Jumat, 28 Februari 2014

MAZMUR – 5



Download:



PASAL 5;

5:1          Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud. (5-2) Berilah telinga
               kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
5:2          (5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku
               berdoa.
5:3          (5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur
               persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

               “Waktu pagi ENGKAU mendengar seruanku” – menyatakan bahwa Daud berdoa setiap pagi.

               “Mengatur persembahan bagiMU” – menyatakan bahwa Daud setiap pagi selalu berpikir
                apa yang akan dia perbuat untuk TUHAN di sepanjang hari itu, bukan tentang urusan pabrik
                atau kantornya. TUHAN yang utama harus kita pikirkan; apa yang akan saya perbuat untuk
                memuliakan TUHAN di sepanjang hari ini?

                Kita harus menjalin kerjasama dengan ALLAH. Persoalan duniawi kita, kita serahkan kepada
                ALLAH untuk mengurusnya. Biarlah ALLAH yang memecahkan masalah di pabrik atau di
                kantor saya. Utang setumpuk? Biarlah YAHWEH yang melunasinya. Order yang menumpuk
                tak terkerjakan, biarlah YAHWEH yang mengatasi itu. Order sepi atau masalah apapun kita
                serahkan total pada YAHWEH. Tapi apa yang YAHWEH ingin kita lakukan, baiknya itu yang
                menempati pikiran kita.

               “Dan aku menunggu-nunggu.” Apa yang ditunggu Daud? Tentu saja apa yang akan YAHWEH
               berikan kepadanya di hari itu. Keuntungan atau kemalangan yang akan kita dapatkan di
               terbenamnya matahari? Jika itu kemalangan, seperti angin puting beliung atau banjir
               bandang, maka itulah pekerjaan yang TUHAN berikan ke kita untuk kita kerjakan. Sama
               seperti seorang karyawan yang diserahi setumpuk pekerjaan oleh bossnya supaya
               diselesaikannya. Mana boleh ditolak itu?

               Rumah hancur atau suami mati harus tetap kita syukuri. YAHWEH menunggu ucapan syukur
               kita atas kemalangan yang di hadapkan ke kita. Kita akan marah atau mengucap syukur, itu
               yang ingin YAHWEH lihat dari kita.

               Jangan lupa bahwa YAHWEH sanggup mengganti semua itu dengan yang lebih baik. Rumah
               yang hancur akan diganti dengan istana, bahkan suami yang mati akan diganti dengan suami
               baru yang lebih baik.

               TUHAN mengganti anak-anak Ayub yang dibunuh iblis dengan anak-anak yang lebih baik;

               >> Ayub  42:12   TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada
                                            dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing
                                            domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai
                                            betina.
                                42:13     Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
                                42:14     dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua
                                            Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
                                42:15     Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub,
                                            dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-
                                            saudaranya laki-laki.
                                42:16     Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat
                                            anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
                                 42:17    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

               Abigail adalah istrinya Nabal. Nabal adalah orang yang bebal. TUHAN membunuh Nabal
               karena tidak memberikan makanan bagi Daud, kemudian Abigail diambil istri oleh Daud.
               Abigail yang baik akhirnya mendapatkan suami yang lebih baik.

               http://id.wikipedia.org/wiki/Abigail

Kisah pertemuan Abigail ini dengan Daud tersebut terdapat dalam 1 Samuel 25:23-31. Abigail adalah istri dari seorang pengusaha kaya, namanyaNabal, yang dikisahkan pula bebal hatinya. Abigail sangat disorot karena dia dengan cerdik memintakan pengampunan dari Raja Daud ketikaNabal tidak mengindahkan permintaan Raja Daud untuk meminta upeti karena merasa telah berjasa menjaga kambing domba Nabal di Gunung Paran dalam pelariannya dari Raja Saul (Raja Israel yang masih berkuasa dan tidak menerima Daud merebut kekuasaannya). Daud sendiri akhirnya marah karena hinaan Nabal yang menolak memberikan upah kepada utusan Daud itu. Namun Abigail tahu persis bahwa jika Daud marah maka suaminya akan bernasib buruk, sehingga Abigail memohonkan ampun. Dalam peristiwa itu, Abigail membawakan makanan bagi pasukan Daud, dan dari situ pula akhirnya Daud tampak bersimpati pada kebijaksanaan Abigail.[2] Daud mengabulkan permohonan Abigail dan tidak menyerang Nabal. Namun setelah 10 hari, Tuhan sendiri yang memukul Nabal dan akhirnya Nabal mati. Setelah itu Daud menyuruh pasukannya untuk menjemput Abigail dan mengambilnya sebagai istri. Diceritakan bahwa memang Abigail cantik dan bijaksana, sehingga Daud mengambilnya sebagai istri.[3]
Selama menjadi istri Daud, Abigail bersama istri Daud yang lain, Ahinoam, turut berpindah-pindah tempat tinggal dan pernah menetap bersama Daud di kediaman raja Filistin, Akhis, di Gat.[4]Kemudian ketika mereka tinggal di Ziklag, Abigail sempat ditawan oleh orang-orang Amalek yang menyerang perkemahan mereka, ketika Daud sedang berperang di tempat lain, meskipun kemudian berhasil dibebaskan oleh Daud dan orang-orangnya.[5] Akhirnya Abigail mengikuti Daud ke Hebron ketika Daud diurapi di sana menjadi raja Yehuda.[6]

               Jangan takut dengan masalah tapi takutlah dengan kehilangan ALLAH.

5:4          (5-5) Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan
               menumpang pada-Mu.

               Anda mempunyai ALLAH atau tidak, itu bisa anda lihat pada diri anda sendiri; apakah anda
               orang benar atau masih suka dengan kejahatan? Jika anda orang benar, pastikanlah bahwa
               ALLAH masih bersama-sama anda. Karena itu tak usah kuatir dengan segala masalah. Tapi
               kalau anda orang jahat, ya, sepantasnyalah kalau anda kuatir dengan masalah, karena bisa
                dipastikan ALLAH takkan bersama-sama dengan anda.

               Raja Israel yang tidak benar, kalau menghadapi musuh yang kuat larinya ke Mesir untuk
               meminta bantuan, bukan ke TUHAN. Demikian juga dengan orang dunia yang tidak
               mempunyai ALLAH, kalau menghadapi masalah mengandalkan akal pikirannya,
               kekuatannya, hartanya, dan orang-orang pintarnya.

               >> Yesaya   30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk
                                                          berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
                                     30:3   Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di
                                                           bawah naungan Mesir akan menodai kamu.

              
5:5          (5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang
               melakukan kejahatan.
5:6          (5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat
               penumpah darah dan penipu.
5:7          (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
               sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

               Daud menikmati keselamatan bukan berdasarkan pada perbuatannya, melainkan
               mengandalkan pada kasih setia ALLAH yang besar. Bahwa kasih YAHWEH itu setia adanya.
               Kasih YAHWEH tidak berubah oleh sebab kita berubah. Kasih YAHWEH itu sama seperti kasih
               seorang bapak kepada anak-anaknya. Entah anaknya itu baik atau jahat, seorang bapak
               tetap mengasihinya. Entah idiot atau nakal tetap diterima sebagai anak-anaknya.

               Jadi, perbedaan antara anda dengan saya hanya terletak pada TUHAN. Kalau soal dosa, kita
               sama-sama berdosanya. Tapi yang membedakan antara kita adalah apakah anda
               mempunyai TUHAN? Apakah anda mempunyai hubungan yang akrab dengan TUHAN?
               Seperti apakah anda memperlakukan dan menempatkan YAHWEH? Inilah yang penting.
               Sebab seorang bapakpun akan marah kalau dihina atau didurhakai oleh anaknya.

               Dan dalam hal dosa, dosa seperti apakah itu? Dosa yang terjadi oleh sebab alamiah kita atau
               kita sengaja main-main dengan dosa? Kalau dosa alamiah, yaitu sesuatu yang spontan
               terjadinya, bukan direncanakan, maka itu akan diampuni. Tapi kalau dosa yang disengaja
               sekalipun kita tahu itu dosa, inilah yang sulit diampuni.


5:8          (5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di
               depanku.

               Berikanlah kebijaksanaan kepada saya dalam menyikapi musuh-musuh saya.

5:9          (5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan,
               kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.
5:10        (5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena
               rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab
               mereka memberontak terhadap Engkau.
5:11        (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan
               bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan
               bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.
5:12        (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia
               dengan anugerah-Mu seperti perisai.


PASAL 6;

6:1          Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur
               Daud. (6-2) Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah
               menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.

               Siapakah yang ketika dihukum menyadari bahwa itu hukuman untuk kesalahannya, lalu
               memohon kemurahan TUHAN agar TUHAN menghentikan hukumanNYA?

               Tak ada yang mau menyadari bahwa itu adalah hukuman TUHAN atas dosa-dosanya lalu
               memohonkan kemurahan TUHAN. Kenapa? Sebab mereka masih menyukai dosa-dosa itu dan
               masih bermaksud untuk memeliharanya. Sebab mereka sadar kalau mereka sudah
               mengakuinya sebagai dosa, maka mereka harus menghentikannya. Tapi mereka masih
               sayang dengan dosa-dosa itu.

               TUHAN sendiri lebih suka cepat-cepat mengakhiri murkaNYA. Sebab DIA lebih suka membelai
               anda daripada menghajar anda. Sama seperti bapak kita ketika menghajar kita bukanlah
               karena hobinya. Karena itu YAHWEH pasti suka sekali jika anda mengajukan permohonan
               penghukumanNYA. DIA menunggu anda mengajukan keringanan hukuman.

               Tapi anda lebih suka menyembuhkan penyakit ke dokter daripada harus menghentikan dosa-
               dosa kesayangan itu. Itulah sebabnya TUHAN menggempur anda dengan berbagai masalah
               secara sekaligus, sehingga anda membuat suatu peribahasa: “Sudah jatuh ditimpa tangga.”

6:2          (6-3) Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-
               tulangku gemetar,
6:3          (6-4) dan jiwakupun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?
6:4          (6-5) Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih
               setia-Mu.

               “Selamatkan aku karena kasih setiaMU”, bukan karena perbuatanku. Sebab tak ada
               perbuatanku yang layak untuk aku pamerkan di hadapanMU supaya aku selamat.

6:5          (6-6) Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur
               kepada-Mu di dalam dunia orang mati?

               Sebab kalau aku ENGKAU binasakan aku tak mungkin bisa menyembahMU. Kalau semua
               manusia dibinasakan, maka manusia mana lagi yang akan menyembahMU? Lalu di mana
               ciptaanMU?

6:6          (6-7) Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air
               mataku aku membanjiri ranjangku.

               Siapakah yang menangisi perbuatan dosanya? Padahal kalau anda di neraka atau ketika
               anda menerima hukuman, anda pasti menangis. Jadi, logislah kalau anda yang diluputkan
               dari hukuman itu menangisi dosa-dosa anda.

               Anda melihat seorang pencuri yang dipenjarakan menangis. Jika anda juga pencuri, tidakkah
               anda juga harusnya dipenjarakan dan andapun pasti akan menangis? Jadi, tidakkah pencuri
               yang menangis itu cerminan dari anda sendiri? Karena itu harusnya anda juga menangis
               sekalipun anda tidak dipenjarakan, melainkan bisa diluputkan dari penjara.

               Tapi kenapa anda tidak menangisi dosa-dosa anda? Sebab anda belum melihat harganya.
               Dosa-dosa itu anda hargai murah sekali. Anda kesulitan membayangkan akibat mengerikan
               yang bakal anda terima. Coba seandainya hukuman itu di hadapkan di depan anda, misalnya
               api neraka, saya yakin anda pasti akan berteriak-teriak histeris.

6:7          (6-8) Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku.
6:8          (6-9) Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah
               mendengar tangisku;
6:9          (6-10) TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku.
6:10        (6-11) Semua musuhku mendapat malu dan sangat terkejut; mereka mundur dan mendapat
               malu dalam sekejap mata.

               Kalau anda hendak memusuhi orang pastikanlah bahwa orang itu anaknya setan bukan anak
               ALLAH. Sebab kalau anak ALLAH yang anda musuhi, apakah anda sudah memperhitungkan
               akibat yang akan anda dapatkan jika ALLAH marah? Jika anda hendak mencubit seorang
               anak, pastikanlah anak itu anak yatim-piatu. Sebab kalau anak itu punya bapak, anak itu
               pasti akan lapor bapaknya dan bapaknya pasti akan keluar untuk mencari anda.



>> MAZMUR – 1

      Download:

>> MAZMUR – 2

     Download:

>> MAZMUR – 3

     Download:

>> MAZMUR – 4

      Download:



BANJIR JAKARTA TEMPOE DOELOE

Sejarah Banjir di Jakarta


http://fitriwardhono.wordpress.com/2012/04/06/sejarah-banjir-di-jakarta/

Bagi sebagian orang mungkin tidak percaya kalau bencana banjir di Jakarta ini sudah mulai ada sejak jaman Belanda. Beberapa tahun setelah Belanda mendarat, pemerintahan kolonial sudah merasakan rumitnya menangani banjir di Batavia. Banjir besar pertama kali mereka rasakan di tahun 1621, diikuti tahun 1654 dan 1876.
Sering dilanda banjir pemerintah Belanda merasa perlu untuk mulai mengelola air secara serius. Tahun  1918 Pemerintah  Belanda mulai membangun beberapa. Selanjutnya karena semakin kompleksnya masalah air yang melimpah, memaksa Pemerintahanan Kolonial membangun Banjir Kanal Barat (BKB) pada tahun 1922.
Meski sudah dibangun BKB, bukan berarti persoalan banjir di Jakarta bisa langsung diselesaikan. Pada Januari 1932 lagi-lagi banjir besar melumpuhkan Kota Jakarta. Ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air. Saat pemerintahan beralih ke Republik Indonesia masalah banjir  di Jakarta pun tak kunjung bisa diselesaikan. Tercata sejak kemerdekaan beberapa banjir besar terjadi di Jakarta, seperti pada tahun 1976, 1984, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007 dan 2008.
Dari beberapa kejadian banjir besar yang terjadi  tahun 1996, 2002 dan 2007, ada beberapa catatan yang bisa kita ambil berkaitan dengan masalah hidrologi maupun karakter cuaca.
• Bulan Januari dan Pebruari adalah bulan dengan curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.
• Banjir di Jakarta sering disebabkan karena hujan dengan kapasitas besar terus menerus  turun. Hujan yang  hanya turun sekali biasanya tak sampai membuat Kali Ciliwung melimpas.
• Hujan besar sebelumnya bisa memabah masalah pada hujan besar berikutnya. Ini terlihat dalam kasus banjir tahun 2002. Curah hujan awal Januari membawa banyak material dan menyebabkan terjadinya sedimentasi di dasar sungai. Akibatnya ketika hujan yang sama kembali muncul tanggal 31 Januari, banjir sulit dielakan.
• Tinggi muka air laut tidak mempengaruhi  banjir yang terjadi tahun  1996 , 2002 dan  2007.
Banjir tahun 2002 dan 2007 disebabkan oleh curah hujan ektrim yang turun lebih dari dua hari. Hal ini menyebabkan tinggi muka air Sungai Ciliwung di daerah Manggarai mencapai puncaknya. Untuk tahun 2007 sekaligus terjadi kombinasi penyebaba banjir akibat hujan di daerah hulu dan dan daerah hilir.
Jika kita melihat dari sejarah yang sudah diuraikan diatas, banjir sudah terjadi  sejak jaman kolonial Belanda, hampir empat abad yang lalu. Ini artinya di saat jumlah penduduk Jakarta masih sedikit, banjir pun sudah terjadi di Jakarta. Dalam dekade terakhir, ternyata banjir semakin sering dialami.
Melihat kecenderungan banjir di Jakarta yang semakin  sering serta  semakin banyak daerah yang tergenang, memberikan indikasi bahwa penyebab banjir semakin beragam. Dimana satu dan lain penyebab saling menguatkan sehingga potensi terjadinya genangan semakin besar.
Kenyataan ini tentu membuat tantangan dalam menghadapi  banjir yang akan datang menjadi lebih berat lagi. Permasalahan  terus menerus bertambah sementara penyelesaian yang diambil sangat  terbatas.
Kesadaran perlunya diambil tindakan penanggulangan banjir sudah ada sejak lama. Batavia yang dilanda banjir besar tahun 1918, membuat  Prof. Ir. Herman Van Breen, seorang guru besar berkebangsaan Belanda, merencanakan satu konsep yang lebih strategis dalam menanggulangi banjir.  Konsepnya adalah berusaha mengendalikan aliran air dari hulu sungai dan membatasi volume air masuk kota.
Untuk  itu perlu dibangun saluran kolektor di pinggir selatan kota untuk menampung limpahan air, dan selanjutnya dialirkan ke laut melalui tepian barat kota. Saluran kolektor yang dibangun itu kini dikenal sebagai Banjir Kanal Barat (BKB) yang memotong Kota Jakarta dari Pintu Air Manggarai bermuara di kawasan Muara Angke.
Penetapan Manggarai sebagai titik awal karena saat itu, karena wilayah ini merupakan batas selatan kota yang relatif aman dari gangguan banjir sehingga memudahkan sistem pengendalian aliran air di saat musim hujan. Banjir Kanal Barat (BKB) ini mulai dibangun tahun 1922. Untuk mengatur debit aliran air ke dalam kota, banjir kanal ini dilengkapi beberapa pintu air. Dengan adanya BKB, beban sungai di utara saluran kolektor relatif terkendali. Karena itu, alur-alur tersebut, serta beberapa kanal yang dibangun kemudian, dimanfaatkan sebagai sistem makro drainase kota guna mengatasi genangan air di dalam kota.
Setelah kemerdekaan banyak konsep /studi yang telah dilakukan. Dari beberapa studi yang ada, yang menonjol adalah studi yang dilakukan oleh Nedeco ‘The Master Plan for Drainage and Flood Control of Jakarta oleh NEDECO 1973.
Pengendalian banjir didefinisikan oleh NEDECO 1973 sebagai upaya mengalihkan banjir dari sungai-sungai dan mencegahnya mengalir ke dalam wilayah kota. Drainase ini diartikan sebagai upaya evakuasi runoff pada saat hujan lebat yang terjadi di wilayah kota tersebut untuk bisa mengalir dengan lancar ke dalam saluran pengalihan banjir.
NEDECO 1973 merekomendasikan rehabilitasi sistem drainase yang ada untuk penyaluran runoff secara efisien, dan upaya-upaya yang spesifik untuk mengendalikan banjir. Upaya pertama dalam pengendalian banjir adalah usulan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) dari sungai Cipinang ke arah Timur sebagai penampung dan pengalih banjir dari sungai-sungai Cipinang, Sunter, Buaran, dan Cakung. Selain itu direkomendasikan pelebaran saluran BKB pada titik belokan ke utara ke sungai Angke di Pesing, untuk menampung banjir dari sungai Grogol dan Sekretaris.