembalikan. Logikanya adalah sama persis dengan kebijakan Divisi Amerika Utara yang diberlakukan tahun 1992.Persepuluhan adalah milik pimpinan gereja,dan tidak ada seorang-pun yang dapat menggunakannya. Namun, pandangan ini tidak didu-kung baik oleh Alkitab maupun Roh Nubuat.
          Ajaran gereja adalah bahwa persepuluhan harus melalui ‘saluran reguler.’ Namun Ellen White mengatakan bahwa pengakuan itu tidak be-nar.
          “Permintaan kepada orang-orang… Biarlah uang ini dikirim lang-sung ke bagian ladang anggur yang berkekurangan. TUHAN tidak me-nyebutkan secara khusus suatu saluran reguler yang melaluinya dana harus dilewatkan.”—Spalding-Magan (“Unpublished”) Testimonies, 498.
          Sebagaimana biasanya, Elen White mengetahui apa yang telah terjadi. Para pekerja telah menggunakan uang dan tidak tahu harus ber-buat apa. Ia mendorong mereka untuk tetap maju.
Namun, selanjutnya, Ellen White mengirim surat kepada presiden Konferens Colorado.
Surat kepada Watson, begitu surat itu disebut, dicetak di  halaman  214-215 dalam buku Unpublished Testimonies. Bagian ini juga dicetak dan kami sediakan dalam satu traktat khusus yang terdiri atas dua bagi-an, yang berjudul The Tithe—1,2 [PG-41-42]. Traktat ini berisikan keka-yaan kutipan-kutipan Roh Nubuat tentang topik ini. Anda pasti akan menghargainya.
Dalam insiden Colorado, kita menemukan kesejajaran yang sem-purna dengan keadaan sekarang:
1.   Para pekerja yang berasal dari independent ministries penuh, bukan sebagian, yang melakukan pekerjaan yang semestinya, menyampai-kan kepada orang percaya tentang pekerjaan dan kebutuhan mereka. Organisasi-organisasi swadaya sekarang ini—baik yang dibawah ge-reja, disubsidi gereja, ataupun yang independen penuh—melakukan hal yang sama.
2.    Uang persepuluhan diberikan dan masih terus diberikan kepada pe-layanan-pelayanan seperti itu.
3.   Presiden Konferens menuntut agar uang persepuluhan dikembalikan kepada gereja./Divisi Amerika Utara menuntut agar uang persepuluh-an dikembalikan kepada gereja.
4.   Ellen White mengatakan kepada presiden konferens bahwa adalah benar jika anggota gereja memberikan persepuluhan langsung kepa-da independent ministries penuh, dan tidak perlu dikembalikan, bah-wa ia sendiri secara teratur melakukan hal yang sama, dan ia memuji orang yang melakukan hal itu./Tidak sulit menebak akan seperti apa bunyi suratnya kepada Divisi Amerika Utara.

Karena kita sekarang membahas Surat kepada Watson, berikut ini adalah analisis dari apa yang dikatakan Ellen White kepada Elder Wat-son dalam suratnya:
1.   Elder Watson tidak boleh menentang pemberian uang persepuluhan kepada pekerja independen, dan sesungguhnya ia harus diam ten-tang masalah itu (paragraf 1).
2.   Ellen White sendiri sudah tidak membayarkan persepuluhannya ke-pada gereja selama bertahun-tahun, namun sebaliknya ia memberi-kannya kepada independent ministries dan pekerja-pekerja pensiun-an. Ia melakukannya karena ini benar, dan karena TUHAN memerin-tahkan untuk melakukannya (paragraf 2, 4, 5).
3.   Ia melakukan hal ini selama bertahun-tahun, dan dapat bersaksi bah-wa ini adalah metode yang benar dalam membayarkan persepuluhan (paragraf 2, 5).
4.   Selanjutnya, ia tidak menentang atau membujuk orang agar tidak melakukannya, yaitu mendukung secara langsung pekerja-pekerja swadaya melalui persepuluhan mereka (paragraf 5).
5.   Tanggapan standar pimpinan gereja terhadap Surat kepada Watson adalah bahwa “Ellen White dapat melakukan hal ini karena ia adalah seorang nabi, tetapi tidak ada orang lain yang boleh melakukan hal itu.” Namun, sebaliknya, dalam surat ini kita mengetahui bahwa ia memuji orang-orang yang setia yang juga membayarkan persepuluh-an mereka langsung kepada independent ministries. Ia juga berkata bahwa TUHAN telah menunjuk orang lain untuk membayarkan perse-puluhan mereka dengan cara ini, sebagaimana yang dilakukannya (paragraf 5).
6.   Ia memuji mereka yang telah memberikan persepuluhan langsung kepada pekerja-pekerja independen, karena uang itu digunakan “di mana paling dibutuhkan untuk membantu melakukan pekerjaan yang terbengkalai” (paragraf 5).
7.   Menurut pernyataannya, ada kegiatan-kegiatan dan ladang-ladang yang “telah dirampok” dari sarana yang dibutuhkan, dan kekurangan ini harus dipenuhi dengan mengirimkan persepuluhan langsung kepa-da pekerja-pekerja independen (paragraf 3).
8.   Ia tidak pernah menegur orang yang melakukan sebagaimana yang dilakukannya, melainkan memuji mereka (paragraf 5).
9.   Ketika orang lain meminta pendapatnya, tentang apakah mereka ju-ga harus mengirimkan persepuluhan langsung kepada pekerja inde-penden, ia menasehati mereka bahwa itu adalah praktek yang dapat diterima, jikalau mereka diyakinkan oleh TUHAN untuk melakukannya (paragraf 5).
10.        Akan tetapi ia juga memperingatkan bahwa tidak ada seorangpun yang boleh melakukan usaha “mengumpulkan persepuluhan,” yaitu, meminta orang-orang untuk memberikannya kepada mereka (para-graf 6, 13). Ini adalah prinsip dasar dalam Roh Nubuat bahwa setiap orang harus memutuskan sendiri kepada persepuluhannya akan di-berikan, dan kemudian mengirimkannya ke tempat tersebut. Tidak ada seorangpun yang boleh membuat keputusan bagi orang lain. Ini adalah sebuah keputusan antara dia dan TUHAN, sama seperti per-baktian dan pilihan keyakinan seseorang. Adalah salah jikalau sese-orang atau organisasi berkata bahwa persepuluhan harus diberikan kepada mereka! Waspadalah akan orang yang datang, meminta per-sepuluhan anda! Mereka boleh mengemukakan kebutuhan mereka, namun mereka tidak boleh meminta persepuluhan anda.Adalah tang-gung jawab kudus anda untuk memutuskan bahwa, tidak ada paksa-an yang boleh diberlakukan. Tidak ada seorangpun, termasuk pim-pinan gereja, yang boleh mencoba “mengumpulkan persepuluhan,” yaitu, secara khusus membuat agar persepuluhan dikirimkan kepada mereka. Namun, inilah yang persis dilakukan oleh kebijakan Divisi Amerika Utara.
11.       Orang-orang percaya yang diyakinkan bahwa mereka harus membe-rikan dana mereka kepada pekerja-pekerja swadaya, bukannya kepa-da konferens dan pekerjanya yang digaji, harus melakukan demikian (paragraf 6).
12.       Tidak boleh pejabat gereja,ataupun para pekerjanya yang digaji,men-coba untuk menghentikan mereka membayarkan persepuluhan di lu-ar saluran-saluran yang disetujui komite, mereka tidak boleh mengan-cam atau menghukum dengan cara apapun mereka yang diyakinkan oleh Roh Kudus untuk melakukan demikian (paragraf 1, 3, 5, 6, 7).
13.       Ketika saudara-saudara di konferens mengetahui kejadian di mana orang percaya memberikan per-sepuluhan mereka kepada pekerja-pekerja independen, mereka harus ‘tenang’ dan diam tentang masa-lah tersebut, tidak berusaha menentangnya (paragraf 3).
14.        Akan tetapi (dan ini penting) mereka yang membayarkan persepu-luhan di luar saluran-saluran yang reguler hanyalah jikalau mereka merasa yakin bahwa mereka harus melakukannya (paragraf 3, 4, 5, 6). TUHAN yang mengesankan di dalam hati untuk membayarkan persepuluhan,akan menuntun umatNya ke mana mereka harus mem-bayarkannya. Tidak ada orang lain yang boleh memutuskan untuk anda. Kita harus berdoa untuk persepuluhan kita, sama seperti kita  berdoa untuk penggunaan seluruh talenta kita yang benar.
15.        Orang-orang yang harus didukung dengan membayarkan persepu-luhan secara langsung kepada mereka, gantinya membayarkan me-lalui saluran-saluran gereja yang reguler, hanyalah mereka yang me-lakukan pekerjaan yang benar, dan mereka yang tidak didanai secara resmi oleh gereja dalam pelaksanaan pekerjaan itu (paragraf 2).
16.   Persepuluhan yang diberikan langsung oleh umat percaya kepada pekerja independen swadaya adalah ‘tidak ditahan” (paragraf 4). Da-lam Roh Nubuat, ajaran yang konsisten adalah bahwa persepuluhan adalah ‘ditahan” ketika tidak dibayarkan sama sekali,dan bahwa per-sepuluhan “tidak ditahan” ketika telah dibayarkan.
17.   Persepuluhan yang diberikan demikian, langsung masuk ke dalam “perbendaharaan TUHAN” (paragraf 4). Ini adalah poin yang sangat penting. Dikatakan oleh para pimpinan, bahwa hanya persepuluhan yang dibayarkan ke dalam kantong-kantong persembahan konfe-renslah yang masuk ke dalam ‘perbendaharaan.” Namun, menurut pa-ragraf 4, persepuluhan yang dibayarkan langsung kepada peker-ja-pekerja atau organisasi-organisasi independen swadaya juga ma-suk ke dalam “perbendaharaan.”
18.   Ada satu faktor khusus dalam mempertimbangkan ke mana perse-puluhan harus dikirimkan: “di mana paling dibutuhkan untuk mem-bantu melakukan pe-kerjaan yang terbengkalai—baik oleh gereja yang resmi, lembaga-lembaganya, atau pekerja-pekerjanya.
19.   Persepuluhan dari umat percaya dapat diberikan kepada organisasi dan pekerja independen, hanya karena hilangnya kepercayaan ke-pada  gereja induk, kepemimpinannya, arah tujuannya, dan bagai-mana mereka menyalahgunakan persepuluhan yang diberikan kepa-da mereka (paragraf 6).
20.   “Keadaan-keadaan mengubah kasus-kasus.” Ini adalah nasehat  yang bijaksana. Hanya melalui doa terus menerus anda dapat me-ngetahui apa yang harus dilakukan dalam hal ini. Proyek-proyek mi-sionaris adalah berbeda-beda satu sama lain, dan seringkali terjadi perubahan-perubahan. Hak untuk membayarkan persepuluhan ha-ruslah menjadi berkat yang penuh pertimbangan, bukan sebuah ru-tin tanpa pemikiran.
21.   Sebagai ringkasan dari keseluruhan masalah, Ellen White berkata: “Saya memuji saudari-saudari yang telah menempatkan persepuluh-an mereka di mana paling dibutuhkan untuk menolong melakukan pekerjaan yang terbengkalai.”

Berikut ini bunyi Surat kepada Watson selengkapnya:

Mountain View, California
22 Januari 1905

“Elder Watson:

Saudaraku, saya ingin berkata kepadamu. Berhati-hatilah dalam bertin-dak. Anda tidak bertindak bijaksana. Semakin sedikit anda berbicara tentang persepuluhan yang telah dimanfaatkan untuk ladang yang pa-ling membutuhkan dan paling menyedihkan di dunia, anda akan menjadi semakin peka.
“Telah ditunjukkan kepada saya selama bertahun-tahun bahwa persepuluhan saya harus dimanfaatkan sendiri untuk membantu para pendeta kulit putih dan berwarna yang diabaikan dan tidak menerima dana yang cukup untuk menghidupi keluarga mereka. Ketika saya mem-perhatikan para pendeta yang sudah tua, baik kulit putih maupun hitam, adalah menjadi tugas khusus saya untuk mencari tahu kebutuhan pokok mereka dan memenuhi kebutuhannya. Ini harus menjadi pekerjaan khu-sus saya dan saya telah mela-kukannya dalam sejumlah kasus. Tidak ada seorangpun yang boleh berkata buruk tentang fakta bahwa dalam kasus khusus persepuluhan digunakan secara demikian.
“Sehubungan dengan pekerjaan di kalangan orang kulit berwarna di daerah Selatan, ladang ini telah dan masih dirampok dari sarana yang seharusnya dikirimkan kepada pekerja-pekerja di daerah itu. Jikalau ter-dapat kasus-kasus di mana saudari-saudari kita memanfaatkan perse-puluhan mereka untuk mendukung para pendeta yang bekerja untuk orang-orang kulit berwarna di daerah Selatan, biarlah setiap orang, jika mereka bijaksana, menjadi tenang.
“Saya sendiri telah menggunakan persepuluhan saya untuk kasus-kasus yang paling membutuhkan yang dapat saya ketahui. Saya telah diperintahkan untuk melakukan hal ini; dan karena uang tidak ditahan dari perbendaharaan TUHAN, ini bukanlah masalah yang harus diko-mentari; karena ini akan membuat saya harus membuka masalah-masa-lah ini; yang tidak ingin saya lakukan, karena ini bukanlah yang terbaik.
“Beberapa kasus telah disimpan di depan saya selama bertahun-tahun, dan saya telah menyediakan kebutuhan mereka dari persepuluh-an, sebagaimana diperintahkan TUHAN kepada saya, dan jikalau ada seseorang yang berkata kepada saya, “Saudara White, maukah anda menggunakan persepuluhan saya di tempat yang anda tahu dana itu pa-ling dibutuhkan?’ Saya akan menjawab, ‘Ya,’ dan saya akan melakukan-nya; dan saya telah melakukannya. Saya memuji saudari-saudari yang memberikan persepuluhannya di tempat yang paling membutuhkan un-tuk membantu pekerjaan yang terbengkalai. Dan jikalau masalah ini di-buka secara umum, ini akan menyebabkan orang mengetahui hal-hal yang sesungguhnya lebih baik jika dibiarkan sebagaimana adanya. Sa-ya tidak perlu mengumumkan pekerjaan ini yang telah diperintahkan TUHAN agar saya melakukannya.
          “Saya mengirimkan masalah ini kepadamu sehingga kamu tidak akan berbuat salah. Keadaan mengubah kasus-kasus. Saya tidak akan menasehati agar orang menyimpan uang persepuluhan. Namun selama bertahun-tahun ada orang-orang yang kehilangan kepercayaan tentang penggunaan persepuluhan dan meletakkan persepuluhan mereka di ta-ngan saya, dan mengatakan jikalau saya tidak menerimanya, mereka akan membagikannya sendiri kepada keluarga-keluarga pendeta yang paling membutuhkan yang dapat mereka temukan. Saya telah meneri-ma uang tersebut, memberikan mereka tanda terima, dan memberitahu mereka bagaimana penggunaannya.
“Saya menuliskan hal ini kepadamu supaya anda tetap tenang dan tidak menjadi terhasut dan membuka masalah ini di depan umum, kare-na akan banyak orang mengikuti contoh tersebut.

(Tanda tangan) Ellen White.”

Kita bersimpati sepenuh hati kepada organisasi yang tertawan ini. Tentu saja, mereka membutuhkan doa-doa kita! Tolong doakan Amaz-ing Facts, dan seluruh pelayanan yang berkaitan erat dengan Divisi Amerika Utara dan GC. Garis pengawasan menjadi semakin kuat setiap harinya.
Ke manakah kita menuju? Berapa lama lagi sebelum Yesus da-tang? Dari setiap indikasi yang kita peroleh, usaha-usaha pasti akan di-lakukan pada pertemuan GC tahun 1995 yang akan datang untuk sema-kin memperkuat (1) pengawasan konferens atas anggota, dan (2) peng-awasan GC atas divisi, uni dan konferens. Namun GC-lah yang bekerja keras untuk mempromosikan perbaktian Celebration, kelompok-kelom-pok kecil pertengahan minggu, berbagai buku-buku doktrin, dan peme-catan pada level konferens.
Saudara-saudariku, tetaplah setia. Akhir sudah dekat. Datanglah Tuhan Yesus, datanglah segera!—Vance Ferrell.
Amazing Facts telah melakukan dan terus melakukan usaha terba-iknya untuk melakukan pekerjaan penginjilan yang berguna. Penelitian ini bukanlah tentang Amazing Facts, namun tentang ketetapan (dan sa-yangnya, keberhasilan) GC untuk membawa seluruh pelayanan agar re-la dihubungkan secara organisatoris di bawah pengawasan kepemim-pinan yang bahkan semakin ketat.
Kita meratapi usaha untuk membangun kekuasaan kerajaan di da-lam denominasi kita. Bacalah kembali Roh Nubuat, Confederation and Consolidation—Bagian 1-3 (RS-17-19]. Tidak boleh ada kekuasaan ter-pusat, yang mengawasi setiap aspek gereja sedunia,mendikte apa yang harus dan tidak boleh dilakukan perserikatan. Perhatikan pernyataan ini:
“Anda mengetahui apa itu perserikatan,--persatuan manusia da-lam sebuah pekerjaan yang tidak memiliki meterai integritas yang teguh, langsung dan murni.” Manuscript 29, 1911 (4 Bible Commentary, 1142).
“Konsolidasi berarti bahwa seluruh lembaga harus dijadikan satu ke dalam lembaga Battle Creek. Selama bertahun-tahun hal seperti ini telah diajukan oleh seseorang dan yang lain. Namun menurut terang yang saya terima, rencana itu salah.” Letter 4, 1895. “Adalah berbahaya untuk  melakukan konsolidasi atas seluruh lembaga kita di bawah pim-pinan Battle Creek, dan mengizinkan satu lembaga mengawasi seluruh lembaga lainnya. Ini akan menjadi kutuk. TUHAN tidak merancang bah-wa Battle Creek harus mengontrol seluruh lembaga-lembaga ini.” Manu-script 11, 1895.
Tolong doakan banyak pelayanan yang mencoba terus bekerja kendati menghadapi kesulitan besar.
Saya merasa sangat kecewa kemarin ketika menerima surat dari Amazing Facts, yang mengumumkan keputusan mereka untuk mengi-rimkan persepuluhan kepada pimpinan gereja. Kemudian, kemarin sore, seorang teman dari California selatan menelepon. Ia mengatakan bah-wa ia harus menelepon dan membacakan sesuatu melalui telepon. Ini membantu menjelaskan masalah yang membingungkan saya. Begini bunyinya:
“Joe berterus terang dalam kesaksiannya. Buku-buku seperti Creeping Compromise dan Reaping the Whirl-wind tidak berpura-pura menentang kesesatan yang membabibuta di tengah-tengah kita. Ini me-nyebabkan pelayanannya tidak populer bagi banyak administratur ge-reja…Perlawanan terhadap pelayanannya yang saleh meningkat seban-ding dengan pertumbuhan kesesatan di dalam gereja kita. Namun Joe selalu bekerja keras dengan administratur gereja TUHAN. Ketua maje-lisnya tetap menjadi presiden Konferens Chesapeake. Joe sangat ber-duka dengan penerbitan terakhir Review and Herald  tentang buku The Nature of Christ, yang ditulis oleh salah satu editor pembantu Adventist Review. Buku ini menyerang pendapat Joe yang didasarkan atas Alkitab tentang sifat kemanusiaan Kristus dan menyebut namanya dan nama orang-orang lain, termasuk Ralph Larson, Ron Spear, Robert Wieland, Donald Short, Colin Standish dan nama saya berkali-kali.
“Selalu mengakomodasi kebutuhan gereja yang terorganisasi, Joe menemukan bahwa semakin lama semakin banyak tekanan masalah ajaran dikenakan kepada pelayanannya. Apa yang telah disebut sebagai hubungan manis antara pelayanan swadaya dan organisasi gereja telah berkembang hampir menjadi perang untuk bertahan dari kontrol total.
“Kasih Joe yang besar, dan kekaguman dan dukungan, bagi pe-kerjaan pelayanan swadaya seperti Hartland dan Hope International adalah menjadi sumber kegemparan bagi beberapa administratur ge-reja. Joe selalu menjaga hubungan pribadi yang akrab dengan pelayan-an-pelayanan tersebut melalui telepon dan secara pribadi. Namun sedi-kit demi sedikit ia ditekan untuk mundur dari dewan Hartland Institute [dan ia melakukannya di tahun 1992], dan di tahun yang sama menyam-paikan pesan terakhirnya di pertemuan perkemahan Hartland. Joe me-nemukan bahwa bekerja sama dengan organisasi menjadi sebuah pak-saan.Artikel untuk Our Firm Foundation yang ditulis oleh penginjil Amaz-ing Facts harus diterbitkan dengan nama samaran, dan ketika lulusan terakhir Hartland masuk ke dalam timnya, Joe menghadapi perlawanan yang keras yang dengan berani dihadapinya. Namun ia dipaksa untuk tidak menyebutkan lembaga sekolah yang setia yang mempersiapkan mereka untuk pelayanan.
“Keempat lulusan Hartland dalam tim penginjilannya tidak bisa kembali kepada almamater mereka untuk mengadakan minggu sembah-yang yang telah diminta hanya karena sikap fanatik konferens. Tekanan-tekanan ini dan yang lainnya membebani   jantung Joe, sebagaimana te-kanan kepadanya untuk menghentikan praktek selama 25 tahun meneri-ma persepuluhan untuk pelayanannya.” Russell Standish, surat. Elder Joe Crews sembuh dengan baik dari masalah koroner, ketika di pagi tanggal 10 Oktober 1994, ia meninggal mendadak di sebuah rumah sa-kit Advent.
Pada Pertemuan GC 1889, kepemimpinan denominasi kita men-dorong untuk menjadikan Gereja MAHK menjadi sebuah korporasi bis-nis yang besar, dengan seluruh lembaga dan pekerja yang bertanggung jawab secara langsung atau tidak langsung kepada kantor pusat GC, yang pada saat itu bertempat di Battle Creek, Michigan.
Gagasan untuk meletakkan seluruh lembaga di bawah satu gene-ral manajer tunggal tampaknya adalah gagasan yang baik.Presiden O.A. Olsen mengatakan dengan jelas dalam pidato pembukaan pertemuan tanggal 28 Oktober:
“Pekerjaan ini secara keseluruhan adalah satu. Mengapa usaha-usaha denominasi kita tidak boleh dikelola oleh dewan yang dipilih oleh GC?”—1891 General Conference Bulletin.
Olsen menambahkan bahwa pekerjaan yang baik haruslah dimulai dengan menempatkan seluruh penerbitan di Amerika Utara di bawah pengawasan GC. Hari Senin, 4 November sejumlah 21 orang anggota komite pimpinan pusat dipilih untuk memper-timbangkan masalah ini. Dua hari kemudian, komite menyodorkan sebuah rekomendasi panjang, yang meliputi butir berikut:
“Langkah-langkah harus diambil segera untuk membentuk sebuah korporasi untuk tujuan mengambil seluruh pengawasan dari seluruh pe-nerbitan, maka membawa seluruh pekerjaan di bawah satu manajemen umum.”
Keputusan ini ditunda pada pertemuan GC tahun 1991, di mana saat itu komite mengatakan bahwa pekerjaan secara keseluruhan harus ‘disederhanakan’ jikalau satu lembaga (GC) memiliki pengawasan ber-variasi atas pekerjaan dan lembaga-lembaga.
Karena nasehat Ellen White sangat keras menentangnya, masalah ini ditunda lagi; kali ini pada pertemuan tahun 1895. Tanpa kehadiran-nya, Ellen White mengirimkan surat-surat peringatan:
“Saya tidak percaya kepada perserikatan besar ataupun kecil yang sedang dibentuk. Itu kelihatan gelap dan terlarang bagi saya. Diperlukan perhatian dan hikmat yang besar dalam melanjutkan pekerjaan.” Surat 71, 1894. GCB, 18.
Kendati ada peringatan-peringatannya, yang dikirimkan dari Aus-tralia, para pimpinan memungut suara untuk membawa seluruh pekerja-an penerbitan di bawah pengawasan Battle Creek. Tahun 1895, mereka ingin mengambil alih seluruh cabang pekerjaan lainnya juga. Namun pe-ringatan-peringatan berlanjut. “Kepada saudara-saudaraku di Battle Creek, saya berkata, Anda tidak boleh berkonsolidasi. Ini tidak berarti apapun kecuali menempatkan ke atas lembaga-lembaga di Battle Creek sebuah  manajemen dari seluruh pekerjaan, jauh dan dekat. Pekerjaan TUHAN tidak dapat dilaksanakan dengan berhasil oleh orang-orang yang melalui penolakannya kepada terang, telah menempatkan diri me-reka di tempat di mana tidak ada sesuatupun yang akan mempengaruhi mereka untuk bertobat atau mengubah arah tindakan mereka.”—Surat 81, 1896.
Suatu penelitian yang jauh lebih detail, dan pernyataan-pernyata-an Roh Nubuat, dapat ditemukan dalam traktat tiga bagian, Confederat-ion and Consolidation [RS-17-19], sekarang tersedia hanya pada bagian dua dari Buku Traktat Kesehatan/Penerbitan.