Senin, 29 September 2014

Menyerahkan pipi untuk ditampar

JAWABAN SAYA:
1. Menyerahkan pipi untuk ditampar;
Kenapa saya tidak menyerahkan pipi saya untuk ditampar? Memangnya siapa yang memintanya?
Kalau ada yang mau menampar pipi saya, silahkan. Cuma pipi doank aja, koq, nggak masalah. Tapi
harus anda lakukan di hadapan umum, dishotting seperti ISIS ketika memenggal kepala orang. Bahkan
silahkan penggal juga kepala saya. Boleh! Silahkan anda buat waktu dan tempatnya.
Saya pikir takkan ada orang yang akan terkejut oleh peristiwa itu. Sebab sudah jutaan orang Kristen
yang telah dibantai oleh orang yang sama, bukan?!
2. Menyakiti perasaan orang;
Saya mengungkapkan kebenaran dengan bukti-bukti yang nyata. Itu niat saya. Kalau saya bermaksud
menyakiti hati orang tak perlu saya harus menggunakan ayat-ayat Al Qur’an. Di luaran ada banyak
orang yang tersakiti hatinya bukan oleh sebab menyinggung Islam, tapi oleh sebab mereka Kristen.
Tempat ibadah mereka dibongkar, dibakar dan nyawa mereka dicabut kayak ayam potong.
Saya berbicara kepada ribuan bahkan jutaan orang Islam. Apakah semuanya marah-marah dan sakit
hati, sama seperti anda? Berapa banyak yang merasa sakit hati? Dan kalau boleh tahu, oleh kata-kata
saya yang seperti apakah anda sakit hati?
Lalu, bagaimana dengan tuduhan-tuduhan Al Qur’an terhadap Kristen yang ternyata tidak benar?
Berapa besar kerugian Kristen oleh sebab penjelek-jelekan itu?
3. Hak keadilan;
Anda bukan membalas tapi menuntut hak keadilan.
Tahukah anda bahwa ketika anda menghajar pencuri, maka pencuri itu sudah melunasi dosa-
dosanya? Jadi, di mana lagi adanya hak keadilan yang anda maksudkan, jika 1 – 1 = 0?
Justru setelah pencuri itu dihajar lalu dipenjarakan, itulah ketidakadilan bagi pencuri itu. Itulah
bentuk kejahatan dari orang-orang yang mengaku dirinya baik. Utang 1 ditagih 2.
4. Cara mempertobatkan orang;
Cara mempertobatkan orang itu bukan dengan hukuman, tapi dengan membuka kesadarannya.
Itulah sebabnya ALLAH menulis di kitab suci, bukan menyediakan cambuk. ALLAH menggunakan
pena, bukan cambuk. Dan tak ada hak orang untuk menghakimi sesamanya, selain dari ALLAH saja.
Sebab dosa itu bukan hanya masalah mencuri. Tapi menghajar pencuri itupun dosa.
Maka andapun bertanya: kalau pencuri tidak dihajar, bukankah akan semakin banyak? Entah banyak
entah sedikit, yang jelas pencuri ya mencuri. Kalau tidak mencuri, bukan pencuri namanya. Dan
mencuri itu dinyatakan ALLAH sebagai dosa. Dan dosa tempatnya adalah di neraka. Termasuk
ustadz yang menganiaya pencuri pasti akan di sana tempatnya.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Laskar Wong Deso Setelah saya baca dr bawah sampai ke atas saya puny 2 ksmpulan, yg pertama: anda memilih agama yg mngajarkan ksbaran dan agama yg kuat sprti baja.tp kata2 yg anda tulis tdk sama sekali menunjukan kesabaran.dn anda blm mengamalan al-kitab anda yg mengajarkan utk menyrahkn pipi yg kanan. Agama sy jg mengjarkn ksbran,k ikhlasan dn kuat mnghadapi segala ujian hidup, tdk mngajarkan kuat untk mencela tw menyakiti org lain baik scara fisik/perasaan.
Agama sy tdk mengajarkan kejahatan d bls kjahatan, tetapi mengajarkan hak keadilan yg setimpal bagi setiap manusia, baik itu si kaya maupun simiskin, agr tdk ada yg d rugikan dn org yg ingin melakukan kjhtan berfikir brkali2 dan takut utk brbuat kjhtan. Seandainya org yg anda sayangi d bunuh (baik pelakunya sama/beda dgn anda) apakh anda rela si pelaku d bebaskan? Atw hny d penjara 3 th,5th tw 15 th dn pd akhirny nanti si pelaku akn terbebas jg.
Yg ke 2: saya tidak mempermasalahkan siapa itu YESUS dan siapa itu ISA? Dan saya tdk mempermasalahkan kalau YESUS itu putra ALLAH.toh ISA AL-MASIH bin MARYAM, ADAM, MUHAMMAD SAW, juga putra ALLAH ( yang di pelihara oleh ALLAH ).yg jd masalah bagi saya kenapa YESUS itu dijadikan TUHAN dan disembah, apa karna terlahir suci ( tanpa bapak ). Berarti ADAM lah TUHAN yg lebih HEBAT lagi di bandingkan YESUS, karena beliau terlahir tanpa seorang bapak dan ibu, tapi beliau tidak mau di sembah dn di jadikan TUHAN. Di agama saya di ajarkan agar kami menyembah ALLAH sang pencipta langit dan bumi beserta isinya, yg telah menciptakan ADAM,ISA,MUHAMMAD,YESUS dan para NABI lainnya dan termasuk kita serta manusia yg hidup sebelum kita.
Itulah sebabnya saya memilih islam sebagai agama saya.

Jika Islam merasa dibenci oleh Kristen



Fahmi Toriq Lahji Dr hari k hari dr minggu k minggu dr tahun k tahun dr zaman k zaman yahudi n nasrani sangat membenci islam dgn berbagai cara utk menghancurkan islam dgn cara yg terpicik dr yg terpicik tp alloh selalu menolong islam dr dulu hingga sekarang n itu terbukti semuanya pertolongan alloh n jk berdebat mencari k benaran yg hakiki nasrani tdk pernah bs menunjukakan kebenaran hakiki Itu kpd kami islam klian selalu kalah n tdk mau menerimanya

JAWABAN SAYA:

Jika Islam merasa dibenci oleh Kristen, ada yang lebih penting dari itu yaitu, bagaimana Islam menyikapinya? Bersabar, membalas setimpal, atau membalas 2 kali lipat?
Kalau ajaran Kristen: Jika pipimu yang kiri ditampar, berikanlah pipimu yang kanan. Jika ada orang Kristen yang tidak melakukan ajaran tersebut, maka dia bukanlah orang Kristen. Sebab yang disebut orang Kristen adalah orang yang menjalankan ajarannya, bukan yang men-teori-kan ajarannya.

Jika ada orang yang berusaha menghancurkan Islam, ada yang lebih penting dari itu, yaitu; apakah Islam itu kerupuk yang gampang dihancurkan?

Jika Islam itu agama yang mengajarkan membalas kejahatan dengan kejahatan, dan agama kerupuk yang gampang dihancurkan, maka itulah alasan saya tidak mau masuk Islam. Sebab saya suka dengan agama yang mengajarkan kesabaran dan agama yang kuat seperti baja.

Jumat, 26 September 2014

Ngapain kamu ngurusi agama Islam? Tanya seseorang



Ngapain kamu ngurusi agama Islam? Tanya seseorang.

JAWABAN SAYA:

Anda terbalik, bung, justru ngapain agama Islam mengurusi agama Kristen? Saya hanya membela diri, meluruskan bahwa apa yang dituduhkan itu semuanya tidak benar dan sangat merugikan, menyebabkan orang-orang Kristen dimusuhi di mana-mana.

Anda saja kalau digosipkan yang tidak benar juga pasti akan protes dan marah, bukan?! Sedangkan kalau anda bersalahpun kalau disiar-siarkan ke banyak orang juga akan berkata: “Ngapain loe ngurusin gue?! Urus tuh, diri loe sendiri.” Begitu, bukan?!

Maksud saya, kalau tidak mau dicubit, ya jangan mencubitlah.

Sebab Islam sendiri sudah mempunyai ayat: agamaku agamaku, agamamu agamamu. Kita beragama sendiri-sendiri. Jadi, mengapa Islam mencatut Kristen?!

SERUPA SENGKON DAN KARTA



Di negeri ini pengadilan adalah tumpuan keadilan yang terakhir masyarakat. Keputusannya dinyatakan sah dan merupakan kebenaran. Namun demikian pengadilan ini pernah melakukan sebuah kesalahan, yakni menghukum orang yang tidak bersalah. Di tahun 1974 Sengkon dan Karta ditangkap dan dihukum 5 tahun dengan tuduhan perampokan dan pembunuhan, dari vonis 12 tahun, sampai akhirnya ada seorang yang mengaku sebagai pelaku yang sebenarnya. Gila! 5 tahun menghuni penjara tanpa kesalahan apapun.

Di agama Islam, kitab suci Al Qur’an adalah standart kebenaran yang diyakini oleh seluruh umat Islam. Di dalamnya ada setumpuk tuduhan terhadap umat dan agama Kristen yang antara lain: Alkitab telah diubah-ubah, Kristen itu agama kafir yang harus dimusuhi, dan lain-lainnya, yang jika dibuktikan sesungguhnya sangat-sangat tidak benar. Apakah yang demikian ini masih harus dilestarikan sebagai kebenaran, walaupun tidak benar? Tidak bolehkah Kristen membela diri, jika seorang pencuri saja masih diberikan kesempatan untuk membela diri? Mudah-mudahan sebuah agama tidak lebih buruk dari sebuah lembaga pengadilan duniawi. Mudah-mudahan di dunia ini tidak ada agama yang menjungkirbalikkan kebenaran; yang salah dianggap benar, yang benar dianggap salah. Saya yakin masyarakat Indonesia sudah terbebas dari kebodohan dan pembodohan.

Sebagai contoh adalah istilah: kafir.

Saya jelas keberatan jika istilah kafir itu diartikan sebagai orang-orang yang bukan Islam. Sebab istilah ini sudah dimuat dalam kitab Taurat nabi Musa yang hidup 2000 tahun sebelum Muhammad dan Islam ada, yang artinya adalah: orang-orang yang bukan Yahudi;

>> Bilangan  23:9             Sebab dari puncak gunung-gunung batu aku melihat mereka, dari bukit-bukit
                                            aku memandang mereka. Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak
                                            mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.

Bukan orang Yahudi diubah menjadi bukan orang Islam. Tentu ini adalah Sengkon dan Karta, bukan?!

Buat sobat saya dari Balikpapan


Buat sobat saya dari Balikpapan:

KEJADIAN-KEJADIAN MENJELANG PERJAMUAN SUCI





Saya akan mengadakan perjamuan suci di Bandung, hari Minggu, 28 September 2014. Berikut ini peristiwa-peristiwa indah yang saya dapatkan;

1. Seorang sobat di Jakarta dipindahtugaskan ke Bandung;

     a. Kalau dia tidak mau dipindahkan ke Bandung, maka kantor di Bandung akan ditutup, dan pasti akan
         terjadi PHK. Dengan demikian sobat tersebut telah menyelamatkan rekan-rekannya dari PHK.

     b. Rumah kosnya yang di Bandung ternyata milik pemerintah. Pada waktu yang bersamaan dengan
         kepindahannya, tempat kos itu harus dikosongkan. Jadi, serba “pindah.”

     c. Rumahnya di Bandung, pacarnya di Bandung, tapi mendapatkan gaji Jakarta. Lumayanlah.

2. Serba 3;

     a. Sobat tersebut tinggal di Jakarta selama 3 tahun.
     b. Sobat yang lain, ketika berangkat ke Balikpapan berdua, kini ke Jakarta ber-3 dengan anaknya.
     c. Sobat tersebut tinggal di Balikpapan selama 3 tahun.
     d. Tahun 2008 kita semua berkenalan, tahun 2011 mereka menikah di Balikpapan, kini tahun 2014
          kita bertemu kembali. Ada periode 3 tahunan.
     e. Dari kumpulan kecil 12 orang, ada 3 orang yang paling dekat dengan saya.
      f. Dihitung sejak kenal saya, seseorang kini mendapatkan pacar yang ke-3.
      g. Ada 3 kota yang berkaitan: Balikpapan, Jakarta dan Bandung.
      h. Ada 3 suku di antara kami: Jawa, Batak, dan Padang.
       i. Yang suku Batak melibatkan 3 marga.
       j. Jika berkumpul di perjamuan suci nanti akan ada 3 anak-anak yang usianya dibawah lima tahun.
      k. Ke-3 orang profesinya sama, yaitu: akunting.
       l. Ke-3 orang statusnya; ada yang belum kawin, ada yang kawin belum mempunyai anak dan ada
           yang sudah mempunyai anak.
      m. Ke-3 orang tersebut tinggal di kota yang berbeda: Balikpapan, Jakarta dan Bandung.

3. Kabar gembiranya; seorang sobat ada yang mendapatkan hadiah doorprice sebesar 40 juta.

4. Semula rencana saya perjamuan di Jakarta. Tapi sobat yang di Balikpapan ngotot untuk mengadakan
    di Bandung, dengan alasan ingin menjenguk seseorang yang sakit ginjal. Tanpa diduga, kebetulan
    tanggal 28 September itu merupakan hari ulangtahunnya. Maka pasti akan semakin semaraklah acara
    perjamuan suci tersebut. Themanya: SUKACITA DARI TUHAN.

5. Dari Tasikmalaya sedianya saya akan langsung ke Jakarta. Tapi kondisi memaksa saya harus mampir ke
     Bandung. Dan ini merupakan kesempatan yang penting untuk ngobrol dengan sobat yang di Bandung
     mengingat setelah itu  saya akan ke Sumatera.

Rabu, 24 September 2014

Bagaimana dengan Sidharta Gautama



pak Rudi bagaimana dengan Sidharta Gautama yg hidup sebelum Yesus turun ke dunia. mencapai kesempurnaan hidup sehingga matinya pun moksa. dan juga nabi Elia yg terangkat ke sorga. apakah ini berarti Yesus mengajarkan kesempurnaan hidup seperti mereka di atas.

JAWABAN SAYA:

Alkitab menyatakan tidak ada keselamatan selain dalam YESUS. Tentang mati moksa, bukan hanya Sidharta Gautama saja. Banyak suhu-suhu China yang mati moksa. Tapi itu 'kan bukan dari TUHAN? Mereka tidak menyembah TUHAN, berarti bukan berasal dari TUHAN.
Kristen mengajarkan cara menyucikan diri adalah dengan mengalahkan atau menaklukkan dosa, bukannya menghindarkan diri dari dosa dengan mengasingkan diri dari masyarakat. Justru semakin "guru" kita semakin dituntut bermasyarakat untuk mengajar orang banyak, bukannya menyendiri di gua-gua.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Dear para Teis,

Saya hanya bertanya dan mencoba mengingatkan saja. Jangan marah, ya?! Bukankah anda menerima ajaran keagamaan? Sekalipun anda tak pernah beribadah, masakan anda itu penikmat dan penyebar gambar-gambar porno dalam media yang mahaluas seperti ini? Sekalipun sebagai manusia, kita ini tak lepas dari dosa, masakan kita ini memamer-mamerkan dosa seperti ini? Sekalipun tak ada orang yang mengetahui perbuatan anda, karena ini dunia maya, apakah TUHAN juga tidak mengetahuinya?

Sekalipun menikmati tubuh perempuan[istri] adalah sah dan bukan dosa, tapi kalau itu dipublikasikan seperti ini, tidakkah itu pelecehan terhadap semua perempuan, termasuk ibu dan nenek anda yang tentunya juga perempuan? Mengapa anda tidak lebih membanggakan tubuh ibu dan nenek anda saja? Apakah tubuh mereka buruk, banyak kudisnya? Dan sekalipun moral anda sudah rusak parah, masakan anda menambah dosa dengan menularkan kerusakan moral pada orang lain, terutama adik-adik kita yang belum dewasa?!

Satu dosa belum bisa diatasi, masakan anda malahan melipatgandakannya? Membangun satu orang saja belum bisa, masakan anda hendak merusakkan banyak orang?!

Bumi ini sudah hamil tua dosa. Tak lama lagi akan melahirkan hukuman-hukuman. Apakah anda mengira bisa meluputkan diri dari hukuman TUHAN?!

Semoga manfaat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Persatuan itu bukanlah antara yang benar dengan yang salah dimasukkan blender dijadikan jus, tapi yang salah diluruskan kepada yang benar.

Ketika kebenaran dijungkirkan, yang tegak adalah kesalahan. Kini kalau kita menegakkan kebenaran, maka kesalahan harus dijungkirkan.

Kompromi itu bukannya yang benar ikut yang salah, tapi yang salah harus ikut yang benar.

Kata orang: kita harus saling menghormati. Kata saya: Tidak bisa begitu! Yang benar jangan disuruh menghormati yang salah, tapi yang salahlah yang harus menghormati yang benar.

 Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kata orang: kita harus saling menghormati sebab pendapat orang itu bermacam-macam.

JAWABAN SAYA:

Pendapat bermacam-macam harus diselesaikan melalui diskusi. Diskusi itu kalau dunia olahraganya adalah pertandingan. Kalau bahasa pemerintahnya: pemungutan suara. Jadi, untuk mempersalahkan orang itu harus ada standartnya. Kalau agama: kitab suci, kalau pemerintah: undang-undang, kalau rapat: keputusan pimpinan, kalau musyawarah: suara terbanyak.

Pendapat yang berbeda-beda harus dikerucutkan menjadi satu pendapat saja melalui berbagai macam cara.

Saling menghormati akan terjadi secara alamiah jika berada dalam satu derajat – setara. Tidak perlu dibuatkan peraturan: Kalian harus saling menghormati. Peraturan demikian ini dibuat untuk memaksa terjadinya persatuan dengan mengabaikan salah-benarnya. Nah, ini yang tidak benar dan tidak boleh.

Pemaksaan persatuan itulah yang suka dilakukan oleh pemerintah, misalnya kalau terjadi tawuran. Pemerintah tidak mau repot untuk menegakkan kebenaran. Tapi kalau terhadap maling atau koruptor, kenapa pemerintah menyeretnya ke pengadilan? Mengapa tidak dibilang: “berdamai sajalah.”

Kalau anda dengan saudara anda berkelahi rebutan warisan, maukah anda disuruh berdamai; saling menghormatlah kalian. Mau? Mengapa nggak mau damai kalau soal warisan?

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Kata orang: diskusi itu hanya menimbulkan pertengkaran.

JAWABAN SAYA:

Biarpun diskusi selalu menimbulkan pertengkaran, selama pihak yang salah masih belum mau menyerah, kita harus tetap melayaninya. Kalau tidak begitu bagaimana kita menegakkan kebenaran? Yang penting pertengkaran bukanlah tujuan, tapi resiko. Di dunia ini semua hal ada resikonya.

Ketika kita ke pasar, di tengah jalan kecelakaan, kecelakaan adalah resiko, bukan tujuan, ‘kan?!

Dan saya ambil resiko untuk tegaknya kebenaran. Sama dengan yang diperbuat para pahlawan yang menginginkan kemerdekaan. Jika kemerdekaan tidak bisa didapatkan secara damai, perangpun jadilah. Kita harus begitu, jika memang begitu jalannya.